alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571d6a24620881ee5b8b457f/terpidana-kasus-century-andalkan-gaji-istri-selama-jadi-buron-di-singapura
Terpidana Kasus Century Andalkan Gaji Istri Selama Jadi Buron di Singapura
Terpidana kasus Bank Century, Hartawan Aluwi, melarikan diri dari Indonesia sejak 2008. Selama itu, ia tinggal di Singapura bersama anak dan istrinya.

"Pak Hartawan selama di Singapura hanya menemani keluarga saja, istri dan ada anaknya sekolah di sana," ujar pengacara Hartawan, Joko Sulaksono saat dihubungi, Minggu (24/4/2016) malam.

Selama bersembunyi di Singapura, Hartawan tidak memiliki usaha apa pun. Padahal, terakhir kali berada di Indonesia, Hartawan menjabat sebagai Komisaris Utama PT Antaboga Delta Securitas.

Kehidupan dia dan keluarganya hanya mengandalkan gaji dari istrinya.

"Dia hidup sederhana di Singapura. Selama di Singapura, istri Pak Hartawan kerja di suatu perusahaan di singapura. Jadi hidupnya dibiayai oleh istrinya," kata Joko.

Joko membantah kabar bahwa kehidupan Hartawan yang berlimpah kekayaan selama di sana. Menurut dia, Hartawan tidak memiliki apartemen dan ribuan aset di Singapura.

Ia mengakui Hartawan masih menyimpan sejumlah aset di Hongkong yang merupakan hasil tabungan keluarga dan pemberian orangtuanya.

"Tapi aset itu juga dibekukan. Padahal itu aset yang sudah dimiliki sejak dulu dari orang tuanya," kata Joko.

Hartawan divonis in absensia dengan hukuman penjara 14 tahun pada 28 Juli 2015. Namun, saat itu, Hartawan sudah kabur dari Indonesia.

Pada Februari 2016, izin tinggal tetap Hartawan di Singapura dicabut dan tidak diperpanjang oleh Pemerintah Singapura. Di sisi lain, paspor Hartawan juga telah habis sejak 2012.

Pencabutan izin tinggal tetap tersebut dilakukan setelah adanya pertemuan antara pimpinan Polri dan kepolisian negara setempat serta pemegang otoritas Singapura.

Hartawan dipulangkan ke Indonesia karena dideportasi.

Dalam kasus ini, Hartawan diduga menggelapkan dana nasabah kasus Century dengan dalih investasi. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun.
http://nasional.kompas.com/read/2016...ampaign=Kknwp#
-----------
Percaya nga yah...??
udah gak ada duitnya jadi ditendang ama singapore ya emoticon-Wkwkwk
hidup sederhana di singapura???????
Kalo gak ada duit napa gak di adili aja sekalian disini, nhapain hidup susah di negri orang....

Gak percaya ane
emoticon-Wow Percaya emoticon-Wow
Percaya aja sih gw ... Bisa aja ini cuma kambing hitam atau orang yg dikorbankan sama management dan bos bos century
parasit rakus.

emoticon-Wkwkwk
emoticon-Wkwkwk
bawa2 nama bini, ada pula yg bawa2 nama anak...udah gak beres nih emoticon-Amazed
dasar parasit.....kadang mikir kenapa kapal kapal pengungsi cina dulu diijinkan berlabuh dimari

emoticon-Malu (S)
kalau kakek anne yang di kampung, hidup sederhana, anne percaya
Bini nya kerja apa di sana
Buat biaya hidip bertiga sih bisa 100 jt sebulan
nah kalo dah bawa2 issue sara mending belajar pancasila dulu gih
Pretlah, bisa makan uang negara ratusan miliar tapi hidup di singapore ngandalin gaji istri
oaku pecoyoooooooo emoticon-Betty
Ada duit kau kutampung,tak ada duit kau kutendang!!
Gitu kali ya moto nya singapuremoticon-Ngakak
yg korupsi besar2an itu kebanyakan masih duduk di pemerintahan


hidup sederhananye bijimane ye? emoticon-Embarrassment
kalau century diusut keluarga cikeas ikut kena tuh
sidang sampai habis sudah ini orang emoticon-Angkat Beer
udah korupsi, jadi parasit bini lagi emoticon-Mad
itu kan kata pengacaranya. kalo kata bareskrim :
"Di Singapura alamat dia (Hartawan) ada tiga. Pertama, di Ringroad. Kemudian Pekhai Road dan ada lagi di PO BOX 052 Central Office Singapura. Yang terakhir itu untuk alamat kiriman dokumen," kata Agung, di Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

Kata bareskrim