alexa-tracking

Wedding or Cancel? Kegalauan Menjelang Pernikahan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570b7c709252335f018b456a/wedding-or-cancel-kegalauan-menjelang-pernikahan
Poll: Wedding or Cancel?

This poll is closed - 5 Voters

View Poll
Yes for Wedding 0% (0 votes)
Cancel Wedding 100.00% (5 votes)
Wedding or Cancel? Kegalauan Menjelang Pernikahan
Akhir tahun ini, sudah ditetapkan tgl pernikahan antara aku dan dia, tetapi semakin hari semakin merasakan penyesalan yg begitu mendalam, tentang sikapnya, tentang segalanya dari dirinya. Mungkinkah ini hanya kegalauan menjelang pernikahan? ataukah kami memang sudah tidak cocok lagi? begitu banyak perbedaan pendapat, dimana dia hanya mementingkan dirinya, keegoisannya, ketimbang membelaku, mementingkanku.

Begini kisahnya :
* Sebenarnya pernikahan ini bukanlah keputusan dari kami berdua, ini karena awalnya, kami memutuskan menikah di th.2017, tetapi aku mempunyai seorang kakak perempuan yang katanya ia juga akan menikah di th. 2016. Tetapi karna kakak perempuanku bimbang, alhasil pacarku mengeluarkan ide bahwa, bagaimana jika kami menikah saja duluan di th.2016, agar tidak berlama-lama menunggu keputusan dari kakak perempuanku.

* Setelah melalui diskusi yg panjang, akhirnya kakak perempuanku setuju, aku dan pacarku menikah di akhir th. 2016, dan kakak perempuanku menikah di th.2017. Tetapi, belakangan pacarku mulai berubah pikiran, ia merasa terlalu dini menikah, karna budget pernikahan msh belum terkumpul, dan banyak hal yg belum disiapkan. Hal ini sudah membuatku kecewa, seharusnya sebelum ia memberikan ide untuk menikah th.2016, dia harusnya sudah memikirkan matang-matang. Bukan hanya sekedar berlomba-lomba siapa yg duluan menikah. Aku berusaha untuk mengerti, jadi pernikahan akan dilakukan sederhana saja, tidak perlu mewah.

* Pacarku adalah orang diluar kota Jakarta, sedangkan aku orang Jakarta. Kami berbeda kota, dan keluarga besar pihak pria ada dikota lain, sebut saja kota "A". Sesungguhnya, aku ingin sekali mengadakan pernikahan di kota Jakarta, karena kami berdua memang saat ini tinggal di Jakarta, bekerja di Jakarta. Tetapi karena keluarga besar pihak pria ada disana, maka aku mengalah. Hal ini membuat kecewa pihak keluargaku, karena aku jadi tidak bisa mengundang saudara-saudara ku untuk menghadiri pernikahan di kota "A". Aku sangat sedih dengan hal ini. Andaikan aku memilih seorang pria yg berasal dari Jakarta juga... T_T

* Pertengkaran-pertengkaran di keluargaku terus menerus terjadi, karena keluargaku yang tidak begitu suka dengan "suku" dari pacarku. Karena begitu banyak kabar tidak baik mengenai suku dia. Aku berusaha membela pacarku ketika keluargaku sedang membicarakannya (saat itu tidak ada pacarku)

* Ketika pacar kakak perempuanku, setiap hari datang ke rumah, membawakan makanan, buah-buahan, terkadang makan diluar restoran mahal dengan kakakku. Aku tahu kondisi keuangan pacarku pas-pasan, aku selalu berusaha agar kami tidak boros, tidak makan makanan yg mahal, sebisa mungkin jika weekend, terkadang aku masak dirumah, agar kami tidak perlu makan diluar.

