alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571d63ef1854f727148b456d/spirit-magus-fantasy-adventure-fiksi
Spirit Magus [Fantasy, Adventure, Fiksi]
Permisi agan-agan yang baik saya mau menulis cerita. Maaf kalau agan-agan ga suka. Soalnya genrenya fiksi xerita ini juga iseng saya tulis karena sering lihat anime dan mungkin ane aga chunnibyo.Mohon maaf jika ada kesalahan kata semua karena saya hanya pemula dan selamt menikmati. Sebelum mulai untuk menikmati ceritanya biarkan daya imajinasi agan yang bermain emoticon-Big Grin. Mari lihat prolognya dulu sekiranya tulisan saya kurang menarik maka saya tidak akan melanjutkanya terimakasih.

Spoiler for Prolog:


Nih gan Indexnya
Unelement
Aku tinggal di dunia dimana sihir itu mutlak hanya orang yang memiliki bakatlah yang dapat menjadi magus. Beginner, Advance, Intermidate, Skiled, Master, Grandmaster, Emperor, Anchestor, Saint dan God itu adalah tingkatan dari Magus dan impianku adalah untuk menjadi magus tingkat God.

"Chain, Chain......." Suara seorang perempuan menghentikanku dari lamunanaku

"kenapa kau kemari Risa?"

"Aku membawakanmu bekal yang sudah disiapkan oleh bibi." Diapun membuka sebuah keranjang yang berisi sandwich di dalamnya.

"Wow sandwich tuna aku sangat menyukainya. Oh, ia sebentar lagi seleksi untuk masuk akademi Geneva akan dimulai bukan?"

"Hmm benar juga mereka akan memilih anak yang lulus dari sekolah dasar untuk diajarkan magic untuk melanjutkan masuk kesekolah menegah. Jadi kau tertarik masuk disana? Bukankah hanya orang yang terpilih saja yang bisa masuk kesekolah itu."

"Tenang saja aku yakin aku memiliki bakat sebagai seorang magus lagipula Tujuanku adalah menajdi Magus tingkat Saint?"

"Wah itu benar-benar bagus aku mendoakan yang terbaik untukkmu" Diapun menunjukkan senyuman termanisnya kepadaku.

Aku adalah orang yang sulit bergaul sewaktu kecil tetapi berkat Risa akupun keluar dari keterpurukanku dan mulai bergaul dengan anak yang lainnya. Bagiku dia bagaikan dewi yang turun dari langit yang menyelamatkanku dari kesendirian. Akupun berjanji untuk jadi kuat supaya bisa melindunginya kelak. Akupun terus berlatih pedang dan bermeditasi demi bisa masuk akademi Geneva. Tentu banyak akademi sihir di kota ini tetapi akademi itulah akademi top yang bisa langsung membawamu ke tingkat puncak. Aku terus menunggu untuk lulusan dari sekolah dasar untuk masuk ke akademi itu dan akhirnya hari itu tiba.

Balon udara yang sangat besar turun menuju sebuah padang rumpur luas yang ada di desaku disana para pengajar akademi mulai turun satu persatu dari balon udara itu. Merekapun membawa sebuah bola kristal besar yang nantinya akan digunakan untuk test masuk akedemi itu. Akhirnya para pesertapun dikumpulkan banyak anak-anak yang lulus dari sekolah dasar menunggu-nunggu event ini. Anak-anak berbaris dan menunggu giliran mereka untuk menempatkan tangan mereka pada kristal untuk mengetahui element yang mereka miliki. Akhirnya giliran Risa untuk menempatkan tanganya kedalam bola kristal untuk melihat element apa yang dia miliki. disanapun muncul tulisan wind dan water sepertinya Risa memiliki karakteristik double element. Nyatanya hanya beberapa orang yang memiliki double element dan juga triple element yang sangat langka. Setelah itupun Risapun diperintahkan untuk berdiri di tengah keenam penguji untuk menguji intensitas dari energi spiritualnya yang biasanya di sebut mana. Pengujipun memberikan tekanan kepada Risa dan sepertnya tubuh Risa mendadak berat. Beberapa menit setelahnya sepertinya panitia meluluskan Risa dan memberikan badge tanda untuk masuk akdemi Geneva. Diapun turun dari tempat itu akupun langsung memberikannya selamat.

"Selamat Ris kau berhasil lulus ujian ini."

"Kau juga berjuanglah!!!"

Setelah beberapa orang akhirnya giliranku maju akupun menempatkan tanganku pada bola kristal dan terjadi sesuatu yang mengejutkan. Pada bola kristal itu sama sekali tidak muncul element yang seharusnya dimilki setiap orang sejak lahir. Orang-orang disekitarku mulai menertawaiku bahkan jika kau tidak berbakat harsnya paling tidak kau memiliki satu buah elemnt dalam tubuhmu. Dengan cepat penyelengara disana memerintahkan aku pergi karena aku sama sekali tidak memiliki element dan aku tidak mungkin menjadi seorang Magus.

Setelah ujian itu akhirnya RIsa meningalkan desa tetapi dia mengatakan bahwa dia akan kembali menemuiku dan tidak akan melupakanku tetpai setelah satu tahun berlalu.

"Chain.. Chain...." Aku mendengar suara ibuku berteriak kencang ketika aku sedang bertani.

"Ada apa ibu kenapa ibu terengah-engah begitu?"

"Dia sudah kembali dari akademi."

"Maksud ibu Risa?"

"Ia cepat kau tengok dia biar ibu yang menyelesaikan semua ini."

"Baiklah ibu"

Akupun segera berangkat ke rumah Risa yang terletak tak jauh dari tempat aku dan ibu bercocok tanam. Akupun melihat disana cukup ramai banyak sekali penduduk desa yang mendatangi tempat itu. Karena hanya Risalah yang lulus dari desa ini dalam test masuk akademi Geneva. Akupun melihat disana dia sedang mendemontrasikan sihirnya kepada para penduduk. Setelah itu akupun melihat seorang pria berambut pirang berjalan kearahnya di kanan kirinya terlihat beberapa pria yang mengawalnya. Ayah dan Ibu Risa terlihat sangat bahagia dengan kedekatan mereka berdua dan entah kenapa ada perasaan aneh yang mengganjal dalam hatiku. Ini seperti ada pria gendut yang mencoba duduk diatas dadaku dengan cara yang tidak menyenangkan.

Setelah menunggu cukup lama satu-persatu penduduk mulai pergi dari Rumah Risa. Akupun meminta bertemu dengan Risa tetapi beberapa pelayannya nampak melarangku setelah terjadi sedikit cekcok terlihat Risa keluar dari rumahnya.

"Chainkau disini kalian cepat masuk aku akan bicara berdua dengan Alen."

Kamipun pergi menjauhi rumah itu dan berbincang.

"Chain sbenarnya aku......" Risa sedikit ragu dengan perkataannya.

"Risa.... aku masih ingin bersamamu" Seolah mengerti apa yang dia akan katakan aku mencoba mencegahnya.

"Tidak Chain kita berdua tidak bisa menjadi kekanak-kanakan selamanya sebenarnya aku akan menikah dengan Ildan demi kembali mengakat kebangsawananku hanya ini yang dapat kulakukan untuk keluargaku."

"Jadi kau memilih pria itu?"

"Maafkan aku bisakah kita tetap berteman."

