alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56fb15bb1ee5dff35c8b4568/beber-kesuskesannya-pimpin-nkri-sby-kok-kayak-anak-kecil-aja-yak
Beber Kesuskesannya Pimpin NKRI, SBY kok kayak Anak Kecil aja, yak?
Masih Ngotot, SBY Ungkap Keberhasilannya 10 Tahun Pimpin Indonesia
Senin (28/3/2016)

Beber Kesuskesannya Pimpin NKRI, SBY kok kayak Anak Kecil aja, yak?
Ilustrasi – SBY Menyatakan keberhasilannya selama 10 Tahun.


Jakarta – Ketum Partai Demokrat (PD) membeberkan keberhasilannya memimpin negara dalam dua periode saat dia menjabat sebagai Presiden RI ke-6. Meski belum sempurna, SBY menyatakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan II telah berbuat banyak.

“Ini sekali lagi data, fakta, tidak mengada-ada,” ungkap SBY sambil memperlihatkan infografis tentang pencapaian pemerintahannya.

Hal tersebut disampaikannya saat memberi materi dalam pelatihan kader PD di Novotel Hotel, Bogor, Jawa Barat, Senin (28/3/2016). Infografis yang ditampilkan diberi backsound lagu Bon Jovi berjudul Saturday Night.

Dalam bidang ekonomi, SBY menyatakan telah meningkatkan produk domestik bruto dan cadangan devisa Indonesia hingga menjadi 15 besar ekonomi dunia.

Ketika era Presiden Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri pada 1999-2004, nilainya sebesar Rp 2.295,82 triliun. Dalam 10 tahun kepemimpinannya, melonjak hingga menjadi Rp 10.063 triliun.

Rasio utang pemerintah terhadap PDB turun hampir 55% dan pendapatan per kapita sejak Indonesia merdeka pun naik.

Pada 2004, pendapatan per kapita berada di kisaran US$ 1.188 hingga di tahun 2013 berada di kisaran US$ 3.000. Untuk pertumbuhan ekonomi (GDP Growth), sejak 2009 disebut SBY tertinggi nomor 2 di antara negara-negara G-20.

Dalam infografis itu, dijelaskan bahwa rasio utang terhadap PDB paling rendah di antara negara-negara G-20. Sementara rasio utang luar negeri dari 2004 hingga 2014 menurun lebih dari 70% dari 27,8% hingga tersisa 7,8%.

Pemerintahan SBY juga disebut meningkatkan hampir 4 kali lipat pendapatan per kapita dan kelas menengah. Untuk tahun 1999-2004 hanya Rp 10,55 juta per tahun, pada era pemerintahannya menjadi Rp 36,5 juta per tahun. Termasuk 4 kali lipat APBN.

Peningkatan lain yang disampaikan melalui infografis adalah turunnya jumlah pengangguran, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nilai ekspor, dan ketahanan pangan. Itu melalui program dan kebijakan dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

Terkait ketahanan pangan itu, peningkatan yang disampaikan salah satunya adalah adalah tentang produksi ikan nasional.

Untuk infrastruktur, pemerintahan SBY disebut telah membangun 293 waduk, 1.221 embung, dan 7,29 juta hektar irigasi. Perkembangan lainnya adalah dengan meningkatkan kapasitas listrik di Indonesia.

Dalam slide juga dijelaskan pertumbuhan konektivitas antar wilayah berkat 8 kali lipat anggaran untuk transportasi. Kemudian pembangunan jalan, jalur kereta api, dan penambahan armada transportasi laut, termasuk pembangunan pelabuhan-pelabuhan serta dermaga.

Dari pemerintahan SBY juga diklaim telah mengeluarkan 8,6 juta orang dari kemiskinan atau sekitar 5,54% dari jumlah penduduk.

Kemudian dari bidang kesehatan, Kabinet Indonesia Bersatu disebut telah membangun 837 rumah sakit dan 2.083 puskesmas, serta penambahan ribuan jumlah dokter.

