alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57031643a2c06eee3b8b456a/saksi-kunci-sunny-tanuwidjaja-diantara-9-naga-ahok-vs-podomoro-dan-sedayu
Saksi Kunci Sunny Tanuwidjaja Diantara 9 Naga Ahok VS Podomoro Dan Sedayu
Saksi Kunci Sunny Tanuwidjaja Diantara 9 Naga Ahok VS Podomoro Dan Sedayu

Saksi Kunci Sunny Tanuwidjaja Diantara 9 Naga Ahok VS Podomoro Dan Sedayu

Menarik, dalam satu hari dua lembaga mengeluarkan pernyataan berbeda, KPK membantah telah mengeluarkan pernyataan jika Bos Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan, sebagai tersangka.

Namun berbeda dengan pihak imigrasi, Melalu Dirjend Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny F Sompie membenarkan jika Aguan dicekal sebagai tersangka sesuai dengan surat yang dikirim KPK, slain Aguan juga seseorang yang berinisial S.

Pengacara Sanusi, Krisna Murti mengatakan jika kerabat dekat Ahok yang selalu menjadi penghubung antara Ahok dan pengusaha adalah Sunny Tanuwidjaja staff Ahok di Pemprov DKI Jakarta.

Sobari Hong Junior, seorang analis politik juga penyidik forensik, melalui akunnya @Zumpio membenarkan jika Sunny adalah kerabat dekat, dan mereka sama dari Belitung Timur.

Bahkan Sobari menyatakan baik Sunny maupun Sanusi keduanya adalah direktur di Agung Podomoro Land, ” dua S ini seakan lawan, padahal asli kawan seiring seperjuangan menghamba ke tuan yang sama,” tulis Sobari.Namun Sobari mengingatkan kepada Sunny sebagai salah satu saksi kunci atas keterkaitan antara APL dan Ahok yang didukung oleh sembilan naga, agar segera mencari perlindungan saksi.

“Sunny Tanuwidjaja saya sarankan segera hubungi lembaga perlindungan saksi. Bisa jadi sudah ada kontrak untuk nyawa anda,” lanjut Sobari.

Karena Sunny adalah pemegang kunci, selain sebagai simpul politik Ahok, juga pemegang data aliran uang, ” sembilan naga mulai unjuk kekuatan,” ujar Sobari.


Menurut Sobari masing-masing kubu sudah mulai unjuk taring, namun kartu masih dipegang rapat.

Anjuran agar Sunny segera meminta perlindungan, dikarenakan Sobari tahu sekali apa yang dilakukan oleh sembilan naga yang berdiri dibelakang Ahok.

“Kita berhadapan dengan para pemerkosa hukum yang tidak pernah segan menghabisi nyawa orang,” tulis Sobari yakin.

Sobari mengingatkan para kelompok Naga ini tidak mempan digertak bahkan tega dalam menghabisi nyawa orang lain, ” Mereka bahkan pernah cabut pistol ke Anggota DPR di gedung DPR,” ujar Sobari.

Bahkan cara menghakimi para penantang mereka, dengan menjatuhkan orang dari sebuah helikopter juga dilakukan, ” itu spesialisasi naga yang berkantor di SCBD. Silahkan tanya @arifz_tempo,” ucap Sobari melalui tweetnya.

Sobari sendiri menyadari hal itu, namun tidak membuatnya mundur untuk membuka semua perilaku kejahatan, bahkan dengan bangga Sobari mengatakan jika yang berada di lingkaran satu Ahok mulai panik dengan info yang dia berikan kepada masyarakat.

“Pertanda ada yang panik, dan kecebong (pengikut Ahok di sosmed alias buzzer) panas dingin,” tulisnya

http://pembawaberita.com/2016/04/05/...an-sedayu.html

Sunny Tanuwidjaja sbg operator menjebak Podomoro dan Aguan?
Saksi Kunci Sunny Tanuwidjaja Diantara 9 Naga Ahok VS Podomoro Dan Sedayu
emoticon-Wakaka
Ya diliat aja
9 naga masi punya taring ga, RC aja digituin...
emoticon-Wakaka


Quote:Original Posted By rama.biz
emoticon-Wakaka


Sunny.... Segera cumpai BCL...
ini kah si inisial S?
Sobari Hong Junior, seorang analis politik juga penyidik forensik

SUMPEH LU GAN?!

emoticon-Wakaka

emoticon-Cape d...
pembawaberita dot kom
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
berita gosip?
trus knapa saksi kunci? pentingnya apa? kayak beritaiin artis aja
dongok..
Sobari

Kek nama tukang sol patu emoticon-Wkwkwk


Jaman skrg mau beken paling gampang tgl caper doang masuk tipi, tipiwan tpnye emoticon-Wakaka
bisa aja lu ah emoticon-Ngakak




Quote:Original Posted By Auto....Banned
Sobari

Kek nama tukang sol patu emoticon-Wkwkwk


Jaman skrg mau beken paling gampang tgl caper doang masuk tipi, tipiwan tpnye emoticon-Wakaka
lebih percaya situs pembawaberita dot crot apa tempo guys ?