Akupun pergi sambil menggelengkan kepalaku hatiku remuk hancur semua karena aku tidak memiliki element. Aku tahu pria itu adalah dari keluarga bangsawan disamping itu dia juga murid akademi dibandingkan denganku aku hanya pria tidak beguna yang bahkan tidak memiliki element dalam dirinya. Akupun pergi jauh menuju hutan aku terus berjalan seperti orang gila dan tiba-tiba aku berhenti di depan gua yang mitosnya dapat memberikan kekuatan bagi mereka yang keluar dari sana. Akupun mencoba memasukinya disana benar-benar gelap dan tiba-tiba aku terpelet dan jatuh menuju semakin dalam pada gua itu.

"Sial sepertinya aku jatuh sangat dalam sial apa aku harus berakhir di gua jelek ini."

Akupun mencoba meraba benda di sekitarku dan akupun terkejut karena yang kupegang adalah sebuah tengkorak.

"Tidakkkkk tempat macam apa ini jika disini memang dapat memberikanku kekuatan maka ceapt bnerilah aku kekuatan."

"Bocah jadi kau menginginkan kekuatan? Apa kau siap melalui jalan yang sulit? Teriakanmu telah membangunkanku."

"Siapa? Siapa itu?"

Muncul sesosok manusia transparan atau lebih tepatnya kusebutkan sesesok hantu kecil dihadapanku.

"Aku adalah magus terkuat dijamanku anak muda jika kau menginginkan aku bisa mewariskan ilmuku padamu"

Akupun berbalik dan mencoba mencari jalan keluar.

"Bocah dengarkan ketika orang lain berbicara."

"Kau berbohong mana mungkin seorang magus terkuat menjadi hantu"

"Aku... Aku,.... aghhh dasar bocah akan kutunjukan kekuatanku Middle rank skill Comet"

TIba-tiba tubuhku bersinar dan juga perlahan aku mulai melayang hantu itupun membawa aku keluar dari gua.

"Baiklah aku akui kau hebat tapi bukankah masih terlalu kecil bagimu untuk menjadi magus atau jangan-jangan tubuhmu itu menyusut karena kau berubah menjadi hantu."

"Bocah brengsek aku mati dalam usia empat puluh tahun aku bukan anak kecil lagi pula aku ini level saint"

"Baiklah seakrang sudah malam ibu pasti khawatir"

"Tunggu sebentar bocah paling tidak dengarkan aku."

"Baiklah-baiklah seperti yang kau lihat aku ini orang gagal yang tidak memiliki element dalam tubuhnya bagaimana mungkin aku jadi magus."

"Walaupun kau tidak memiliki element aku akan membuatmu menjadi seorang magus bagaimana?"

"Akan kupikirkan"

"Kalau begitu namaku adalah Lyra Versalia aku adalah magus element spirit tingkat saint."

Diapun mulai membaca mata dan tiba-tiba muncul sebuah kalung di antara kedua tanganya dan kemudian kalung itu jatuh ketanah.

"Apa ini?"

"Bawalah kalung ini mulai sekarang penerus baru element spirit-ku telah lahir."

Akupun menuruni gunung dan berniat kembali kerumah tetapi tiba-tiba seorang pria dan wanita menghadangku.

"Tuan mohon maaf untuk saat ini kami mohon pada anda supaya tidak menuju rumah anda." Kata pria itu sambil bersimpu kepadaku.

"Apa ini? siapa sebenarnya kalian dan ada apa dengan rumahku?"

Merekapun menjelaskan bahwa aku sebenarnya putra dari pemimpin clan yang sangat kuat dahulu kala tetapi ada sekelompok orang yang menghancurkan clan kita. Tetapi berkat ayahku beberapa orang dari clan termasuk aku dan ibuku berhasil selamat. Ibuku melarikan diri di desa terpencil ini untuk menghindari pembunuh itu. Tetapi pembunuh itu mengetahui tentang aku dan ibuku jadi mereka akhirnya membunuh ibuku. Mereka berdua melarangku untuk melihat ibuku dan menguburkannya.

"Apa kalian gila meski kalian melarangku aku akan pergi, Ibu..........."

"Maaf tuan dengan cara apapun kami tidak akan membiarkan putra dari pimpinan kami terbunuh."

Akupun berusaha berlari menerobos mereka tetapi dengan sigap merekapun menangkapku.

"TIDAKKK BIARKAN AKUU DIA IBUKU PALING TIDAK IZINKAN AKU MENGUBURKANNYA"

"Maafkan kami tuan, jika para penjahat itu tau tuan masih hidup maka mereka juga akan menghabisi anda. Anda adalah cahaya bagi clan satu-satunya penerus saya harap anda tidak gegabah"

Aku tetap berusaha melawan tetapi mereka memukulku sampai pingsan.

"Lemah aku benar-benar tidak berguna bahkan aku tidak sanggup melindungi orang yang aku sayangi." Hatiku berteriak
Element Spirit
Aku terbangun disebuah ruangan yang cukup besar tubuhku terbujuk kaku di temapt tidur. Aku mencoba bangun dengan segenap tenagaku. Mencoba mengingat yang terjadi semalam semangatku mulai tumbuh.

"Bocah aku sudah mendengar semua percakapanmu semalam." Tiba-tiba roh bocah perempuan itu keluar dari kalungku.

"Kau ternya Ly.. ly" aku mencoba mengingat namanya

"Lyra tau lyra seharusnya kau panggil aku guru lagipula kau sudah kuterima sebagai murid."

"Baiklah bila guru bisa membuatku memiliki element dan membuatku menjadi magus yang kuat maka aku akan mengikuti langkah guru betapun sulitnya."

"Baiklah akan untuk menjadi magus element spirit tidak mudah, Jika kau tidak lulus dalam test yang kuberikan, maka bayarannya adalah nyawamu."

Akupun berfikir sejenak.

"Guru bilang bahwa guru memiliki element spirit, Tetapi aku tidak pernah mendengar bahwa ada element dengan jenis itu."

"Tch..tch...tch sepertinya kau tidak tahu apapun. Baiklah akan kujelaskan semua, Pada dasarnya element yang dimiliki manusia hanya terbagi empat jenis Api, Air, Angin Tanah. Tetapi masih ada element dengan unsur lainya yaitu fusion element yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki double element atau triple element yaitu Petir, Lava, Es dan sebagainya. Lalu element cahaya dan kegelapan yang kekuatannya sama dengan fusion element dan hanya bisa didapatkan dengan menyerap core dari monster tertentu. dan terakhir element yang aku kembangkan sendiri yaitu element dengan pengabungan cahaya dan kegelapan, Yin dan Yang yaitu element spirit."

"Aku tidak pernah tahu ada elemnt selain empat element itu tetapi jika itu bisa membuatku menjadi kuat dan mencari siapa pembunuh ayah dan ibuku maka apapun akan kulakukan."

"Kalau begitu pertama-tama carikan aku bahan-bahan ini."

Tiba-tiba muncul kertas yang berisikan tanaman obat dan juga core monste.

"Apa-apaan ini Tricerathorn core type Dark dan juga Unicorn core type dark dan juga unicorn horn? benda-benda ini sangat mahal tidak mungkin aku dapat membelinya."

Tiba-tiba pintu dari kamar yang cukup besar itu terbuka karena reflek akupun berusaha menutupi tubuh guruku.

