alexa-tracking

Kapolri: Siyono Orang Penting di Jaringan Jamaah Islamiyah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570314b49a0951331d8b4569/kapolri-siyono-orang-penting-di-jaringan-jamaah-islamiyah
Breaking News! 
Kapolri: Siyono Orang Penting di Jaringan Jamaah Islamiyah
Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberi penjelasan mengenai sosok Siyono. Pria asal Klateng, Jateng itu tewas setelah ditangkap dan dibawa Densus 88.

Polri menyebut Siyono melawan ketika dibawa ke lokasi lain untuk menunjukan teman-temannya. Lalu siapa Siyono hingga dia ditangkap Densus?

"Kita punya pemeriksaan monitoring pemeriksaan saksi-saksi yang sudah tersangka, dia termasuk jaringan," jelas Badrodin di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4/2016).

"Jaringan JI," tambahnya.


Berdasarkan pengakuan saksi-saksi, sosok Siyono merupakan orang penting di JI.

"Kalau di dalam struktur, berarti dia orang penting," tutup Badrodin.
(ed/dra)
==> http://news.detik.com/berita/3179485...maah-islamiyah

polisi juga rugi matiin org kyk gini....

Meski Dikritik, Polisi Tetap Anggap Siyono Panglima Teroris
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan berani bertanggung jawab atas pernyataannya bahwa Siyono merupakan panglima kelompok teroris. Penegasan ini terkait dengan kritik sejumlah kalangan yang menilai penangkapan Siyono oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror melanggar hak asasi manusia.

"Saya berani mempertanggungjawabkan bahwa Siyono adalah panglima. Ini kami buktikan dari skema Neo JI (Jamaah Islamiyyah Muda)," ujar Anton seusai rapat kerja teknis Humas Polri, Senin, 28 Maret 2016.

Menurut Anton, semua senjata dari kelompok teroris diserahkan kepada Siyono saat itu. "Kenapa semua senjata diserahkan ke dia? Sebab, dia adalah panglima teroris yang menggantikan GM yang sudah dikurung 10 tahun. Dia akan membangun Negara Islam Indonesia (NII) yang kuat," kata Anton.

Pada Sabtu lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) menyatakan pemberantasan terorisme oleh Densus 88 tidak dibarengi dengan akuntabilitas. Menurut staf Divisi Pembelaan Hak Sipil dan Politik Kontras, Satrio Wirataru, hal tersebut janggal karena standarnya minimal ada dua orang yang mengawal tersangka. "Apalagi ini kasus terorisme," tuturnya saat konferensi pers di kantor Kontras, Senen, Jakarta, Sabtu, 26 Maret 2016.

Kontras mempertanyakan keterangan polisi yang menjelaskan bahwa Siyono adalah panglima salah satu kelompok teroris. Menurut Satrio, fakta tersebut kabur dan berasal dari sumber yang tidak jelas. Satrio mengatakan pernyataan polisi hanya bertujuan memperkuat kesan bahwa kematian Siyono karena yang bersangkutan berbahaya.

"Siyono sudah tewas, jadi tidak bisa mengkonfirmasi. Polisi tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan itu," ucapnya.

Siyono terduga teroris asal Klaten ditangkap Densus 88. Ia tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta. Versi polisi, Siyono meninggal karena kelelahan dan lemas setelah berkelahi dengan anggota Densus yang mengawalnya.

Anton menjelaskan, pada Kamis, 10 Maret 2016, Siyono hanya didampingi seorang anggota Densus 88 dan seorang sopir. Mereka hendak menuju tempat terduga teroris lain yang disebutnya masih satu kelompok dengan Siyono. "Dalam perjalanan, mata yang bersangkutan (Siyono) ditutup. Tangannya juga diborgol," tuturnya.

Namun, ketika sudah mendekati lokasi yang dimaksud, tersangka meminta penutup kepala dan borgolnya dibuka. Setelah penutup kepala dan borgol dibuka, Siyono langsung menyerang dengan memukul anggota Densus yang mengawalnya

Anton menjelaskan, dalam perkelahian tersebut, terjadi saling pukul dan dorong. Siyono pun lemas dan pingsan ketika anggota Densus membenturkan kepala Siyono ke sisi mobil.


==> https://m.tempo.co/read/news/2016/03...nglima-teroris

kl msh ada yg butuh pencerahan silahkan temui: Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan
di mana komnas ham dan antek2nya ketika ini terjadi ???

Fadli, Petani Yang Tewas di Gorok di Poso Tulang Punggung Keluarga

Kapolri: Siyono Orang Penting di Jaringan Jamaah Islamiyah

Poso, Metrosulteng.com - Warga kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tidak pernah menyangka jika Muhamad Fadli 50 tahun, petani asal Desa Padalembara itu tewas digorok kawanan orang tidak dikenal.

Ia ditemukan tewas didepan rumahnya setelah didatangi lima pria dengan mamakai penutup kepala atau sebo di rumahnya Desa Taunca, Poso Pesisir, Kamis (18/9/2014) sekitar pukul 21:30 wita.


Sebelum kawanan pria bersebo itu membunuh korban, lima pria itu sempat menodongkan senjata otomatis laras panjang ke arah isterinya untuk masuk ke dalam rumahnya.

Dimata pihak keluarga dan teman-teman, korban Muhammad Fadli merupakan orang yang bersahabat kepada tetangga maupun teman-temanya.

Menurut warga setempat Gede Wiratyana, aktifitas korban keseharianya seorang petani dan pengumpul batu dikali yang memiliki tiga orang anak.

“Korban adalah penyayang keluarga, anak dan istrinya, korban juga merupakan tulang punggung keluarga,” ujar tetangga korban, Jumat (19/9)

==> http://www.metrosulawesi.com/article...ggung-keluarga

di mana komnas ham ketika ratusan org dibakar hidup2 oleh setan2 bernama amrozi cs ???
berkumpul dan berserikatlah dg penuh tanggung jawab sesuai dg amanat UUD