Di era kepemimpinannya, SBY pun mengklaim telah meningkatkan anggaran pendidikan hingga lebih dari 20% yang berkesinambungan dengan pembangunan sarananya. Perumahan rakyat layak huni yang ditambahkan saat SBY mempimpin ada sebanyak 868.685 unit.

Untuk perlindungan sosial warga miskin, SBY memamerkan program-program pro rakyatnya seperti pemberian raskin dan BLSM, bantuan penyandang cacat, dan bantuan untuk lansia terlantar. Sementara soal pelestarian lingkungan disebutkan soal target 1 miliar pohon per tahun dalam rangka mengurangi emisi karbon.

Dalam bidang pertahanan negara, SBY menyampaikan bahwa kabinetnya telah menambah kekuatan personel TNI hingga hampir 100.000 orang. Juga peningkatan anggaran hampir 400 persen hingga mampu melakukan peremajaan alutsista TNI. Itu juga dilakukan untuk Polri dan bidang Kamtibmas lainnya.

Dalam upaya pemberantasan terorisme, pada era SBY telah ditangkap 549 tersangka terorisme dan 92 orang di antaranya meninggal dunia. Lalu untuk pemberantasan narkoba, sebanyak 238.815 kasus telah ditangani.

“(Dalam kampanye) saya tidak pernah katakan berantas korupsi hingga 0. Itu danger. Tapi kita katakan kita akan berantas dan 10 tahun kita tidak ragu melakukan pemberantasan korupsi,” tegas SBY.

Dari data yang disampaikan, pada era pemerintahan SBY ada peningkatan indeks persepsi korupsi (IPK) dari tahun 2004 sebesar 2,0 menjadi 3,2 di 2014. Sementara untuk indeks perilaku anti korupsi dari 2012 sebesar 3,5 menjadi 3,63 di 2014.

Kabinet Indonesia Bersatu mengklaim telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 1,96 T dari KPK, Rp 2,09 T dari Polri, dan Rp 13,33 T serta USD 19,06 juta dari Kejagung.

Infografis juga memaparkan tentang kerja sama internasional dalam 10 tahun terakhir, yaitu telah dikembangkan 9 strategic partnership dan 7 comprehensive partnership. Juga kerja sama peningkatan misi perdamaian dunia secara signifikan dengan mengirimkan pasukan Garuda. Kini Indonesia berada di urutan 17 dalam kontribusi perdamaian dunia.

SBY berharap nantinya Presiden Jokowi juga akan membuat infografis atau data mengenai apa-apa saja yang telah dilakukan. Dengan demikian akan menjadi kesinambungan untuk pimpinan selanjutnya.

“Saya harap Pak Jokowi juga akan melakukan yang sama, sehingga dari presiden ke presiden bisa melengkapi,” tuturnya.

Selama infografis diputar, SBY menampilkan wajah tegasnya. Mengenakan baret biru, jenderal purnawirawan TNI itu bersedekap sambil menatap para kader yang tengah mengikuti pelatihan. Gemuruh tepuk tangan menandai berakhirnya pemaparan.

Sekjen PD Hinca Pandjaitan pun menyebut bahwa tak ada maksud apa-apa dibalik pemaparan ini. Apa yang disampaikan SBY ditujukan agar kader-kader Demokrat bisa memiliki bekal menjadi calon pemimpin yang baik.

“Hanya merefresh supaya tahu bahwa 10 tahun kita melakukan apa. Itu data dan fakta. Itu wajar. Dan tadi ajakan pak SBY agar pemimpin selanjutnya juga melakukan pemaparan yang sama sehingga dari presiden satu dengan satunya jadi satu kesatuan,” terang Hinca di lokasi yang sama
http://hatree.net/masih-ngotot-sby-u...mpin-indonesia
http://news.detik.com/berita/3174289...-ini-detailnya


SBY Dinilai Tak Etis bila Mengkritik dalam Posisi sebagai Mantan Presiden
Senin, 21 Maret 2016 | 19:25 WIB

Beber Kesuskesannya Pimpin NKRI, SBY kok kayak Anak Kecil aja, yak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden terpilih Joko Widodo (kiri ke kanan) berfoto bersama sebelum memasuki Ruang Rapat Paripurna I, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Hari ini Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2014-2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan, upaya saling kritik yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo adalah hal biasa.