"Apa yang anda lakukan." Tanya pria yang masuk itu.

"Emm aku hanya berolahraga sebentar."

"Bodoh tidak ada yang bisa melihat rohku kecuali kau." guru berbicara melalui telepati.

"Kenapa kau tidak bicara padaku daritadi." Tanpa aku sadari aku berteriak dengan sangat keras

"Anda bicara dengan siapa?"

"Emm tidak jangan pikirkan itu sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu."

"Sepertinya anda sudah cukup tenang. Silahkan ungkapkan keinginan anda jangan sungkan apapn permintaan anda saya akan berusaha memenuhinya."

"Begini aku ingin kau menyiapkan semua bahan ini" Akupun menyerahkan secarik kertas yang diberikan guruku.

"Saya tidak tahu untuk apa ini tapi saya akan menyiapkannya."

"Sepertinya kau cukup kaya sebenarnya apa yang terjadi apa maksud kalian aku sebagai anak dari pimpinan clan tolong jelaskanlah semua."

"Akan saya jelaskan sebelum itu perkenalkan nama saya adalah Oghi. Oghi Zevhon dan teman saya kemarin bernama Julius Linsley dia adalah salah satu dewan dengan posisi tinggi di midgrad ini. Kami berdua adalah pelayan dari Ayah tuan dahulu."

"Begitu lalu bisakah kau ceritakan seperti apa ayahku."

"Ayahmu adalah orang yang hebat dia adalah satu dari sedikit orang yang mencapai gelar god. Dahulu clan kita sangat besar dan ketika clan besar mulai membentuk kerajaan clan kita menolak untuk bergabung kala itu seluruh clan ini akhirnya membagi diri mereka dalam empat kerajaan. Yaitu Midgrad, Aruna,Olympus dan juga Asgard. Beberapa tahun setelahnya karena di desak oleh pertempuran keempat kerajaan akhirnya ayahmu memutuskan untuk bergabung dengan kerajaan midgard yang dipimpin oleh Roan Midgard. Tetapi malam itu tiba-tiba clan kita diserang dan seseorang masuk kedalam kediaman tuan besar. Belum pernah aku melihat wajah tuan seserius itu kami diperintahkan kabur tetapi sebelum kabur saya melihat tato bergambar elang di dada sebelah kiri orang itu. Setelah ayah anda kalah dan meninggal tidak ada satu orangpun dari kerajaan midgrad datang menyelamatkan clan kita. Itulah akhir dari clan kita tuan lihatlah ini."

Diapun menunjukkan tato naga yang berada di dadanya.

"Tato naga?"

"Ya benar ini adalah sihir perjanjian clan setiap orang dari clan pendragon pasti memiliki ini. Karena anda masih empat beals tahun anda belum memilikinya tetapi ketika anda berusia tujuh belas tahun anda pasti akan memilikinya saat itu pasti clan kita akan bangkit sekali lagi."

Setelah bercerita panjang lebar diapun meminta ijin pergi dan mencari bahan yang kuperintahkan. Akupun keluar dari rumah dan melihat liaht keadaan sekitar.

"Jadi ini Izlude kota pelabuhan kota yang sangat kecil tetapi lumayan padat" Aku melihat berkeliling di kota Izlude.

"Wah sudah lama aku tidak keluar dan melihat dunia. Hei bocah lihat sepertinya apel itu terlihat enak, Bagaimana kalau kamu membelinya. "

"Guru kau-kan hantu bagaimana mungkin kau bisa makan apel?"

"Tentu aku bisa dengan cara membakarnya kau bisa memberikan persembahan kepada roh, Apa kau baru dengar? dasar, payah."

Akupun tidak menghiraukan perkataanya dan langsung pergi untuk menyiapkan kebutuhan untuk perjalananku.

"Eh nie bocah, Kenapa kau menghiraukanku?"

"Guru kau yang bilang sendiri untuk menyiapkan kebutuhanku karena setelah aku berhasil melewati test ini kau akan membantuku untuk mencapai tingakt Intermidate dalam waktu dua tahun."

"Tenang-tenang kenapa kau begitu terburu-buru untuk melakukan level up."

"Aku ingin menjadi kuat aku ingin mencari pembunuh ayah dan ibuku."

"Jadi kau ingin membalas dendam?"

"Bukan begitu ini hanya kewajibanku sebagai seorang anak lagipula cepat atau lambat aku pembunuh itu akan mencariku dan aku harus bisa melindungi diriku."

"Begitu, ya. Tapi perlu kau tahu element spirit adalah kombinasi yin dan yang jadi sangat penting mengendalikan emosimu. Jika kau sampai terbawa amarah maka itu akan menghancurkanmu sendiri. Jadi sebagai hadiah aku membantumu bisakau kau memberikan apel" Dia benar-benar menginginkan apel itu bahkan matanya berubah menjadi seperti apel.

"Baiklah akan kuberikan beberapa."

"Yeachhhh"

malam itu setelah aku mendapatkan seluruh bahan aku dan guru pergi agak jauh dai penduduk menuju hutan. Setelah perjalanan panjang gurupun berhenti diapun mulai memberikan sihir lingakran di sekitarku.

"Baiklah semua persiapan selesai sekaranglah saatnya"

"Guru untuk apa semua ini?" Tanyaku

"Begini ritual ini sangat berbahaya jika gagal tubuhmu akan meladak disamping itu energi dari pill yang akan kuciptakan akan membawamu naik level 5 begginer. Dan juga karena energi ini sangat tinggi aku menciptakan penghalang supaya monster dan manusia tidak bisa merasakan perubahan sihir disini. Seakrang tarulah semua bahan itu disini aku akan mencampurkan semua bahan dan menciptakan High pill spirit yin-yang fushion."

High level ini pasti sangat hebat pikirku di dunia ini grade dari potion yang terbagi dalam pill, exelir, Medicine hanya ada empat jenis Low>Middle>High > Spesial > Rare dan guru membuat higher pill ini pasti akan sangat hebat.

"Baiklah akan kumulai pill ini adalah pill yang mengabungkan yin dan yang untuk membuka chakra dalam tubuhmu dan menanamkan element baru yaitu spirit ingtlah elemnt spirit adalah element tertinggi karena mengabungkan cahaya dan kegelapan yang merupakan unsur dari penciptaan. Dan aku akan mengatakanya lagi kau harus menjaga emosimu apapun yang terjadi aku harap kau berhasil."

Diapun mulai mencampurkan semua bahan itu menjadi satu umumnya untuk memasak pill di perlukan pot khusus dan juga kemampuan element api tetapi dia memasak semua bahan itu secara instan.

"Selesai, ini pillnya selamat makan." pill itupun terbang melayang kearahku.

Tanpa pikir panjang akupun memakannya demi menajdi seorang magus. tetapi seluruh tubuhku mulai panas.

"Guru tubuhku ugh...uhuk" Akupun mulai muntah darah

"Bocah kau harus mengontrol element itu jika tidak tubuhmu akan hancur cobalah bermeditasi"

Akupun melakukan meditasi tetapi tubuhku semakin panas seolah mau meledak panas dam kemudian sangat dingin benar-benar perasaan yang menyakitkan.

"Cough...cough" Akupun memuntahkan semakin banyak darah.

