alexa-tracking

Yg Pintar Butuh Berjam-jam, yg Galau Butuh 30 Menit, yg Stres Cuma Butuh 3 Menit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5703d567529a45fa658b4571/yg-pintar-butuh-berjam-jam-yg-galau-butuh-30-menit-yg-stres-cuma-butuh-3-menit
Yg Pintar Butuh Berjam-jam, yg Galau Butuh 30 Menit, yg Stres Cuma Butuh 3 Menit
Yg Pintar Butuh Berjam-jam, yg Galau Butuh 30 Menit, yg Stres Cuma Butuh 3 Menit

SOLO, KOMPAS.com - Mantan anggota Jamaah Islamiyah, Abdulrahman Ayub menyebutkan, Jamaah Islamiyah menggunakan hadis dan ayat-ayat di al Quran untuk membuat para pemuda tertarik untuk bergabung dengan kelompok radikal ini.

"Kalau yang pintar butuh berjam jam, yang sedang galau butuh 30 menit dan kalau yang baru stres, cuma butuh tiga menit," kata Abdulrahman saat menjelaskan bagaimana merekrut pemuda untuk bergabung ke kelompok radikal.

Abdulrahman menjadi pembicara di Seminar Nasional Gerakan Pemuda Indonesia Membaca untuk Persatuan Indonesia Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional di Gedung Graha Sabha Buana, Solo, Selasa (5/4/2016).

Ungkapan tersebut membuat peserta seminar terperangah. "Mungkin tim Jihandak punya alat deteksi bom, namun untuk memberantas (mendeteksi) terorisme ini, butuh waktu. Paham terorisme tidak semata mata muncul begitu saja dari dalam diri seseorang tetapi melalui doktrin paham penafsiran agama yang salah, sasarannya anak muda," kata dia.

"Kalau sedang stress dan galau, atau banyak masalah, dan disuguhi ayat-ayat suci yang bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, siapa yang tidak senang. Tapi penafsirannya banyak yang menyimpang," katanya.

Abdulrahman yang sempat menjadi Kepala Jamaah Islamiyah Australia ini mengisahkan perjuangan dirinya keluar dari kelompok Jamaah Islamiyah yang penuh tantangan.

Setelah mendapat pelatihan di Afganistan untuk berperang dengan Rusia, dia justru ke tanah air untuk berperang dengan NKRI. Wilayah tugasnya pun berpindah pindah dari Filipina hingga Indonesia.

Setelah menyadari paham radikalnya tersebut salah, dirinya memutuskan untuk berhenti dan keluar dari kelompoknya.

"Banyak yang salah, misalnya saja ada anggota ISIS yang tega memenggal kepala orang tuanya karena menolak dibaiat," katanya.

Ustad Abdul yang kedua orangtuanya bekerja sebagai PNS, mengaku harus menghadapi ulama ulama dari Indonesia dan luar negeri seperti Lebanon hingga Afganistan saat memutuskan untuk keluar dari Jamaah Islamiyah.

Penulis : Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Editor : Erlangga Djumena

Sumber : Kompas.com
kalau dah begini ada antidotenya gak
Wah pantes member fpi banyak ... banyak yg stres dan gagal hidupnya emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
Orang PINTAR kyknya gk mungkin deh.,!!

Mana ada org PINTAR yg mau maen bunuh.,!!

emoticon-Traveller
pertanyaan bodoh
ini semua karena pendidikan agama yg diberikan ternyata tidak bisa membentengi dirinya sendiri
jadi ada yg salahkah dgn sytem pendidikan agama nya ......
emoticon-Entahlah
pembicaranya jenggotan

ga yakin dengan kompetensinya
Pintar 3 jam
Stres 3 menit
Goblok 10 detik

Itu anggota fpi 10 detik semua emoticon-Big Grin
pantesan teroris2 itu muka stress semua
woooohhhh pantes emoticon-EEK!
Quote:


kalau yang bukan member fpi berarti pasti waras dan berhasil ya bray.
lagi galau n stress krn hidup gak jelas, dibuai2 diiming2in syurga n 72 bidadari perawan setiap saat, udah jalan dah tu pengantin siap bom bunuh diri di mana aja emoticon-Big Grin
Quote:


pada mecah rekor semua ya gan emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Ini yg harus di dengarkan.
Krn dia berpengalaman bukan berdasar asumsi atau baca gooogle doank.
Quote:



saya yakin postingan kakak ini ada benarnya emoticon-Angkat Beer
Quote:


Ya jawabannya kalo digampangin ya ane bilangnya 50:50 tapi kalo member fpi up 90 persen pasti pengangguran yg gagal idupnya breh emoticon-Smilie
Kalo hap hap berapa menit ya emoticon-Bingung
Quote:


rio haryanto lewaaaat laaay

emoticon-Ngakak
Menakutkan nih golongan emoticon-Takut emoticon-Takut
Quote:


biasanya sih pengangguran gan dan anak2 muda yang masih galau. contohnya pasukan fpi
×