alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bloger yang Mengulas Politik dan Kaitannya Menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570b0390c0cb179b358b4569/bloger-yang-mengulas-politik-dan-kaitannya-menjelang-pilgub-dki-jakarta-2017

Bloger yang Mengulas Politik dan Kaitannya Menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017

Bloger yang Mengulas Politik dan Kaitannya Menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017
Foto Ilustrasi | Rachel Johnson/Flickr

Sebuah tulisan adalah cermin dari perilaku penulisnya sendiri. Mungkin sebagian penulis itu piawai merangkai kata yang indah, menyentuh hati, dan berbagai kata bijak di dalamnya.

Ya, penulis itu bisa bijak dalam tulisannya. Tapi, penulis itu sendiri kadang tak bijak untuk saling berkomentar, saat tulisannya dikritik pembaca, dan para penulis lainnya.

Nah, penulis media online ini, seperti bloger, penulis konten di website, atau hanya sekadar menulis di media sosialnya sendiri.

Hakikatnya menulis adalah menerangkan. Secara umum maksudnya adalah untuk membuka pengetahuan bagi yang membacanya. Jika seorang penulis itu bisa menerangkan sesuatu dengan baik dalam ulasannya. Bisa dibilang ia berhasil mencerdaskan pembaca.

Fakta di lapangan, ternyata sebagian penulis di blog, tidak sesuai apa yang ia tulis selama ini. Biasanya bloger yang demikian gigih sekali mengulas permasalahan yang memicu emosi pembaca.

Misalnya bloger yang mengulas politik.

Perpolitikan di seluruh dunia memang selalu menjadi topik hangat. Sama halnya dengan Indonesia. Terutama mengenai persaingan kekuasaan. Maka tak heranlah, setiap partai memiliki punggawa menulis yang bisa membentuk opini pembaca, opini rakyat Indonesia.

Kita bisa melihat kenyataan ini di blog umum milik media-media besar Indonesia. Saksikanlah artikel-artikelnya, dan lihat pula komentar berantai di bawahnya. Waw, terkadang bisa bikin geleng-geleng kepala.

Pantaskah seorang bloger yang menjunjung tinggi idolanya (pemimpin yang dibela) yang isi artikelnya tentang “kesucian” sang idola, tapi saat ia berkomentar, keluar kata-kata tak terpuji?

Adilkah seorang bloger yang menulis judul dan isi tulisan di artikelnya, satu tokoh dipuji, dan satu tokoh lagi dimaki?

Inikan benar-benar tidak pantas. Ya, walaupun itu adalah kemerdekaannya sebagai seorang bloger dalam setiap tulisannya.

Boleh-boleh saja kita memuji setinggi langit sang idola, boleh-boleh saja kita menyucikan sang idola, tapi jangan pula merendahkan dan menghinakan tokoh lain.

Menulis bisa bernilai kebaikan dan pahala, jika isi tulisannya bisa bermanfaat pembaca. Begitu juga sebaliknya, akan menjadi keburukan bagi penulis sendiri, jika menyesatkan (baca: membodohi) pembaca.

Tulisan adalah salah satu senjata ampuh untuk berkuasa.

Inilah yang dimanfaatkan para politis untuk menguasai, menyetir, memberi pandangan kepada publik.

Dan seorang penulis/bloger jika sudah cinta buta pada idolanya, hasilnya jadi ngawur. Tak bisa lagi membedakan mana prestasi, mana pencitraan, mana kewajiban. Semua yang ia tulis kebaikan-kebaikan idolanya, tanpa pernah sedikit pun menyinggung kesalahan idolanya.

Bukankah idolanya juga manusia? Yang ganteng seperti pria lainnya, yang punya kekeliruan seperti manusia lainnya.

Maka dari itu sedikit adillah dalam setiap tulisan, cerahkanlah pembaca, dan jadilah penulis dan komentator yang santun lagi terpuji. Jangan dibalikkan! Kasihan pembaca, kasihat rakyat Indonesia, yang sudah dijejali tulisan-tulisan yang tak mencerdaskan.

Nah, opini yang saya tulis ini akan terbukti (mungkin) menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Sekarang saja sudah mulai jelas. Silahkan sahabat simpan, bagikan, copy-paste, ini akan menjadi keseruan dan kelucuan.

Seru sebab setiap kubu saling menyerang melalui seorang bloger, yang tulisanya jadi viral di berbagai media sosial.

Lucu karena pembaca mulai cerdas, dan rakyat Indonesia mulai ter-edukasi dengan tulisan sehat.

Tak semua bloger berpihak, ada juga seorang bloger itu independen. Karena kesadaran dari seorang bloger itulah ia mencoba meluruskan, berupaya adil, agar pembaca, rakyat Indonesia bisa menilainya sendiri.

Biarlah bloger tetap bloger, tanpa harus jadi orang-orang barisan kepentingan. Pun jika ingin masuk ke barisan, bekalilah sifat-sifat terpuji, bentengilah hati agar tidak terprovokasi orang-orang di atas.

“Inilah waktunya pembaca tidak disendoki dari tangan bloger yang makanannya dari sang tuan.”

Salam blogger sehat, bloger cerdas.[] emoticon-I Love Indonesia

Sumber
Diubah oleh asmaradewo
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Nyimaxxxx


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di