alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57037fb498e31b984a8b4567/rediscovering-memories
Rediscovering Memories
Rediscovering Memories

A truly amazing cover design thanks to quatzlcoatl

Rediscovering Memories

Setiap orang pasti memiliki kenangan. Entah itu pahit atau pun manis. Semua yang kita alami setiap detiknya akan terekam dengan sendirinya didalam kepala kita, beberapa begitu membekas dalam ingatan entah itu karena hal baik atau buruknya, seberapa besarnya perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita tidak akan pernah bisa merubah apa yang sudah tertanam dalam bentuk ingatan itu. Disini gue akan mencoba menelusuri kembali ingatan gue selama beberapa tahun ke belakang, memproyeksikan kembali kenangan kenangan yang begitu membekas dalam ingatan gue dalam sebuah bentuk tulisan tangan. Kenangan tentang seseorang yang begitu berarti untuk gue..seseorang yang selalu mengisi hari hari gue..seseorang yang selalu ada disamping gue, melukiskan senyumnya untuk menghangatkan hari hari gue, menitihkan air matanya untuk menangisi gue, sebuah kenangan yang selamanya akan selalu mengiringi langkah gue.

"Good times come and go, but the memories wont seem to let me walk away"



Spoiler for Side Story:


"The only reason people hold on to memories so tight is because memories are the only things that don't change when everything else does"
Menarik nih cerita ane pantau deh. keep update ya gan

Part 1

Satu hari di bulan Juli 2011

Pagi itu gue bersemangat untuk mendatangi perguruan tinggi tempat gue akan menuntut ilmu selama beberapa tahun kedepan untuk pertama kalinya. Gue cukup terkejut karena gue bisa lolos dalam seleksi masuk universitas negeri terbaik yang berkedudukan di jakarta ini, padahal seinget gue, bagian matematika dalam ujian seleksinya sama sekali tidak gue isi dan hanya mengisi soal soal dari mata pelajaran lain. Dalam pikiran gue yang masih keheranan,gue mencoba untuk tetap berfikir positif,mungkin memang ini jalan yang ditujukan buat gue.

Maka pagi itu gue bergegas masuk ke dalam mobil bmw tua keluaran tahun 1990 gue yang selalu setia menemani masa sekolah gue dulu di sma dan segera bersiap untuk menjemput sahabat gue Rayi di rumahnya, karena kebetulan kami diterima di universitas yang sama dan sepakat untuk melakukan daftar ulang bersama hari ini. Tak butuh waktu lama untuk sampai dirumah Rayi karena memang tidak terlalu jauh dari rumah gue, hanya sekitar 15menit gue sudah tiba didepan pintu pagar rumahnya.

Gue segera mengeluarkan handphone dari saku celana gue dan langsung mengirimkan pesan singkat kepada Rayi.

-men, gue udah didepan rumah lo nih- tidak perlu menunggu waktu lama pesan gue dibalasnya

-oke, tunggu bentar ya- balasnya singkat

Selang 5 menit Rayi sudah duduk di bangku samping gue dan kita bergegas untuk segera berangkat untuk menghindari kemacetan ibukota yang tidak dapat diprediksi. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit gue pun tiba di kampus yang di idamkan oleh banyak orang ini dan segera menuju tempat mendaftar ulang yang kelihatan nya sudah cukup ramai dipenuhi mahasiswa baru dari segala penjuru indonesia, kebanyakan dari mereka datang bersama dengan orangtua mereka yang terlihat bangga atas pencapaian awal dari anak nya yang sudah berhasil mencatatkan namanya sebagai mahasiswa di kampus ini.

"Men, kayanya kita harus ikutan ngantri disitu deh" kata Rayi sambil menunjuk antrian panjang yang berada didepan kami

"Waduh...bisa seharian kalo gini ceritanya nih" kata gue selagi mengamati keadaan dimana antrian ini masih diluar gedung aula dan didalam masih banyak prosedur yg harus dilakukan.

"Ya mau gimana lagi..gaada calo apaya" kata Rayi dengan bodohnya melihat sekeliling berharap ada calo antrian

".........." Gue malas menanggapi kelakuan kawan gue ini.

Sekitar satu setengah jam seluruh prosedur pendaftaran yang gue dan Rayi lakukan akhirnya selesai juga. Cukup lelah karna menyelesaikan prosedur,gue dan Rayi duduk di bawah pohon diluar gedung aula sambil menyulut rokok Marlboro merah gue,gue mencoba meluruskan kaki yang semenjak pagi terus berdiri mengantri.

"Men pinjem kunci mobil" kata rayi sambil mencolek colek lengan gue.

"Mau ngapain lo?" Tanya gue selidik

"Mau ambil minum,tadi gue sengaja bawa tapi lupa dibawa turun"

"Ooohhh...nih..jangan lupa dikunci lagi" kata gue sambil menyerahkan kunci mobil

"Iyeee bawel lo ah" katanya menggerutu sambil melangkah meninggalkan gue ke parkiran mobil.

"Enak juga suasana disini,bakal betah lah gue nih dikampus" kata gue dalam hati melihat keadaan sekitar yang banyak ditumbuhi pohon pohon sehingga mengurangi sengatan matahari siang ini.

"Eh...sorry..." Terdengar suara disamping kanan gue, suara yang terdengar sangat lembut dan anggun ditelinga gue,membangunkan gue dari lamunan sesaat tadi.

"Eh...iya...ada apa?" Segera gue menoleh dan mendapati sosok yang berdiri disamping gue, seorang wanita berparas cantik dengan rambut panjang tergerai yang mengenakan kaos biru tua dengan celana jeans panjang dan sneakers serta membawa tas jansport warna hijau muda.

