alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
C.U. Base ~Cartoons United~
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570bd7fb507410df7f8b456d/cu-base-cartoons-united

C.U. Base ~Cartoons United~

~WELCOME~



=====================================================================

Quote:


=====================================================================
Diubah oleh: edolbogel
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 6
Saya senang menulis emoticon-Embarrassment
Termasuk kewajiban setiap hari untuk menulis, entah itu sekedar novel atau apapun bentuk inspirasi serta ide emoticon-Embarrassment
Ini dia beberapa karya saya yang sudah jadi emoticon-Embarrassment
Selamat menikmati emoticon-Embarrassment


================================================

1st Project
Class Cartoon : When All My Imagination are Real

Hansel Milennium, seorang murid biasa yang menginjak tahun pertama bersekolah di tingkatan menengah atas, mengalami kesulitan dalam mencari teman dikarenakan keseringannya bermain-main di dunia imajinasi, menganggap nyata makhluk-makhluk kartun yang sering ia tonton. Orangtuanya mempunyai solusi untuk itu. Mereka membawa Hansel kepada sebuah sekolah luar biasa. Tanpa Hansel ketahui, terdapat sebuah kelas unik di dalam sekolah itu yang cocok bagi Hansel untuk bersekolah. Apa yang terjadi jika selama ini, semua makhluk kartun itu nyata dan hidup bersama kita semua ?
Genre : School, Slice of Life, Romance
Year : 2013
Status : Done

Quote:


================================================

2nd Project
BASS Through !

Setting mengambil pada waktu liburan kenaikan kelas tahun pertama. Hansel yang barusan mendapatkan peringkata 5 besar di kelasnya diberikan sebuah gitar oleh orangtuanya. Dari gitar tersebut, Hansel mulai menunjukkan minatnya dalam dunia musik. Bersama teman-temannya sekelas ia membentuk band yang akan mengikuti kontes band tahunan. Kontes diikuti oleh band-band terkenal dari seluruh penjuru kota Hansel. Dimulai dari awal mereka berjuan memenuhi persyaratan partisipasi, babak-babak kontes dilewati, hingga menuju akhir penentuan. Apakah band Hansel bisa menjadi sang juara ?
Genre : Musical, School, Slash of Life, Romance
Year : 2014
Status : Done

Quote:


================================================

3rd Project
Cartoon Campus : Art Class Romance

Akhir kelulusan bagi semua murid-murid kelas termasuk Hansel. Saatnya kuliah. Hansel bersama teman-temannya berhasil terseleksi untuk memasuki kampus ternama di dunia. Setelah pada awal terfokus pada bagaimana cara serta usaha Hansel meloloskan diri dari seleksi, fokus beralih pada salah satu teman sekelas Hansel, Taka yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang gadis. Gadis yang tak disangka merupakan teman sejurusan Taka pada jurusan seni. Taka sebagai laki-laki komitmen, berusaha sekuat tenaga membuktikan dirinya di depan gadis kesukaannya, walaupun tak sedikit yang menentangnya...
Genre : College Life, Slash of Life, Romance
Year : 2014
Status : Done

Quote:


================================================

4th Project
Cartoon Campus : Time to Grown Up !

Bagian kedua dari cerita-cerita di kampus. Hari yang cukup tak menguntungkan bagi Hansel harus sekamar asrama dengan temannya, Victor. Victor dianggap bagi Hansel mempunyai masalah serius dalam sikapnya yang kurang dewasa. Banyak masalah ditimbulkan sehigga terpaksa Hansel harus terlibatkan diakibatkan oleh Victor. Hingga suatu hari, Victor merasa tertarik dengan dokumen rahasia kampus. Isi dari dokumen tersebut memotivasi Victor mencoba mencurinya meski ia tahu bahwa sampai sekarang tak ada yang pernah berhasil. Sempat ditentang oleh Hansel. Namun, Victor tetap bersikeras, merekrut orang, menyusun rencana, melakukan gerakan. Disinilah Victor mulai belajar arti kedewasaan...
Genre : Adventure, Action, Sci-Fi, College Life
Year : 2015
Status : Postponed

Quote:


================================================

5th Project
Cartoon Campus : My Real Truth !

Bagian ketiga dari cerita-cerita di kampus. Sudah hampir 2 tahun Hansel habiskan menempuh pendidikan pada jurusan bahasa. Tepat waktu pergantian susunan kepengurusan Kampus. Hansel dipilih untuk menggantikan seniornya, Dessy menjadi calon ketua senior jurusan bahasa. Pada awalnya, Hansel menolak dikarenakan ketidakmampuan dirinya mengikuti pelatihan khusus. Tetapi seiring dorongan oleh teman-temannya serta pacarnya, Junko, Hansel ikut. Seiring pelatihan, rahasia-rahasia gelap mengenai diri Hansel sebenarnya mulai terungkap. Keluarga asli Hansel serta dari mana dirinya berasal. Terlebih kedatangan ketiga temannya sebagai mahasiswa baru gelombang kedua memperkeruh suasana...
Genre : Thriller, Drama, Romance
Year : 2015
Status : Not Started yet

Quote:


================================================

6th Project
Cartoons United : REQUIEM pt.1

Hansel berpulang kembali ke kota asalnya. Berharap dengan jauhnya ia dari kehidupan kampus, dia mempunyai waktu untuk membangun diri sendiri mencari kerja sampingan atau kegiatan positif selama waktu kosongnya. Namun, jauh disana seorang manusia ambisius melaukan eksploitasi makhluk kartun terus-menerus menggunakan robot penetralisir segala macam kelebihan yang dimiliki makhluk-makhluk tersebut. Puncaknya ketika manusia itu mendatangkan robot-robotnya menyerang kampus Hansel. Banyak timbul korban, termasuk dari teman-teman Hansel. Hansel memutuskan mencari serta melawan sang pembuat masalah...
Genre : Action, Adventure, Fantasy, Supernatural, Sci-Fi
Year : 2015
Status : On Progress

Quote:


================================================

7th Project
My Waifus Come to Life ! (Baby, Come To Me)

Cerita berbeda dari proyek-proyek di atas. Pengaruh globalisasi menyebar luas hingga seluruh negara di dunia. Hampir semua orang bisa merasakannya lewat teknologi-teknologi digunakan. Hansel digambarkan sebagai murid sekolah tahun ketiga tingkat menengah atas, lemah dalam pelajaran, bermasalah dengan beberapa guru, serta memilih untuk mengurung diri di dalam kamar. Dia termasuk yang terkena dampak besar globalisasi bidang budaya. Penggemar anime serta game Jepang akut. Hingga secara tiba-tiba, dirinya dihadapkan oleh sebuah misi dimana semua waifu (sebutan untuk karakter anime paling disukai oleh penggemar anime) Hansel menjadi nyata hidup bersamanya. Dari 10 karakter anime, akan terpilih 3 hidup bersama dengan Hansel. Bisakah Hansel melewati misi dan menentukan pilihannya ?
Genre : Romance, Slice of Life, Comedy, School Life
Year : 2016
Status : On Progress

Quote:


================================================

Disclaimer : kesamaan nama tokoh dalam proyek-proyek novel saya, disengaja emoticon-exclamation
Ada alasan tertentu mengapa saya mengambil karakter-karakter tersebut emoticon-Big Grin
Namun, saya harap itu tidak menganggu agan-agan semua menikmati coretan-coretan aneh saya emoticon-Big Grin
It'll updated soon emoticon-Ngacir

Diubah oleh edolbogel
Wah ada cerita baru nih emoticon-Matabelo
Numpang nenda emoticon-linux2
Numpang bangun cafe gan emoticon-Ngacir
nitip sendal dl len
Keluarga jarvis hrs nongol d cerita lejen emoticon-Cool

Class Cartoon ~The Prologue~

Terdengar suara derap langkah kaki dari arah ruang aula. Semua orang di sekitar ruangan tersebut pada bertolehan medengar suara yang tidak biasa itu. Itutasku”u, dikejar oleh para anak-anak ‘berandal’. Yang hebatnya, mereka bukanlah manusia...juga bukan hewan ataupun tumbuhan yang kita biasa lihat di sekitar kita..ITU SEMUA KARTUN !!

Begitulah salah satu kisah yang pernah terjadi di Kelas Kartun. Inilah aku, satu-satunya manusia biasa dan merupakan yang pertama kali terjadi di dunia ini, masuk ke dalam kelas yang di mana semua muridnya merupakan kartun dan akulah sendiri yang paling beda (pengulangan). Bagaimana pengalamanku bersekolah di Kelas Kartun mulai dari teman terbaikku, cewek yang aku suka, bahkan konflikku dengan salah satu anak kelas yang sejak dulu tidak menyukaiku ?

