alexa-tracking

Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570ad4f21a9975c5058b456b/rentetan-aksi-teror-yang-terjadi-di-indonesia
Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia
Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia
Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia

Belum lama ini masyarakat dunia kembali dihebohkan dengan aksi-aksi teror dari kelompok teroris yang mengguncang Ibu Kota Belgia Brussesl. Dalam aksi teror tersebut puluhan orang menjadi korban baik itu luka-luka maupun korban meninggal.  Aksi teror tersebut pun diklaim merupakan serangan dari kelompok militan yang mengatasi namakan diri mereka sebagai ISIS.

Seperti yang kita ketahui aksi teror seperti ini bukanlah pertama kali terjadi di dunia. Beberapa waktu lalu, Perancis juga dilanda teror dengan aksi pengeboman sekaligus penembakan kepada warga sipil yang lagi-lagi mengatasi namakan dirinya ISIS.

Di Indonesia sendiri sebenarnya serangan-serangan para teroris juga sudah beberapa kali terjadi. Sebut saja serangan bom Bali yang menjadi salah satuserangan teror paling banyak menelan korban dalam sejarah dunia. Tapi jika dilihat dalam catatan sejarah aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia setidaknya sudah terjadi hingga 33 kali, sejak tahun 1981 hingga tahun 2016 ini. Motif dari para pelaku pun tidak jauh berbeda dari para teroris lainnya, yaitu mereka ingin memusnahkan orang-orang yang mereka anggap sebagai kaum kafir meski sebenarnya mereka sendiri belum tentu telah menjadi orang yang telah beribadah dengan benar. Seperti apa rentetan aksi teror di Indonesia? Berikut ulasannya.



TAHUN 1981

Di tahun inilah aksi teror pertama kali terjadi di tanah air Indonesia. Kelompok teroris yang menamakan diri sebagai Komando Jihad melakukan pembajakan pesawat Garuda Indonesia dengan rute Palembang-Medan.  Dalam aksi ini para pelaku yang berjumlah 5 orang menuntut agar para rekannya sesama Komando Jihad dibebaskan dan diterbangkan ke daerah yang dirahasiakan, lalu mereka sendiri meminta uang tebusan sejumlah 1,2 juta US$. Dalam aksinya mereka dengan kejam membunuh 1 orang yaitu kapten pesawat, sebelum akhirnya pasukan militer Indonesia berhasil membunuh 3 teroris saat pembebasan sandera, 1 lainnya tewas dalam perjalanan pulang ke Indonesia dan melumpuhkan 1 orang teroris lainnya.



TAHUN 1985

Di tahun 1985, Indonesia kembali di guncang dengan serangan teroris, tak main-main serangan ini dilakukan pada situs bersejarah tanah air yaitu Candi Borobudur. Para pelaku yang disebut bernama Mohammad Jawad alias Ibrahim alias Kresna (otak serangan), Abdulkadir Ali Alhabsyi dan Husein Ali Alhabsyi ini melakukan pengeboman karena kecewa dengan tragedi Tanjung Priok dalam masa transisi Orde Baru.



TAHUN 2000

Setelah serangan bom di Candi Borobudur, tanah air tercinta sebenarnya sempat aman dari para teroris. Namun 15 tahun berselang tepatnya pada tahun 2000 aksi-aksi serangan teroris kembali terjadi. Di tahun ini rentetan serangan teroris terjadi hingga 4 kali dalam 1 tahun.

1 Agustus, serangan bom yang dilakukan oleh Abdul Jabar bin Ahmad Kandai, Fatur Rahman Al-Ghozi dan Edi Setiono di Kedubes Filipina menewaskan 2 orang dan 21 luka-luka.27 Agustus aksi teror kembali terjadi, pelaku Iswadi H. Jamil dan Kopda Ibrahim Hasan melakukan pengeboman di Kedubes Malaysia., untungnya serangan ini tidak menimbulkan korban13 September, Indonesia kembali diguncang dengan teror bom, kali ini para pelaku Teungku Ismahudi, Riwan bin Ilyas dan juga Ibrahim Hasan menyerang Bursa Efek Jakarta dengan bom mobil. 10 orang meninggal dan 90 lainnya luka-luka menjadi korban dalam serangan teror ini.24 Desember inilah menjadi rentetan serangan bom terbanyak dalam sejarah Indonesia. Para pelaku Furqon, Syamsudin, Azahari, Hambali, Mahmud, Tarmizi, Abdul Zabir dan Imam Samudera menyerang 12 gereja di berbagai Kota di tanah air. Dalam serangannya 16 orang meninggal dan 96 orang lainnya mengalami luka-luka.