"Lo mau daftar ulang juga ya?" Katanya dengan nada yang sangat lembut

"Oh...kalo gue...udah selesai daftar ulang tadi" jawab gue sedikit gugup karna masih kagum dengan keindahan didepan mata gue

"Yah...gue harus kemana dulu sih pertama nya? Gue gak ngerti nih" Kata dia sedikit mengiba dan kecewa dengan jawaban gue

"Pertama lo ambil map disitu..terus ngantri kesana.." Sambil gue menunjukan tempat tempat yg harus dia tuju nanti.

"Ehh..lo anterin gue kesana aja deh,boleh gak?" Muka nya seketika memelas yang buat gue malah terlihat menggemaskan entah kenapa gue mengangguk setuju

Gue langsung beranjak dari tempat duduk gue dan membuang rokok gue yg memang hampir mencapai ujung nya, kami berjalan berdampingan dan baru beberapa langkah dari tempat duduk gue semula dia menjulurkan tangan nya ke arah gue,mengajak bersalaman sambil bibirnya mengeluarkan satu kata

"Alexandra.." Diiringi dengan senyuman manis yang terlukis dibibirnya

"Bastian..." Jawab gue sedikit gugup sambil mencoba tersenyum "ya Tuhan..manis banget nih cewe" kata gue dalem hati.

"Panggil gue lexa aja ya" sambil tetap tersenyum dan mengakhiri jabat tangan kami "ohiya lo fakultas apa?" Sambung nya lagi

"Kalo gue program diploma-" sebelum gue sempat melanjutkan dia memotong

"Yaampun! ternyata kita sama hehehe" dengan nada dan ekspresi yang antusias seperti anak kecil melihat permen beruang
"Bagus deh,jadi gue udah punya temen disini" lanjutnya lagi sambil nyengir

"Hehehe iya..btw emang gaada temen sma lo yang keterima disini juga?" Tanya gue heran

"Nggak ada..." Jawabnya singkat sambil menggeleng pelan.

Gue melanjutkan dengan obrolan obrolan ringan basa basi orang kenalan pada umumnya, sesekali gue selipkan jokes yg membuatnya tertawa kecil tapi penuh arti, gue pun mengantar lexa sampai ke dalam aula dan dia bersikeras akan melanjutkan sendiri setelah gue jelaskan apa apa saja yg harus dilakukan,karena dia merasa tidak enak gue harus meninggalkan kawan gue sendirian, dan sesaat gue tersentak

"eh.......kawan.......eh.....iyaa...guekan tadi kesini berdua Rayi" gumam gue dalam hati,langsung gue mengambil handphone gue dan mendapat 17 pesan bbm dari dia dengan segala omelan dan 'ping!!' nya mencaritau keberadaan gue, dan disini gue teringat 1 hal lagi

"Kenapa gue gak minta kontak nya lexa" dengan merasa sangat menyesal gue gak mungkin balik lagi nyari dia ditengah aula,jadi gue putuskan untuk menelfon Rayi dan mencari dia,terdengar suaranya kesal diujung telfon sana hahaha..

Diperjalanan pulang tak hentinya gue memikirkan lexa, gue gak menyangka kalo hari ini bakal kenalan sama cewe seperti dia, gue bukan cuma mengaggumi wajahnya tapi juga sifat nya yang sangat ramah dan pembawaannya yang santai.

Gue hanya berharap kalo gue bakal secepatnya ketemu dia lagi.
Part 2

Di perjalanan pulang, gue menceritakan semua yang gue alami hari itu ke Rayi, cerita tentang pertemuan gue dengan seorang cewe bernama Alexandra yang menyebabkan gue sempat melupakan kawan gue yg satu ini

"Mana coba gue mau liat kaya apa orangnya.." Rayi penasaran dengan rupa Lexa "lo punya bbm nya kan?" Tanyanya lagi sedikit ragu

"Emm.....gapunya lah....itu sebenernya yang daritadi gue pikirin, gue lupa minta kontaknya hehe" gue nyengir bego

"Alaahhhhh percuma lo ceritain, gaada buktinya!" Sambil menghisap rokok dan menghembuskan keluar jendela mobil

"Tapi serius men, besok kalo ketemu lagi, gue kenalin.." Jawab gue antusias "semoga aja sih secepatnya" harap gue dalam hati

Kondisi lalu lintas kota jakarta sore ini agaknya gak bersahabat dengan gue, matahari hampir padam ketika gue sampai dirumah setelah mengantar Rayi pulang tentunya, melihat mobil warna putih terparkir di garasi,gue menyimpulkan bahwa kakak perempuan gue berada dirumah, lumayan lah ada teman ngobrol batin gue, turun dari mobil kaki gue lumayan linu dampak dari kemacetan yang mengharuskan gue bolak balik menginjak pedal kopling dan gue semakin malas untuk menapaki tangga yang menuju ke rumah.

Gue tutup pintu perlahan dan berjalan menuju ruang tengah rumah gue. Begitu terkejut nya gue mendapati ada Bapak dan Ibu gue di ruang tengah sedang menonton tv, rasa lelah gue seakan hilang begitu saja, mereka pun menoleh dan menyambut kedatangan gue, tidak lupa gue langsung mencium tangan kedua orang tua gue.

