alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56fb323996bde6d5228b4567/mengais-rezeki-di-pemakaman-tionghoa-saat-tradisi-ceng-beng
Mengais Rezeki di Pemakaman Tionghoa Saat Tradisi Ceng Beng
Bogor - Warga di sekitar pemakaman Tionghoa Gunung Gadung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, sejak tiga hari terakhir sibuk mengais rezeki. Ada yang berjualan bunga, membersihkan makam, sampai menjaga parkiran. Semua menyambut tradisi Ceng Beng.

Hari Ceng Beng atau Qing Ming adalah momen ziarah tahunan bagi etnis Tionghoa. Festival tradisional ini jatuh pada hari ke 104 setelah titik balik matahari pada musim dingin atau hari ke 15 dari hari persamaan panjang siang dan malam pada musim semi. Biasanya, hari Ceng Beng jatuh pada 5 April, namun proses ziarah sudah berlangsung sejak 10 hari sebelumnya, terutama pada akhir pekan.

Para kerabat akan berdatangan ke kuburan orang tua atau leluhur untuk membersihkannya sekaligus berdoa di makam sambil membawa buah-buahan, kue, bunga, dan makanan. Saat berada di makam, mereka juga membakar kertas bergambar uang dan benda-benda lainnya.

Nah, di pemakaman Gunung Gadung, sudah terlihat keramaian ziarah sejak hari Jumat (25/3) lalu. Jajaran anggota Polsek Bogor Selatan sudah sibuk mengatur lalu lintas sejak kawasan Batu tulis sampai Cipaku.

Pagi ini, Minggu (27/3/2016) keramaian di lokasi pemakaman juga terlihat. Bahkan menurut beberapa warga, lebih padat dari hari-hari sebelumnya. "Kemungkinan ini puncaknya, jadi lebih ramai dari kemarin," kata Hendri, warga setempat kepada detikcom.

Kemacetan mengular di setiap sudut parkir yang menuju ke pemakaman. Wilayah perbukitan tersebut hampir tak bisa dilalui karena padatnya kendaraan. Saat detikcom melintas, arus terpaksa dialihkan melalui jalur ke arah permukiman warga agar bisa menembus ke arah kota Bogor.

Namun di balik itu semua, ada kebahagiaan yang tersirat di wajah para warga sekitar, terutama mereka yang tinggal di Kampung Antawis, sebuah permukiman warga yang hidup berdampingan dengan kuburan Tionghoa. Sejak pagi, warga sudah sibuk menjajakan bunga di pinggir jalan, menyiapkan area parkir, sampai membersihkan area kuburan.

"Lumayan Kang, ada yang bisa dapat ratusan ribu sampai jutaan rupiah," kata Hendri.

Wilayah pemakaman Gunung Gadung membentang dengan luas hampir puluhan hektar. Letaknya di perbukitan, tak jauh dari perumahan Rancamaya, Bogor. Di sana, satu makam bisa memiliki luas 10 meter persegi sampai ratusan meter persegi. Masing-masing makam dirawat oleh warga setempat. Satu orang bisa mengurusi beberapa makam. Honor mereka pun bervariasi.

"Tergantung keluarganya. Ada yang dibayar setahun, ada yang dibayar bulanan," kata Ahmad, warga lainnya saat diwawancarai detikcom.

Di salah satu makam, detikcom melihat warga setempat membantu para peziarah untuk membakar kertas dan membersihkan makam. Sebagian anak-anak juga berkumpul di sekitar pemakaman sambil menunggu pembagian uang. Sementara para pemuda sibuk mengatur parkir dengan tarif yang lebih tinggi dari biasanya.

"Satu mobil bisa bayar parkir Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu," ucap Ahmad sambil memegang gepokan uang di tangannya.
(mad/fdn)

https://news.detik.com/berita/317360...disi-ceng-beng

rezeki gan
Inilah saatnya nasbung rehat sebentar dan kopi darat buat dapat angpao, melupakan sejenak rutinitas online di warnet emoticon-Selamat
tarif parkir 20 rebu?? tukang parkir apa preman itu?
udah biasa ini mah, gw kalo ke bong oma gw. baru masuk aja udh berjejer kok pengemis, belom lg tar kasih yg bersiin disana emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By SiEndutBaru
tarif parkir 20 rebu?? tukang parkir apa preman itu?


