alexa-tracking

Hebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50M

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571d886cd675d41a088b4569/hebat-mana-jokowi-ke-eropa-dpt-us205m-menteri-rini-seklebatan-ke-china-dpt-us50m
Hebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50M
Blusukan Presiden Jokowi di Eropa Hasilkan Kesepakatan USD20,5 Miliar
24 APR 2016 14:25

Hebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50M
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah CEO perusahaan besar di Eropa

Sabtu sore (23/4) sekitar pukul 16.30 WIB, pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan, mendarat di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Pesawat tersebut usai mengantarkan rombongan Presiden Jokowi melakukan lawatan kerja selama lima hari ke empat negara Eropa, yaitu Jerman, Inggris, Belgia dan Belanda.

"Oleh-oleh" yang dibawa pulang hasil "blusukan" ke negara maju tersebut di antaranya adalah kesepakatan antar-bisnis (business to business/B to B) yang nilainya mencapai 20,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan yang dicapai selama kunjungan tersebut membuktikan bahwa kalangan dunia usaha Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa mulai menaruh kepercayaan terhadap iklim investasi di Indonesia.

"Dua hal yang saya dapatkan dari kunjungan ini, yang pertama kepercayaan kalangan bisnis negara-negara tersebut dan juga Uni Eropa terhadap perekonomian Indonesia," kata Jokowi dalam jumpa pers beberapa saaat setelah mendarat di Halim.

Hal lain yang berupa oleh-oleh yang bukan bidang ekonomi, tapi juga sangat penting, adalah kepercayaan negara-negara Eropa atas peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian melalui Islam yang moderat.

"Saat ini, nilai Islam yang damai, yang demokratis, yang moderat, yang tolerans, telah menjadi aset diplomasi Indonesia di mata dunia," ujar Jokowi yang sebelumnya harus menempuh perjalanan selama 16 jam lebih dari Bandara Internasional Schipol, Amsterdam, Belanda.

Dalam kunjungan ke empat negara tersebut, Jokowi lebih memfokuskan kerja sama dan komitmen pada satu sektor tertentu, sehingga bentuk kerja sama tersebut bisa lebih terarah, sesuai dengan keunggulan yang dimiliki masing-masing negara.

Di Jerman, kerja sama lebih difokuskan pada pelatihan dan pendidikan vokasi untuk menciptkan tenaga kerja yang terampil dan sesuai dengan kebutuhan agar Indonesia bisa lebih kompetitif.

Pada Mei 2016, delegasi Jerman akan berkunjung ke Indonesia untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan yang telah dicapai oleh Jokowi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Di Inggris, fokus kerja sama adalah di bidang ekonomi kreatif dan kesepakatan kedua negara akan ditindaklanjuti oleh Badan Ekonomi Kreatif yang dipimpin oleh Triawan Munaf.

Di London, Presiden berkesempatan menyaksikan karya lima orang perancang asal Indonesia di sebuah pusat perbelanjaan besar di pusat Ibukota Inggris itu.

Sementara di Brussels, Belgia yang juga kantor pusat Uni Eropa, Indonesia tinggal melanjutkan negosiasi dari dokumen prinsip dasar (scoping paper) atas kerja sama kemitraan ekonomi secara komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA).

Pembahasan scoping papers yang akan menjadi dasar bagi negosiasi CEPA, sempat terhenti bertahun-tahun dan akhirnya dapat diselesaikan.

Belanda Di antara serangkaian kunjungan tersebut, yang paling menarik dan menjadi perhatian publik adalah lawatan terakhir Presiden Jokowi ke Belanda untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim dan pengelolaan air.

Yang menjadi perhatian bukan pada agenda bidang kerja sama yang disepakati atau pun kemajuan yang telah dicapai, tapi lebih kepada sejarah dan dinamika di balik hubungan dengan bekas negara penjajah itu.

Di Belanda itu pula, Presiden Jokowi dan rombongan mendapat sambutan paling meriah dari warga Indonesia yang bermukin di Negeri Kincir Angin itu, atau masyarakat setempat yang mempunyai ketertarikan terhadap Indonesia.