* Ketika mama dan tantenya datang ke rumah, untuk membicarakan pernikahan kami, kakak perempuanku ikut mendengarkan. Setelah pulang, aku tanya pada pacarku, apa pendapat mama dan tantenya, katanya kakak perempuanku pinter dandan.. Aku menceritakan pada keluargaku, kata keluargaku, itu seperti sindiran, bahwa kakak perempuanku jauh lebih cantik daripada aku. Aku sedih mendengarnya, tidak seharusnya dia menceritakan itu, jika itu adalah sebuah sindiran.

* Pernah suatu kali, pacarku batuk-batuknya kambuh, aku memintanya utk ke dokter, karena takut TBCnya kambuh. Sekalian aku mengetes dirinya, aku bilang, km ke dokter aja, dia tetap keras kepala. Sampai aku bilang aku mau putus klo dia gak mau ke dokter. Dia tetap gak mau dengar, saat itu aku tau, dia lebih merelakan aku pergi dari dirinya, daripada dia memilih untuk ke dokter yg jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Yah, sungguh kecewa hatiku melihatnya, hari itu aku menangis seharian dikamar. Akhirnya dia meminta maaf padaku, bahwa sakitnya biasa saja, bukan hal yg perlu dikhawatirkan. Jadi, dia tetap merasa tidak perlu ke dokter. Lihat! betapa dia keras kepala, kan?

* Suatu hari kami berdiskusi tentang cincin pernikahan, mengenai warna emas ataupun emas putih. Awalnya aku mau emas kuning karena menurut mamaku, jauh lebih berharga nilainya, dia maunya emas putih, tidak mau yg norak-norak. Ok, setelah berdebat, aku pun mengalah, emas putih tidak masalah.

* Tentang cincin pernikahan, tau tidak, cincinnya saja belum dibeli, bahkan kami sudah berdebat tentang cincin itu. Suatu hari dia bilang, dia gak mau pakai cincin setelah pernikahan, cincinnya hanya akan dipakai saat pernikahan saja, tidak untuk sehari-hari. Aku bilang cincin itu lambang pernikahan, justru jika kamu tidak memakainya, tandanya kamu tidak mengakui pernikahan kami. Kami berdebat, hingga aku menangis lagi, -aku tidaklah cengeng- tapi aku sedih karena dia tidak pernah mengalah, berpihak pada ku sedikit saja, jika aku marah-marah, kecewa, sedih, barulah dia mau mengalah -terpaksa-.

* Papaku orang yang netral di keluarga, tapi suatu hari, ketika pacarku mempersiapkan renovasi rumah yang disewa untuk tempat tinggal kami nanti, papaku datang. Papaku sedang mengerjakan sesuatu, lalu pacarku seolah ingin membantu, mengambil alih pekerjaan papaku. Lalu, tidak lama, papaku mengerjakan yg lain, pacarku beralih dari 'hal sebelumnya blm selesai' ke pekerjaan papaku yg baru. Alhasil papaku merasa pacarku seolah tidak mau dibantu, segala hal 'seolah dia bisa mengerjakannya sendiri tanpa bantuan papaku'. Hal itu membuat papaku tidak suka padanya. -cari muka-

* Ketika langit sudah mendung, papaku hendak meneruskan mengawasi tukang yg sedang renovasi, saat itu sudah jam 5 sore. Pacarku memintanya untuk pulang, padahal sudah mendung. Katanya takut papaku nanti kehujanan, akhirnya papaku mengalah, pulang, dijalan pun sudah kehujanan, sampai harus berteduh di warung kopi. Kata papa, sudah jelas-jelas mau hujan, malah dipaksa pulang, yah pasti keujanan dijalan lah. *speechless* aku malu sama papaku, sikapnya dia gak peka sekali, aku tau dia perhatian, tapi masa hal seperti itu tidak bisa dipikirkan oleh dia?

* Berulang kali aku bertengkar dengan keluargaku, berulang kali aku bilang, aku tidak membela pacarku, kalaupun aku perlu putus darinya saat ini pun aku rela. Tingkat stress ku semakin tinggi..