"Nak-nak sadarlah." Akupun kehilangan kesadaran



"Dimana, dimana ini?"akupun berjalan dan tiba-tiba aku berada di rumah

"Chain kau ini, Darimana saja kau abru pulang ini ibu masakan sandwich tuna kesukaanmu"

"Ibu........ibu" Akupun langsung memelukanya.

Tetapi ketika aku memelukanya dan melihat tanganku tiba-tiba tanganku berlumuran darah.

"Ibu..... ibu kenapa?"

"Cepat pergi Chain pembunuh itu akan mencarimu"

"Tidakkk"

Semuanyapun kembali memudar dan akupun tersadar dalam pangkuan Risa.

"Risa....... Kau ada disini?"

"Tentu saja bukankah kita berjanji akan bersama selamanya."

Tiba-tiba scene berganti dan Risa memakai pakaina pernikahan bersama pria itu.

"Risa............"

"Maaf Rio aku tidak bisa bersama orang yang bahkan tidak bisa menjaga dirinya."

***********************

Lyra Pov

"Gawat anak ini sepertinya gagal aku harus mengeluarkan pill enegi itu darid alam tubuhnya. Tetapi jika aku melakukan itu anak ini bisa mati atau cacat." Pikir lyra

Lyra terus melihat kumpulan energi bewarna hitam putih semakin membesar disekitar tubuh Chain.

"Aku tidak punya pilihan lain."

"aghhhh" Chain mulai berteriak dan tiba-tiba seluruh area yang ada di sekitar chain meledak

"Gawat aku terlambat."

Setelah ledakan walau terlihat berantakan sepertinya chain berhasil menguasai element spirit.

"Anak ini meski terlihat bodoh tetapi dia memiliki bakat yang luar biasa disaat terkhir dia bisa mengendalikan diri dan menciptakan kekuatan penghancur yang hebat. Bahkan sihir penghalang yang kuciptakan berhasil dihancurkanya sepertinya aku tidak salah memilih pewaris."


Bagus gan ceritanya
Keep update
Wah seru nih gan ceritanya..ane suka nih cerita fantasi model gini..lanjutin ampe tamat ya gan..ane bakal nunguin terus kelanjutannya nih emoticon-2 Jempol
Memulai Petualangan

Aku terbangun dan melihat keadaan di sekitarku benar-benar kacau.

"Guru apa yang terjadi?" Tanyaku

"Yach walaupun sedikit kacau sepertinya kau berhasil."

"Begitu ya, Guru kalau begitu tolong ajari aku skill level high." Pintaku memelas

"Bocah kau baru menjadi tingkat begginer dan kau mau langsung belajar skill level high? kau kira mana dalam tubuhmu dapat menampung skill level high."

"Paling tidak berikan aku jurus keren yang dapat mengalahkan semua jurus"

"Bocah bagaimana mungkin tanpa latihan keras kau bisa mendapt jurus yang hebat aku bertihu kau bahkan jika itu skill berjenis Low Level tetapi jika kau bisa mengasahnya dengan baik maka skill level low itu tidak akan kalah dengan level high sekalipun."

"Baiklah.... baiklah sekarang ajari aku jurus apapun aku sudah tidak sabar!!!"

"Baiklah sekarang inti menjadi seorang Spirit Magus adalah dapat menciptakan spirit ball."

"Spirit Ball?"

"Low skill create Sipirit ball adalah tekhnik dasar yang dengan mengunakan energi alam dan membentuknya menjadi bola. Salah satu keuntungan menjadi Magus Element spirit adalah dapat menggunakan energi roh dari alam yang tal terhingga banyaknya."

"Jadi aku tidak memerlukan mana untuk melakukan tekhnik tertentu."

"Tentu kau perlu menggunakan mana untuk mengendalikannya tetapi jika kau kehabisan mana kau bisa menyerap spiritmu dan mengisi manamu dengan mudah. Untuk awalnya mari kita lihat berapa spirit yang mampu kau buat."

Guru mulai menengadahkan tangan kirinya dan diapun mulai membuat bola dari tangna kirinya. Satu bola seukuran bola aksti lebih besar sedikit mulai tercipta satu persatu.

"Aku mampu menciptakan sampai dua puluh spirit ball sekarang giliranmu untuk melakukanya. Rasakan energi disekitarmu dan coba bayangkan energi itu menjadi bola kosentrasikan ketanganmu lalu lepaslah." Guru menunujukkan cara membuat spirit ball dengan teoritis

"Baiklah sekarang aku akan mencobanya."

Akupun mulai mencoba meniru langkah yang dilakukan guruku tetapi berulang kali aku gagal energi yang kuciptakan meledak sebelum menjadi bola.

"Wah ini sulit sekali guru apa tidak ada tekhnik yang lebih mudah lagi?" Tanyaku frustasi

"Spirit ball adalah tekhnik dasar wajib jika kau tidak menguasainya maka aku tidak bisa mengajarkan tekhnik selanjutnya. Cobalah dengan cara lain kosentrasi dan pose jari yang membutmu nyaman."

"Baiklah akan kucoba Hmppfffft" Akupun membentuk jariku menjadi metal.

"Pose macam apa itu? Apa kau tolol? cobalah pose yang lain."

Akupun menenangkan pikiranku dan memfokuskan energiku hanya pada dua jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri. Sedikit demi- sedikit energi mulai berkumpul disekitarku dan membentuk bola.

"Hore!!!! Aku berhasil guru sudah kuduga aku memang berbakat menjadi magus."

"Kau itu baru membuat satu spirit ball sebesar bola klereng saja sudah bangga."

"Setelah itu apa guru? Sepertinya bola ini hanya bola tidak beguna dan sepertinya tidak bisa digunakan untuk menyerang."

"Jangan bodoh bola itu adalah bola energi dan kekuatanya cukup untuk menghancurkan monster dua level diatasmu sekarang tkehnik kedua adalah Throw Spirit Ball."

Gurupun mulai menunjuk batu sebagai sasaran dan mulai melempar satu spirit miliknya dan batu besar itupun hancur berkeping-keping.

"Baiklah sekarang giliranku Low rank skill Throw spirit" Akupun berniat melempar spiritku ke arah batu lain yang sudah ditunjukan oleh guruku tetapi aku meleset.

"Ledakanya cukup bagus tetapi kau masih harus meningkatkan akurasimu."

Pagi itupun aku kembali ke kediaman keluarga Zevon untuk mengucpakan selamat tinggal.

"Jadi anda akan pergi?" Tanya Oghi

"Benar, Aku akan berlatih gurun pasir sograt."

"Gurun pasir sograt tapi tempat itu sangat berbahaya disana banyak monster kuat berelemnt tanah."

"Kau tidak perlu menghawatirkanku aku akan jadi kuat dan mencari siapa pembunuh ibuku untuk saat ini aku tidak akan pergi ke makam ibuku tapi tolong beritahu lokasi kuburannya."

Oghipun memberitahu lokasi tempat penguburan ibuku dan memberikanku sebuah magical card yang di dalamnya berisi uang.

"Apa ini?"

"Ini adalah magical card disana sudah saya isi sekitar sepuluh ribu zeny saya harap anda akan mau menerimanya."

"tapi aku tidak membutuhkanya."

"Kumohon tuan siampanlah, jika anda tidak mau menerimanya maka saya tidak tahu lagi bagaimana cara membalas kebaikan ayah tuan."