TAHUN 2001
Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia

Para pelaku teror kembali melakukan aksinya pada tahun 2001. Bahkan tidak hanya di Ibu Kota Jakarta tapi juga hingga ke Makassar Sulawesi Selatan. Pada tanggal 22 Juli, para pelaku melakukan pengeboman di gereja Santa Anna dan HKBP yang menewaskan 5 orang. Bulan berikutnya pada 23 September Edi Setyono dan Taufik Abdullan yang merupakan warga Negara Malaysia mengebom Plaza Atrium Senen Jakarta dengan 6 orang mengalami luka-luka. 12 oktober restoran cepat saji KFC Makassar di guncang bom untungnya tidak ada korban. Teror bom kembali terjadi pada tanggal 6 November di Australiam Intenational School Jakarta.



TAHUN 2002

Setelah aksi teror di tahun 2001, tidak lama tepat di pergantian tahun 2002 rentetan aksi teror kembali terjadi di tanah air.

1 Januari rumah makan di daerah Bulungan Jakarta dilempar granat yang menewaskan 1 orang dan 1 orang lainnya luka-luka. Disaat yang sama sejumlah gereja di Kota Palu juga terjadi ledakan bom untungnya tidak ada korban jiwa

Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia


12 oktober, hari inilah yang menjadi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. 202 orang meninggal dunia dan sekitar 300 orang luka-luka menjadi korban dalam tiga rentetan ledakan bom yang terkoordinir dengan rapih oleh para pelaku yaitu Abdul Hamid, Abdul Rauf, Imam Samudra alias Abdul Aziz, Achmad Roichan, Ali Ghufron alias Mukhlas, Ali Imron alias Alik, Amrozi bin Nurhasyim alias Amrozi, Andi Hidayat, Andi Oktavia, Arnasan alias Jimi, Bambang Setiono, Budi Wibowo, Azahari Husin alias Dr. Azahari alias Alan, Dulmatin, Feri alias Isa, Herlambang, Hernianto, Idris alias Johni Hendrawan, Junaedi, Makmuri, Mohammad Musafak, Mohammad Najib Nawawi, Umar Patek alias Umar Kecil, Mubarok alias Utomo Pamungkas, Zulkarnaen.

5 Desember kota Makassar juga kembali diguncang serangan teror namun kali ini ledakan yang terjadi di McD ini menelan korban jiwa, 3 orang meninggal dan 11 lainnya luka-luka menjadi korban dalam serangan ini.



TAHUN 2003

Di tahun ini rentetan serangan teroris kembali terjadi. Dimulai dengan aksi Ajun Komisaris Anang Sumpena yang meledakkan bom rakitan di Lobi Wisma Bhayangkari karena dipecat yang kemudian berlanjut pada 27 April dan 6 Agustus masing-masing di Bandara Soekarno Hatta dan juga hotel JW Marriot yang menewaskan 11 orang dan 162 orang luka-luka. Dalam serang ini Dani Dwi Permana, Nana Ikhwan Maulana, Ibrohim dan juga Noordin M Top disebut sebagai pelaku dan otak serangan di JW Marriot.



TAHUN 2004

Pada tanggal 10 Januari kota Palopo, Sulawesi Selatan ikut diguncang dengan ledakan bom yang menewaskan 4 orang. Tak lama berselang Kedubes Australia pada 9 September juga diteror dengan bom bunuh diri oleh pelaku Heri Kurniawan alias Heri Golun dan kelompoknya. 12 Desember kota Palu kembali dihebohkan dengan ledakan bom yang terjadi di Gereja Immanuel untungnya tidak ada korban jiwa dalam serangan teror kali ini.



TAHUN 2005

Rentan waktu Maret sampai Mei tiga ledakan bom mengawali tahun 2005 bagi masyarakat tanah air. Dua bom meledak di Ambon dan satu bom meledak di pasar Tentena yang menewaskan 22 orang.

Sebulan berselang tepatnya 8 Juni Pamulang, Tangerang kembali diteror dengan ledakan bom

Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia

tepat di depan rumah salah seorang petinggi Majelis Mujahidin Indonesia, untungnya tidak ada korban.