***

Kelas Kartun ! Kira-kira apa yang langsung muncul di benak kalian mendengar dua kata yang membentuk frasa tadi ? Apakah apa yang kalian pikirkan sekarang ini sama seperti apa yang akan aku ceritakan di buku berisi 16 bab ini ? Aku tidak tahu. Semua orang mempunyai pendapatnya sendiri-sendiri. Tapi biar aku beri kalian sebuah clue...satu di antara yang lain.

Aku..Hansel Milennium, tapi kalian bisa mengenalku dengan Hansel. Seorang cowok biasa yang tinggal di rumah yang biasa. Bersikap biasa saja. TAPI..bersekolah dan berteman dengan orang-orang yang tidak biasa. Karena memang kapasitas otakku yang cukup membuat beberapa orang tidak mengerti maksud pikiranku begitu juga dengan orangtuaku. Well, what the reason, apa ya kiranya alasanku sebagai manusia biasa memasuki kelas yang terdengar tidak nyata tersebut ?

Class Cartoon : Selamat Datang ~!!

Orangtuaku mulai pusing lagi. Bukan pusing memikirkan apa yang akan dibelanjakan besok karena ini akhir bulan atau apa. Tapi pusing memikirkan masa depanku sendiri. Aku selesai SMP ini, mau meneruskan ke SMA yang mana ? Jelas harus pilihan yang tepat bila tidak mau hal itu mempengaruhi nilai-nilaiku di kelas.

Jelas aku sudah mempunyai pilihan sendiri. Tapi sudah jelas pilihan orangtua yang terbaik. Aku tidak bisa melawannya bila tidak mau kena pantangan. Mengetahui kondisiku yang memang agak ‘berbeda’ dengan anak-anak lain pada umumnya. Bila anak lain baru belajar A, maka aku sudah mengerti hampir seluruh materi pada B. Bila anak lain mencoba melakukan A, maka aku sudah mahir melakukan apa yang disebut dengan B.

Selain itu, aku juga memiliki kelainan mental yang hanya aku dan orangtuaku sendiri yang tahu. Aku tidak tahu, itu bisa dimasukkan ke dalam aib keluarga atau tidak. Orangtuaku selalu berusaha menutupi kelainanku ini. Memang aku termasuk anak indigo dan IQ-ku..juga lumayan tinggi. Mencapai 130, merupakan tingkatan orang superior, atau di atas tingkatan orang rata-rata.

Kadang kala orangtuaku sering memergokiku berbicara sendiri, entah itu tanpa perantara ataupun berbicara sendiri dengan boneka. Aku melakukan itu secara sadar. Kata beberapa psikolog, diriku ini mempunyai dunia lain dimana semua orang yang berada di dalam dunia tersebut bisa aku ajak interaksi. Dan apa yang aku lakukan itu terealisasikan di dunia nyata. Membuat aku hampir dikira oleh orang gila sama orang-orang di sekitarku.

Itu juga yang membuatku sering dikucilkan dan dibedakan. Bahkan oleh guruku sendiri. Sepintar apapun aku menjawab pertanyaan guru, atau sebagus apapun nilaiku dalam mengerjakan soal ujian. Tetap saja aku dianggap rangking terakhir oleh guruku dan aku sendiri bingung menjelaskan hal itu kepada orangtuaku.

Beberapa temanku, tidak peduli itu teman sekolah atau teman yang tinggal di kampung yang sama juga menjauhiku. Bahkan, mereka sering mencemooh dan mejadikanku sebagai bahan olokan mereka. Kalau perlu, juga dijadikan sasaran ulah jahil mereka. Seperti contohnya, menaruh bekas permen karet di dalam sandalku. Sehingga ketika aku pakai, aku merasakan sesuatu yang aneh pada sandalku. Aku mengeceknya, dan kakiku terkena permen karet. Kesal sekali rasanya !

Hanya orangtuaku yang peduli terhadap keadaanku yang serba kurang ini. Ya, itu wajar karena semua orang sudah jelas tidak ingin anaknya menjadi depresi karena tekanan dari sekitarnya. Aku sih, tidak sampai depresi..yang jelas aku tahu bahwa orangtuaku sudah menentukan pilihan yang tepat dalam menentukan masa depanku.

***

Aku diajak orangtuaku pergi ke suatu tempat. Seberapa keras aku bertanya kepada mereka berdua tujuan dari perjalanan ini, mereka hanya menjawab saja..tempat yang bagus untukku. Wah, pikiranku macam-macam mendegar jawaban tersebut. Bisa jadi tempat bermain, kolam renang, mall besar, atau mungkin yang terpenting..sekolah yang cocok bagiku. Itu semua membuat aku tertidur selama perjalanan.

Kira-kira setengah jam perjalanan, aku dibangunkan oleh ibuku. Aku menoleh-noleh, masih terkantuks-kantuk. Ternyata sudah sampai di tempat yang dituju. Hatiku tenang rasanya, dan ketika aku menoleh ke arah tempat tersebut..SEKOLAH LUAR BIASA ?! Yang benar saja ?! Tega banget orangtuaku memasukkan aku ke sekolah yang para muridnya mengalami kekurangan, entah itu mental atau fisik.

Aku berteriak-teriak di dalam mobil persis seperti orang gila yang kebakaran jenggot. Sangat berisik dan bikin orang gerah. Ibuku mungkin tahu bahwa itu merupakan reaksi yang tidak terduga-duga akibat pergerakan yang tidak dipikir dahulu. Setelah puas berteriak-teriak baru aku bisa tenang dan menanyakan alasan kenapa aku bisa dimasukkan ke sekolah luar biasa.

Belum sempat ibuku mengeluarkan sepatah kata. Ayahku membuka pintu mobil. Beliau menyuruhku dan ibuku untuk keluar dari mobil, menemui seseorang. Mungkin calon guruku, begitu yang ada di dalam pikiranku. Baru saja aku turun dari mobil, aku sudah dibingungkan dengan wujud dari calon guruku ini.

Wujudnya sama persis dengan salah satu karakter kartun yang sering aku tonton di televisi sore hari. Tapi aku berusaha untuk tidak bersikap seperti orang konyol yang baru saja melihat hal tidak biasa sedikit seperti ini sudah kayak orang kebakaran jenggot. Teriak-teriak sendiri, dan nggak bisa diam. Orang tersebut menoleh ke arahku, dan menoleh ke ayahku.

“Jadi ini ya Pak, anaknya yang mau disekolahkan di sini ?”, tanya orang itu, dijawab dengan anggukan ayahku. Orang tersebut tersenyum, dan menoleh ke arahku sebelum bertanya kembali..

“Siapa namamu dek ?”, tanya orang itu.

“Ehm..nama saya Hansel Milennium”, jawabku agak gugup.

Setelah perkenalan yang pendek tersebut. Aku diajak oleh orang tersebut masuk ke sekolah luar biasa. Sementara orangtuaku menunggu di luar sekolah, aku diajak berkeliling oleh beliau, sebelum pada akhirnya beliau membawaku ke sebuah kelas.

Kelas Kartun, begitu saja nama kelas tersebut. Melihat nama kelas yang cukup aneh tersebut terbesit di pikiranku bahwa itu hanyalah nama grup kelas. Hingga pikiranku sirna sudah, ketika aku memasuki kelas tersebut. Aku terperangah melihat apa yang di dalam kelas tersebut. Semua muridnya KARTUN !!

***

Segala bentuk atau wujud karakter-karakter kartun yang biasanya aku lihat di televisi atau di internet setiap hari TERNYATA ada dan sekarang bisa aku ajak berinteraksi. Aku tidak bisa berkata-kata melihat keajaiban yang ada di depan mataku. Senang sekali, duniaku menjadi nyata. Mungkin aku harus menunjukkan ini, kepada semua orang yang sering sekali mencemooh dan menjadikanku sebagai bahan olokan. Baru malu mereka, hahaha !

Sebelum orang yang mengajakku masuk ke kelas ini menyuruhku duduk. Ada salah satu murid yang menangkap pandanganku. Sudah jelas dia perempuan, karena aku termasuk laki-laki yang waras. Aku tertegun ke arahnya, dan untung saja dia tidak mengetahui bahwa aku memandanginya. Setelah itu, aku duduk dan menunggu apa yang terjadi selanjutnya.

“Selamat dantang di Kelas Kartun. Aku Pak Benson, akan menjadi wali kelas kalian”, ucap orang itu. Dan beliaulah yang menjadi wali kelas kami.