* Mengenai Gaun Mamanya Pacarku, dia memutuskan akan membeli gaun sendiri, sedangkan mamaku bilang gaun dari bridalpun tidak masalah. Ketika aku menanyakan pacarku, mamanya akan pilih gaun warna apa, supaya nanti bisa disesuaikan oleh mamaku. Aku ingin gaun keluarga mempelai warnanya senada, karena pada saat photo pernikahan akan terasa aneh, jika tiba-tiba gaun mamanya berwarna biru, sedangkan gaun mamaku berwarna pink atau peach. Dia bilang warna-warni ajalah biar gak repot. Tuh kan, baginya pernikahan ini tidak terlalu penting, sesuka hatinya saja. T_T aku merasa tidak dihargai. padahal aku berusaha agar mamaku nanti menyesuaikan dengan mamanya. bukan meminta mamanya harus pilih warna tertentu. aku sedih, setiap hal pendapat yg aku keluarkan TIDAK PERNAH dihargai sedikitpun olehnya.

* Beberapa kali aku mengajaknya berdiskusi mengenai honeymoon, bagaimana jika ke Bali. Pacarku berkata, nanti saja dibicarakan, belum ada budgetnya. Suatu ketika, dia bilang teman baiknya dari Amrik akan datang ke pernikahan kami. Lalu pacarku menanyakan : Bagaimana kalau keluarga kamu pulang di hari Sabtu saja? (awalnya sudah ditentukan keluargaku balik ke Jakarta hari Minggu). Aku bilang aku akan menanyakan mereka dulu. Lalu aku menanyakan lagi, kita mau berapa lama di kota "A". Gimana kalau kita honeymoon ke pulau dewata?~ (maksudnya bali), lalu dia langsung bilang boleh, tapi bagaimana kalau teman baiknya dari Amrik ikut jalan2 juga ke Bali.. WHAT?? masa honeymoon bertiga dg temannya? dan kenapa juga dia begitu cepat berubah pikiran ttg ke Bali. Langsung OK, ketika berbicara ttg teman baiknya. Sedangkan aku sudah berhari-hari mengajak dia ke Bali, tidak pernah di jawab seserius ini. *speechless*

Akhirnya aku mengerti, nampaknya diriku ini tidak lebih berharga dibandingkan :
* biaya ke dokter
* tidak pakai cincin
* teman baiknya dari Amrik
* gaun mamanya

Terakhir x dia mengatakan aku terlalu pembenci dan pencemburu. Biarkan aku hidup dalam kebencian dan kecemburuanku, begitu katanya. Hatiku semakin sakit & terpukul.

Minta masukannya dari semua yg disini, lebih baik aku pisah dari dia, atau tidak? Jujur, aku merasa selama bersamanya, lebih banyak dukanya daripada sukanya.
Baca ini sudah sangat jelas maunya kk kok cuma butuh dukungan hehe.

Buat jaga2 siapa tau kk emosi menjelang nikah, coba kk ambil waktu tenang 1-2 hari dan berhenti memikirkan mengenai pernikahan. Saat itu coba bayangkan kk tidak menikah. Apa yang kk rasakan?

Semoga bisa dapat keputusan terbaik.
Zzz.. thread pencari dukungan & pembenaran.

Well.. wake the hell up, you're not a princess and not everything must cater to what you want.

Oh and please, don't take everything personally.

Dikit-dikit kecewa, dikit-dikit marah, dikit-dikit sedih, dikit-dikit nangis.. emoticon-Busa:


You know what.. cancel the wedding.

Kamu belum cukup dewasa dan layak untuk ke jenjang berikutnya.


You're still whiny little girl who isn't over with your Disney princess wannabe


The problem is not with your fiance, THE PROBLEM IS WITH YOU, YOU ARE THE PROBLEM.


KASKUS Ads
Quote:


Iya.. entah karena banyak hal yang perlu dipersiapkan, dan merasa byk tekanan jg dr keluarga. Inginnya sih dia lbh mendukungku, bukannya selalu berdebat ttg byk hal.