Berdasarkan sejarah saling kunjung kedua pemimpin, lawatan Jokowi ke Belanda adalah yang pertama sejak 16 tahun lalu.
http://ekonomi.rimanews.com/investas...USD20-5-Miliar


Quote:


----------------------------

Apanya yang hebat ... komitmen duit sebanyak itu semuanya hanya utang kok. Meski bukan semuanya G to P, tapi P to P umumnya!


emoticon-Big Grin
Alhamdulillah dpt utangan
source: http://www.neraca.co.id/article/6480...sasi-investasi

TIONGKOK BANYAK KOMITMENT MINIM REALISASI

NERACA

Jakarta - Investasi menjadi salah satu sektor yang dikejar oleh pemerintah. Mengandalkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pemerintah melakukan berbagai macam terobosan agar investor bisa berinvestasi di Indonesia dengan cepat, salah satunya dengan perizinan tiga jam. Pemerintah pun ikut memperkenalkan program terbaru tersebut, tak terkecuali ke ke investor Tiongkok.

Hal disayangkan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya di Mandiri Invesment Forum 2016 adalah banyaknya komitmen yang dibikin oleh Tiongkok namun realisasinya masih minim. "Komitmen investasi dengan Tiongkok itu cukup banyak, tapi realisasinya sedikit," ungkap Bambang di Jakarta, Rabu (27/1).

Bambang mengatakan sejauh ini Jepang masih menjadi negara diposisi teratas dalam realisasi investasi di Indonesia disusul oleh Taiwan, dan Singapura. Sementara Tiongkok bukan termasuk dalam lima besar negara yang berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terlena dengan mengekspor bahan mentah ke Tiongkok, ketika ekonomi Tiongkok mengalami perlambatan maka secara otomatis itu juga mempengaruhi ekspor Indonesia. "Makanya kedepan kita sudah sampaikan ke Menteri Perdagangan untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah namun barang jadi sehingga memberi nilai tambah bagi Indonesia. Dan kedepannya kita akan mengandalkan ekspor manufaktur," jelasnya.

Data BKPM menyebutkan rasio antara rencana investasi dan realisasi investasi asal Negara Panda itu masih rendah. Rasionya masih hanya 7 persen. Padahal, Cina selama tahun 2015 mencatatkan nilai rencana investasi tertinggi yang mencapai Rp 277 triliun. BKPM menganggap hal tersebut sebagai tantangan untuk terus meningkatkan arus modal langsung dari negara Panda tersebut.

"Rencana investasi dari Tiongkok (China) tergolong besar. Namun memang tantangan yang kami hadapi adalah untuk merealisasikan rencana investasi tersebut. Rasio perbandingan antara rencana dan realisasi investasi Tiongkok masih di bawah 10%," kata Kepala BKPM Franky Sibarani. Franky mengatakan, pihaknya terus mempromosikan potensi investasi di Indonesia kepada para investor asal China. Salah satunya menggelar Indonesia-China Business Forum di Shanghai, yang rencananya akan dihadiri sekitar 100 calon investor potensial dari China.

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tersebut juga akan menggelar one-on-one meeting dengan sejumlah perusahaan China yang dianggap serius di tempat yang sama. Sejumlah investor tersebut, menyatakan rencananya berinvestasi di industri pariwisata, kawasan industri, industri pengolahan nikel, dan pembangkit listrik. "Kami berharap perusahaan tersebut dapat melangkah maju dengan mengajukan prinsip ke BKPM," imbuhnya.

Kendati demikian, Franky menyatakan, realisasi investasi China terus meningkat atau rata-rata tumbuh 66% per tahun sejak 2010. Apabila realisasi investasi China di Indonesia 2010 tercatat USD174 juta, maka pada 2014 realisasinya mencapai USD800 juta.

Franky mengatakan, rencana investasi China sepanjang Januari-September 2015 mencapai USD13,9 miliar atau meningkat 46% dibanding periode sama tahun lalu. Rencana tersebut mengindikasikan potensi kerja sama kedua negara yang cukup besar. "Tiongkok merupakan salah satu negara prioritas yang ditargetkan dapat merealisaskan investasinya di Indonesia," kata dia.
so? sebutin negara berkembang mana yg jor2an bangun infrastruktur tapi g pake ngutang
jago si rini lah .... , aman dari resapel lu rin emoticon-Selamat
CHINA BANYAK UMBAR JANJI INVESTASI, REALISASI SELAMA INI MINIM

Bisnis.com, JAKARTA -- Kendati banyak minat atau komitmen investasi yang masuk dari China dalam kunjungan Presiden Joko Widodo pekan lalu, pemerintah akan terus mengawal realisasi investasinya.

Kepala Badam Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan langkah ini dilakukan karena rasio investasi dari negara yang dipimpin Xi Jinping itu terhitung kecil, hanya 7%

"Artinya, selama ini hanya 7% komitmen investasi yang terealisasi," ujarnya, Rabu (1/4/2015).