Setelah perkenalan itu, beliau menghitung jumlah calon murid yang akan mendiami kelas ini. Ada 20 orang yang akan mendiami kelas ini termasuk aku dan Pak Benson. Intinya, ada 19 murid di Kelas Kartun ini. Jumlah yang sangat kecil..menurutku. Menghitung selesai, dan Pak Benson menyuruh kami semua untuk maju ke depan dan memperkenalkan diri masing-masing.

Aku masih saja melamun terhadap apa yang terjadi pada diriku sekarang ini. Manusia biasa yang masuk ke dalam golongan kartun. Sudah jelas impossible, tapi aku sendiri yang membuktikan bahwa itu mungkin dan itu ada di dunia ini. Aku melamun, sampai Pak Benson memukul mejaku. Membuat aku kaget, terjungkal kebelakang, dan membuat diriku malu karena aku ditertawakan oleh seluruh kelas. Yah, baru masuk sudah buat malu. Payah nih diriku, gumanku dalam hati.

“Namaku Hansel Milennium, dan aku senang bertemu kalian semua”, aku mengenalkan diriku sendiri di depan kelas. Agak gugup, karena yang aku hadapi ini.

“Asalmu dari mana ?”, sahut salah satu murid. Aku tahu apa yang dimaksud dengan asal adalah asal kartun. Tapi karena aku manusia biasa, jelas aku tidak mempunyai asal seperti itu..

“Aku...manusia biasa”, jawabku pelan, tapi masih bisa terdengar ke seluruh kelas. Jawaban tersebut membuat kelas ribut beberapa saat. Mungkin mereka bingung, kenapa manusia sepertiku bisa masuk ke kelas ini. Atau bahkan..mereka tidak terima dengan kehadiranku di kelas ini. Pak Benson menenangkan seluruh murid kelas.

“Tenang, tenang. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Akan ada tes yang membuktikan bahwa dia pantas untuk masuk ke kelas ini, sekarang silahkan kalian pulang. Akan ada panggilan kembali untuk menentukan kapan kalian bisa mulai bersekolah”, Pak Benson menunjukku yang masih berdiri di depan.

Mendengar itu, para calon murid yang lain mengangguk. Mereka mengambil tas mereka masing-masing dan meninggalkan kelas. Tinggal aku sendiri yang tidak membawa apa-apa karena kedatanganku yang tidak dipersiapkan sama sekali. Aku hendak keluar kelas, tapi Pak Benson mencegatku.

"Hei, jangan keluar dulu. Akan ada tes yang membuktikan bahwa kamu pantas masuk ke kelas ini !!”, Pak Benson menyuruhku duduk kembali.

Beginilah aku, tes sendiri dan diawasi oleh wali kelasnya langsung. Pak Benson mengambil spidol dan menulis-nulis sesuatu di papan tulis. Jelas soal tes. Setelah itu, beliau mengeluarkan secarik kertas dan sebuah bolpen. Lalu diberikannya itu kepadaku.

"Jawab sejujur-jujurnya, tidak ada jawaban yang benar, ataupun jawaban yang salah !”, beliau langsung duduk kembali di kursi guru.

Baiklah bila begitu. Aku menulis jawaban dari soal yang beliau tulis di papan tulis. Mungkin jawaban salah satu pertanyaan itulah yang membuat aku pada akhirnya diterima di Kelas Kartun. Apakah kamu merasa bahwa karakter kartun yang sering kamu lihat itu bisa diajak berinteraki olehmu ? Aku jawab “Iya”

***

continued soon.. emoticon-Ngacir
Yah elah kentang emoticon-Frown
Update cepet..

Class Cartoon : Mulai dari yang Biasa sampai Tidak Biasa

Hari-hari silih berganti diriku menunggu surat panggilan. Entah aku berharap aku diterima di kelas tersebut atau mungkin, aku malah berharap supaya aku tidak terima di kelas itu sehingga aku bisa masuk ke sekolah pilihanku sendiri. Tapi, kalau seandainya aku memang pantas untuk masuk ke Kelas Kartun, ya mau tidak mau diterima. Ingat kata orang dulu, kesempatan hanya datang sekali. Jadi...manfaatkan itu sebaik-baiknya.

Selang dua minggu kemudian orangtuaku mendapat surat. Ketika orangtuaku membacanya, wajahnya kelihatan senang sekali. Aku ternyata diterima masuk ke Kelas Kartun. Terus terang perasaanku campur aduk. Antara bahagia, karena aku sebagai manusia bisa berinteraksi langsung dengan makhluk-makhluk ‘imajinatif’ yang biasanya hinggap di pikiranku. Dan juga takut, karena aku tidak mau dibedakan hanya karena aku manusia sendiri di kalangan Kelas Kartun.

Bulan pertama aku memasuki sekolah. Sekitar bulan Juli minggu pertama, aku memakai pakaian bebas dan membawa tas kecil yang berisi satu buku dengan peralatan tulis yang secukupnya pergi ke sekolah diantar kedua orangtuaku mengendarai mobil. Sampai di sekolah, ternyata Pak Benson sudah menunggu kedatangan kami di depan sekolah.

Pak Benson mengantar kami sekeluarga ke depan Kelas Kartun. Aku segera disuruh masuk ke dalam kelas dan berkenalan dengan murid-murid yang lain oleh orangtuaku. Masih saja aku berdiri, tapi dengan langkah mantap aku masuk ke kelas. Beberapa murid yang lain memandangiku dengan tatapan..yang aneh. Aku menaruh tas..DAN langsung saja aku berlari ke luar kelas. Rasa gugupku kambuh lagi. Aku memeluk ibuku dengan erat.

“Lho, dek kenapa ? Kan enak makhluk yang selama ada di pikiranmu bisa kamu ajak berinteraksi beneran ?”, ucap ibuku sambil membelai rambut anak satu-satunya ini.

“Tapi, Hansel takut dikucilin lagi seperti SMP dulu”, pelukanku semakin erat.

Pak Benson yang mendengar ucapanku tadi manggut-manggut. Mungkin beliau tahu alasan orangtuaku nekat memasukkan anak satu-satunya ini ke dalam Kelas Kartun. Mereka tidak peduli bahwa hampir tidak ada kemungkinan bahwa anak manusia normal sepertiku ini diterima di kelas yang seluruh muridnya Kartun.

"Sudah tidak apa-apa, mereka akan tahu kenapa kamu pantas masuk ke kelas ini” tenang hatiku mendengarkan ucapan Pak Benson.

Setelah puas bermanja-manja dengan orangtuaku. Aku berbalik, dan memasuki kelas. Sementara orangtuaku masih berbincang-bincang dengan Pak Benson. Yah, hari pertama di Kelas Kartun.

***

Seorang murid dari Kelas Kartun memberanikan diri untuk mendekatiku. Waktu itu aku sedang sibuk-sibuknya menulis sesuatu di buku tulisku yang masih satu-satunya pada waktu itu. Dia menepuk pundakku. Tentu saja aku menoleh ke arah orang yang barusan menepuk pundakku tadi.

Yang aku lihat jelas karakter kartun. Tapi aku kaget dengan wujudnya. Kucing bisa berdiri, dan memakai kacamata. Segera saja aku simpan rasa kagetku itu kalau tidak mau kena malu untuk yang kedua kalinya di hari pertama aku resmi bersekolah di sini. Semua murid di sini memang sudah biasa melihat wujud temannya yang aneh-aneh.

“Hei, kenalkan namaku Thomas. Kucing ajaib yang bisa berbicara dan pintar fisika”, ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri juga menyodorkan tangan ke arahku. Aku manggut-manggut mendengarnya. Hebat juga, pikirku. Aku kira hewan yang hanya bisa mengandalkan insting-nya tersebut ternyata juga bisa hebat daripadaku.

“Eh, iya. Namaku Hansel Milennium, panggil saja Hansel. Aku kira sikapnya kalian bakal seenaknya kepadaku”, aku menjabat tangannya yang berbulu tersebut.

"Jangan salah kaprah kawan, kami memang hanya karakter kartun. Tapi kami juga harus hormat kepada pencipta kami !”, jawabannya tersebut membuat hatiku tenang. Untuk sekarang ini aku juga sudah mempunyai banyak teman di Kelas Kartun ini.

***

Untuk bagian ini dan dua bagian yang kedepan aku akan menceritakan tentang seluruh murid yang berada di Kelas Kartun ini. Tidak banyak, toh hanya 19 murid saja termasuk aku. Jadi tidak apa-apa bukan, bila aku ceritakan semuanya ? Itu pula dibagi menjadi tiga kelompok. Biasa sampai tidak biasa, normal sampai tidak normal, dan yang terakhir jelas sampai tidak jelas. Guruku masuk ke dalam kelompok yang terakhir. Khusus untuk cewek yang aku suka, akan ada bab tersendiri.