"Kok Bapak sama Ibu udah pulang? Katanya di kalimantan 3 minggu, perasaan baru 5 hari" tanya gue antusias

"Lohhh kan kita mau makan makan ceritanya nih, anak Bapak ada yang keterima di kampus unggulan hehehe" sahut nya diikuti dengan tawa khas nya

"Sini dulu dong, ceritain dong tadi ngapain aja di kampus nya?" Sambil menepuk nepuk ruang kosong di sofa tepat disamping nya

"Paling juga dia cari cari cewe cantik bu" suara yang tiba tiba saja datang dari kakak gue yang sendang menuruni tangga menuju ruang tengah

"Lah itumah kerjaan elo kalo dikampus" jawab gue sewot diiringi dengan tawa Bapak dan Ibu gue

Kami berempat mengobrol tentang keseharian kami biasanya, Bapak dan Ibu gue jarang dirumah dikarenakan pekerjaan Bapak yang mengharuskan dia meninggalkan rumah setiap saat, dan Ibu tentu berperan sebagai pengawas makanan yang dimakan oleh Bapak, sudah mulai berumur harus dijaga makanan nya kata Ibu. Gue sendiri adalah anak terakhir dari empat bersaudara, dengan susunan tiga cowok dan satu cewek, yang pertama bernama Bang Adam yang berjarak 6 tahun dengan gue, yang kedua Bang Alvin yang berjarak 4 tahun dengan gue, yang ketiga adalah Kak Daniva yang cuman berjarak 2 tahun dari gue jadi biasanya gue cuman manggil Niva.

Setengah jam berlalu dan kami berempat masi bercengkrama di ruang tengah, menghiraukan televisi yang daritadi menyala, gak lama abang-abang gue tiba dirumah dan kami segera bersiap siap untuk makan malam keluarga diluar.

Momen seperti ini merupakan momen yang sangat berharga buat gue, karena biasanya gue hanya berdua dengan Niva karna Bang Adam sudah tinggal dirumahnya sendiri karna akan segera menikah, dan Bang Alvin tinggal di apartement yang dekat dengan kantor nya,biar lebih efisien katanya.

Malam ini kami habiskan dengan banyak bercerita tentang kehidupan kami masing masing, gue ngerasa inilah yang benar benar disebut dengan quality time bersama keluarga,orang orang yang paling dekat dengan kehidupan kita, orang yang selalu menerima kita dan bersedia membantu kita dalam keadaan apapun, walaupun kami gak setiap saat akur satu sama lain, tapi gue yakin masing masing dari kami menyayangi satu sama lain.

Gue sayang kalian....
up up up
Part 3

Awal Agustus 2011

Kegiatan mahasiswa baru sudah dimulai, walaupun sebagai permulaan nya semua mahasiswa baru diwajibkan untuk latihan paduan suara yang diperuntukan sebagai pengiring wisuda, sisanya hanya perkenalan mengenai kampus dan fakultas dari para pembicara maupun senior. Para mahasiswa baru pun terlihat masih berkelompok dengan teman teman satu SMA nya dulu,termasuk gue yang selalu berkelompok dengan Rayi, Irvan, Kevin, dan Lino kawan kawan dari SMA gue dulu. Gue dan kawan kawan gue duduk di tribun timur baris atas, dan semenjak tiba disini, tak hentinya gue melihat kekanan dan kekiri untuk mencari satu sosok yang sangat ingin gue temui..ya sosok itu adalah Alexandra. Gue cukup kewalahan mencari Lexa diantara ribuan mahasiswa yang semuanya mengenakan kemeja dan celana putih ditambah dengan mata gue yang minus, gue merasa kalah pada keadaan, rasanya semesta belum ingin mempertemukan kami kembali. Rayi rupanya memperhatikan gelagat gue yang daritadi celingukan gajelas.

"Lo lagi nyari siapa sih men? Cewe yang lo ceritain itu?" Tanya Rayi bingung

"Iya men..tapi sial lah gue, terlalu banyak orang" sambil terus celingukan berharap bisa menemukan Lexa

"Coba gue bantu cariin dehh gue penasaran jugak" nampaknya Rayi bersemangat

"Eh.......emang lo tau dia mukanya kaya gimana men?"

"Kampret! Iya juga ya..gue kan gapernah liat juga haha" gue dan Rayi tertawa "yaudah coba lo kasihtau ciri cirinya" lanjut nya lagi, nampaknya dia betul penasaran

"Dia yang bajunya putih terus pake rok putih juga men" kata gue sekenanya

"Ohh.....iya iya..." Sedetik kemudian dia sadar "kampret! Kan emang semuanya pake putih-putih!!" Giliran gue yang tertawa lepas.

Sampai akhirnya kami berdua menyerah dan menyimpulkan bahwa ini sama saja dengan mencari cincin ditengah lautan, gabakal ketemu!

****

Beberapa hari berlalu dan gue masih belum pernah bertatap muka lagi dengan cewek yang pertama gue kenal pada saat mendaftar kesini. Sampai tiba di suatu siang pada jam istirahat makan siang, gue dan temen temen gue biasa makan di kantin yang bersebrangan dengan aula, tempat favorit kami adalah meja dibawah pohon besar di sudut kantin. Siang itu gue menyuruh yang lain untuk kesana lebih dahulu karna gue mau ke toilet yang rupanya mengantri panjang. Usai dengan urusan kamar mandi gue beranjak keluar aula dan tepat di garis lurus pandangan gue,gue melihat seorang cewek yang duduk sendirian dibawah bayang bayang pohon terfokus pada buku yang sedang dipegang nya sambil mengayunkan kaki nya pelan, rasanya sosok itu familiar dimata gue, Jantung gue tiba tiba berdegup kencang melihat tas jansport warna hijau muda yang dipangkunya

"Gak salah lagi..itu pasti Lexa!" Dalem hati gue yakin.