Menilik data BKPM dalam kurun 2005-2014, dari total komitmen investasi senilai US$24,27 miliar, hanya US$1,8 miliar yang direalisasikan. Performa ini jauh lebih rendah dari rasio investasi Jepang yang mencapai 62%.

Rendahnya rasio investasi China, sambungnya, dipengaruhi oleh beberapa kondisi, a.l. pertama, banyaknya investor tersebut tidak dibarengi kecocokan mitra dalam negeri. Kondisi ini membuat investor batal merealisasikan investasinya.

Kedua, belum banyaknya informasi terkait kondisi wilayah yang ada di Indonesia meskipun investor sudah memasukan permohonan izin prinsip. Ketiga, banyak investor yang merasa frustasi dengan proses perizinan yang lama selama ini. Keempat, tidak kredibelnya investor yang daftar ke BKPM.

Franky enggan menyebut ada investor yang bodong. Namun, belum lama ini, BKPM membatalkan 6.541surat persetujuan/izin prinsip (SP/IP) penanaman modal asing (PMA) dan 9 untuk PMDN pada periode 2007-2012.

Dari sisi negara, rencana investasi yang paling banyak dibatalkan berasal dari Korea Selatan yakni 20%, China 11%, Malaysia 9%, dan Singapura 8%.

Mantan Ketua Apindo itu mengatakan instansinya akan membentuk kantor perwakilan BKPM di China seperti yang ada di Tokyo saat ini. Selain mengoptimalkan informasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder, langkah ini dinilai akan efektif dalam mengakselerasi realisasi investasi dari China.

Franky menargetkan untuk tahun ini rasio investasi dari Negeri Tembok Raksasa itu bisa mencapai 30%. Sementara, rasio investasi dari Jepang ditargetkan naik hingga 80%. Dia optimistis rasio investasi dari China bisa terakselerasi karena pada kuartal IV tahun lalu, investasi dari Jepang tercatat US$700 juta dan mencatatkan performa investasi selama 2014 senilai US$800 juta.

Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan untuk investasi di sektor-sektor prioritas pembangunan nasional utamanya infrastruktur, instansinya akan proaktif dengan pihak perusahaan untuk merealisasikan investasinya.

"Kita akan proaktif komunikasi dengan perusahaan dan memfasilitasi apabila ada permasalahan yang dihadapi di dalam merealisasikannya," ujarnya Azhar.
Dua-duanya hebat emoticon-Big Grin
komitmen penting tapi sangat penting lagi realisasi. komitmen tanpa realisasi namanya PHP
Widiiih

Dua-duanya hebat. Fadli zon ke amrik dapet apa?

Hebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50MHebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50MHebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50MHebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50MHebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50MHebat mana? Jokowi ke Eropa dpt US$20,5M. Menteri Rini seklebatan ke China dpt US$50M
Hehe biaya perjalanan mentri rini berapa ratus kali lebih murah tuh
Quote:



ada

republik nasbungstan... nggak perlu utang nggak perlu pajak

bangun infrastruktur pake brodolan jemb*t
bedanya jauh banget emoticon-Mewek
Quote:



Souvenir cantik emoticon-Embarrassment
jago pak jokowi karena mentri rini kan bawahannya pak jokowi,jadi jelaslah apa yang didapat oleh bu rini otomatis masuk dalam daftar keberhasilan pak jokowi emoticon-Cool
Banyak2 tapi realisasi investasinya cuma seupil dan cuma nguntungin menlen... apanya yang hebat emoticon-Big Grin
Quote:


pasti negara baru yang penduduknya hanya punya IQ dibawah 1 digit nih.
kira2 bisa masuk pbb engga ea?

emoticon-Bingung
Quote:



emoticon-Ngakak.huasuuu emoticon-Ngakak ade2 aje lo pake jembuot segala
yg satu investasi bisnis $20 B, yg satu dapet utangan $50 B.... cemana pulak bisa di bandingin?? emoticon-Bingung

btw rini hobi kalik ngutang sana-sini... emoticon-Bingung
Quote:



eh gua serius...

kalo gak boleh utang atau pajak emangnya negara mo bangun infrastruktur pake apaan?

ekspor brodolan jemb*tlah jawabannya emoticon-Cool

investasi infrastruktur.... investor mana mau bangun jalan jembatan pelabuhan bendungan di papua
dua duanya bagus nanti utangnya yang bayar mbah momon emoticon-Big Grin
×