Aku mulai dari kelompok yang pertama, biasa sampai tidak biasa. Yang dimaksud di sini adalah karakter kartun yang berwujud biasa (manusia) sampai yang berwujud tidak biasa (manusia berkekuatan super). Tentu saja aku tidak masuk ke dalam kelompok seperti itu karena aku bukan karakter kartun dan aku hanyalah manusia biasa. Baiklah aku ceritakan saja sekarang !

Pertama adalah Finn. Nama panjangnya Finn Dynlon. Dia merupakan karakter kartun berwujud manusia. Perawakannya tinggi dan gesit. Larinya paling cepat sekelas. Rambutnya pirang dan cukup pendek sampai ke bahunya. Kalau aku lihat sehari-hari, dia sangat suka memakai baju bewarna biru, dengan celana yang senada dengan warna bajunya hanya saja lebih tua sedikit warnya.

Dia merupakan anak yang paling ribut sekelas. Tidak peduli pelajaran kosong atau saat guru mengajar. Kalau mau di depan gurunya langsung dia bisa ribut. Tipe pemimpin anak berandal yang para anggotanya mempunyai sifat yang hampir sama. Suka buat ribut dan sangat senang menjahili anak-anak lain.

Kalau dalam tingkat kepintaran, dia agak kurang. Nilainya jarang yang dapat di atas 80. Walaupun begitu, dia tidak segan-segan meminta contekan. Terlebih kepadaku, dia sangat sering meminta contekan saat ulangan. Bila aku menolak, maka aku telah membuat kesalahan yang sangat besar. Sebab bila dia jengkel, tambah usilah dia. Dia merupakan yang paling tua di kelas, umurnya 15 tahun.

Kedua yang menjadi temanku pertama di Kelas Kartun adalah Steven. Nama panjangnya Steven Jordan. Dia merupakan karakter yang juga berwujud manusia. Rambutnya lurus dan bewarna coklat. Tingginya hampir sama denganku. Kalau aku lihat dia senang sekali memakai kemeja putih polos dengan celana panjang hitam di sekolah sehari-hari. Dia dinobatkan sebagai cowok yang paling cakep di kalangan cewek-cewek kelas.

Di kelas dia sangat senang sekali menggoda murid cewek. Terlebih murid-murid cewek yang cantik, sering terjadi target godaannya. Walaupun begitu dia juga sudah punya pacar, dan pacarnya juga yang sering dia jadikan target untuk digoda. Sikapnya kepadaku baik sekali, pernah dia membelaku dari para anak ‘berandal’ yang menjahiliku. Dia lumayan pintar, tapi masih kalah dengan pacarnya. Umurnya setahun lebih tua daripadaku, yakni 14 tahun.

Karakter berwujud manusia ketiga adalah Mabel. Mabel merupakan pacar dari Steven. Nama panjangnya Mabel Pines. Warna rambutnya sama seperti Steven, coklat. Tingginya lebih pendek sedikit daripadaku. Biasanya di sekolah, dia memakai bando bewarna merah muda dan dia juga memakai kawat gigi. Senyum bahagianya selalu terlihat setiap saat.

Sama seperti Steven, dulu sebelum punya pacar dia juga suka ‘menggoda’ cowok dengan cara mendekatinya dan mengajak kenalan. Dia merupakan murid cewek yang paling lucu sekelas. Lawakannya memang lucu, tapi dia juga pintar dalam pelajaran. Lebih pintar dari pacarnya sendiri. Umurnya lebih muda satu tahun daripadaku, masih 12 tahun dan dia mempunyai adik kembar. Tapi, kalau dalam masalah hubungan dia justru lebih dekat kepadaku dari pada dekat dengan Steven yang menjadi pacarnya sendiri.

Yang keempat adalah Dipper dengan nama panjang Dipper Pines. Dipper merupakan karakter berwujud manusia yang lain. Dia juga merupakan adik kembar dari Mabel. Kelahiran mereka berdua hanya berbeda 5 menit saja. Rambutnya kadang keriting, tapi juga bisa lurus. Di dalam kelas, dia hampir setiap hari mengenakan rompi bewarna biru dengan baju bewarna oranye. Dia juga memakai topi putih-biru bila sedang di luar kelas.

Dia sangat sayang terhadap kakaknya sendiri. Dia berusaha menjaga kakaknya dari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi terhadap kakaknya. Menanggapi kakaknya yang memang bila melihat cowok. Walaupun sekarang kakaknya sudah punya pacar, dia berusaha untuk mengawasinya. Membuat dia merupakan anak yang paling khawatiran di kelas. Keahlianya terdapat dalam masalah logika. IQ-nya tertinggi ke-dua sekelas. Umurnya juga masih 12 tahun, 5 menit lebih muda daripada Mabel.

Kelima adalah Alice. Nama panjangnya Alice Medley. Dia meurpakan karakter kartun berwujud manusia yang mempunyai kekuaran super. Dia bisa merubah wujudnya menjadi kucing seperti Thomas. Tingginya sama denganku, bila sudah berubah wujud tingginya turun sampai sama seperti Thomas. Rambutnya cukup panjang sampai dada dan bewarna hitam. Kadang-kadang dia memakai rok.

Keahlian paling dominan yang dimilikinya terdapan dalam bidang seni. Khususnya menari. Selain dia menjadi cewek yang paling cantik di kelas, dia juga pintar menari. Semua murid terlena dalam gemulai dia menari. Segala jenis tarian mulai dari menari balet, breakdance, atau jenis tarian yang lain dia bisa melakukannya. Aku terus terang saja terlena, apalagi Steven. Karena itu dia sering menjadi target godaan Steven. Begitu yang menjadi pacar dari Steven malah biasa saja, kalau perlu ikut tertawa dalam kekonyolah Steven.Umurnya sudah mencapai 14 tahun.

Keenam sekaligus yang terakhir dari kelompok biasa sampai tidak biasa di Kelas Kartun adalah Roo’ra. Dia merupakan karakter kartun berwujud peri manusia, tapi laki-laki. Rambutnya bewarna oranye dan agak keriting. Jabatan perinya adalah peri cinta. Segala barang-barang yang berhubungan dengan cinta dia miliki semuanya.

Mulai dari panah cupid, yang bila dituju ke orang yang disuka, maka langsung saja orang yang terkena panah langsung suka kepada orang yang menembak panah tersebut. Harpa pemanggil, memanggil orang yang disuka ke dekat orang yang memanggil. Sinyal Cinta, membuat semua perempuan di sekitar orang yang dituju akan langsung suka kepada orang tersebut. Juga ada satu keahlian lain yang dia miliki,merubah wujudnya menjadi perempuan bernama Roo’ru.

Aku pernah bertanya tentang fungsi dari perubahan wujudnya tersebut. Jawaban yang aku dapat darinya membuat diriku tertawa.

“Cowok yang paling nggak tahan melihat cewek itu ya..Steven”, jawabnya pendek.

***

continued soon... emoticon-Ngacir
semangat nulis terus len

nice story emoticon-thumbsup
Quote:


terima kasih sis cocon emoticon-Malu
bakal saya update terus kok seiring proyek saya kerjakan emoticon-Smilie
numpang mejeng bree emoticon-Embarrassment
Diubah oleh alg18
Quote:


jangan lupa di indeks ya len
biar ane lebih gampang bacanya emoticon-Recommended Seller

Class Cartoon : Mulai dari yang Normal sampai Tidak Normal

Kelompok yang kedua dari murid Kelas Kartun adalah normal sampai yang tidak normal. Semua anggota dari kelompok ini juga semuanya adalah karakter kartun berwujud manusia. Hanya saja yang membedakan mereka dari kelompok biasa sampai tidak biasa adalah. Bila di kelompok ini, masing-masing dari mereka mempunyai sifat dasar manusia yang pertama. Yakni, marah, serius, dan lucu.

Kita mulai saja sekarang ini ! Bila murid pertama laki-laki yang aku kenal adalah Thomas, kucing berkacamata pintar fisika itu. Lalu, dialah murid pertama perempuan yang mengenalkan diri kepadaku. Pinky, dengan suara cempreng khas-nya.

Nama panjangnya Pinky Rose. Dilihat dari wajahnya aku bisa tahu bahwa dia merupakan perempuan keturunan Asia. Rambutnya bewarna kuning, kadang-kadang bisa dikuncir atau juga bisa dibiarkan lurus. Tingginya lebih pendek sedikit daripadaku. Suaranya cempreng, tapi kalau marah suaranya menggelegar. Tidak peduli dia hanya gadis kecil berumur 12 tahun. Di kelas, ada tiga sikap dominan yang berkaitan dengan sifat dasarnya yang juga merupakan sifat dasar manusia yang pertama, amarah. Tiga sikap tersebut adalah sinis, egois, dan amarah.