Ok sis, makasih sarannya. Nanti saya coba 1-2 hari utk berhenti berpikir mengenai pernikahan ini.
Quote:


Kalau aku mau jadi seorang princess, sudah pasti aku gak akan memilih dia.

Ya mungkin aku memang blm cukup dewasa utk pernikahan ini. Yg aku tau, keluargaku tidak senang dg pernikahan ini. Dan aku mulai menyetujui pandangan keluargaku ttg dirinya.

i don't take everything personally. I'm discuss with him about my problem.. ya.. dia hanya membela diri, dan tetap melakukan hal2 yg akan merusak reputasi dia di mata keluargaku.

Tidak bs kah sesekali dia berada di pihakku? Setelah pernikahan, ia memilih menemani teman baiknya, ketimbang menemani keluargaku utk berkeliling di kota kelahirannya. Bukankah hal itu lagi-lagi akan menimbulkan efek buruk dia dimata keluargaku. Dia tidak menghargai keluargaku, bagaimana keluargaku bs menghargainya?
Semua orang yang mau nikah bakalan ngalamin hal itu kok
even orang yang jarang berantem pun bisa jadi berantem karna hal kecil menjelang pernikahan
itu karna banyaknya hal yang musti lo urus, belum lagi campur tangan keluarga, hal2 kecil bisa jadi besar karna pressure mental dikeduanya lagi tinggi2nya.

Mau nikah sama siapapun, bakalan ada fase itu kok, nah sekarang kalo lo ga bisa yakinin diri lo sendiri buat lanjutin rencana pernikahan ini, ya siapa lagi yang bisa yakinin?
lo masih punya waktu banyak buat urus semua, gw sebelom merid cuma punya waktu 3 bulan emoticon-Big Grin dan itu lelahhhhh banget mentally and physically emoticon-Hammer

sempat ragu, galau, fase2 yang sedang ente alamin sekarang lah, tapi akhirnya ttp pada pendirian dan ternyata abis resepsi semua beban terangkat, everything is back to normal lagi.

Soal budget, kalau uda tau terbatas, janganlah muluk2, sederhana aja, yang penting keluarga dan teman dekat tau lo menikah, kalo maunya wah tapi budget terbatas, ya itu gw bingung sih emoticon-Ngakak (S) dan ngutang bukan way out emoticon-Nohope
cancel your wedding, dear.
masalah banyak muncul menjelang wedding, yes bener.
pasangan ribut gede menjelang wedding, yes bener.
camer dan ortu bikin ribet dan pusing, yes bener.
tapi bukan berarti kamu gak dihargai pasangan kamu sendiri.
kalo uda sangat2 berbeda begini lebih baik gak usa nikah.
mumpung kamu belom sebar undangan.
kamu berhak bahagia emoticon-Smilie
ingat, ortu kamu tuh sayang banget sama kamu. kamu gak mau kan liat ortu kamu sedih karena kamu nyesel menikah????
Quote:



Efek, image, pandangan, the hell with that emoticon-fuck
Intinya kamu seneng apa ga ?
Karena adanya pernikahan ini kamu bahagia apa ga ?
Thats the essence of marriage !

Kalo ga seneng, ga bahagia, jangan merid !

dont make simple things complicated
Lu dan dia belum dewasa
Itu sudah

Saran gw, break dan tunda nikah kalo emang belum siap

emoticon-Cool
nyimeng...eh kamsudnya nyimak ni trid dulu.
Pembelajaran biar ntar tidak terlalu shock saat persiapan wedding emoticon-Malu
batalin aja pernikahannya, putus cari pasangan lain yang nggak perlu drama berkepanjangan. nikah ga seribet itu
emoticon-Jempol
Quote:


halah ribet loe!

"Minta masukannya dari semua yg disini, lebih baik aku pisah dari dia, atau tidak? Jujur, aku merasa selama bersamanya, lebih banyak dukanya daripada sukanya."