Gue berjalan mendekatinya dengan jantung masih berdebar, gue heran sendiri kenapa bisa deg degan kaya gini,padahal harusnya kan biasa aja, toh juga gue baru aja kenal dia. Gue hanya tinggal berjarak 2 meter dari cewek ini dan gue semakin yakin kalo dia adalah cewek yang gue temui waktu itu setelah semakin jelas penggambaran mata gue tentang sosok dia.

"Fix! Ini dia Lexa yang waktu itu!" Dalem hati

nampaknya dia sedang menikmati novel yang sedang dibaca nya sampai dia tidak sadar bahwa kini gue udah duduk tepat disampingnya, sesaat dia tersenyum sambil mebalik halaman yang selesai dia baca. Gue mencoba memberanikan diri untuk menyapa nya dan hasilnya kurang baik

"Ehemmm.." Bodoh..kenapa gue malah berdehem!

Sosok disebelah gue menoleh dan sedikit terkejut sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah gue

"Eh..lo yang waktu itu ya? Emmm...Baskoro yah?" Katanya sambil menyimpulkan senyum di bibirnya

"Whhaaaaaa...ttttt...????!! Baskoro??! Nama gue kenapa jadi Baskoro?!" Gue berkata dalem hati tentunya

sedikit shock karna dia lupa nama gue,gue mencoba meluruskan

"Bukan...ini gue Bastian, Baskoro mah yang punya warung deket rumah gue hehe" gue ketawa garing

"Hahahaha ohiyaaa maaf maaff! Gue lupa sumpah,gue cuman inget ada bas bas nya gitu" dia kembali tertawa lepas

"Iya iya gapapa hahaha" kata gue, "kok sendirian aja lex? Gak makan siang?" Gue mencoba membuat percakapan mengalir

"Iya, gue kan cuman satu satu nya yang nyasar kesini dari SMA gue,jadi gak ada temen nya" gue sedikit iba dengan keadaan dia "oiya gue juga bawa bekel ini..jadi gausah jajan dikantin hehe lo mauu?" Dia menawarkan bekal nya yang berupa roti coklat

"Nanti lo kelaperan lagi..udah lo abisin aja lex" tolak gue,karna emang gue prediksi bekalnya cuma sedikit dari bentuk tempat makan nya yg agak kecil

"Kalo laper ya tinggal beli makan dong hehe" sambil menutup buku nya dan menaruhnya kembali di tas

"Yeee masa gara gara gue lo jadi kelaperan haha"

"Gaklahh kan gue udah makan satuuu" katanya sambil nyengir lucu "oiya lo kenapa sendirian juga? Temen temen lo pada kemana?"

"Mereka pada lagi makan di kantin sana lex" menunjukan arah dimana kantin berada

Bersambung ke part selanjutnya
Rate 5 dl akh
Quote:Original Posted By cullacino
up up up


Thanksss gan
Quote:Original Posted By bp25
Rate 5 dl akh


Makasih gan, sorry post nya berantakan, gue pure newbi gan haha..
Part 4

"Mereka pada lagi makan di kantin sana lex" menunjukan arah dimana kantin berada

"Kesana aja yu-" belum sempat gue melanjutkan, ada suara yang memotong gue dari arah kiri Lexa

"Lex, ayuk temenin gue solat dulu, udah mau abis nih waktu istirahatnya" kata seorang cewek yang mengenakan kerudung diikuti dengan deringan handphone di saku gue

"Eh....iya....ayuk...deh..." Lexa menjawab dengab sedikit tebata-bata "gue kesana dulu yah bas" sambil menoleh kearah gue yang sedang menerima telfon dari Lino menanyakan keberadaan gue

"Eh ini pacar lo lex?" Kata cewek berkerudung yang sedikit terkejut "kenalin gue Arini" sambil mengajak gue bersalaman

"Bastian.." Jawab gue sambil menjabat tangan dengan Arini "pacar......amin sihh" gue ngarep dalem hati

"Eh bukan bukan Rin..cuman temen satu fakultas hehe" sahut Lexa halus dengan wajah memerah "ayuk rin udh mau masuk..dadah bass" melempar senyum ke arah gue sambil berjalan menjauh

"Eh iyaa..dadah.." Jawab gue tersenyum.

Gue memandang Lexa yang berjalan menjauh meninggalkan gue,sesekali menoleh ke arah gue untuk sekedar melempar senyum dan gue balas dengan senyuman. Dia mulai hilang dari pandangan gue, dan gue bersiap untuk menyusul kawan kawan gue di kantin untuk sekedar merokok karena waktu istirahat yang juga sudah mau habis.

"Kemana aja sih lo lama banget?" Selidik Lino

"Gue abis ketemu sama Lexa tadi hehehe" gue nyengir kegirangan

"Terus mana orangnya? Coba liat dong fotonya.." Sahut Rayi

"Mana sempet gue foto bareng,ada ada aja lo men" gue jawab sekenanya

"Yaaaaa siapa suruh foto bareng, liat aja dari display picture bbm nya" kata Rayi sambil menoyor kepala gue

"Eh..........siaalll gue lupa lagi minta kontaknya!!" Gue memelas

"Aahhhh mitos kali tuh cewe,paling lo tadi kenalan sama om om" ledek Kevin diiringi tawa yang lain

"......." Gue cuman bisa diem menerima semua ledekan kawan kawan gue, posisi gue gak menguntungkan untuk berdebat dengan mereka.