Pertama adalah sinis. Setiap hari di kelas, expresi-nya hampir tidak pernah berubah. Selalu saja segala perbuatan/perlakuan murid lain di Kelas Kartun dikomentarinya. Lagaknya selalu tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Ucapannya juga kadang-kadang tidak bisa dikontrol. JLEB !! banget entah perasaannya senang ataupun lagi marah.

Kedua, adalah egois. Dia tidak pernah mau kalah. Dalam setiap kerja kelompok, bila kena marah Pak Benson atau guru yang lain, dia sendiri yang tidak mau disalahkan. Semuanya harus mengikuti kemauannya. Termasuk aku sendiri yang sering menjadi korbannya.

Pernah suatu ketika, aku menaruh tas di salah satu bangku yang kosong. Tepat di sebelah Thomas. Lalu aku tinggal begitu saja, menunggu bel masuk sambil berbicang-bincang dengan murid yang lain. Tapi secara tiba-tiba Thomas yang kebetulan menoleh ke arah bangkunya. Langsung menaruh tangannya di atas kepalanya, expresi orang kaget.

“Hah, yang benar saja ?”, Thomas langsung berlari ke arah bangkunya. Aku menoleh, dan melihat tasku di ambil dan dilempar ke bawah lantai oleh Pinky. Dia langsung menaruh tasnya sebagai ganti tasku yang sudah dilempar tadi. Aku terdiam, walaupun di hatiku masih ada rasa dendam yang sampai sekarang masih belum terbalaskan. Untung saja Thomas mau membelaku sehingga pada akhirnya Pinky mengambil tasnya lagi dan menaruhnya di tempat yang lain. Dengan lirih melihat kejadian itu, aku mengambil tasku di bawah lantai dan menaruhnya kembali.

Dan yang terakhir adalah amarah. Tidak pernah ada masalah yang dia hadapi dengan marah-marah dan menyalahkan orang lain. Sekecil apapun, teriakannya sama saja keras. Walaupun dia masih kecil, dia pernah mengajak berantem salah satu murid laki-laki di kelas hanya gara-gara masalah bercandaan. Siapa lagi kalau bukan Steven yang kalau sama perempuan, bercandaanya berlebihan.

Murid-murid yang sering kena marah olehnya adalah, Steven dan Dipper. Steven, dengan alasan yang sama seperti paragraf di atas. Dan Dipper, karena sikapnya yang selalu khawatiran sehingga dia sendiri juga tidak bisa diam dalam menghadapi suatu masalah. Tentu Pinky yang melihat itu jadi semakin gerah, dan jelaslah marah. Teriakan nama mereka selalu terdengar saat dia marah. Tapi, kalau sudah dimarahi Pak Benson...diamlah sudah. Dia termauk perempuan yang masuk dalam anggota anak ‘berandal’.

***

Junko merupakan pemilik sifat dasar manusia yang kedua, serius. Dia merupakan cewek yang paling pintar sekelas. Nilainya selalu bagus-bagus dan tidak pernah remedi. Juga dia yang paling serius mengikuti pelajaran, sebosan apapun itu. Termasuk pelajaran Bahasa Inggris yang membuat beberapa murid kelas jatuh tertidur.

Nama panjangnya Junko Kara-shimi. Dia merupakan karakter kartun berwujud manusia. Rambutnya panjang dan bewarna pink seperti bunga sakura yang bermekaran. Berdasarkan namanya, sudah kelihatan jelas dia merupakan keturunan Asia yang lain selain Pinky. Umurnya masih 14 tahun.

Sifat dominan yang selalu terlihat saat dia dikelas juga ada tiga, yaitu kerja keras, percaya diri, dan rajin. Kenapa kerja keras merupakan sifat dominan yang terlihat di dalam dirinya ? Para murid termasuk Pak Benson sendiri sering membicarakannya. Hanya dia di saat pelajaran kosong yang belajar sementara para murid yang lain termasuk aku sendiri malah ribut sendiri dengan urusan masing-masing.

Di saat dia belajar, aku sering melihatnya memakai headset bewarna biru. Barang yang menjadi kesayangannya selama di sekolah. Karena itu, dia tidak pernah tidak membawanya. Selalu saja dipakai saat dia membaca buku saat pelajaran kosong, atau sedang waktu senggang.

Aku tentu pernah bertanya tentang headsetnya tersebut. Jawabannya membuat aku tercengang dan semakin kagum terhadapnya. Katanya headset tersebut, merupakan headset pembangkit kepercayaan diri. Bila dia memakai headset tersebut, langsung saja rasa percaya diri dan semangatnya langsung tumbuh dalam menuntut ilmu.

Karena itu, percaya diri merupakan sifat dominan yang kedua terlihat di dalam dirinya. Dia yang selalu menangkat tangan sendiri ketika Pak Benson atau guru yang lain memberikan soal tes lisan. Atau disuruh mengerjakan soal di papan tulis. Dia dengan dengan sigap maju. Bila dia sudah merasa tidak bisa, dia akan meminta izin kepada guru untuk meminta bantuanku, dan itu selalu dilakukannya.

Setiap guru-guru memberi pertanyaan ataupun menyuruh maju untuk membaca puisi contohnya. Dia sudah pasti yang mengangkat tangan pertama kali. Hampir seluruhnya dijawab dengan benar. Karena itu para guru tidak segan-segan mengikutkannya di lomba-lomba, ataupun olimpiade-olimpiade. Pialanya cukup banyak, karena aku pernah melihat langsung di dalam rumahnya.

Rajin, merupakan sifat dominan yang terakhir terlihat di dalam dirinya. Segala tugas selalu dikerjakannya. Pernah suatu ketika, dia lupa membawa tugas. Tanggapannya tahu hal seperti itu tidak seperti murid-murid yang lain, tenang saja atau mungkin mencontoh punya orang lain. Dia bela-belain ke rumahnya kembali untuk mengambil tugasnya lagi. Bahkan, dia pernah terlambat 2 jam pelajaran karena hal itu.

Karena itu, banyak cowok yang suka kepadanya. Dan banyak juga yang berusaha untuk menembaknya, termasuk aku sendiri. Tapi, mantannya baru satu. Kebetulan juga dia berada di kelas ini dan akan aku ceritakan selanjutnya.

***

Dialah yang merupakan murid yang mempunyai sifat dasar manusia terakhir di dalam dirinya, lucu. Taka yang pernah menjadi pacar dari Junko sebelumnya. Dia merupakan karakter kartun berwujud manusia. Umurnya sudah 15 tahun, masih lebih muda 1 bulan dibandingkan dengan Finn. Nama panjangnya Takayushi Ishikawa, dia juga merupakan keturunan Asia. Terlebih Jepang, mungkin karena itu juga dia jodoh sama Junko.

Kata beberapa murid kelas. Taka merupakan kembaran dariku, atau bisa disebut wujud kartun dari diriku di kelas. Mulai dari gaya rambutnya yang lurus sepertiku. Warna kulitnya yang putih sepertiku juga. Yang membedakan hanyalah warna rambutnya, bila aku hitam, dia bewarna coklat. Kalau di kelas aku sering melihatnya memakai pakaian bewarna hitam dengan celana panjang. Dia cowok yang paling cakep kedua di kelas setelah Steven.

Jika sedang ada lomba Stand Up Comedy, jelas dia pemenangnya. Karena dia mewarisi sifat dasar manusia yang terakhir, yakni lucu. Dia menjadi yang paling lucu sekelas. Banyak yang mau menjadi temannya, tidak peduli lawakannya kadang-kadang berlebihan. Tiga sifat dominan-nya yang selalu terlihat di kelas adalah, jahil, menjengkelkan, dan lucu.

Sifat dominan yang pertama adalah jahil. Banyak yang menjadi korban kejahilannya, terlebih aku yang sering dijadikan sasaran. Pernah suatu ketika dia sengaja menumpahkan cairan tip-ex ke halaman bukuku dan langsung menutupnya. Sudah jelas ketika aku buka, halaman tersebut bewarna putih semua. Aku melihat expresi Taka yang langsung tertawa terbahak-bahak melihatku kebingungan tadi. Walaupun di hati kesal, tapi aku tahu maksudnya hanya untuk bercanda saja. Tidak ada yang lain.