Menurut Yunarto, itu menjadi bagian dari dialektika berpolitik. Tidak ada larangan bagi SBY mengkritik kebijakan pemerintahan Joko Widodo dalam kapasitas SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Sebagai seorang Ketua Umum Partai Demokrat, SBY sah saja apabila mengeluarkan kritik bagi pemerintahan Joko Widodo," ujar Yunarto saat dihubungi, Senin (21/3/2016).

Namun, kata Yunarto, apabila kritik disampaikan oleh SBY dalam kapasitasnya sebagai presiden keenam RI maka hal tersebut menyalahi etika berpolitik.

Dalam etika berpolitik, kata Yunarto, tidak etis apabila ada seorang presiden yang membandingkan masa pemerintahannya dengan masa pemerintahan presiden lain.

Yunarto menjelaskan, di Amerika Serikat, ada semacam kode etik yang menyebutkan bahwa seorang mantan presiden tidak boleh mengkritik presiden yang sedang memimpin.

Malahan, mantan presiden harus mendukung setiap kebijakan yang dibuat presiden saat ini.

"Kritik boleh dilontarkan apabila tidak menempatkan diri sebagai mantan presiden. Apabila sudah keluar kalimat 'pada masa saya', nah itu yang tidak etis," ujar Yunarto.

Sebelumnya, SBY pernah angkat bicara soal konflik internal Partai Golongan Karya dan Partai Persatuan Pembangunan.

Presiden keenam RI itu menyebut pemerintah terlalu ikut campur sehingga membuat permasalahan berlarut-larut. (Baca: SBY: Andai Kata Seperti Pemerintahan Saya Dulu...)

SBY dan Jokowi pun dinilai saling melakukan kritik terkait proyek infrastruktur.

Dalam rangkaian Tour de Java, SBY mengungkapkan bahwa pemerintah sebaiknya tidak menguras anggaran di sektor infrastruktur. Terlebih lagi, kondisi ekonomi Tanah Air sedang lesu.

Namun, kritik SBY itu kemudian "dibalas" Jokowi dengan melakukan kunjungan ke Hambalang, proyek yang mangkrak pada era SBY.

Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berpendapat, dua peristiwa politik tersebut ibarat pantun, berbalas-balasan.

(Baca: SBY vs Jokowi, Pantun Kritik 'Dibalas' Hambalang...)

"Kritik SBY kepada Jokowi langsung dijawab oleh Jokowi dengan cara cukup datang saja ke Hambalang," ujar Ray saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/3/2016).
http://nasional.kompas.com/read/2016...antan.Presiden

Quote:
Kiemas: SBY seperti Anak Kecil
Rabu, 3 Maret 2004

JAKARTA-Hubungan Presiden Megawati Soekarnoputri dan orang-orang di sekitarnya dengan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat makin memanas. Setelah isu pengucilan dan iklan sosialisasi pemilu SBY di televisi dipersoalkan, kemarin suami Mega, Taufik Kiemas "menyentil" Yudhoyono dengan menyebutnya seperti anak kecil.

Taufik membantah adanya pengucilan kabinet yang dipimpin istrinya terhadap Yudhoyono. Apalagi rapat kabinet selama ini terus berjalan, dan sepengetahuan dia, Menko Polkam juga terus menghadiri rapat rutin yang digelar tiap Kamis di Istana Negara itu. Namun jika SBY merasa tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan, menurut Taufik, semestinya bertanya langsung kepada Presiden.