Jujur gue benar benar lupa untuk sekedar meminta kontak nya, karna gue juga hanya berbincang sebentar dengan Lexa tadi,keburu di sela Arini. Gue memutuskan untuk menunggu sebentar di luar aula sepulang nanti,hanya sekedar berharap kalau saja Lexa muncul dihadapan gue.

Kegiatan kembali berlanjut seperti biasa, menyanyi lagu lagu mahasiswa dan lain hal nya, gue lebih banyak menghabiskan waktu gue mengobrol dengan kawan kawan gue sambil sesekali gue melihat sekitar mencari keberadaan lexa,namun nihil, gue gabisa menemukan sosok itu diantara kerumunan orang didalam aula ini.

"Men gue duluan yahh,udah mulai sepi juga nih kayanya" celetuk Rayi membuyarkan lamunan gue

"Yaudah, ati ati dijalan men" sambil mengangguk pelan

Sudah sekitar 15menit gue duduk ditempat gue bertemu Lexa tadi,tapi gue belum juga menemukan dia diantara rombongan orang yang keluar dari aula. Setelah sekitar 45menit, gue pun memutuskan untuk pulang dengan mencoba meyakinkan pikiran gue bahwa mungkin Lexa sudah pulang duluan tanpa sepengelihatan gue.

****

Akhir bulan Agustus ini merupakan pengenalan fakultas, kami diajak berkeliling di fakultas masing masing sambil menerima pengarahan soal ospek fakultas yang sebentar lagi akan segera dimulai. Sejak terakhir gue bertemu Lexa waktu itu, gue belum pernah bertatap muka lagi dengan dia, beberapa hari sempat gue menunggu dia sepulang kegiatan mahasiswa ini,namun belum juga gue sempat bertemu dia.

Di tengah hari yang sangat terik, semua mahasiswa dikumpulkan per fakultas dan dibuat kelompok, satu kelompok berisi 15 orang yang dipilih secara acak oleh panitia, karna gue dan kawan kawan gue yang lain berbeda fakultas, maka jadilah gue sendirian disini sementara Rayi dan Lino sama sama di fakultas hukum dan Kevin bersama Irvan di fakultas ekonomi. Diantara barisan didepan gue,nampak sosok yang gue kenal, gue yakin kalo itu salah satu temen dari SMA gue

"Lumayan lah ada Risa, jadi gue ada temen disini" pikir gue.

Gue melihat sekitar dan rupanya masih belum memungkinkan menemukan Lexa di barisan ini. Pengarahan sudah dimulai, kami duduk melingkar dan memulai perkenalan, mata gue dan risa pun bertemu saat kami duduk bersebrangan dalam lingkaran, dia tersenyum sambil menunjuk gue mengisyaratkan

"Lo disini juga?"dan gue balas dengan senyuman dan mengangguk

Jujur gue tidak kenal akrab dengan Risa,hanya sesekli bertegur sapa disekolah karena memang kita gapernah satu kelas, tapi lumayan lah, paling tidak gue punya seorang yang sudah gue kenal sebelumnya.
Setelah perkenalan dan pengarahan selesai, Risa menghampiri gue yang sedang merapihkan buku catatan kedalam tas gue

"Eh Bas, rupanya lo disini juga? Hihi" sapa Risa ramah "gue kira lo anak hukum juga kaya belahan jiwa lo hahaha" katanya seraya tertawa lepas

"Belahan jiwa yang mana ya?" Tanya gue bingung, rasanya gue memang lagi gapunya pacar atau gebetan

"Si Rayi lah,siapa lagi! Hahaha lo kan kemana mana berdua dia" jawab nya semangat "jangan jangan lo berdua udah jadian hahaha" ledeknya lagi

"Asemmm..gue masih normal kalii" jawab gue kecut

"Ohiya, yang keterima di fakultas ini siapa aja cowonya selain gue?" Gue berharap setidaknya ada yang bisa gue ajak ngerokok bareng

"Hemmmm...kayanya gaada deh" jawabnya setelah mencoba berpikir sejenak "lo doang sih..kalo cewenya lumayan lah ada beberapa" lanjutnya

"Yahh...gaada temen ngebul deh gue" dalam hati

Kemudian gue dan Risa pun lanjut ngobrolin hal hal ringan sampai akhirnya dia berpamitan sama gue karena udah ditunggu temennya untuk pulang bareng dan gue pun memutuskan untuk ke parkiran stasiun terdekat untuk mengambil mobil gue yang setia menunggu gue seharian disana karna mahasiswa baru dilarang membawa kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Tepat ketika gue menyebrang jalan utama kampus dan sampai di halte bis kampus hujan turun dengan derasnya, gue sedikit heran karena kayanya daritadi gaada tanda tanda bakal hujan,jadi gue memutuskan untuk berteduh sembari menunggu hujan reda. Ada beberapa anak yang berteduh bareng gue dan ada 1 anak yang menarik perhatian gue sedang duduk di bangku halte melamun melihat ke jalan, jantung gue kembali berdegup kencang

"Eh.....itukan...." Ucap gue dalam hati
Quote:Original Posted By fastestracer


Makasih gan, sorry post nya berantakan, gue pure newbi gan haha..


Keren kok gan..lanjut trus hahaha
Part 5

"Lexa...." Sapa gue

"Eh...hai bass" sapaan gue membuyarkan lamunannya

"Kok belum pulang?" Pertanyaan bodoh

"Hujan bass..kan lo juga lagi neduh hehe"

"Eh...iya juga.." Gue malu sendiri "udah lama gue ngga liat lo,malah ketemu disini"

"Hehe iyaa..gue biasanya langsung pulang bas biar gak penuh keretanya" sambil tertawa kecil "eh iya gue boleh minta kontak lo ngga bas?"