Karena sifat dominan yang pertama adalah jahil. Menjengkelkan yang menjadi sifat dominan yang kedua terlihat di dalam dirinya. Ulah jahilnya kadang-kadang kelewatan dan tidak tahu waktu. Dia pernah membuat salah satu murid menangis gara-gara ulah jahilnya. Alhasil Pak Benson yang mengetahui hal itu langsung marah besar dan menye-trap-nya di luar kelas selama dua jam pelajaran.

Begitu kalau aku lihat, dia malah tenang-tenang saja dan tidak merasa bersalah sama sekali. Habis dihukum juga...dia masih saja bersenda gurau dengan teman-temannya. Kayaknya dia belum pernah merasakan apa yang disebut dengan derita saat dihukum.

Sifat dominan terakhir-nya yang mungkin membuat Junko suka kepadanya, Lucu. Dia sangat senang melawak. Bentul lawakannya bisa cerita lucunya,lagu-lagu plesetan (dia buat sendiri), atau malah pengalaman lucunya. Guru-guru yang paling galak-pun, bila sudah mendengar lawakannya juga ikut tertawa terbahak-bahak.

Aku terus terang senang berteman dengannya. Jadinya aku juga punya keahlian melawak yang lumayan di kelas. Kalau dia nggak masuk rasanya sepi sekali. Nggak ada yang melawan. Pelajaran jadi serasa membosankan bila tidak ada dia. Sekedar info, dia juga termasuk anggota anak ‘berandal’ pimpinan Finn.

***

Di Kelas Kartun, ada seorang murid yang mempunyai kelainan mental. Memang tidak terlihat secara langsung. Tapi bisa dilihat dalam frekuensi-frekuensi tertentu atau ketika dia sedang sendiri dan tidak ada yang melihatnya. Aku pernah melihatnya. Reaksiku pada waktu itu, kaget dan agak takut dengan dirinya.

Lilian Elise merupakan nama panjangnya. Di kelas dia biasa dipanggil Elise. Umurnya masih 14 tahun, tapi IQ-nya paling tinggi di kelas ! Melebihi 145, atau setingkat dengan orang autis. Mungkin karena itulah dia bisa menjadi gila dan tidak terkendali pada suatu waktu.

Di kelas, aku sering melihatnya memakai baju putih merah dengan gambar bintang di tengah-tengah. Rambutnya bewarna oranye dan dikepang dua. Dia juga merupakan karakter kartun berwujud manusia yang lain. Juga dia mempunyai kura-kura yang menjadi hewan peliharaan yang kadang-kadang dia bawa ke sekolahan untuk dia tunjukkan kepada yang lain.

Sebetulnya, aku kasihan melihatnya. Temannya hanya sedikit mengetahui kelainan mentalnya. Banyak murid-murid kelas yang berusaha untuk tidak dekat-dekat dengannya. Aku sih biasa saja. Dia juga sering menjadi bahan olokan para anak ‘berandal’. Kalau aku lihat dia juga senang dijahili oleh para anak-anak ‘berandal’ dengan mengambil sepatunya lalu disembunyikan di suatu tempat, atau mengambil barang-barangnya tanpa izin. Hanya satus murid laki-laki yang sangat perhatian kepadanya dan itu bukan aku.

Ketiga sifat dasar manusia dia miliki semua. Jadi kadang-kadang dia bisa sinis, terlihat rajin, ataupun menjengkelkan. Walaupun dia begitu, dia cukup pintar di kelas. Nilainya lumayan bagus. Sebesar usaha murid kelas untuk menjauhi Elise, pada akhirnya mereka akan datang kepadanya untuk meminta bantuan dalam suatu pelajaran yang mereka tidak bisa. Selain itu, dia yang pertama kali mau untuk duduk di sebelahku.

Pernah suatu ketika aku menangkapnya tertawa-tawa sendiri dan berbicara dengan bahasa yang tidak jelas. Aku takut dan memberitahukan hal itu kepada Pak Benson. Langusng saja aku dan guruku yang ini datang ke TKP. Pak Benson yang melihat itu langsung mendatangi Elise dan membekap mulutnya sampai Elise kehabisan nafas dan bisa sadar kembali.

Ketika ditanya dia malah menjawab bahwa dia tidak pernah melakukan hal itu tanpa sebab yang jelas. Selalu saja berkilah bila dia ditanyai seperti itu. Ketahuan, bahwa dia menyembunyikan sesuatu di dalam dirinya berkaitan dengan hal tersebut. Memang untuk sementara ini cara itulah yang paling efektif untuk menyadarkannya lain kali kalau dia gila kembali..

***

continued soon... emoticon-Ngacir
Quote:


silahkan gan emoticon-Malu

Quote:


udh saya index kok emoticon-Big Grin
setiap beberala cerita sekali emoticon-Big Grin
mampir doang

Class Cartoon : Mulai dari yang Jelas sampai Tidak Jelas

Ini dia kelompok terakhir dari murid-murid di Kelas Kartun. Mulai dari yang jelas sampai tidak jelas. Maksudnya, wujud dari karakter kartun mulai dari yang bentuknya jelas (diketahui, hewan) sampai yang tidak jelas (tidak diketahui). Termasuk guruku, Pak Benson yang dimasukkan ke dalam kelompok ini. Tepatnya dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak jelas.

Masih ingat perkenalan pertamaku dengan salah satu murid di Kelas Kartun ? Perkenalanku dengan Thomas, karakter kartun berwujud kucing berkacamata. Nama panjangnya Thomas Catting-ham. Marga yang cukup unik menurutku. Dia memakai kacamata karena dia minus. Tingginya hampir sama denganku. Tubuhnya bewarna biru, dan berbulu seperti kucing kebanyakan.

Karena dia termasuk salah satu karakter kartun yang sangat terkenal di dunia, dia juga yang menjadi anak terpopular di kelas. Dia mempunyai keahlian yang paling mendasar di dalam dirinya. Kepintaran dalam bidang IPA, terlebih Fisika. Dia sering dipanggil Pak Benson untuk mengikuti olimpiade Fisika. Bahkan, dia pernah mengikuti olimpiade Fisika nasional. Sering sekali dia mengagung-agungkan kehebatan Fisika-nya itu kepada teman-temannya. Begitu juga umurnya masih 13 tahun, tua beberapa bulan daripadaku.

Terlebih itu, yang dimaksud dengan paling popular di kelas adalah. Karena dia yang paling banyak di-“demenin” sama cewek. Pinky yang merupakan cewek yang sukanya marah-marah itu, tidak berani marah kepadanya. Mungkin itulah yang membuat dia berani membelaku hanya karena masalah tempat duduk dari Pinky pada waktu itu.

Selain dia yang berwujud kucing di Kelas Kartun. Masih ada lagi yang sama dengannya. Yang membedakan hanyalah jenis kelaminnya saja. Kucing betina bernama Tania Anderson. Biasa dipanggil Tania di kelas. Dia tidak memakai kacamata seperti Thomas, tapi tingginya dan warna bulunya juga sama dengan Thomas.

Keahliannya terdapat dalam bidang matematika, tapi tidak terlalu menonjol karena dia jarang mengeluarkannya di saat pelajaran tersebut berlangsung. Tapi, nilai ulangan Matematika miliknya selalu bagus dan tidak pernah remedi. Orang soal olimpiade matematika yang tingkatannya dua tingkat di atasnya saja dia bisa mengerjakan.

Dia sering banget meminta contekan kepadaku. Apalagi contekan ulangan-ulangan ilmu alam atau Ekonomi. Pernah juga dia duduk di sebelahku supaya aku bisa memberi contekan kepadanya di saat ulangan Biologi berlangsung. Membuat dia menjadi perempuan kedua yang pernah duduk di sebelahku. Frekuensi-nya lumayan sering, tetapi tidak sesering Elise yang duduk di sebelahku kadang kala. Dia juga yang paling banyak mengomentari sikapku yang kadang-kadang kekanak-kanakan. Umurnya setahun lebih tua daripada Thomas.

Di kelas ada satu kelompok yang para anggotanya merupakan anak-anak yang nakal, suka buat ribut, dan senang menjahili murid-murid lain, terlebih yang pintar-pintar. Aku menyebutnya kelompok para anak-anak ‘berandal’. Terdapat total 6 anggota di situ. Setengah merupakan karakter kartun berwujud manusia dengan salah satu perempuan di situ. Setengah lagi karakter kartun yang berwujud binatang, juga salah satunya adalah perempuan.

Anggota binatang yang pertama adalah Mordecai. Dia merupakan karakter kartun berwujud burung flamingo dengan bulu bewarna biru-putih dengan paruh yang cukup panjang seperti kebanyakan burung flamingo. Dia merupakan yang paling tinggi di Kelas Kartun. Juga suaranya paling tebal layaknya orang yang sudah dewasa. Umurnya sudah mencapai 15 tahun, lebih muda beberapa bulan dari Finn dan Taka.