"Begitu baiklah aku akan memulai perjalananku setelah ini aku akan jadi kuat dan mengembalikan kejayaan clan kita dan akan kubayar semua hutangku padamu."

Akupun pergi meningalkan kediaman Zevon dan menuju padang pasi Sograt.

**************

Oghi PoV

Sudah sekian lama semenjak clan kami hancur dan seluruh keluarga kami terpisah aku terus mencari dimana pewaris selanjutnya. Akhirnya akupun menemukanya Ibu dan Anak penerus clan, Tetapi aku tak bisa melindungi istri dari tuanku dan dia terbunuh. Akupun mendengar bahwa anaknya gagal masuk ke akademi jenova karena dia tidak memiliki elemnt di dalam tubuhnya. Aku berniat untuk melakukan pengobatan padanya supaya bisa menjadi magus. Tetapi hari ini dia datang kerumahku dan menujukkan sesuatu yang membuatku mengingat pimpinan. Dia datang dengan baju koyak badanyapun babak belur, tetapi aku merasakan aura yang sangat kuat di dalam diri anak itu. Akupun mengurungkan niatku untuk melakukan pengobatan dan memasukannya ke akademi dengan jalur belakang. Ketika aku melihatnya aku tahu bahwa orang kuat akan menemukan jalan mereka sendiri. Sekarang aku jadi tidak ragu sedikitpun bahwa clan kami sekali lagi akan berada di puncak.



"Baiklah Bocah sebelum kita menuju sograt dan melawan monster yang kuat sepertinya kau bisa berlatih disini."

"Maksud guru membunuh monster imut ini?"

"kenapa kau malah mengelus monster itu."

"Lihat guru dia begitu lembut seperti jelly mana mungkin aku tega membunuhnya."

"Buanglah semau kebodohanmu itu! bagaimana mungkin kau mau naik level kalau kau tidak membunuh monster."

"Jadi untuk levelup aku harus membunuh monster, benar-beanr kejam."

"Ada beberapa cara untuk level up pertama : membunuh monster, Dengan menggunakan skillmu terus menerus manamu akan meningkat dan kau bisa level up walau prosesnya agaka lama. Kedua adalah dengan menggunakan exilir, Dengan mengunakan exilir akan menaikan levelmu dengan cepat tetapi bahan untuk exlir untuk levelup sangat mahal karena sulit di dapat. Ketiga dengan menyerap core monster cara ini mirip seperti yang kita lakukan semalam. dengan menyerap core level monster level tinggi makan levelup akan menajdi sangat mudah tetapi tidak semua monster menjatuhkan core hanya mosnter dengan berkah dan juga monster tingkat skilled yang biasanya menghasilkan core."

"Kalau begitu ayo kita cari monster level skiled dan kita serap corenya."

"Bocah, dengan levelmu sekarang kau tidak akan bisa membunuh monster level advance sekalipun tetapi jika kita ke monster berlement tanah yang rata-rata memiliki level tinggi maka kemungkinan kau akan naik level dengan cepat."

"Kalau dipikir-pikir guru menayrankanku ke padang pasir sograt padahal level monster disana rata-rata adalah advance bagaimana cara aku mengalahkanya. Apa guru ingin aku terbunuh?"

Gurupun mengeluarkan sebuah scroll dan memberikanya padaku.

"Ini adalah Low skill Infitratrator tekhnik ini adalah tekhnik low yang memiliki kemampuans etara skill level high."

"Benarkah....... Wah itu apsti keren baiklah aku akan mempelajarinya."

"Tekhnik itu adalah tekhnik sentuhan yang kerusakanya di hitung dari besar armor lawan. Jadi semakin besar tingkat defensifnya maka tekhnik ini akan menghasilkan kerusakan yang sangat besar dengan skill ini maka kau bisa melawan monster element es atau tanah dengan lebih mudah."

"Begitu, Baiklah gelar magus terkuat pasti akan jatuh ketanganku."

Akupun berlatih dan dalam perjalanan membunuh monster yang kutemui di perjalanan untuk persiapan menuju padang pasir sograt.
Setelah ini mungkin ada bagian gore dan juga 17nya saya akan berusaha menyensor dimohon agan-agan jangan menimpuki saya dengan bata. Dan jiakalu agan memiliki waktu untuk menilai trit ini monggo di berikan ratingnya sesuai pendongengan saya termakasih atas waktunya
Lanjut gan,keren nih..mirip" avatar
Asik nih cerita nya, keren bgt fantasi nya gan ane ngikut nunggu update deh emoticon-Wink
Padang Pasir Sograt

Namaku Chain pemuda biasa dengan rambut hitam dan juga abu-abu di bagian tengahnya dan aku memiliki mata bewarna coklat terang. beberapa waktu yang lalu aku tidak memiliki element dan juga orang yang kusukai mencampakanku. Tetapi waktu itu aku masih bisa merasakan sandwich tuna buatan ibuku dan sekarang setelah aku bertemu dengan roh anak kecil yang mengaku berusia empat puluh tahun aku terjebak disini di gurun tanpa air.

"Aku tidak mau mati disiniiiiiiiiiiiiii."

"Bocah, bisakah kau tenang sedikit?"

"Guru kau membuatku kehabisan air"

"Bagaimana mungkin semua ini salahku kau sendiri membiarkan air itu jatuh waktu kau sedang berburu monster."

"Bagaimana aku tau Earth Beast rank-25 brown sorpion memiliki jarum dibelakangnya dan dia menyerang tasku yang berisi persedian air dan guru lihat sepertinya kita tersesat kita bahkan tidak bisa melihat kota morroc di sepanjang jalan. Dan pedang ini benar-benar berat, Meki ini Legendary item tapi setiap kali membawa ini sambil mengalahkan monster benar-benar berat."

Ini dimulai bebrapa hari yang lalu aku memutuskan bertualang demi meningkatkan level kemampuanku aku mulai berjalan dari hutan prontera menuju padang gurun sograt. Dalam perjalanan aku terus berburu monster yang kutemui walau disana memang tidak ada monster yang sangat kuat. Ketika aku sampai di sograt kesulitannya pun mulai naik disana kebanyakan monster berlevel 10 keatas. Akupun berusaha tidak berhadapan dengan mosnter tipe api dan mengalahkan monster tipe tanah setelah tiga hari menetap dengan berkemah akupun berhasil masuk levelup sampai tujuh level.

"Guru sekarang levelku sudah begginer level tujuh berkat saran dari guru aku berhasil level up dengan sangat cepat sekarang ini akupun mampu membuat tiga spirit ball yang sebelumnya aku hanya mampu membuat satu."

"Tentu saja normalnya untuk levelup tujuh level dibutuhkan waktu sekitar tujuh bulanan tetapi karena kau melawan monster dengan level lebih besar tentu perkembangan levelmu menjadi lebih cepat. Baiklah karena kau sudah cukup level akan kuberikan legendary item."

"............ Apa legendary aku melihat di pasar lelang harga pembuka item legendary bisa sampai sepuluh juta zeny dan guru ingin memberikan item itu dengan gratis." MAtaku tiba-tiba berubah menjadi Zeny.

"Kuperingatkan kau bocah, Kau tidak boleh menjual item ini baikalh ini dia legendary item Ethernal Blade." Lingkaran sihir keluar dari langit dan tiba-tiba sebuah pedang jatuh ketanah.