Pulu Dewata Bali pada 1 Oktober kembali diguncang dengan ledakan bom untuk kesekian kalinya di beberapa tempat yaitu R.AJA’s Bar, Kuta Square, Pantai Kuta dan Nyoman Café Jimbaran. Dalam serangan kali ini para pelaku bernama Wisnu, Azahari dan Noordin M Top menewaskan 22 orang dan 102 lainnya luka-luka.



TAHUN 2009

Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia

Tewasnya otak pelaku teror di tahun 2005 sempat membuat masyarakat tanah air tenang, namun tahun 2009 serangan teror kembali terjadi di tanah air. Bahkan inilah serangan teror yang paling menghebohkan Ibu Kota Jakarta. Ledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh Dani Dwi Permana, dan Nana Ihwa Maulana terjadi dalam waktu bersamaan di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton menewaskan 9 orang dan 52 lainnya luka-luka.



TAHUN 2010

2010 kembali menjadi tahun yang penuh dengan aksi teror, namun kali ini serangan terjadi tidak dengan bom melainkan penembakan dan perampokan yang terjadi di Aceh pada Januari 2010 dan September 2010 di bank CIMB Niaga yang dilakukan oleh Wak Gen alias Nn alias Mar, Sur alias Um alias Si, Kh Gh alias Abu Yas, Sob alias Abu Az, Da alias Ar, Den, Iw alias Rid, Ab alias Beb alias Rez alias Moz alias Abu Jih, Sup alias An Suj, Yon, Ag Sun alias Gap, Bag alias Den, Nib alias Am alias Arab, Ag alias Mar alias Ahm alias Ab Has, Baw, Her, Fer Riz Ad alias Blk, Dic Ilv.



TAHUN 2011

Tiga rentetan aksi teror di Indonesia juga terjadi di tahun 2011.
15 April di Masjid Mapolresta Cirebon yang menewaskan 26 orang termasuk pelaku bom bunuh diri Muchammad Syarif dan juga Kapolresta Cirebon.22 April Pepi Fernando juga nyaris menewaskan ratusan orang setelah meletakkan bom pada jalur pipa gas di Gereja Christ Cathedral, Serpong. Untungnya tidak ada korban jiwa setelah digagalkan kepolisian.25 September, giliran kota Solo diguncang bom tepat di pintu keluar GBIS. Untungnya korban tewas hanya satu yaitu Yosefa Hayat alias Ahmad Abu Daud yang merupakan pelaku bom bunuh diri.



TAHUN 2012

Di tahun ini Kota Solo lagi-lagi diguncang bom, kali ini ledakan bom granat meledak di Pospam Gladak, untungnya tidak ada korban jiwa.



TAHUN 2013

Kota Poso yang sekian tahun lamanya telah damai dan tentram akibat konflik antar agama, nyaris kembali bentrok lantaran aksi teror. Polres Poso pada 9 Juni diguncang dengan ledakan yang terjadi tepat di depan Masjid Mapolres Poso, untungnya hanya 1 orang luka dan 1 orang meninggal yaitu pelaku bom bunuh diri bernama Arif Petak alias Zainul Arifin.



TAHUN 2016
Rentetan Aksi Teror yang Terjadi di Indonesia
14 Januari 2016 masyarakat Indonesia yang sepanjang tahun 2015 hidup nyaman dan damai kembali diselimuti rasa was-was setelah terjadinya kasus bom bunuh diri dan juga penembakan tepat di Plaza Sarina, Thamrin. Sekitar 8 orang meninggal dan 13 luka-luka dalam aksi teror Dian Juni Kurniadi, Muhammad Alif, Afif alias Sunakin dan Ahmad Muhazan.

Setidaknya terhitung sekitar 33 rentetan serangan teroris yang pernah terjadi di tanah air. Haruskah serangan seperti ini kembali terjadi? Haruskah muncul lagi bombe-bomber baru? Mari kita dukung aparat keamanan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bumi Pertiwi Indonesia dari serang bom oleh para pelaku tidak berprikemanusiaan yang penuh dengan ideologi-ideologi sesat.
serem , moga gak terjadi lagi emoticon-Takut
Banyak juga ya ganemoticon-Takut
Gpp teroris yg mati dah dapat 72 bidadari emoticon-Embarrassment