alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571d811d12e257f4228b456a/banjir-jatiasih-tinggal-tersisa-pilu-berbalut-lumpur-tebal
Breaking News! 
Banjir Jatiasih, Tinggal Tersisa Pilu Berbalut Lumpur Tebal
Banjir Jatiasih, Tinggal Tersisa Pilu Berbalut Lumpur Tebal
BEKASI - Terjangan banjir di Jatiasih, Bekasi beberapa hari kemarin adalah sebuah tragedi. Air bah datang begitu cepat, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba air Sungai Cikeas atau yang acapkali dikenal warga sebagai Kali Bekasi pun meluap hebat. Tanggul yang sudah dibangun dengan harga miliaran Rupiah tetap tak mampu menahan debit air. Akhirnya, Sejak Kamis pagi (21/4) luapan Kali Bekasi merendam beberapa titik di sepanjang bantarannya.

Satu lokasi terparah diterjang limpahan debit air Kali Bekasi adalah perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi. Dua kali derasnya banjir merendam hebat kawasan ini. Kejadian pertama, air bah datang begitu cepat ketika sebagian besar warga perumahan Pondok Gede Permai sedang sibuk dengan aktivitas pagi hari. Tiba-tiba sekitar pukul 09.00 pagi, gemuruh air dari Kali Bekasi meluber tanpa ampun. Hingga sejam kemudian, luapan debit Kali Bekasi sampai menembus ketinggian 4 meter! Hanya beberapa sentimeter lagi sampai menenggelamkan genting rumah.

Menjelang malam hari, kesaksian warga mengatakan air bah sempat surut sampai kering seutuhnya. Namun karena debit air dari hulu Kali Bekasi masih tinggi, limpahan air datang kembali sekitar pukul 23.00, Kamis (21/4) malam. Menjelang dinihari, terjangan banjir kedua tak ayal menghantam kembali. Ketinggian airnya tak berbeda dengan terjangan pertama, hampir menyentuh genting rumah.

Selepas Salat Jumat (22/4 kemarin, Debit Kali Bekasi perlahan surut. Genangan banjir di Pondok Gede Permai tinggal se-dengkul orang dewasa. Intensitas hujan yang tak lagi deras di Bogor mulai meredakan amukan Kali Bekasi. Namun, surutnya air banjir tak seketika melenyapkan kepiluan ribuan warga di kawasan ini.

Kami merasakan betul suasana pilu dengan tatapan yang kosong dari banyak pasang mata warga pemukiman ini. Sambil membersihkan lumpur yang tebalnya minta ampun dari dalam rumah, sudut mata mereka tak bisa berbohong, seakan ingin menyampaikan satu pesan bahwa mereka betul-betul tak siap dan tak menyangka dengan dampak bencana sampai separah ini.

Seperti yang diceritakan oleh Atril, bapak berusia sekitar 40 tahun yang sedang duduk di depan pintu rumah bersama istri dan satu anak perempuannya. Laki-laki ini termenung kosong memandangi genangan air pekat penuh lumpur. “Air banjir naik cepat sekali, tiba-tiba sudah sampai setinggi genting. Kami tidak sempat selamatkan barang-barang di dapur, modal untuk membuat kue ludes semua” ungkapnya. Sehari-hari, Atril dan istrinya membuat macam-macam kue pesanan.

Sementara itu, hanya beberapa langkah di depan rumah Atril, sebuah bengkel motor tampak hancur tak karuan. Jika biasanya bengkel identik dengan limpahan oli hitam yang berkerak, namun apa yang terlihat pasca terjangan banjir ini jelas berbeda. Bukan kerak oli yang terlihat, tetapi lumpur tebal hampir setinggi satu jengkal memenuhi semua sudut bengkel. Bisa dipastikan semua perkakas bengkel itu pun hanyut terbawa banjir.

Jika ingin beranalogi, sebuah “tsunami” kecil memang baru saja terjadi di Jatiasih, Bekasi. Limpahan Kali Bekasi yang berada tepat persis di sebelah pintu masuk perumahan Pondok Gede Permai jadi biang kesedihan warga. Siapa yang sanggup membayangkan terjangan banjir lebih dari 3 meter terjadi sangat cepat tanpa ada peringatan sama sekali?
Sampai dengan hari ini, Kepala BPBD Kota Bekasi, Heri Ismiradi mencatat sedikitnya ada 500 KK atau kurang lebih 9000 jiwa korban banjir di perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih Bekasi.

Walau banjir di Jatiasih perlahan mulai surut, bukan berarti kesedihan mereka lenyap begitu saja. Kini, dahsyatnya banjir di Jatiasih tinggal menyisakan pilu yang berbalut lumpur tebal.[]

Penulis:Shulhan Syamsur Rijal

Ayo Berpartisipasi
Jadi Relawan (Get Involved)
Info Kebencanaan
Cyber Volunteer
semoga tidak ada banjir lagi emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia



Alhamdulillah, rumah ane gak kebanjiran

Rumah ane gan emoticon-Mewek
turut berduka buat para korban. ternyata planet bekasi juga tidak aman dari serangan banjir
Gubernurnya NON MUSLIM
Gubernurnya China

boleh di BULLY
Harus pindahkah...? Atau kejadian akan terulang kembali.
mangkanya jgn suka nyampah emoticon-Hammer2
Semoga banjir segera surut emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By gigabyte775
Gubernurnya NON MUSLIM
Gubernurnya China

boleh di BULLY


Bego, ini Bekasi Jawa barat. Bukan sebelah
Quote:Original Posted By exoar


Bego, ini Bekasi Jawa barat. Bukan sebelah


Tabok aja bleeh Banjir Jatiasih, Tinggal Tersisa Pilu Berbalut Lumpur Tebal
rumah kakak saiya yg di sono kagag kebanjiran.
Kejadian tanggul jebol udah terjadi juga 2014. Pemda sono kurang antisipasi
ane juga tinggal di jatiasih, komplek rumah ane dekat dengan pondok gede permai. dan ane juga kena banjir walu gak separah pondok gede permai
bencana apaan aja kalo bukan di jakarta mah ga ada yg peduli.. seakan ga penting emoticon-Mad (S)
Aksi Cepat Tanggap
emoticon-Matabelo
sabotase kabel lagi x nih kayanya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gigabyte775
Gubernurnya NON MUSLIM
Gubernurnya China

boleh di BULLY


begoooo sejak kapan jatiasih masuk daerah jakarta wkwkwkwkwk belajar yg bener mknya wktu sekolah jgn cabut mulu tong emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
gemboked emoticon-Cool
eh luput
gemboked maning emoticon-Cool
×