Jujur, aku merasa selama bersamanya, lebih banyak dukanya daripada sukanya.

loe sendiri udah bisa bilang di atas kalo loe lebih banyak dukanya daripada sukanya.

so, kalo emang ribet ngapain mau nikah?

gak usah banyak drama, putus aja dan istirahat dulu jangan mencari pasangan.

case closed.
Ok lah kalo menurut cowok,cewek itu ribet dan banyak maunya. Tapikan kalo udah cuek bebek gini apa yg bisa di maklumin sih. Seenggaknya kasi suportlah. Yg tabah sist emoticon-Malu
maaf.. cancel the wedding.. kmu belom waktunya nikah sist.. hidup pernikahan lebih banyak lika liku.. kaya gitu aja kmu pusingin gimana nanti??? ga usa di bikin ribet dan drama lah..
fyi, memang mau nikah banyak setan pengganggu..

1. yang membiayai pernikahan siapa?? jika dr keluarga pria ya uda nurut aja mau rayain dimana.. atau ga bikin 2 pesta kecil2an..

2. mengenai sindiran siapa yg lebih cantik.. namanya mulut emak2 ga usa di dengerin.. dan saran aja sih sis.. hal kaya gitu ga usa terlalu sharing ke keluarga banyak2.. banyak mulut banyak masalah banyak konflik..

3. mengenai ke dokter.. sorry.. ancaman putus sis itu terlalu childish.. calon suami kamu juga pasti males nurutin kalo ngancemnya masalah hubungan.. uda mau merid kok ngancem putus?jangan2 nanti ud merid apa2 ancem cerai

4. win win solution beli cincin yang kombinasi emas putih dan kuning.. ga usa di perdebatkan lah.. mending mikirin cateringan buat hari H

5. terkadang memang ada yang sayang kalo utk hari2 cincin di pakai.. awal nikah aku juga tiap hari pake.. lama2 ga betah dan tu cincin jadi gampang kegores.. salaman ma orang pun sakit.. akhirnya sekarang dipake kalo mau pergi2 aja.. dan temen2ku banyak sih yang begitu juga.. malah ada yg di jual.. biasa aja sist.. hal kaya gini mah udalah di jalanin dulu aja..

6. mengenai renovasi.. ya beda pendapat aja.. mungkin calon suami sist ga mau ngerepotin.. positif thinking.. mending ngurusin gaun..

7. mengenai gaun mama.. beli bareng aja sis gaunnya.. biar warnanya sama.. dan memang bener sih kadang ada yang ga mau repot masalah gituan.. bukannya krn pernikahannya ga penting..

8. mengenai honeymoon.. ya uda sih jujur ngomong aja : aku kan maunya berduaan sama kamuu
ohya.. kalau sis batalin dan someday mau menyiapkan nikah lagi.. ya fase ribet galau nya sama sis kaya gitu.. wajar banget dan kalau sis berhasil lewatin.. pas selesai hari H.. rasakan sendiri kelegaannya.. semua pusing stress keangkat sis.. beneran.. waktu selesai pesta.. ak ampe kebangun dr tidur tuh kepikiran "aduh apalagi yang belom???" dan pas liat suami di samping rasanya "eh udah ya.." *lanjut molor* hahahhaha
Nikah bukan cuma berdasarkan asas kasih sayang aja. Banyak yang harus disiapkan dari fisik, batin juga materi. Nikah jg bkn dua kepala doang, dua keluarga coy.

Aku bingung, km tau calonnya begitu trs udah ngmg ini jeleknya itu jeleknya. Kamu udah tau harusnya gimana. Trs ngapain lg dah masih nanya ini itu ini itu, itu sista2 lain udah komen kamu masih aja nanya harus gimana... Hm.

Kamu yg lbh tau ttg pasangan dan hubungan kamu ini. Jadi coba pikirkan baik buruknya gmn. Atau kalau emg butuh sharing, kata aku cb cerita ke tmn deket atau saudara deket kamu, mereka pasti lbh tau dan lbh ngerti ttg kalian.