Pedang itu benar-benar seperti pedang usang diatas gagang pedang itu terdapat tengkorak di satu sisi dan diatasnya tedapat ukiran denagn tulisan kuno dan samping kiri kanan tengkoran itu bentuknya mmeruncing mirip seperti tombak. kemudian hal yang paling jelek adalah di atas ukiran itu pedang itu sama sekali tidak berwarna silver mengkilap tetapi hanya nampak bewarna usang. Pedang satu tangan itupun telihat sangat berat.

"Pedang ini adalah pedang satu tangan sangat wajib bagimu untuk bisa membawa pedang ini dengan tangan dan menggunakan satu tanganmu lagi untuk tekhnik spirit."

"Baikalah aku akan coba mengangkatnya."

"..........Ini benar-benar berat"

Gurupun mulau menutup pedang itu dengan kain dan menyegelnya dengan kertas mantra.

"Apa yang sebenarnya guru lakukan?" Tanyaku

"Etehrnal blade adalah pedang yang harus di segel apapun yang terjadi jika levelmu belum cukup jangan mencoba menggunakan pedang ini tanpa penutup kain. Jadi sekarang kau harus membawa pedang itu terus menerus saat makan, minum mandi dan yang lainnya kau tidak boleh melepaskanya dari punggungmu."

Akhirnya aku membawa pedang itu sambil berburu walau terasa berat aku bisa mengatasinya sampai hari itu.

"Guru lihat ada monster kalajengking yang cukup besar."

"Sepertinya hari ini kau cukup beruntung pasti kelajengking itu berlevel sekitar duapuluh lima atau setara magus tingkat intermidate sekarang turunlah dan kalahkan dia."

Akupun menuruni tempat persembunyianku dan menuju monster itu.

"Baiklah pertama-tama akan kupancing dia dengan throw spirit ball kemudian mengalahkanya dengan low skill infiltrator."

Akupun menciptakan tiga spirit ball maju dan melempar makhluk itu dengan throw spirit skill yang sudah kupelajari satu buah spirit ball kugunakan dalam prosesnya . Monster itu yang menerima seranganku mulai terpancing dan menuju kearahku. Spertinya monster itu tidak terlalu cepat tetapi pedang berat yang kubawa di punggungku benar-benar membuat gerakanku melambat. Monster kalajengking itu menyerangku dengan jarumnya sehingga aku sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik.

"Hei bocah gunakan otakmu sedikit. Jika kau tidak bisa mengalahkan monster yang sedikit lebih kuat darimu, Bagaimana mungkin kau akan berhadapan dengan pembunuh orangtuamu."

Kata-kata guru mmembangkitkan semangatku akupun melempar tas yang aku bawa dan kemuadian kaljengking itu menyerangnya.

"Kesempatanku hanya sekali sepertnya infiltrator hanya dnegan satu buah spirit ball tidak cukup tetapi jika dengan tiga spirit ball." teriakku dalam hati

"Spirit absorbsion Low Rnak Skill Infiltrator"

Aku menggunakan kesemaptan ketika mosnter itu teralihkan pandangannya pada tasku dan menyerangnya dengan infiltrator. dan begitulah Air, Makanan Dan juga bajuku seluruhnya hancur. Hanya tersisa kartu pemberian Oghi dalam keadaan ini akupun menajdi semakin haus karena terus berdebat dengan guru. Dan tiba-tiba aku melihat ada sebuah oasis di depanku.

"Guru di depan sana ada air....... Air aku datang." Aku berniat menceburkan diriku ke kolam yang penuh air tapi....

"Tidakkkkkk dimana airnya? tadinya disini kenapa menghilang?"

"Bocah, Dari tadi disana tidak ada apapun apa kau sudah gila?"

"Ah ternyata cuman fatamorgana." pikirku

Aku terus berjalan menahan haus dan lapar dan akhirnya aku menemukan sebuah hutan di padang pasir.

"Guru apa aku mengalami fatamorgana lagi?" Tanyaku cemas

"Tidak bocah sepertinya matamu kali ini benar."

AKu berlari dengan sangat cepat menuju hutan kecil yang terdapat pada padang pasir itu. Setelah berjalan sedikit akupun menemukan sungai dalam hutan itu.

"Air.....Air...... aku datang."

Seperti orang yang sudah tidak melihat air selama ratusan tahun aku langsung menceburkan diriku ke air dan membasuh mukaku dan meminum air itu. Tetapi tiba-tiba kejadian yang mengejutkan terjadi.

"Kau.....Kau...."

Seorang gadis bermata biru dan berambut kuning keluar dari sungai itu sepertinya dia menyelam dan kemudian karena kehadiranku dia naik ke permukaan.

"Emmm kau tau, ini semua hanya kecelakaan aku tidak bermaksud mengintipmu."

Wanita itu menutup dadanya dengan satu tangan dan menatapku dengan aura ingin membunuh.

"Middle rank skill Thousand wind blade."

Tiba-tiba tekanan udara di sekitarku berubah sepertinya gadis itu adalah magus dengan element angin. Aku melihat udara disekitarnya berubah menjadi seperti silet dan dia mengarahkannya padaku. Akupun terkena angin itu tepat dipipiku dan itu menyebabkan pipiku berdarah. Dengan cepat aku menghindar dan bersembunyi di balik pohon.

"Mati,mati matilah kau pria mesum"

Dia terus melempariku dengan pisau udara dan pohon disekitarku mulai terpotong.

"Tunggu bisakah kita bicarakan ini baik-baik? Guru dimana kau? perempuan gila ini akan membunuhku tolong akuuuuuuuuuuuu"

Karena perutku kelaparan dan aku banyak bergerak tubuhku mulai lemas dan akupun pingsan.

Aku membuka mataku ketika aku rasakan sesuatu sensai basah menyentuh wajahku. Disekitarku kulihat bebrapa pohon tumbang karena tebasan pisau udaranya.

"Ini makanlah" Gadis berambut pirang itu memberiku sebuah roti.

"Benarkah?" Akupun memakan roti itu dengan perasaan haru

"Apa kau bodoh? kenapa kau menangis."

"Ternyata masih banyak orang baik di dunia ini hiks...hiks."

"Bocah seopertinya kau cukup populer dikalangan perempuan" Guru tiba-tiba muncul

"Kenapa guru baru muncul sekarang? Seharusnya guru bisa menolongku tadi"

"Kau berbicara dengan siapa?" Gadis itu terheran-heran.

"Sial aku keceplosan lagi aku rasa aku harus menghentikan kebiasaan mengatakan isi hatiku."

"Kau benar-benar pria aneh kau bicara tolong guru pada saat aku menyerangmu tetapi disini tak ada seorangpun selain dirimu."

"Ah, kau pasti salah dengar"

"Salah dengar?" Wajahnya tiba-tiba berubah mengerikan.

"Tidak-tidak itu memang kebiasaanku suka berbicara sendiri maafkan aku maafkan aku."

"Ngomong-ngomong kenapa bocah sepertimu ada disini?" Tanyanya.

"Bocah kau bilang aku ini sudah berumur empat belas tahun kau sendiri selain dadamu itu kau pasti masih bocah bukan." Aku marah karena selain guruku perempuan itu memanggilku bocah.