Quote:
Heboh, Staf Ahok Dikabarkan Dicegah Imigrasi, Ini Reaksi KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi Yuyuk Andriati mengklarifikasi kabar simpang siur tentang pencegahan ke luar negeri terhadap staf ahli Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berinisial S. Inisial tersebut sering dikaitkan dengan Sunny Tanuwidjaja.

Menurut Yuyuk, sampai saat ini KPK hanya mengirimkan surat permohonan cegah kepada Direktorat Jenderal Imigrasi terhadap dua orang, yakni bos Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan dan bos Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. "Belum ada, permohonan KPK ke Imigrasi hanya untuk dua orang tadi," kata Yuyuk di kantornya, Senin, 4 April 2016.

Surat permohonan cegah itu dikirimkan ke kantor Direktorat Jenderal Imigrasi sejak Jumat, 1 April 2016. Adapun Ariesman yang merupakan tersangka penyuap Mohamad Sanusi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, itu kini sudah ditahan penyidik KPK. Ariesman menyerahkan diri ke kantor komisi antirasuah pada Jumat malam.

Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso membenarkan S yang dimaksud adalah Sugianto alias Aguan. "Sudah kami ralat, S yang dimaksud Pak Dirjen itu kasus reklamasi pantai teluk Jakarta," ujar Heru.




Dia juga mengklarifikasi pernyataan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie yang menyatakan Aguan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. "Kami mohon maaf. Pak Dirjen sewaktu di kepolisian itu kalau ada permintaan cegah, biasanya tersangka," kata Heru.

Kamis malam lalu, KPK mencokok Sanusi bersama stafnya, Geri, di salah satu mal di Jakarta Selatan. Sanusi dan Geri saat itu baru saja bertransaksi suap Rp 1,14 miliar dengan utusan Agung Podomoro Land. Total suap yang telah dikucurkan Agung Podomoro sejak Maret lalu total Rp 2 miliar. Usai mencokok Sanusi dan Geri, tim satuan tugas bergerak ke Rawamangun menangkap Berlian, perantara suap dari PT Agung Podomoro.

Ada juga tim yang bergerak ke kantor PT Agung Podomoro di kawasan Jakarta Barat untuk mencokok Trinanda Prihantoro. Pemberian uang itu terkait pembahasan Raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

Sementara ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka atas kasus tersebut, yakni Sanusi, Trinanda, dan Ariesman. KPK menduga masih ada anggota DPRD lain yang menerima besel. Komisi antikorupsi juga menduga pemberi suap bukan cuma dari PT Agung Podomoro Land.

LINDA TRIANITA

sumber
TS hati2 bikin trit tentang naga, ..hii..ntar ilang lho..hee..
Indikasi Grand Corruption di #SumberWaras dan #Podomoro Teluk Jakarta, semoga ga 'masuk angin

Bahkan Sobari menyatakan baik Sunny maupun Sanusi keduanya adalah direktur di Agung Podomoro Land, ” dua S ini seakan lawan, padahal asli kawan seiring seperjuangan menghamba ke tuan yang sama,” tulis Sobari.

barang baru bs bikin heboh nih,,,,,,,,,
Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso membenarkan S yang dimaksud adalah Sugianto alias Aguan. "Sudah kami ralat, S yang dimaksud Pak Dirjen itu kasus reklamasi pantai teluk Jakarta," ujar Heru.

ronny sompie kyknya kebablasan

Sunny Tanuwidjaja bukannya peneliti CSIS?
Quote:Original Posted By blueazurite
Saksi Kunci Sunny Tanuwidjaja Diantara 9 Naga Ahok VS Podomoro Dan Sedayu


emoticon-Recommended Seller logika panasbung demi mendapat sebungkus nasi, dari pada mati kelaparan. fitnah sudah jadi kebiasaan panasbung yang mendapat sumber dari cerita orang, anggapan orang atau dongeng sekalipun emoticon-Ngakak
SUMBERNYA MAKIN ANEH SAJA

http://pembawaberita.com

:emoticon-Ngakak
Siapa Sunny Tanuwidjaja? Orang Ke-3 (Perantara) Kasus Suap Ariesman & Sanusi ?
http://megapolitan.kompas.com/read/2...enter.dan.CDT.



Quote:Original Posted By Balziev
Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso membenarkan S yang dimaksud adalah Sugianto alias Aguan. "Sudah kami ralat, S yang dimaksud Pak Dirjen itu kasus reklamasi pantai teluk Jakarta," ujar Heru.

ronny sompie kyknya kebablasan

Sunny Tanuwidjaja bukannya peneliti CSIS?


×