Nah! Ini dia! Yang selalu lupa gue tanyakan ke dia..kali ini malah dia yang minta kontak gue, memang semesta sedang bepihak pada gue hari ini. Terimakasih semesta..

"Boleh banget!" Gue mengeluarkan handphone dari saku, dan kamipun bertukar nomer serta pin blackberry.

"Makasih ya bas..gue suka gaada temen ngobrol kalo lagi sendiri dikamar" tersenyum kecil tapi manis banget!

"Tenang Lex,gue selalu siap ngobrol 24jam haha"

Kami pun berbincang cukup lama karna hujan yang tak kunjung henti nya, sudah hampir 1 jam dan belum menunjukan tanda tanda akan mereda. Yang gue dapet dari obrolan gue dan Lexa sore itu adalah bahwa dia anak tunggal yang tinggal di sebuah apartement di kawasan kalibata, Lexa lahir dijakarta namun kecil dan menetap di medan karena urusan pekerjaan Ayah nya, dia disini seorang diri karna kebanyakan saudaranya tinggal di luar kota.

"Lo tau gak sih, gue waktu pertama daftar ulang itu bingung banget mau kesini, karna gue gak ngerti jurusan transportasi umum" gue masih nyimak sambil sesekali mengangguk

"Jadi gue naik taksi deh..dan sampe sini pun gue bingung karna gue gak ngerti caranya" dia melanjutkan

"Terus gue liat lo lagi duduk dibawah pohon sama temen lo, jadi gue samperin aja..abis yang lain pada sama orangtuanya,gue gaenak" lanjutnya lagi

"Haha untung aja ada gue ya..kalo ga ada, mau ngapain lo disitu" jawab gue pede

"Yeeeee gue masi bisa tanya yg lain kali" dia menjulurkan lidah, mengejek gue

"Hahahaha" kami tertawa

Hujan pun reda ketika waktu menunjukan pukul 6.30 sore.

"Eh udah reda nih..pulang yuk, sebelum hujan lagi,gue lupa bawa payung soalnya" kata nya sambil menjulurkan tangan keluar halte memeriksa intensitas hujan yg turun

"Ayuk..ngomong-ngomong lo pulang naik apa Lex?"

"Naik taksi.." Jawabnya polos

"Jadi selama ini lo ke kampus naik taksi??" Gue sedikit kaget karna kalo dihitung,lumayan juga ongkosnya

"Iyaahh..kenapa gitu?"

"Yaa tekor lah kalo tiap hari naik taksi, bareng gue aja yukk, rumah gue juga ke arah sana kok"kata gue bohong, disini gue jujur belom kepikiran modus hehe

"Eh..gak mau ah..ngerepotin gue" tolaknya halus

"Udah gapapahh..daripada naik taksi lo mesti nunggu lagi"

Tanpa menunggu jawaban,gue tarik tangan dia untuk jalan bersama gue menuju parkiran stasiun.

"Eh bas..serius, gaenak gue ngerepotin..gapapa kok gue udah biasa" katanya mencoba meyakinkan gue

"Haha santai aja sih..daripada lo ngobrol sm supir taksi,mending ngobrol sm gue..itung itung nemenin gue"

"Emm iyaudah dehh..sorry yaa ngerepotin" jawabnya tertunduk malu.

Gue cuman tersenyum menanggapinya. Kami jalan beriringan menuju parkiran dihiasi dengan rintik rintik gerimis yang jatuh dari langit senja. Akhirnya kami sampai di depan mobil gue dan gue membukakan pintu untuk Lexa.

"Sorry yaa agak berantakan mobil gue.."

"Berantakan apanya? Bersih gini.." Kata nya "lo orangnya rapih ya? Mobil lo aja udah tua gini tp masih keliatan kaya baru, gue seneng liatnya"

"Haha bisa aja lo..namanya udah hobi sih" gue tersipu malu sekaligus kaget mendengar pernyataan Lexa barusan

Nyatanya banyak cewe yang gamau naik mobil gue karena terkesan kuno,dan biasanya gue harus susah payah untuk meminjam mobil Niva atau Bapak gue yang jarang dipakai.

Di perjalanan gue masih terus ngobrol dengan Lexa mengenai hal hal kecil. Dia menceritakan tentang susah payahnya bangun pagi untuk mengikuti kegiatan kampus, kesukaan nya membaca novel dikala waktu senggangnya, dan sifatnya yang pemalu membuatnya sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru nya.

Tidak terasa kami tiba di depan apartment Lexa dan dia menawarkan untuk mampir tapi gue tolak halus karena gue merasa sangat lelah hari ini ,dan gue yakin Lexa pun begitu. Jadi gue memutuskan untuk langsung pulang kerumah.

Di perjalanan gue gabisa berhenti memikirkan Lexa, wangi parfumnya masih tertinggal di mobil gue. Gue masih ngga nyangka bisa ketemu lagi sama dia hari ini apalagi sampe satu mobil dan nganterin dia pulang. Rasa lelah gue yang sempat hilang ketika bersama Lexa tadi kini mulai menghinggapi gue lagi.

