alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56eacc27d675d4fe348b4572/tragedi-1965-luhut-pandjaitan-mau-hukum-siapa
Tragedi 1965, Luhut Pandjaitan: Mau Hukum Siapa?
Hehehehe talangsari banjir darah emoticon-Big Grin
Waktu pengangkatan AMHP sebagai Ketua BIN jamannya simbok itu Kantor Kontras diteror emoticon-Motret



Tragedi 1965, Luhut Pandjaitan: Mau Hukum Siapa?

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan hasil rapat terkait dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia berat. Pertemuan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia itu membahas kasus yang dikategorikan pelanggaran HAM.

"Ada dua yang kami bicarakan, yaitu soal enam kasus pelanggaran HAM berat dan soal Papua. Akan kami selesaikan di pengadilan," kata Luhut di depan gedung Kementerian Politik, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Maret 2016.

Menurut Luhut, penyelesaian kasus HAM tersebut sudah dalam tahap final. "Semoga tanggal 2 Mei 2016 bisa dituntaskan," ucap Luhut, yang tak menyebutkan isi kesepakatannya. "Bukan tak ada kesepakatan, masih ada rinciannya."

Luhut mengatakan pemerintah tetap mengambil jalur non-yudisial sebagai penyelesaian kasus 1965. "Kalau mau jalur hukum, silakan saja kalau berani! Tapi, misalnya, untuk peristiwa '65, siapa yang mau dihukum?" ujarnya.

Dalam kasus-kasus pelanggaran HAM berat, ada yang sulit diselesaikan melalui jalur hukum karena peristiwa yang sudah lama dan ketiadaan bukti. Ia mencontohkan peristiwa 1965 yang terjadi karena ada sebab-akibat.

"Jadi dulu, kalau lihat sejarah, sewaktu PKI hebat-hebatnya, dibunuhin itu orang-orang NU, Ansor, dan lainnya. Begitu ada kesempatan balas dendam, terjadi bunuh-bunuhan lagi. Sekarang mau mempermasalahkan siapa?”

Luhut menyatakan sulit apabila penyelesaian kasus tersebut melalui jalur hukum. Ia pun menyatakan pemerintah bersedia memfasilitasi penyelesaian secara hukum bila ada yang bisa mengumpulkan alat bukti.

Jangan sampai ada kesan bahwa pemerintah teledor menuntaskan masalah pelanggaran HAM berat ini. "Presiden sudah memerintahkan untuk menuntaskan, jadi saya sebagai Menkopolhukam akan menuntaskan masalah ini."

Kasus yang termasuk pelanggaran HAM berat yang akan diselesaikan pemerintah antara lain tragedi 1965, kasus penembakan misterius (Petrus) 1982-1985, kasus penghilangan aktivis pada 1997-1998, tragedi Trisakti pada 1998, kasus Talangsari 1989, dan pelanggaran HAM di Timor Timur.

YOHANES PASKALIS




https://nasional.tempo.co/read/news/...au-hukum-siapa
susah klo disuruh nyari buktinya
Trus...diselesaikannya itu maksudnya digimanakan hut...luhut jancok..!
Nie orang masi bisa kelit...AMHP luhut sami mawon..
Nie orang emang pinter..
susah kl tragedi yg memyangkut politik mah gk ad yg mau selesaikan.yg terlibat byk.soalnya.jd sia2 aj emoticon-Ngakak
Widiiiiihh talangsari,,hehehe


Btw ane inget ada cerita tentang katanya AMHP dtg ke istana ngomel ke pakde gara2 kasus BG nah pak Luhut (saat itu msh KSP) eh doi nyuruh AMHP keluar,,hehehehe
Lagian biang-biang nya dah pada mampus...
Quote:Original Posted By sesova
Widiiiiihh talangsari,,hehehe


Btw ane inget ada cerita tentang katanya AMHP dtg ke istana ngomel ke pakde gara2 kasus BG nah pak Luhut (saat itu msh KSP) eh doi nyuruh AMHP keluar,,hehehehe


serukan! hehehe

Namanya juga perang, masih nyangkut2in HAM segala nih para kommieemoticon-Cape d...
Salah sendiri pake acara bikin G30SPKI, target lolos 1.. ehh kebongkar deh ni gerombolan kommieemoticon-Ngakak
Apes banget PKI pimpinan Karno ini, niat nyingkirin semua lawan politik, malah dilenyapinemoticon-Ngakak
Ni Presiden Kodok dan gerombolan kodok PDIP/PKIPerjuangan nasibnya juga bakal ga jauh beda nih sama Karno oon & PKIemoticon-Wow
lah ni menteri, yg di gugat ya negara lah emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By kohanamet
Lagian biang-biang nya dah pada mampus...



Masih idup pun ga bakal salah, karena pembantaian PKI adalah penghakiman di lapangan. Kan sudah divonis mati semua tuh para pentolan kommie di pengadilan.. Jadi tangkep langsung eksekusi
salahkan keadaan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By BukanIanOPX
Namanya juga perang, masih nyangkut2in HAM segala nih para kommieemoticon-Cape d...
Salah sendiri pake acara bikin G30SPKI, target lolos 1.. ehh kebongkar deh ni gerombolan kommieemoticon-Ngakak
Apes banget PKI pimpinan Karno ini, niat nyingkirin semua lawan politik, malah dilenyapinemoticon-Ngakak
Ni Presiden Kodok dan gerombolan kodok PDIP/PKIPerjuangan nasibnya juga bakal ga jauh beda nih sama Karno oon & PKIemoticon-Wow


sebetulnya kodok ini perpaduan antara orba dgn PKI emoticon-Big Grin
Mampus nih diobrak abrik emoticon-Ngacir



Komnas HAM Tetap Ajukan Permohonan Data ke Amerika

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Nur Kholis mengatakan tetap akan meminta data pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia ke beberapa negara, salah satunya Amerika Serikat. "Surat saya yang saya sampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Barrack Obama tentang pengupayaan data, menurut kami itu hal yang lumrah," kata Nur Kholis kepada Tempo, Kamis, 17 Maret 2016.

