alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56eac421e052274b4a8b4569/masukan-dari-orang-tua-untuk-temanahok
Masukan dari orang tua untuk TemanAhok.

Masukan dari orang tua untuk TemanAhok.

Anak muda saatnya belajar yang pintar, bantu orang tua, raih nilai yang maksimal di sekolah atau di perguruan tinggi, bukan sebaliknya, menjadi cecunguk politik atau mesin buldoser para politisi seperti Ahok dan lainnya. Kesana-kemari menjadi sales politik, mengumpul KTP demi kendaraan politik Ahok untuk berkuasa kembali sebagai gubernur petahana Jakarta. Kalaupun teman Ahok digaji, dugaan saya uang recehan. Kalau pun suka-rela, mereka termakan heroisme Ahok yang klise dan anti kemanusiaan.

Belum saatnya, anak muda yang masih tumbuh, menyusun dirinya dengan cara berfikir politik yang kotak-kotak berupa bentuk. Jika saya gubernur seperti Ahok, anak-anak muda itu dianjurkan belajar, pulang rumah membantu orang tua, dikasih pekerjaan yang layak, bukan diajak atau dibiarkan berpolitik praktis.

Untuk apa mereka (teman Ahok) bercape-cape diri memasang kuda-kuda melawan bayang-bayang Ahok? Siapa sebenarnya lawan Ahok? Yang jelas, relawan-relawan teman Ahok itu sedang melawan kontroversi Ahok. Ahok menciptakan begitu banyak musuh untuk dirinya, lalu bocah-bocah ingusan itu dieksploitasi sumber dayanya dalam arus deras politik Pilkada DKI Jakarta 2017.

Prof Yusril sebagai satu-satunya penantang Zhong Wan Xie alias Ahok, laganya santai-santai saja kini. Ia tak punya gerombolan semilitan Teman Ahok. Di media ia tak terlalu mengekspos diri. Ia pun tak punya musuh yang berarti selain keculasan akun-akun anonim di twitter atau kompasiana.

Ahok sedang melawan buah dari keculasan dan kepongahannya di Jakarta. Andaikan ia Zhong Wan Xie, tegas tapi santun dan punya tata krama dalam membangun Jakarta, tentu teman Ahok saat ini tak berdarah-darah di lapangan mengais KTP warga Jakarta. Sudah berdarah-darah mengumpul KTP warga, eh dipecundangi prof Yusril soal paket Cagub-Wagub, dan akhirnya teman-teman Ahok jungkir balik lagi mengais KTP; hehe. Rasanya letih kerja seperti itu.

Andaikan saya diajak teman Ahok untuk bergabung, dibayar Rp.100.000.000/bulan pun saya menolak! Waktu muda terlalu singkat untuk belajar, merumuskan keadaan dan menggapai cita-cita. Untuk apa memompa syahwat politik di usia yang masih cukup muda. Saya tak mau menjadi bagian kelompok yang setiap saat emosinya dikocok lawan politik, membuat saya begitu hipertensi politik. Jangan sampai jantungan pasca pilkada di usia yang masih belia.

Masukan dari orang tua untuk TemanAhok.


Menyaksikan teman Ahok yang fanatik memberhalakan Ahok di linimasa, kadang membuat saya terpingkal-pingkal tertawa geli melihat segerombolan teman Ahok itu. Mereka memaksa diri berpolitik, di usia belia. Padahal masa muda terlalu sebentar, dan politik membutuhkan begitu banyak trombosit untuk melawan masalah, membicarakan soal-soal yang kadang tak terlalu penting, semisal, sekelompok anak muda yang berdiri linglung di Monas memegang kertas bertulis, “Saya Muslim, saya pendukung Ahok, hehe. Kurang kerjaan !

Penulis: Leti lahe/gobalupamolahe(kompasiana)


Masukan dari orang tua untuk TemanAhok.
bagus jg tuh masukannya emoticon-Smilie
Ada keluarannya ga ya gan???
partisipasi seperlunya aja gan... yg penting jangan sia2kan suara nanti... gausah ngotot
ahok itu dewa gan....,dewa buat orang2 gila
salah kamar ente tong......



emoticon-Cool
ok jga nih, jgn diperbudak politik emoticon-Cool
lebih cocok pindah ke BP gan Masukan dari orang tua untuk TemanAhok.
Salah kamar gan.. Ke BP aja gan..
semua ada plus minus gan..ga usah ngegas juga x...
ane gak mudeng soal politik....
bawah ane demen bo'ol-itik.... emoticon-army
Isu SARA nih... Sensitif banget... emoticon-Hammer (S)
silahkan posting dimari yah gan www.kaskus.co.id/forum/10
×