alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Alami Kerugian Besar, Manajemen Krakatau Steel Duduk Tenang?Kok bisa?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57039800a2c06ea7408b456d/alami-kerugian-besar-manajemen-krakatau-steel-duduk-tenangkok-bisa

Alami Kerugian Besar, Manajemen Krakatau Steel Duduk Tenang?Kok bisa?

Jurnalekonomi.co.id

Spoiler for Krakatau Steel:


Meskipun rugi besar PT Krakatau Steel Tbk, BUMN produsen baja hanya melakukan perubahan tak signifikan terhadap susunan pengurus perseroan yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2015 yang digelar Senin, 4 April 2016.

Berdasarkan catatan JURNAL, Krakatau menderita rugi bersih senilai US$320,02 juta atau setara dengan Rp4,41 triliun (kurs Rp13.795 per dolar AS) pada 2015. Angka ini menunjukkan pembengkakan kerugian sebesar 117% dibandingkan kerugian tahun 2014 yang mencapai S$147,11 juta. Pendapatan emiten berkode saham KRAS tersebut juga anjlok 29,28% menjadi US$1,32 miliar pada 2015 dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar US$1,86 miliar.

Meski demikian, perubahan signifikan hanya tampak pada susunan komisaris. Binsar H Simanjuntak yang sebelumnya menempati posisi Komisaris Independen kini menjabat Komisaris Utama. Pria yang pernah menjabat sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat ini menggantikan posisi Achmad Sofjan Ruky selaku Komisaris Utama pada periode sebelumnya.

Sementara pada jajaran direksi tak ada perubahan yang berarti. Hanya tampak perubahan dengan masuknya Tambok P. Setyawati S dalam jajaran direksi perseroan menggantikanAnggiasari Hindratmo.

Berikut susunan Komisaris dan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2015:

Komisaris

Komisaris Utama : Binsar H. Simanjuntak

Komisaris Independen : Tubagus Farich Nahril

Komisaris Independen : Roy E. Maningkas

Komisaris : Harjanto

Komisaris : Ridwan Djamaludin

Direksi

Direktur Utama : Sukandar

Direktur : Hilman Hasyim

Direktur : Dadang Danusiri

Direktur : Imam Purwanto

Direktur : Ogi Rulino

Direktur : Tambok P. Setyawati S.
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Krakatau steel ini yg sahamnya dibuka dengan harga sangat rendah, terus mendadak melejit tinggi itu kah?
yang penting gajihan, kalo tekor minta ama negara emoticon-Traveller
tanya aja langsung ke dewan direksinya.
yang penting yg masuk kantong sendiri aman emoticon-Traveller
Gua yakin bed dah didalem susunan komisaris dan direksi pasti ade aloemni stm boedoet 1908,hmm emoticon-Cool
sudah berguru sama manajemen pertamina dan PLN
itu bisa rugi emangnya jual rugi apa pegimene?
Kangen masa kepemimpinan dahlan iskan jadi menteri bumn. Yg begini pasti udah diminta copot sama DI.
Yg rugi kan perusahaan, bukan punya dia.
dirut tetep untung dapat gaji

emoticon-I Love Indonesia
rugi 4T per tahun?
emoticon-Traveller
Quote:


seluruh perusahaan pengolah biji besi di mana2 pada hancur sekarang, beberapa tahun ke depan bakal banyak yang tumbang, yang bertahan, itulah negara industri baru. BUMN krakatau steel sepertinya terlalu berleha-leha.
gw masih ragu dengan sumbernya..
Quote:

Saingan mah banyak gan.
ada AKR, shell, petronas, total, chevron.
Apalagi harga minyak yg anjlok kayak begini.
Manajemennya yg yahud. Itu Pertamina bisnisnya dibuat beragam. Ada yg maen di bisnis bor, ikutan produksi dilapangan minyak luar negeri. Bisnis hotel, jualan aspal, udah akuisisi pabrik pelumas di thailand kabarnya. udah ikutan jualan properti juga malah.

sektor baja emang berat, ga cuma indonesia. hampir semuanya kelibas ama pabrikan china india.
Quote:

kenapa bisa gitu? harga jatuh apa gimana? apa permintaan dikit?
temen gua aja gawe nya nyantai parah tidur2 doang di KS emoticon-Ngakak (S)
Menteri BUMN apa kabar? emoticon-Malu (S)
Quote:


Quote:


China lesu, sehingga supply ke China yg sebelumnya sangat tinggi untuk bahan baku industrinya menjadi over supply, dilempar keluar dengan harga murah. Kebanyakan baja murah dari China diserap oleh India tapi produksi baja India sendiri sudah sangat besar, over projection.

Harusnya dengan adanya Jokowi dengan fokus ke infrastruktur bisa sedikit membantu Krakatau Steel, tapi yaaaa....
untung bilang rugi, rugi ya ttp bilang rugi. bumn cuy..
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di