Dalam masalah kepintaran dia lumayan. Aku pernah beberapa kali mencontoh punyanya di saat ulangan berlangsung. Membuat dia juga beberapa kali gede rasa dan langsung pamer bahwa orang pintar sepertiku ini mencontoh punyanya. Padahal aku mencontoh punyanya gara-gara aku kehabisan waktu dan tidak sempat berpikir. Walaupun dia pintar seperti itu. Dia kelihatan malas, selalu saja tugas-tugasnya minta dibuatkan oleh aku ataupun murid pintar yang lain.

Yang kedua adalah Rigby. Dia merupakan karakter kartun berwujud musang dengan bulu bewarna coklat dan ekornya yang bewarna coklat belang-belang. Kalau dia berjalan, maka dia melakukannya seperti layaknya manusia biasa. Dengan kedua kaki. Tapi kalau sedang berlari, barulah dia melakukannya seperti musang, dengan keempat kakinya.

Dia merupakan ajudan atau aku bisa sebut orang kepercayaannya Mordecai. Selalu saja kalau aku lihat mereka selalu bersama-sama. Entah itu mereka ke kantin atau pergi mengumpulkan tugas, mereka selalu bersama. Juga beberapa kali kesempatan, mereka akan berusaha untuk duduk bersebelahan. Sayangnya kepintarannya jauh di bawah Mordecai. Umurnya masih 14 tahun.

Dan yang menjadi anggota anak ‘berandal’ berwujud hewan yang terakhir adalah Margareth. Dia merupakan karakter kartun berwujud burung flamingo seperti Mordecai. Bedanya hanya pada warna bulunya. Warna bulunya merah-putih.
Beda dengan Mordecai atau beberapa anggota anak ‘berandal’ yang lain yang kebanyakan tipe-tipe orang pencari masalah. Dia merupakan tipe orang yang kalem, sangat suka membantu sesamanya yang sedang kesusahan. Dia juga merupakan anggota anak ‘berandal’ yang paling pintar. Dia merupakan murid cewek yang ketiga pernah duduk di sebelahku.

***

Untuk bagian ini, aku akan menceritakan murid-murid yang mempunyai wujud yang tidak jelas. Maksud dari kedua kata tersebut, adalah murid yang mempunyai bentuk atau wujud tidak jelas, atau tidak diketahui. Hanya ada dua murid di kelas yang masuk ke dalam kelompok ini ditambah satu guruku.

Pertama, adalah FP. FP singkatan dari Flame Princess. Sudah kelihatan dari namanya bahwa dia merupakan karakter kartun yang terbuat dari api. Dia berkelamin perempuan. Karena keadaannya itu, di kelas dia selalu duduk sendiri. Walaupun dia duduk sendiri tetapi dia masih punya teman baik, juga dia mempunyai pacar. Pacar jarak jauh. Umurnya masih 14 tahun.

Dia merupakan cewek yang paling kalem sekelas. Marah, hampir tidak ada di dalam kamusnya. Kalau dia dijadikan bahan ulah kejahilan para anak ‘berandal’ palingan dia hanya mengeluarkan percikan-percikan api. Itu cukup membuat mereka menjauh.

Kalau marah sangat berbahaya. Aku pernah mengalaminya. Pernah suatu ketika dia merasa sangat tertekan dengan salah satu masalah yang dihadapi oleh para anak kelas pada waktu itu. Ditambah Dipper yang nggak bisa diam sama sekali gara-gara kekhawatirannya. Apinya membesar dan sukses membuat kami semua belajar outdoor selama berbulan-bulan menunggu sekolah selesai diperbaiki. Memang cewek yang menakutkan !

Yang kedua adalah Victor. Nama panjangnya Victorius Jonathan. Dia merupakan karakter kartun berwujud ‘alien’ yang mempunyai badan bewarna hijau dengan mata yang bewarna biru. Ada salah satu keunikan di dalam dirinya, warna matanya bisa berubah sesuai perasaanya. Seperti merah kalau marah, kuning kalau merasa membutuhkan sesuatu/memelas, hijau kalau perasaan suka dan banyak lagi variasi-variasi warna mata sesuai perasaanya.

Dia menjadi yang paling pintar di kelas. Nilainya bagus-bagus, walaupun pernah remedi beberapa kali. Dia juga yang paling muda di kelas. Umurnya masih 11 tahun. Karena dia masih kecil itulah, dia yang paling cengeng sekelas. Pernah dibuat menangis oleh Taka gara-gara nggak sengaja memukulnya. Hingga Pak Benson marah besar, dan menghukum si pelaku selama dua jam pelajaran. Begitu juga, dia masih menangis walaupun sudah agak berhenti menangisnya. Memang anak yang manja !

Saat aku pertama kali masuk ke Kelas Kartun, aku duduk bersebelahan dengan dia. Dia baik dan mau membantuku ketika aku kesusahan dalam satu pelajaran. Dia gampang disuruh-suruh untuk melakukan sesuatu dan jarang marah. Seberapa aku atau para anak ‘berandal’ membuat dia kesal, marah, atau menangis-pun dia pasti tidak akan marah.

Masih ingat penjelasan tentang Elise ? Dimana semua murid-murid berusaha untuk menjauhinya atau menjadikannya target kejahilan. Dialah yang sangat perhatian kepadanya. Hanya dia sendiri yang tahu maksud pikiran Elise yang memang tidak bisa dipahami. Sering sekali aku melihat Elise curhat kepada-nya tentang masalah-masalah yang dialaminya di kelas.

Aku pernah bertanya kepadanya tentang Elise. Terungkap suatu rahasia bahwa ternyata Victor telah menyimpan perasaan kepada Elise. Dia tidak mau mengeluarkannya, mengetahui perbedaan umurnya yang begitu jauh. Sampai tiga tahun ! (dia lebih muda). Lagipula dia juga makhluk yang tidak diketahui jenisnya apa, sementara Elise itu manusia. Elise juga hanya menganggapnya teman, tidak lebih atau kurang. Aku hanya mengambil keputusan bahwa jujur itu susah.

***

Aku berani memasukkan Pak Benson ke dalam kelompok yang tidak jelas karena memang itulah kenyataanya. Beliau merupakan karakter kartun berwujud mesin permen karet. Wajahnya yakni bola kaca yang berisi permen karet bewarna merah. Bila merahnya semakin tua, menandakan bahwa dia akan marah besar.

Beliau merupakan wali Kelas Kartun. Hampir keseluruhan pelajaran, beliau yang mengajar. Selain guru-guru manusia asli yang lain sepertiku ini juga ada beberapa yang ikut mengajar di Kelas Kartun. Pak Benson biasanya mengajar Eksak (Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia), Olahraga, Bahasa, dan Agama. Karena itu beliau merupakan guru yang pintar menurutku.

Hampir segala pelajaran yang diampunya, bahkan yang tidak, beliau mahir. Ilmu IPS juga beliau mahir walaupun guru yang mengajar ilmu tersebut bukanlah beliau sendiri melainkan guru yang lain. Mulai dari Fisika Quantum atau Matematika kalkulus yang baru orang awam melihatnya sudah mau muntah, beliau masih bisa mengajarkannya kepada kami semua.

Cara mengajar beliau bisa terbilang cukup unik. Bila sedang lucu, maka beliau bisa lucu selucu-lucunya, terlebih dalam pelajaran Bahasa atau Olahraga yang memang materi-nya tidak terlalu banyak dan rumit. Selain itu, dua pelajaran itu juga pelajaran yang memang bisa secara santai belajarnya.

Tapi, kalau galak..beliau juga bisa segalak-galaknya. Kalau marah wajah beliau memerah. Memang dalam pelajaran yang termasuk ke dalam ilmu Eksak, harus serius. Karena ilmu tersebut pasti dan tidak main-main kebenarannya. Jarang bercanda bila sedang dalam keempat pelajaran tersebut.

Kalau masalah nilai, beliau memang agak pelit. Kadang-kadang tugas-nya aneh-aneh dan bikin ribet, apalagi tugas kelompok. Yang pinter sama yang pinter, yang kelihatan malas juga sama yang kelihatan males, waduh diskriminasi ! Tapi, kadangkala tanpa pikir-pikir dulu, beliau bisa memberi nilai yang bagus asal kelihatan usahanya. Sekedar rahasia untuk rangking 1-5..Victor, Junko, Margareth, Elise, dan aku. Kalau rangking terakhir berkutat antara Rigby dan Finn (sudah jelas..).

