alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea8190902cfef0038b4579/hary-tanoe-yakin-tidak-jadi-tersangka-korupsi
Hary Tanoe Yakin Tidak Jadi Tersangka Korupsi
Hary Tanoe Yakin Tidak Jadi Tersangka Korupsi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo yakin dirinya takkan jadi tersangka kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile8 Telecom. Ia mengaku tidak tahu menahu soal kasus itu.


"Saya pastikan tidak akan jadi tersangka," kata Hary di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2016).


Hary datang ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile8 Telecom. Mobile8 adalah anak perusahaan MNC.


Hary mengaku tidak mengetahui tentang pembayaran pajak anak perusahaan MNC. Menurut dia, ada bagian yang mengurusi pajak.


Dia mengatakan, MNC menaungi banyak perusahaan. Ia tidak mungkin bisa mengetahui semua hal, apalagi terkait operasional.


"Saya tentang kasus ini tidak tahu. Ini kasus terkait operasional MNC Group, kalau ditanya saat kejadiannya saya tidak tahu," kata dia.


Hary mencotohkan, perusahaan di bawah MNC yang langsung ia kendalikan adalah RCTI. Mesti sebagai bos, ia mengaku tidak mengetahui soal pembayaran pajak karena itu tugas direktur keuangan.


"Mana mungkin saya sebagai grup CEO mengetahui operasional. Kalau ada yang mencoba mengkaitkan dengan saya, silakan saja dibuktikan," kata Ketua Umum Partai Perindo itu.


PT Mobile8 Telecom diduga memanipulasi transaksi penjualan produk telekomunikasi. Di antaranya telepon seluler dan pulsa kepada distributor di Surabaya, PT DNK, senilai Rp80 miliar selama 2007-2009.


Pada Desember 2007, PT Mobile8 Telecom dua kali mentransfer uang, masing-masing Rp50 miliar dan Rp30 miliar.


Untuk mengemas seolah-olah terjadi transaksi perdagangan, PT Mobile8 diduga membuat invoice dan faktur pembayaran. Itu dilakukan agar seakan terdapat pemesanan barang dari PT DNK.


Faktanya, PT DNK tidak pernah menerima barang dari PT Mobile8 Telecom.


Pertengahan 2008, PT DNK kembali menerima faktur pajak dari PT Mobile8 Telecom dengan nilai total Rp114 miliar. Padahal, PT DNK tidak pernah bertransaksi sebesar itu.


Selain itu, perusahaan tersebut juga tidak pernah menerima barang dan bahkan tidak pernah melakukan pembayaran.


Diduga faktur pajak yang telah diterbitkan yang seolah-olah ada transaksi antara PT Mobile8 Telecom dan PT DNK, digunakan oleh PT Mobile8 Telecom untuk pengajuan kelebihan pembayaran (restitusi pajak) kepada Kantor Pelayanan Pajak Surabaya, supaya masuk bursa di Jakarta.


Pada 2009, PT Mobile8 Telecom menerima pembayaran restitusi sebesar Rp10,7 miliar. Perusahaan itu seharusnya tak berhak menerima kelebihan pembayaran pajak tersebut.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...sangka-korupsi

---

Kl dananya kuat ya bs lolos lah
mantan komisaris ditanya,ini mah penjatuhan secara politik.
ada yg gak suka ma HT,makanya kasus yg dibuat2 dibuat untuk menjatuhkn citra HTemoticon-Wakaka