Plakk tiba-tiba perempuan itu memukulku dengan keras dan menimbulkan bekas di bagian pipiku.

"Maafkan aku kumohon jangan bunuh aku."

"Cih aku benar-benar tidak level berurusan dengan bocah sepertimu. aku ini sudah enambelas tahun dan aku adalah magus tingkat intermidate dengan level lima. Sekarang katakanlah kenapa kau berkeliaran di gurun apsir yang berbahaya ini selain monster disini banyak sekali bandit yang akan merampas seluruh hartamu jika kau tidak berhati-hati. Dan aku lihat kau tidak membawa suatu apapun."

"Sebenarnya aku menuju kota morroc tetapi sepertinya aku tersesat dan seluruh bekalku hilang ketika aku diserang."

"Huh sepertinya kau dalam kesulitan bagaimana kalau aku mengawalmu sampai ke kota morroc."

"Wah sepertinya ide yang sangat bagus terimakasih sudah membantuku."

"Sudah jelas kewajiban magus adalaha membantu orang yang membutuhkan dan satu hal lagi kau harus melupakan seluruh kejadian yang terjadi di sungai jika tidak aku akan membunuhmu. Dan perkenalkan namaku adala Aerish, Aerish Yoshioka"

Akhirnya akupun melanjutkan perjalananku di dampingi dengan gadis itu tapi sepertinya perjalananku bertambah sulit khususnya ketika malam hari.


Ok reader diharap sabar saya usahakan up secepatnya stay tune ya karen part ceritanya masih panjang dan mohon maaf jika masih banyak typo sekian dan terimakasih
lanjutkan gan
Angin baru buat sfth,semangat gan
Keren .... Kalo aye baca-baca ini terinspirasi sama history dari Game Ragnarok ya gan ? Soalnya kok kayak mirip2 gitu nama kota nya, terus wujud monster yang di lawan ... emoticon-Matabelo




*Jadi inget karakter game Ragnarok Online aye yg wizard emoticon-Embarrassment
**Cendol send buat ente bray emoticon-Embarrassment
pejwan emoticon-Traveller
Dou po cang qiong, panlong, tales of demon and god, five clover. Heheheh
Keep writing gan
Update lagi donk gan
Mejeng di thread yg bakalan memukau emoticon-Ngakak
Tentukan waktu updatenya gan, biarkan kentang menjadi mitos belaka emoticon-Ngakak

Oh iya gan, percakapannya di perjelas dong hehe. Siapa yg ngomongnya hehehe
Gua Ratu Semut

Padang Pasir Sograt

Aku bertualang dengan gadis yang bernama Aerish menuju Morroc. Karena dia mengasihaniku dia memutuskan untuk mengawalku menuju Morroc. Akupun masih merahasiakan padanya bahwa aku juga adalah seorang magus. Aku mengalami kesulitan karena di kawal olehnya. Seharusnya aku pergi ke morroc sendiri sembari latihan tetapi gadis ini memaksa untuk mengantarku dan akhirnya aku harus berlatih ketika malam hari.

"Ada apa kau ini laki-laku,bukan? kenapa kau lemas begitu cepatlah tidak lama lagi kita akan sampai di Morroc."

"Akhirnya semua penderitaanku hilang sebentar lagi aku akan sampai di morroc" pikirku

Tiba-tiba sebuah monster muncul dihadapan kami monster itu adalah sand beast level-15 hode. Akupun memandangi Aerish dan berharap dia menghabisi monster itu. Tetapi tiba-tiba tubuhnya bergetar ketakutan.

"Kau kenapa?" Tanyaku khawatir

"Cac....cac...cacac....cacing kyaaaa" Aerishberteriak dengan sangat keras.

"Fiuh sepertinya sekarang giliranku beraksi."

Akupun mendekati mosnter itu dan bersiap menggunakan skillku.

"Monster jelek sekarang kau sedang sial karena bertemu denganku terimalah ini low rank skill Infiltrator"

Aku memukul monster itu dengan mengunakan tekhnikku tetapi pukulanku tidak mempan dan monster itu melemparku jauh di angkasa.

"Guru kenapa skill infiltratorku tidak mempan padanya ?"

"Kau benar-benar bodoh daya hancur skill infiltrator tergantung dari armor element musuh kalau dia tidak memiliki armor maka daya hancur seranganmu sama dengan nol"

"Sial aku baru sadar monster ini tidak memiliki armor kalau begitu akan kupukul monster itu dengan pedang ini." Aku meluncurkan diriku kebawah sambil menarik pedang yang berada di punggungku.

Tetapi dengan cepat monster itu menaikan tubuhnya ke atas dan menyerangku sebelum aku sempat menyerangnya. Akupunterpental dan jatuh tepat di bawah Aeris

"Apa yang kau lakukan chain kita harus segera lari lihat monster itu mendekat." Dia memohon padaku.

Saat monster itu mendekati kita dan sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menyerangnya dengan spirit ball tiba-tiba.

"Fire ball" Seseorang menggunakan bola api dan menyerang monster itu.

Yang lainya datang dengan menggunakan rantai dan berhasil menjatuhkan mosnter raksasa itu. Kemudia seorang yang menggunakan low skill rank fire ball itu datang dan menghujamkan pedangnya kearah monster itu.

"Kalian tidak apa-apa?" Seseorang dengan penampilan seperti bandit dengan membawa goloknya bertanya pada kami.

"Emmm kami tidak apa-apa terima kasih karena menolong kami."

"Kami tidak menolong kalian kebetulan mosnter itu menjatuhkan core yang cukup langka jadi kami rasa kami juga beruntung menemukannya."

Lima orang yang menolong kamipun pergi setelah membawa core dari monster itu dan tiba-tiba Aeris memukul kepalaku.

"Apa yang kau lakukan? " Tanyaku

"Kau ini tolol ya? kupikir kau punya kemampuan ternyata kau cuman anak biasa kau bahkan hampir terbunuh oleh monster itu."

"Maaf" Entah berapa kali aku sudah meminta maaf padanya

"Apapun yang terjadi jangan mengulanginya lagi."

"Sial kalau tidak ada pedang ini pasti monster itu bakalan aku hajar." Pikirku

"Guru" Aku mencoba meminta izin melepas pedang ini ketika bertarung

"Tidak!!!!!!" Seolah guru tau apa yang akan kuucapkan selanjutnya.

Kamipun sampai di kota padang pasir Morroc kota yang berada di tengah gurun itu satu-satunya kota tempat mengisi bekal dan menginap bagi petualang yang berada di gurun. Tetapi karena berada di tengah gurun harga makanan dan penginapan disini terbilang cukup mahal.

"Wah jadi ini kota morroc kota di tengan padang pasir, kota ini benar-benar indah berbeda dengan desaku." Tiba-tiba Aerish menepuk pundakku.

"Baiklah sekarang saatnya kita berpisah jika kau mau kau bisa meliaht list pekerjaan di bar atau penginapan terdekat. Kau tidak memiliki kemampuan bertarung ajdi mungkin kau bisa jadi penambang atau pelayan penginapan. Aku akan pergi untuk mencari informasi terlebih dahulu. Kalau begitu selamat tinggal."

"Baiklah terimakasih atas bantuannya kak Aerish "

"Tidak masalah sebagai seorang magus yang terhormat sudah sepantasnya aku membantu orang yang kesusahan."

