alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea7fdbc2cb174a6c8b456c/baca-ini-pasti-kalian-akan-terperanga
Baca ini, pasti kalian akan terperanga
MENJIWAI JIWA WARGA
Oleh: Adhyaksa Dault (@adhydault)

Bagi saya, bermain musik dengan teman2 itu menjadikan kita paham arti penting seorang teman, indahnya perbedaan, pentingnya koordinasi dan kerjasama, serta keharusan kita untuk selalu berkomunikasi yang baik.

Bermain musik juga dapat menghaluskan perasaan kita, karena saat kita memainkan alat musik dibutuhkan konsentrasi dan kepekaan. Olahraga juga begitu, saat kita konsentrasi menggiring bola, kita harus peka, jika ada teman yang dalam posisi bagus untuk diumpan. Jadi olahraga dan seni itu melatih konsentrasi dan kepekaan. Nah, selain itu diperlukan juga penjiwaan, penyanyi misalnya, ia harus menjiwai lagu yang dinyanyikannya. Tanpa penjiwaan, pesannya akan sukar menempel ke dalam jiwa pendengarnya.

Kalau kita menyanyikan lagu “Ibu” karya Iwan Fals, ada baiknya kita bayangkan dulu wajah Ibu kita. Jika kita menyanyikan lagu tentang “Ayah” karya Ebiet G Ade, kita bayangkan dulu wajah ayah kita, atau sejenak kita tatap foto Ayah kita di hp. Dengan demikian, kita akan menjiwai setiap kata dalam lagu itu. Bahkan jika total banget, kita bisa lebih baik menyanyikanya ketimbang pencipta lagu itu. Dalam banyak kesempatan, saya menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals, Ebiet G Ade, Chrisye, Slank, Dewa 19, dll dengan penjiwaan itu, demikian juga dengan lagu-lagu barat seperti karya grup musik Queen, dll. Saya masih terus belajar hal ini.

Nah, bagaimana jika kita bermain musik tanpa penjiwaan, tanpa kepekaan, tanpa koordinasi, tanpa kerjasama dan komunikasi yang baik?. Suara musik dan suara vokalisnya akan tetap terdengar, namun akan lebih dominan bisingnya saja, akan terjadi ketidakteraturan dalam befikir dan bertindak. Sekali lagi, karena buruknya komunikasi antar personil tim, dan kurangnya penjiwaan terhadap perasaan orang-orang manyaksikan kita bermain musik.

Dalam pemerintahan juga begitu, jika kurang penjiwaan terhadap perasaan sesama tim dan warga, maka akan lebih dominan hiruk pikuknya saja. Mirip dengan seorang Kepala Daerah yang sering memaki warganya, yang paling terlihat adalah saat Kepala Daerah ini memaki seorang Ibu dengan bahasa yang kasar, bahkan meneriakinya dengan kata “Ibu Maling” di depan umum, dan itu diulang-ulang olehnya.

Hal ini, selain merusak udara dan tidak enak didengar, juga menunjukkan Kepala Daerah ini tidak menjiwai perasaan ibu-ibu yang merupakan warganya itu. Orang ini mungkin pernah bernyanyi, tapi sepertinya ia tak pernah atau jarang bermain musik bersama dengan teman-temannya di depan umum, atau ada sebab lainnya yang kita tidak tahu.

Saya ingin menekankan soal pentingnya penjiwaan terhadap perasaan warga. Jika ini tidak total dilakukan, maka warga akan selalu dimaki-maki dengan bahasa yang kotor. Pemimpin harus berusaha keras mendalami perasaan dan jiwa warganya, pemimpin harus benar-benar merasakan apa yang dipikirkan warga. Ibu Risma, Ary Ginanjar, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Abdullah Azwar Anas, Bima Arya adalah beberapa figur muda yang menurut saya mampu menggerakkan orang untuk perbaikan. Ini salah satunya faktornya menurut saya, karena mereka menjiwai jiwa orang lain. Tentu banyak nama lain yang tak bisa saya sampaikan semuanya.

Pemimpin kita seperti, Soekarno, Bung Hatta, Syafruddin Prawiranegara, Sjahrir, Natsir, Soeharto, Gus Dur, Megawati, BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi adalah orang-orang yang tegas. Lihat saja Bung Karno kalau berpidato, bukan main menggelegarnya, apalagi kalau terkait kedaulatan bangsa, tapi ia tak pernah memaki-maki warganya, Ia justru mengangkat semangat warganya. Hampir di setiap awal pidato Soekarno, semua yang hadir disapa, disemangati. Gus Dur juga malah hepi hepi aja dibikin lawakan oleh warganya, yang penting warganya bahagia.

Usaha keras mendalami perasaan warga ini, bisa dilatih dengan blusukan seperti dilakukan Pak Jokowi atau Mahyeldi di Padang. Usaha lainnya untuk membuat tajam perasaan kita adalah dengan bangun di malam hari, setelah shalat malam, luangkan waktu merenung dan menjiwai perasaan warga. Selain nama2 diatas, Alhamdulilllah makin banyak pemimpin kita yang menjiwai ini.

Jika hal ini total dilakukan, pemimpin akan sangat malu memaki-maki warganya, apalagi seorang Ibu di depan umum. Jika menjiwai jiwa warga ini dilakukan secara total, maka pemimpin akan menangis dan akhirnya menganggap warga sebagai tuannya, seperti yang ditulis Ganjar Pranowo di bio akun twitternya “tuanku ya rakyat, gubernur cuma mandat”
(Adhyaksa Dault - @adhydault, Jakarta, 16 Maret 2016)

Sumber
oooo aku tercengang.....
Panjang amat gan

Inti nya apa nih ?
Yang nulis cagub blom punya parpol emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Dixie Chicks
Panjang amat gan

Inti nya apa nih ?



Intinya mewek pilh wa sebagai gubernur dki jakarta.
Aku terperanga,sungguh. emoticon-Matabelo
ahok kasar dan tidak santun emoticon-Blue Guy Bata (L)
Akupun tercengang emoticon-Matabelo
selevel dgn pak beye kayaknya
Ohya jgn dilupakan iwan fals merupakan teman Ahok gitu.
Ratu Atut juga seorang ibu
Evi Susanti juga seorang ibu
Wajibkah kita hormati?

O iya, panasbung dan hater juga harus introspeksi udah bolak balik menghujat kanjeng ratu mama banteng sedunia akhirat dan Princess Puan
aku terangsang emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By SiKacungKampret
aku terangsang emoticon-Hammer2



edan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By SiKacungKampret
aku terangsang emoticon-Hammer2


Terangsang bayangin kumis om adi ya gan emoticon-Wkwkwk

Ane cuma bisa emoticon-Ngakak aja deh
Kumis sok tahu. Siapa bilang Bu Risma gak pernah maki2.
bu Risma lebih galak dari ahok, makanya surabaya rapih.