Sesampainya dirumah gue langsung membersihkan diri dan merebahkan diri dikasur, segera gue tarik selimut gue menutupi setengah badan gue. Gue mengambil handphone gue dan melihat foto Lexa di akun blackberry nya, nampak manis sekali senyumnya di foto itu, gak lama pun hp gue bergetar

-Sekali lagi makasih ya bas untuk hari ini..selamat beristirahat emoticon-Smilie- gue senyum senyum sendiri melihat pesan singkatnya

-sama sama Lex, Goodnight emoticon-Smilie- balas gue

Pesan gue gak dibalas lagi olehnya, gue menyumpulkan bahwa dia sudah terlelap diseberang sana, tidak butuh waktu lama untuk gue menutup mata dan ikut terlelap ke dalam tidur malam paling nyenyak yg pernah gue alami.
Part 6

Sinar matahari menyelinap masuk dari sela-sela jendela kamar gue. Gue mencoba mengumpulkan nyawa gue yang masi berceceran dilantai. Sambil mengucek-ucek mata gue mencoba meraih handphone gue, terlihat ada 2 notifikasi pesan masuk disana yang langsung gue buka, ternyata kedua pesan itu berasal dari Lexa.

"Selamat pagi bas..semalem gue langsung ketiduran,sorry ya emoticon-Frown"

"Btw hari ini lo gak masuk ya? Gue gak liat lo di barisan"

Gue senyum senyum sendiri,setelah sekian lama gaada yang nyapa gue dipagi hari, rasanya kaya ada burung burung kecil yang berkicau diatas kepala gue sambil menari nari. Gue masih mencoba memahami pesan kedua...gak masuk? Padahal gue baru bangun mau siap siap berangkat ke kampus, gue coba perhatikan jam di hanphone gue, tertulis 9.30! Gue yang masih belum percaya mencoba memicingkan mata gue dan kembali melihat jam, masih tertulis 9.30, gue coba cek jam dinding dikamar gue dan disana juga tertulis demikian. Sial! Gue harusnya udah berada di kampus jam setengah 8 pagi! Gue loncat dari kasur dan setengah berlari keluar kamar, dirumah gue gak menemukan siapa siapa, gue coba telfon Niva

"haloo...lo dimana? Kok ngga bangunin gue?!"

"heh..lo udah gue bangunin sampe 3x bilangnya nanti nanti terus!jadi ya gue berangkat aja ke kampus" sahut Niva sewot

"yahhhh...gue kesiangan nih..kesiangan 2 jam!" gue memelas

"salah lo sendiri lah jangan salahin kakak lo hahaha..udah ah gue mau masuk kelas..daahh" Niva langsung memutus telfon gue

Gue pasrah..nyatanya gue denger dari senior pembimbing kelompok kalo ospek fakultas ini agak lebih 'iseng' daripada ospek universitas kemarin, bisa dipastikan bahwa besok gue bakal jadi bulan bulanan senior. Disamping itu yang gue sesali adalah kesempatan bertemu dengan Lexa. Entah kenapa gue merasa pengen ketemu sama dia sesering mungkin. Mungkin gue jatuh hati sama dia..

Gue baru inget kalo pesan Lexa tadi pagi belum sempat gue balas, segera gue ambil lagi hp gue dan mengetik balasan.

"Selamat pagi Lex..gue baru bangun nih, kesiangan hehe.."

gak lama gue langsung menerima pesan balasan dari dia

"Yeee dasar..tau gitu lo bilang gue,biar gue telfonin smp bangun haha"

"Btw ini yang telat telat pada dikerjain sama dimarahin hahaha besok jangan telat lo!" Lanjutnya lagi

"Seriusss? Wah gawat ini..lo bangunin gue yaa besok haha" balas gue

"Siapp pak! Udh dulu ya,gaboleh main hp"

"Oke lex emoticon-Smilie"

Oke..jadi hari ini gue batal ke kampus, dan gaada siapa siapa dirumah, gue memutuskan untuk melanjutkan tidur gue. Gue tutup gorden kamar rapat rapat, gue tarik selimut sampai batas kepala, dan gak butuh waktu lama untuk gue kembali bermimpi.

*****

Gue terbangun dari tidur gue karna suara tv kamar gue yang begitu mengganggu. Seinget gue sebelum tidur gue gak nyalain tv. Gue membuka mata dan duduk diatas kasur gue dan memang melihat tv menayangkan siaran sepakbola kamar gue menyala, tapi ada seonggok manusia duduk didepannya dengan khusyuk. Gue lempar bantal ke arah sosok itu untuk memastikan bahwa itu memang benar manusia.

"Ehhh gila..baru bangun main timpuk timpuk aja lo" kata sosok brewokan didepan tv itu, ternyata Rayi yang sedang asik main PS3 dikamar gue.

"Lah elo main masuk masuk rumah orang aja,untung gue belom teriak maling hahaha"

"Iya..gue kesiangan hari ini,jadi cabut lah dari kampus, gue nelfon lo gak diangkat, jadi gue telfon kakak lo" sahutnya sambil tetap fokus ke layar tv

"Ah itumah akal akalan lo aja biar bisa bbman sm Niva"

"Hehehe...ya kan sekalian men" menoleh ke gue sesaat sambil nyengir kuda

Gue gak heran sama kelakuan Rayi, dia suka nyelonong aja masuk kerumah gue, Mbak gue pun udah hafal sama dia,dan memang banyak temen temen gue sering beralasan main PS dirumah gue cuma buat ketemu sm Niva. Dia menjadi idola tersendiri dikalangan temen temen gue yg pernah gue ajak kerumah.

"Yang bukain lo pintu siapa tadi? Perasaan kekunci" kata gue mencoba mengingat-ingat

"Kakak lo lah..kan Mbak lo lg gaada"

"Lah kok udah pulang? Jam berapa sih ini?" Kata gue linglung

"Jam 3 sore men, gue udah duduk disini dari jam 2" jawabnya santai

"Wanjir...lama juga gue tidur ya..lah elo kenapa gak kampus??"