Menurut Nur Kholis, data apapun termasuk di Indonesia untuk waktu tertentu sudah bisa dibuka untuk publik. Data tersebut ditempatkan sebagai informasi tambahan. Menurutnya, cara penyelesaian pelanggaran HAM yang nantinya akan disepakati, data tersebut pasti akan sangat dibutuhkan.

Dalam rekonsiliasi, Nur Kholis menyebutkan data tersebut bisa dijadikan penunjang untuk membangun kronologi peristiwa yang sebenarnya terjadi. "Saya kira semakin lengkap informasi dan data yang dimiliki akan semakin baik," kata dia.

Meskipun Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan tidak akan ada keterlibatan Amerika Serikat dalam penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia, Komnas HAM tetap akan mengajukan surat permohonan data tersebut kepada Amerika Serikat.


"Kami akan tetap komunikasikan bahwa data itu sebetulnya juga data publik. Yang terpenting apakah data tersebut penting dalam proses penyelesaian. Data apapun di masa lalu itu penting karena tidak ada yang tahu peristiwa masa lalu seperti apa," ujar dia. Nur Kholis menyebutkan jika ingin menyelesaikan pelanggaran HAM berat ini harus memiliki pemahaman yang memadai, salah satunya dengan mengumpulkan data sebagai informasi.




Komnas HAM hanya akan meminta data terkait sebelum diterbitkannya Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, Amerika Serikat sendiri telah menyatakan bahwa data yang terkait dengan peristiwa yang terjadi di Indonesia sebelum tahun 2000 merupakan data publik dan boleh diajukan oleh pihak manapun. "Data itu publik yang bisa diminta oleh siapa saja. Bukan data rahasia," katanya.

Seluruh data yang didapatkan dari Amerika Serikat itu nantinya akan dicocokan dengan informasi lain, seperti hasil penyelidikan dan hasil riset. "Semuanya akann ditempatkan sebagai informasi penting," tutur Nur Kholis.

LARISSA HUDA
Quote:Original Posted By neothinkpad
Mampus nih diobrak abrik emoticon-Ngacir



Komnas HAM Tetap Ajukan Permohonan Data ke Amerika

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Nur Kholis mengatakan tetap akan meminta data pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia ke beberapa negara, salah satunya Amerika Serikat. "Surat saya yang saya sampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Barrack Obama tentang pengupayaan data, menurut kami itu hal yang lumrah," kata Nur Kholis kepada Tempo, Kamis, 17 Maret 2016.

Menurut Nur Kholis, data apapun termasuk di Indonesia untuk waktu tertentu sudah bisa dibuka untuk publik. Data tersebut ditempatkan sebagai informasi tambahan. Menurutnya, cara penyelesaian pelanggaran HAM yang nantinya akan disepakati, data tersebut pasti akan sangat dibutuhkan.

Dalam rekonsiliasi, Nur Kholis menyebutkan data tersebut bisa dijadikan penunjang untuk membangun kronologi peristiwa yang sebenarnya terjadi. "Saya kira semakin lengkap informasi dan data yang dimiliki akan semakin baik," kata dia.

Meskipun Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan tidak akan ada keterlibatan Amerika Serikat dalam penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia, Komnas HAM tetap akan mengajukan surat permohonan data tersebut kepada Amerika Serikat.


"Kami akan tetap komunikasikan bahwa data itu sebetulnya juga data publik. Yang terpenting apakah data tersebut penting dalam proses penyelesaian. Data apapun di masa lalu itu penting karena tidak ada yang tahu peristiwa masa lalu seperti apa," ujar dia. Nur Kholis menyebutkan jika ingin menyelesaikan pelanggaran HAM berat ini harus memiliki pemahaman yang memadai, salah satunya dengan mengumpulkan data sebagai informasi.




Komnas HAM hanya akan meminta data terkait sebelum diterbitkannya Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, Amerika Serikat sendiri telah menyatakan bahwa data yang terkait dengan peristiwa yang terjadi di Indonesia sebelum tahun 2000 merupakan data publik dan boleh diajukan oleh pihak manapun. "Data itu publik yang bisa diminta oleh siapa saja. Bukan data rahasia," katanya.

Seluruh data yang didapatkan dari Amerika Serikat itu nantinya akan dicocokan dengan informasi lain, seperti hasil penyelidikan dan hasil riset. "Semuanya akann ditempatkan sebagai informasi penting," tutur Nur Kholis.

LARISSA HUDA


Ngapain mnt data intelijennya US sih. Negeri ini udh ga kenal dirinya sendiri bahkan sampai nanyain ke negeri yg jauh
Quote:Original Posted By godofarcher


Ngapain mnt data intelijennya US sih. Negeri ini udh ga kenal dirinya sendiri bahkan sampai nanyain ke negeri yg jauh


Udah sama2 tahulah sejarah ditulis penguasa.
terlalu rumit dan kelam gan....