Kamipun berpisah dan akupun berencana untuk berkeliling melihat-lihat kota ini akupun sampai di sebuah pasar yang tak terlalu banyak di penuhi pengunjung.

"Wah pasar disini sepi sekali sangat berbeda dengan Izlude aku membayangkan kenapa pasar disini sepi."

Beberapa pedagang mencoba menawarkan barang padaku.

"Nak silahkan mampir kemari di tokuku aku mempunya bahan makanan air dan juga peralatan silahkan dilihat."

Karena aku kehabisan bekal akupun memutuskan untuk melihat-lihat dagangan dari paman itu tetapi tiba-tiba aku mendengar sebuah teriakan.

"Pencuri, pencuri cepat tangkap pencuri itu"

Aku melihat seorang bapak sedang mengejar seorang anak yang membawa sebuah bungkusan. Anak itu berlari dengan cepat tetapi karena dia tidak memperhatikan jalan diapun terjatuh dan entah kenapa akupun mendekati mereka berdua.

"Akhirnya aku menangkapmu pencuri kecil sekarang kau harus membayar semua barang yang kau ambil." Teriak pria itu sambil membawa sebuah tongkat pemukul.

"Maafkan aku, Tolong berikanlah makanan ini untuk inu dan juga adik-adikku." Teriak anak yang berumur lima tahunan itu.

"Maaf tuan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyaku

"Anak ini mencuri beberapa roti di tokoku dan sekarang semua roti itu terjatuh, Anak ini harus membayarnya!!!"

"Baiklah pak kira-kira berapa harga untuk semua roti ini?" Tanyaku

Akhirnya akupun membayar semua roti yang diambil oleh anak itu.

"Terimakasih kak." Anak itu masih terlihat ketakutan

"Tenang saja sekarang bawa roti itu ke ibumu dan ini ada beberapa untukmu sekarang jagnan mengulangi perbuatanmu. Jika kau memang lapar maka kau harus bekerja mengerti." AKupun menunujkan senyuman yang biasa ditunjukkan ibuku untuk membautku tenang.

"Terimaksih kak hiks......hiks" Anak itu menundukan kepalanya sambil menangis.

"Hmm jadi kau adalah tipe pria seperti itu kupikir kau adalah pria mesum yang bodoh, Yang bahkan bertarung saja tidak sanggup" Tiba-tiba Aerish berada disampingku.

"Apa yang kau lakukan disini Ae?" Tanyaku

"Tidak aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu menolong anak itu. Hmmm apa kau sudah mendapat penginapan" Tanya dia

"Sebetulnya aku masih belum terbiasa di tempat ini." Jawabku lesu

"Baiklah karena aku juga mencari penginapan bagaimana kalau aku menolongmu lagi."

"Aku rasa tidak perlu lagipula aku.."

"Sudahlah, sudahlah......." Diapun menarikku pergi bersamanya.

*******************

"Apa maksudmu hanya ada satu kamar disini?" Kata Aerish

"Maaf nona hanya tinggal tersisa satu kamar disini" Jawab dari penjaga penginapan itu.

"Kami sudah berkeliling di semua penginapan dan hanya ada satu kamar disini? Apa kau menginginkanku tidur dengan bocah mesum ini."

"Emm Ano..........." Aku mencoba menenangkan Aerish

"Diam kau aku sedang mencoba mendapat kamar tambahan."

Kami berkeliling mencari penginapan tetapi karena hari ini adalah hari festival sepertinya penginapan penuh dan akhirnya.

"Ingat kau harus tidur di sofa dan aku akan tidur disini ingat batasmu mengerti !!!!" Aerish memberikan peringatan keras supaya aku tidak tidur seranjang dengannya.

"Baiklah kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu."

"Tunggu Biarkan Aku Mandi Terlebih Dahulu" Kata Aerish yang tiba-tiba menghalangiku di pintu masuk kamar mandi dengan suara menekankan.

Setelah kami berdua selesai mandi suasanapun menjadi agak canggung akupun memutuskan untuk membuka percakapan.

"Oh iya Aerish aku penasaran kau sebenarnya berasal darimana kenapa perempuan secantik dirimu ada dipadang gurun seperti ini?" Tanyaku

"Aku berasal dari Gefen dan aku juga adalah murid dari akademi Jeneva kau tahu ketika kami sudah masuk level 10 Intermidate maka kami harus berburu monster dan mengumpulkan core itu yang nantinya akan dijadakan bahan penilaian para murid dan juga poin akan diberikan lebih banyak jika kita mengerjakan quest yang diberikan penduduk di setiap kota. ya ini seperti ujian praktek selama satu bulan."

"Kau berasal dari jeneva? Tidak mungkin aku dulu mencoba test disana dan gagal tapi itu tidak penting Jadi besok kau akan mengambil quest " Tanyaku

"Benar aku akan mengambil quest mengambil core Queen Ant unuk..."

"Apa queen ant tapi queen seharusnya setingkat saint, Quest itu pasti sangat berbahaya."

"Tidak juga saat event seperti ini adalah saat terlemah dari queen Ant lagipula akan ada banyak peserta yang mengikutinya jadi tenang saja. Ini juga ujianku untuk menajdi magus dan mengharumkan nama keluargaku aku harus jadi kuat."

"Kau itu perempuan yang sangat menarik" Akupun tersenyum padanya.

"emmm apa kau bodoh kau kria aku senang kau berkata seperti itu."

"Hahaha"

Sesaat kebekuan kita menghilang dan kembang api tanda fetival dimulai nampak dari jendela penginapan kami mengisi waktu malam kami yang dingin.

"Guru, guru...."Aku terbangun dan kaget karena melihat Aerish tidak ada lagi di kamar

Sebuah roh muncul dari kalungku.

"Ada apa bocah? Kenapa kau membangunkanku sepagi ini?"

"Dimana Aerish"

"Perempuan itu, Jadi kau mulai jatuh cinta padanya dan mencoba mencampakan gurumu ini."

"Guru aku serius."

"Dia sudah pergi saat fajar tiba."

Akupun mencarinya berkeliling kota tetapi aku tidak menemukannya dimanapun. Akupun terfikir tentang perkataanya tadi malam mengenai berburu core queen ant akupun membayar pemandu untuk menunjukkanku dimana letak Goa semut tempat Queent Ant berada dan Akhirnya akupun tiba di sebuah gua yang sangat besar di padang pasir sograt ini.



*********************

Malam hari saat festifal.

Di sebuah bar nampak bebrapa orang sedang berbincang salah satunya berpakaian bandit dan memiliki tato hyna di lengan kirinya.

"Bagaimana dengan persipan untuk besok?" tanya orang berpakaian bandit itu

"Semua sudah siap ketua Zack besok kita akan memonopoli sleuruh ahsil dari perburuan di gua Ratu Semut"

"Baguslah prinsip dari hyna adalah mengambil semua tanpa sisa."



Karena banyak reader yang berminat dengan tulisan saya. Saya memutuskan memberi ekstra chapter untuk para reader sekalian. Chapter ini ahrusnya muncul setelah sepuluh chapter tapi saya percepat semoga para reader menikmatinya dan termakasih untuk comment dan juga apresiasi para reader pada tulisan saya

Spoiler for Istana Kegelapan Dragsholm:
Invoker ya gan? emoticon-Ngakak (S)