***

continued soon... emoticon-Ngacir

Class Cartoon : Cross Over

Murid di kelas totalnya ada 19 murid termasuk aku sendiri. Kalau jeli, yang baru aku kenalkan itu masih 17 murid saja. Kurang satu murid yang belum aku kenalkan karena orang ini sangat spesial buatku. Dia merupakan murid yang aku sukai sejak aku pertama kali aku masuk ke Kelas Kartun. Jelas perempuan ! Karena aku termasuk laki-laki yang waras.

Jadi pada waktu aku pertama kali memasuki Kelas Kartun dan aku dipanggil pada waktu itu ke depan kelas oleh Pak Benson untuk memperkenalkan diri kepada semua murid-murid. Ada satu murid yang menangkap pandanganku. Secara tiba-tiba aku melihatnya, langsung saja aku tertegun.

Mungkin dia tidak mengetahui bahwa aku memandanginya. Baru 10 detik aku memandanginya rasanya seperti 1 jam. Wah, sepertinya ada panah nyasar nih di dalam hati kecilku saat aku melihatnya. Tapi aku harus segera sadar kembali kalau tidak mau diketawain kembali, gara-gara ketahuan melamun di depan kelas.

Yah, dia merupakan cewek yang paling terakhir aku kenal di kelas. Dan pernah juga secara kebetulan dia duduk di sebelahku. Itu hanya terjadi sekali saja selama satu tahun aku belajar di Kelas Kartun ini. Biasanya dia duduk bersebelahan dengan Tania, dan juga bangku mereka berdua itu ada di samping bangku tempat aku biasanya duduk.

Rasanya ketika aku duduk bareng dia itu..jantung berdebar kencang banget. Aku senyum-senyum sendiri, mukaku kelihatan merah merona. Bukan menangis, tapi malu. Terlebih ketika dia menoleh ke arahku dan mengenalkan dirinya kepadaku. Tambah tersipu aku. Dan itu hampir saja diketahui oleh para anak-anak berandal di belakangku. Bisa dijadikan bahan bulanan seharian di kelas.

Di kelas hanya empat orang yang tahu bahwa aku suka pada pandangan pertama dengan dia di kelas. Steven sebagai teman terbaikku. Mabel yang menjadi pacar dari teman terbaikku. Victor yang juga sama denganku, suka pada pandangan pertama sama cewek tapi masih belum terungkap. Yang terakhir Tania, sebagai bahan ancaman bila aku tidak segera memberi contekan kepadanya DAN dia merupakan murid pertama di kelas yang tahu tentang perasaanku kepada dia. Padahal aku belum pernah menyebarkan hal itu ke murid-murid kelas. Terus siapa yang memberitahukannya ?

***

"Halo jadi kamu yang namanya Hansel itu. Katanya kamu manusia asli ya ?”, tanyanya kepadaku sekita pada hari kedua aku bersekolah di Kelas Kartun.

“Eerhmm.. iya..”, aku agak gugup menjawab pertanyaannya, tapi sebisa mungkin aku mencoba untuk menoleh ke arahnya dan melihat wajahnya yang manis tersebut.

"Kenalkan, namaku BubbleGum. Tapi khusus kamu, panggil saja PB !”, ucapnya sambil tersenyum dan menyodorkan tangannya ke arahku. Tentu saja aku menjabatnya. Sebelum Pak Benson masuk ke dalam kelas kami.

Itulah perkenalan pertamaku dengan cewek yang aku suka di kelas bernama BubbleGum. Aku tidak tahu kenapa dia meng-khusus-kan aku untuk memanggilnya dengan sebutan PB, singkatan dari Princess BubbleGum. Itu bukan sebutan yang memang sengaja diberikan seperti Flame Princess. Dia memang benar seorang putri dari sebuah kerajaan dan pernah sekali memimpin rakyatnya..yang semuanya termasuk dirinya terbuat dari permen.

Dia merupakan karakter kartun berwujud manusia tapi seluruh tubuhnya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dan pakaiannya terbuat dari permen karet. Warna tubuhnya juga warna permen karet, pink. Gadis berumur 13 tahun yang lebih muda beberapa bulan daripadaku. Saat aku menjabat tangannya untuk pertama kali...kenyal dan lembut.

Sehari-hari di kelas, aku sering melihatnya memakai gaun. Seperti gaun kerajaan. Rambutnya kadang-kadang diluruskan dan kadang-kadang juga dikuncir. Terlebih dia juga kadang-kadang ke sekolah memakai celana panjang dan memakai jaket bewarna hitam. Terus terang aku suka dengan penampilannya saat rambutnya dikuncir. Tapi, walaupun dia merupakan putri kerajaan dia tidak pernah menyombongkan diri dan juga bisa beradaptasi untuk hidup di perkampungan (lebih tepatnya di rumahku).

Sikapnya sangat baik kepadaku. Selain dia meng-khusus-kan panggilannya kepadaku. Dia juga yang memberiku sebagian dari rambutnya yang kenyal dan lembut. Dia mengatakan bahwa aku boleh memakannya, tapi minimal sisakan untuk disimpan sebagai kenangan. Aku langsung saja menerimanya dengan senang hati.

Keahliannya dalam bidang Ilmu Alam. Terlebih dalam bidang Biologi atau Kimia. Semua percobaannya tidak pernah gagal. Juga nilai-nilai tugas atau ulangannya pada dua mata pelajaran tersebut tidak pernah yang remedi. Banyak yang meminta bantuannya dalam bidang biologi termasuk aku sendiri. Karena dua pelajaran itu merupakan pelajaran yang paling susah. Terlebih gurunya Pak Benson !

Pernah suatu ketika percobaan Kimia. Itu merupakan pengalamanku di Kelas Kartun yang kalau mengingatnya, aku jadi tertawa-tawa sendiri. Jadi pada waktu itu, Pak Benson menyuruh kami untuk mencampur dua buah cairan yang kalau salah takaran sedikit apapun, reaksinya gagal dan bisa membuat ledakan. Tidak sampai kebakaran, hanya membuat asap-asap bewarna yang mengepul membuat wajah murid yang terkena asap tersebut bewarna-warni. Pak Benson akan memberi nilai tertinggi bagi siswa yang paling cepat mereaksikan dua cairan tersebut tanpa gagal sama sekali.

Banyak yang gagal. Semua anggota anak ‘berandal’ tidak ada yang berhasil percobaannya. Bahkan Steven dan Thomas yang sama-sama pintar saja gagal. Membuat kelas penuh dengan suara ledakan dan suara gelak tawa murid-murid yang percobaannya gagal. Kelas juga penuh dengan asap-asap bewarna, membuat Pak Benson dengan terpaksa menyuruh murid-murid untuk memakai masker dan kacamata lab. Aku berhasil, tapi setelah waktu yang lama menghitung takaran supaya dua cairan tersebut bisa bereaksi dengan tepat.

Aku melihat BubbleGum yang secara cepat tanpa menghitung terlebih dahulu langsung mencapurkan kedua cairan tersebut. Cairan tersebut bereaksi, tapi tidak menimbulkan ledakan. Percobaannya berhasil, langsung saja Pak Benson memberinya nilai yang tertinggi di kelas. Meninggalkan aku dan murid-murid yang lain terperangah melihatnya.

***

Aku punya alasan tersendiri menyukainya. Menurutku dia cantik, aku tidak peduli dia tidak paling cantik sekelas atau apa. Karena masalah cantik atau tidaknya seseorang itu hanyalah pandangan subjektif. Semua orang bisa berbeda-beda. Juga dia baik sekali kepadaku, beda dengan murid-murid yang lain ataupun sahabatku sendiri.

Selain itu dia pintar dan tidak sombong. Tidak seperti Victor yang kadang-kadang kalau aku minta bantuannya malah membuatku kesal dan aku sendiri merasa tidak terbantu sama sekali. Dia mau membantuku kapan saja, terlebih dalam pelajaran biologi atau kimia. Dia tinggal di apartemen sendiri dan dialah yang sempat mengajakku untuk mengunjungi apartemennya.

Selama satu tahun aku memendam perasaan kepadanya. Pada akhirnya dia berhasil menjadi pacarku. Aku tentu bahagia sekali pada waktu itu. Dia yang menembakku di depan seluruh murid kelas. Dia juga mengecup pipiku di depan seluruh murid kelas. Yang jelas aku sudah tahu rasanya memendam perasaan selama satu tahun lamanya. Lebih mengagetkan, tidak hanya aku saja yang menyukainya di kelas..ada satu murid lagi. Dan...Akulah pemenangnya !

***

continued soon... emoticon-Ngacir
gua kira post ttg kartun asli :/
Quote:


well it's not too far from what you think right ? emoticon-Malu
it's from the different side by the way emoticon-Smilie
Diubah oleh edolbogel
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di