"Kalau begitu dia datang ke Ibu Presiden, kok saya nggak diajak. Bukannya ngomong di koran," kata Taufik ketika dicegat di sela-sela pembekalan juru kampanye nasional PDI Perjuangan (PDI-P) di sebuah hotel di Jakarta, Selasa (2/3).

Tokoh paling berpengaruh di PDI-P itu menyesalkan langkah Yudhoyono yang mengangkat isu pengucilan dirinya melalui media massa, bukan mempertanyakan hal itu langsung kepada Presiden. "Anak kecil kan begitu, ngomong di luar. Masak jenderal bintang empat takut bilang kepada presiden yang mengangkatnya," katanya sinis.

"Kadang-kadang kalau (orang merasa) dirinya kecil kan merasa diisolasi. Padahal nggak ada isolasi itu. Kalau anak kecil lagi genit-genitan, ya merasa diisolasi seperti itu. Padahal kan nggak ada isolasi. Rapat kabinet jalan terus, dia hadir terus."

Ketika ditanya, apa tanggapan Presiden mengenai mencuatnya isu itu, Taufik mengatakan, "Ibu tidak pernah menanggapi anak kecil."

Apakah pengucilan terhadap Yudhoyono itu terkait dengan pencalonan oleh Partai Demokratnya sebagai presiden, Taufik menjawab, "Dia kalau mantap, seharusnya bilang sama Presiden, saya mau jadi calon presiden. Kalau saya Susilo Bambang Yudhoyono yang jadi menko polkam, sebenarnya harus lapor kepada Presiden," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Hamzah Haz menolak memberikan konfirmasi seputar pengucilan Menko Polkam dalam rapat-rapat kabinet. Namun Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tidak membantah atau membenarkan adanya pengucilan itu. "Lo, kok ditanyakan ke saya," katanya ketika dicegat di Istana Wapres, Senin sore (1/3)

Meskipun demikian, tidak dilibatkannya SBY dalam tim monitoring pemilu, menurut Hamzah, tidak masalah. Sejauh ini tim monitoring sudah berjalan dengan baik. "Monitoring pemilu sudah berjalan dengan baik walau tidak mengikutkan jajaran kabinet lain," ujarnya.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0...03/03/nas2.htm


Jenderal SBY seperti Anak Kecil, DPR Wajib Gunakan Interplasi
SELASA, 26 MARET 2013 , 16:53:00 WIB

RMOL. Gonjang ganjing gosip kudeta yang bersumber dari halusinasi Presiden SBY melahirkan penyalahgunaan kekuatan aparat negara dan pemborosan anggaran negara. Buktinya adalah pengerahan pasukan keamanan secara besar-besaran dan sia-sia, kemarin.

"Lagipula, penggunaan istilah 'kudeta' itu sendiri sudah salah. Kudeta itu adalah gerakan merebut kekuasaan dari dalam negara, misalnya dilakukan militer. Tapi yang marak belakangan ini kan gerakan rakyat, bukan kudeta. Ya, paling besar people power atau people movement. Yang terjadi kemarin kan mimbar demokrasi, menyampaikan uneg-uneg, bahkan bagi sembako untuk rakyat," urai mantan anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie atau Gus Choi, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (26/3).

Halusinasi presiden itu pun berdampak luas. Karena Presiden mempublikasikan ketakutannya kepada publik, lalu meminta pertolongan ke berbagai pihak seperti para purnawirawan jenderal, ormas-ormas dan Nahdlatul Ulama.

"Kita jadi ingat pernyataan Taufiq Kiemas (Ketua MPR/politisi PDIP), dulu yang menyebut SBY jenderal yang seperti anak kecil. Benar itu. Kutip saja," tegasnya.

Gus Choi meminta DPR menanggapi serius penyalahgunaan aparat negara dan anggaran yang begitu besar hanya untuk memenuhi hasrat halusinasi Presiden.

"Operasi keamanan kemarin itu kan penyalahgunaan uang negara dan alat negara. DPR harus tegas sebetulnya, meski agak susah mengharapkan DPR saat ini bisa kritis," ungkapnya.

Mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengusulkan, anggota-anggota DPR yang kritis sebaiknya menggalang hak interpelasi. Interpelasi adalah hak bertanya langsung kepada pemerintah, dalam hal ini presiden, menyangkut kebijakan yang strategis dan berdampak luas.

"DPR harus interpelasi, bertanya pada presiden apa latar belakang isu kudeta? Informasi dari mana? Dalam informasi itu institusi apa yang disebut bakal kudeta? Isu kudeta ini apakah merupakan ketakutan pribadi atau apa?" urainya.

"Harus SBY sendiri yang menjawab itu. Agak sulit memang membawanya ke paripurna, karena ada antek-antek SBY di DPR misalnya si Marzuki Alie (Ketua DPR) itu," tandasnya.
http://politik.rmol.co/read/2013/03/...n-Interpelasi-


---------------------------------

Mungkin dia sempat emosi dibilang 10 tahun yang sia-sia saat memerintah dulu. Apalagi setelah isterinya di bully di medsos, gara-gara dibilang mau melanjutkan Dinasti Cikeas dalam Pilpres 2019 kelak!


emoticon-Big Grin
kek gini mending iain aja tar meweknya makin kenceng emoticon-Big Grin
post power syndrome emoticon-Wow
sampe saat ini, mantan presiden terbaik hanyalah habibie emoticon-Wow
terguncang hambalang kayaknya
yang boleh beber cuman Baginda Yang Mulia, emoticon-Big Grin
buset brita 2004 ampe dibawa emoticon-Big Grin, ga sekalian buletin megawati jaman masih SMP
Ada juga dalam kehidupan
Mantan ga bisa move on
Selalu mengungkit2 hal masa lalu
Mantan yg seperti itu adalah mantan yg gobvlok
Pantas untuk dilupakan
Beber Kesuskesannya Pimpin NKRI, SBY kok kayak Anak Kecil aja, yak? Beber Kesuskesannya Pimpin NKRI, SBY kok kayak Anak Kecil aja, yak?
Ya pernah mimpin di sebut anak kecil,
Lah terus yang tanda tangan nggk dibaca disebut apa dong ?,
emoticon-Big Grin
Sambil disambi bkin album, sby masih sempat baca yang ditanda tangani,

Wajarlah, bukankah doi lg kampanye buat bininya?
beye emang oke lah
Lah kalo sby sebagai mantan presiden gak boleh kritik, trus gimana? Wong negara demokrasi kok.. Coba dibalik aja jaman sby mimpin yg paling vokal kan si megawati bilang ini bilang itu kayak orang plg suci aja.. Toh buktinya rezimnya sekarang berkuasa toh gak ada perubahan signifikan padahal waktu kampanye ngomong ini itu..
kok orang dipaksakan untuk bisa merasakan sih? emoticon-Malu
Wajar dia kan politisi. Lagian kalian juga yg mulai duluan bilang dia ga ada hasil apa2 selama jadi presiden. Trus dia jawab pakai presentasi malah dikatain mewek.
dengarkan curhatkuuuu ( vierra )emoticon-Betty
Galau dia baru mulai kampanye buat bini nya eh uda layu sebelum berkembang
Di rumah bini nya ngambek jd yah suami nya musti counter attack
Gw lebih tertarik pengen tahu alasan pemilihan lagu bon jovi untk backsound
Beber Kesuskesannya Pimpin NKRI, SBY kok kayak Anak Kecil aja, yak?
bocah tua nakal kah??
Ya sudah jelaslah barisan Nastak kan sukanya jelek jelekin 32+ 10 tahun yg penuh kesia-siaan. giliran di jawab kok pada mewek, kelihatan JKW beda kelas ma SBY yah emoticon-Big Grin
hebat ya prestasi pak beye, sampai2 ane lupa udah ada di abad berapa gitu emoticon-2 Jempol
Katakan tidaaaaaaaaaaak