Udah lumrah itu emoticon-Malu (S)
Hormati orang tua waktu masih hidup. Jgn dah mati baru repot. Percuma. emoticon-Wkwkwk
Quote:Original Posted By SiEndutBaru
tarif parkir 20 rebu?? tukang parkir apa preman itu?


setahun sekali lag keluar duit 20rb buat parkir cengbeng

setahun sekali keluar duit 20rb buat parkir sincia

setahun sekali keluar duit 20rb buat parkir prj

emoticon-Big Grin

diindonesia sech moment2 kaya gini uda lumrah emoticon-Big Grin
mental babu memang gitu sihemoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By androidcorner
udah biasa ini mah, gw kalo ke bong oma gw. baru masuk aja udh berjejer kok pengemis, belom lg tar kasih yg bersiin disana emoticon-Matabelo


biasanya abis brp gan?
Quote:Original Posted By budicute2nd
biasanya abis brp gan?



tergantung suasana kantong vroh, kalo suasana kantong lg sumingrah ya bisa lah abis 200-300rb karena kan banyak pengemisnya. biasanya aku kasih 5000-10000 karena didaerah jd uang segitu msh ada harganya, nah buat yg bersiin biasanya 50-100. itupun kan tiap 3 bulan kita mst bayar kan biaya sewa itunganya lah
Quote:Original Posted By kodok.jigong
Hormati orang tua waktu masih hidup. Jgn dah mati baru repot. Percuma. emoticon-Wkwkwk


matinya aza masih dihormati gmn hidupnya

anak berbakti ketika ortunya masih hidup masih ada embel2 mungkin berbakti karena mengharapkan warisan

tapi anak yg masih tetap berbakti ketika ortunya sudah tiada menandakan anak tsb berbakti dengan iklas
gak jauh beda pas ramadhan nih emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By androidcorner



tergantung suasana kantong vroh, kalo suasana kantong lg sumingrah ya bisa lah abis 200-300rb karena kan banyak pengemisnya. biasanya aku kasih 5000-10000 karena didaerah jd uang segitu msh ada harganya, nah buat yg bersiin biasanya 50-100. itupun kan tiap 3 bulan kita mst bayar kan biaya sewa itunganya lah


ooww...gtu ya gan. maap ane kurang piknik. jd ga tau hehehe
Quote:Original Posted By budicute2nd
ooww...gtu ya gan. maap ane kurang piknik. jd ga tau hehehe



ane juga mau pikin ah besok emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By mitra01


matinya aza masih dihormati gmn hidupnya

anak berbakti ketika ortunya masih hidup masih ada embel2 mungkin berbakti karena mengharapkan warisan

tapi anak yg masih tetap berbakti ketika ortunya sudah tiada menandakan anak tsb berbakti dengan iklas



Belom tentu broh..

Biasanya sih yang waktu masih hidup menyianyiakan dan waktu mati jadi menyesal dan jadi paling rajin.

Percuma. Krn yang sudah mati ga akan bisa melihat, mendengar maupun merasakan itu semua. Mereka tertipu ribuan tahun dari ajaran nenek moyang mereka turun temurun emoticon-Wkwkwk
kamprett jadi inget waktu tu w ikut cengbeng ke makam lelulurnya temen,, w nyuruh bocah kecil beli rokok pake duit seratus rebu eh kaga balik2 noh bocah setan..
Quote:Original Posted By kodok.jigong



Belom tentu broh..

Biasanya sih yang waktu masih hidup menyianyiakan dan waktu mati jadi menyesal dan jadi paling rajin.

Percuma. Krn yang sudah mati ga akan bisa melihat, mendengar maupun merasakan itu semua. Mereka tertipu ribuan tahun dari ajaran nenek moyang mereka turun temurun emoticon-Wkwkwk

penganut zeroisme kah? udah pernah mati sehingga tahu org yg sudah meninggal tidak bisa melihat, mendengar atau merasakan?
Quote:Original Posted By mitra01

penganut zeroisme kah? udah pernah mati sehingga tahu org yg sudah meninggal tidak bisa melihat, mendengar atau merasakan?


apaan tuh zeroisme? temennya megaman?

Berdoa itu hanya pada Tuhan. Gak boleh berdoa ke orang mati.

Mereka tertipu ajaran nenek moyang emoticon-Sorry
Ada yang lebih ekstrim lagi tuh sampe bawa parang celurit senjata tajam lainnya
Quote:Original Posted By m0rena
Ada yang lebih ekstrim lagi tuh sampe bawa parang celurit senjata tajam lainnya


emoticon-Wakaka
biasanya sambil ngerokok jg emoticon-Takut