"Kesiangan!"

Kami berdua tertawa

Gue menemani Rayi main PS beberapa game dan setelah itu dia pamit, mau jemput pacar katanya.

Akibat tidur yang semena mena tadi pagi, malam nya gue terjaga, gue gak merasakan ngantuk sedikitpun sementara kakak gue udah tertidur di sofa ruang tengah dgn tv yang masih menyala. Gue ke dapur dan menyeduh kopi, kemudian gue duduk di kursi teras halaman belakang menghadap kolam renang dengan rumput hijau dan tanaman hias di sekelilingnya. Waktu menunjukan pukul 00.00, gue mengambil sebatang rokok dan menyulutnya. Hp gue berdering tanda pesan masuk.

"Bas..lo udah tidur?" Tumben lexa bbm tengah malem batin gue

"Belum lex..ada apa? Kok lo blm tidur?"

"Gue takut.....gue telfon boleh ya? emoticon-Frown" Balasnya

Tanpa menunggu persetujuan gue, sudah ada telfon masuk di hp gue menunggu untuk diangkat

"halooo lex?"

"baaaasssss!! Gue takuuuutttttt!!" suaranya bergetar disebrang sana

"lex?? Lo kenapaa?? Ada apaaa???" gue seketika panik, takut sesuatu terjadi pada Lexa

"takutttt!!"

"iya iya ada apa? Coba lo tenang dulu terus cerita pelan pelan" jantung gue berdegup cepat

Nih kalo sampe ada apa apa,ngebut lah gue kesan untuk menjemput dia,pikir gue.

"jadi tadi gue disuruh temen gue nonton Paranormal Activity,katanya bagus filmnya,karna gue belom bisa tidur,jadi gue nonton di laptop gue,ternyata film horor!!" gue diem denger penjelasannya,gatau harus berkomentar apa.

"tapi gue penasaran banget sama endingnya,jadi gue terusin aja sampe abis..eh skg gue parno sendiri bas!!!" gue masih diem.

Gue udah memikirkan berbagai macam skenario buruk yang mungkin menimpa dia dan cara gue merespon keadaan terburuknya,tapi ternyata semua ini cuman gara gara film horor yang dia tonton!!

"baasss??" dia menunggu jawaban gue, gue menghela nafas

"Hii...hihi..hihihihi" gue menirukan suara wanita tertawa untuk ngerjain dia

"BASSSS IH SUMPAH GAK LUCU BANGET!!!" dia bener bener berteriak dan bikin kuping gue sakit

"hahahaha..gue kira ada apaan,taunya cuman gara gara film??" gue tertawa puas

"IIIHHHH NYEBELIN BANGET SIHHH!! GUE TAKUTTTTTTT" jawab dia sewot

"hahaha..maaf maaf,gue gak tahan pengen ngerjain lo"

"pokoknya..loo..harus nemenin gue telfonan sampe gue tidur!!" Lexa mengultimatum dgn nada dibuat buat

"ah males ah..gue ngantuk" gue menggoda dia lagi

"Baaaaaaasssss!!!!!!!"

"sshhhhtt udah malem jangan teriak teriak..iya iya gue temenin Lexaaaa" gue setuju,sebelum kuping gue disiksa lagi oleh teriakannya yang kaya anak kecil

Malam itu gue habiskan dengan mengobrol dengan lexa sampai jam 2 pagi. Lama kelamaan omongan nya mulai ngelantur dan volume suaranya semakin pelan sampai akhirnya gaada jawaban dari Lexa. Gue pun segera bergegas ke tempat tidur sambil masih mengaktifkan telfonnya, gue coba panggil dia beberapa kali untuk meyakinkan bahwa dia sudah benar benar tertidur. Setelah gue yakin,barulah gue bersiap untuk menutup telfonnya.

"Selamat tidur Lex, mimpi indah yaa disana"

Gue tutup telfonnya.

ijin nenda gan emoticon-Cool

btw ceritanya keren emoticon-2 Jempol
ane ijin nyimak gan
udah ane bantu rate *5
jangan ditinggal ye tritnya
Quote:Original Posted By ardiyant.id
ijin nenda gan emoticon-Cool

btw ceritanya keren emoticon-2 Jempol


Monggo gan silahkan nenda disini emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By i4munited
ane ijin nyimak gan
udah ane bantu rate *5
jangan ditinggal ye tritnya


Terimakasih banyak gan emoticon-Big Grin
Tenang gan,ane usahakan untuk update setiap hari.. emoticon-2 Jempol
njirr kalau diliat dari sifatnya lexa , ane jadi inget mantan ane emoticon-Malu (S)

btw ceritanya bagus gan, jangan sampai ada kentang diantara kita ya emoticon-Malu (S) emoticon-Ngakak (S)
sekalian numpang buka warung makan dimari emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By redcrow
njirr kalau diliat dari sifatnya lexa , ane jadi inget mantan ane emoticon-Malu (S)

btw ceritanya bagus gan, jangan sampai ada kentang diantara kita ya emoticon-Malu (S) emoticon-Ngakak (S)
sekalian numpang buka warung makan dimari emoticon-Big Grin


Weeetssss..ikhlasin gan ikhlasin udah mantan :'(
Monggoo silahkan gan..insyallah tiada kentang diantara kita emoticon-Big Grin
Samlekum gan..jadi ingt jaman kuliah dlu, ane numpang ijin diriin apartemen dimari ye emoticon-2 Jempol


Jgn lama2 updatenya gan emoticon-Big Grin