alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea67289a09513c148b4569/inilah-yang-membuat-plastik-berbayar-jadi-tak-ada-gunanya
Poll: Apa yang akan agan lakukan saat ditanya tentang pilih pakai kantong plastik atau tida
Tetap beli kantong plastik 20.40% (162 votes)
Tidak membeli kantong plastik 28.34% (225 votes)
Kadang Beli kadang tidak 51.26% (407 votes)
icon-hot-thread
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Quote:WAH RUPANYA SEMPAT JADI HT.. TERIMA KASIH SEMUA emoticon-Smilie
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya

Quote:Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Quote:Original Posted By Intro saja
Quote:Quote:Original Posted By Mbak Kasir Lagi Ngeluarin Jurus Baru
Total belanjanya lima juta lima ratus lima puluh lima ribu lima ratus lima puluh lima rupiah ya pak...
Belanjaannya mau di kantongin plastik atau pakai dump truk pak...
Kalau pakai plastik dikenakan biaya dua ratus rupiah per lembar...

ya itulah kira-kira kata-kata terakhir dari mbak-mbak kasir di supermarket maupun di minimarket selain menanyakan pulsa maupun menanyakan status jomblo (eh kayaknya engga deh). SKIP..

Berawal dari petisi online yang berbunyi "Presiden dan Gubernur, Buatkan Peraturan Diet Kantong Plastik" yang dimulai pada tahun 2015 lalu, nampaknya menteri di Indonesia menyambut baik petisi ini.

Hasilnya adalah, Pemerintah memberlakukan harga Rp200,- untuk kantong plastik. Banyak pihak yang mendukung tapi banyak pihak pula yang menolak peraturan ini. Agan kaskuser aja ada yang menolak membayar Plastik ini kok.

Padahal, plastik-plastik yang ada di minimarket maupun supermarket sudah bisa hancur sendiri bila kelamaan, tapi kenapa kita harus membayar? emoticon-No Hope emoticon-Bingung

Quote:Seharusnya peraturan ini berlaku untuk pedagang-pedagang yang masih menggunakan kantong plastik yang tidak dapat rusak dengan mudah walaupun sudah di kubur selama 10 tahun lebih emoticon-Jempol
Quote:Dari situlah ane bisa melihat masih banyak celah yang tidak terpikirkan mungkin oleh pemerintah Indonesia. seakan-akan peraturan ini hanyalah peraturan yang terkesan Setengah-setengah. walapun menurut beberapa media penerapan plastik berbayar ini masih dalam tahap evaluasi.
Quote:Yang akan ane bahas disini adalah, beberapahal ini yang mungkin sekali Menggagalkan Ambisi Indonesia Dalam Mengurangi Sampah Plastik.. lanjut nyok gan ke TKPemoticon-Ngacir2

Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Quote:Quote:KEMASAN PLASTIK
Quote:
Spoiler for Ilustrasi Aja:

Quote:Sampah plastik di Indonesia bukan hanya berupa Kantong Plastik akan tetapi banyak plastik-plastik lain yang berupa kemasan, botol dan lain sebagainya. nah apabila, kemasan (yang menurut banyak orang bukan termasuk kantong plastik) ini masih bertebaran di toko, supermarket, pasar dan ditempat-tempat lainnya, maka usaha pemerintah akan gagal mengurangi sampah plastik. Contohnya beli Mie Instant Rasa Kentang Goreng di supermarket, itu mienya di bungkus dengan kemasan plastik. jadi = nambah 1 plastik 9tapi bukan kantong) yang dapat nambah kuantitas sampah plastik. Jadi, apabila indonesia ingin lepas dari sampah plastik, maka produsen-produsen snack di Indonesia harus membuat alternatif. karena, setahu ane, sampah plastik kemasan juga masih banyak yang tidak bisa di daur ulang layaknya sampah "kantong plastik". emoticon-Bingung
Contohnya adalah 1 kantong plastik bisa menampung satu sampai puluhan plastik dari kemasan, secara matematis ya, plastik yang bukan termasuk kantong ini bakal lebih banyak emoticon-Sundul Up


Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Quote:Quote:HARGANYA MURAH BANGET
Quote:
Spoiler for Ilustrasi Aja:

Quote:Ane sebenarnya mendukung banget nih dengan adanya upaya pengurangan kantong plastik ini dengan cara berbayar, tapi ya itu harganya masih terlalu murah sih gan menurut ane. Ibaratnya nih ye agan nemu uang 200 perak di jalan, mungkin agan yang ngambil adalah yang bener2 peduli dengan masa depan uang tersebut emoticon-Ngakak
nah ada pula dari agan yang menemukan uang 200 perak di jalan dan bilang ah biarlah lah, nanti ada orang lain yang ngambil. sama dengan kantong plastik ini, bagi agan yang peduli dengan lingkungan, maka agan tidak akan membeli kantong plastik ini, tapi bagi agan yang masa bodo dengan lingkungan, hanya dengan 200 perak anggapan kebanyakan orang indonesia adalah "ya elah cuman 200 perak juga pelit amat". jadinya ya beli aja, lha wong cuman 200 perak.Dari anggapan inilah jumlah pembeli kantong plastik (bukan kemasan) masih diminati oleh pelanggan super/minimarket emoticon-Mewek
Hasilnya adalah, rencana pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan Indonesia dari tumpukan sampah plastik (bukan kabel) jadi gagal. Saran ane harga kantong plastik dinaikin deh, minim ya 10.000 gitu.. jadi misal beli Mie Instant rasa Kentang Goreng satu akan lebih mahal harga satu kantong plastik, kira2 bakal beli kantong ga? disitulah mungkin usaha pemerintah akan berhasil mengurangi "kantong plastik" tapi belum mengurangi "Sampah kemasan Plastik"


Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Quote:Quote:PENERAPAN HANYA DI SUPER/MINI MARKET, BELUM DI PASAR
Quote:
Spoiler for Ilustrasi Aja:

Quote:Nah ini nih gan, yang bahaya.. udah pernah liat ibu-ibu yang berantem belum? Hanya karena Rp200,- perak bisa jadi masalah yang runyam lho ya.. kadang pedagang harus ngalah sama ibu-ibu. apalagi penjualanya adalah golongan Susis gan, mending ngasih kantong plastik daripada kena jambak.

Berlakunya kantong plastik berbayar, sepertinya hanya disosialisasikan di Supermarket dan minimarket. Di kampung ane, kantong plastik mah masih gratis gan kalau belanja ke pasar maupun di warung. Kalau udah kaya gini, apakah usaha pemerintah mengurangi kantong plastik bakalan berjalan? kemungkinannya adalah gagal. kita yang peduli akan lingkungan akan kalah dengan ibu-ibu yang tidak mau rugi karena beli kantong plastik di pasar tradisional emoticon-Cape d...

Quote:Quote:KURANGNYA KESADARAN AKAN LINGKUNGAN
Quote:
Spoiler for Ilustrasi Aja:

Quote:Terakhir adalah, kurangnya kepedulian kita akan lingkungan adalah penyebab dari gagalnya program Plastik berbayar ini, Sudah saatnya kita sadar bahwa sampah adalah penyebab banjir selain penebangan pohon secara brutal. Sampah platik selain merusak tanah juga dapat menjadi penyebab banjir, ga percaya? coba deh, agan taruh plastik ke kloset agan. ga usah banyak-banyak 10 lembar aja di gulung-gulung lalu lempar ke kloset, banjur ga kamar mandi agan emoticon-Ngakak Jika agan peduli akan anak dan cucu agan, jangan beranggapan Ah, Cuma 200 perak aja, ilang juga ga bakal nyari atau anggapan-anggapan lain. tapi pikirkan nasib anak dan cucu agan nanti. Apa agan mau anak agan nanti hidup terus-terusan di terjang banjir? apakah agan mau, anak cucu agan tidak dapat bertani karena tanah udah terlalu banyak plastik di bumi Indonesia ini?

Quote:Pesan TS: Jika agan tidak bisa menerima peraturan pemerintah dengan plastik berbayar ini, maka anggaplah bahwa plastik berbayar ini untuk menyelamatkan keturunan Agan di masa yang akan datang.
Apabila agan benar-benar peduli dengan bumi kita ini, maka Agan dapat memulai dari sekarang untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Dan ane berharap, semoga kemasan-kemasan berbahan plastik yang tidak bisa hancur dimakan zaman segera diganti oleh para produsennya. Untuk pemerintah, lihat sisi lain jangan hanya melihat sisi warga, tapi lihat sisi manufaktur yang menggunakan plastik suka-suka.emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:Ingat Bumi dan alam semesta ini adalah milik kita juga, Tuhan memberikan alam yang begitu Indah untuk kita, Meski hanya titipan, Tuhan mempercayakan penuh alam ini untuk kita. Jadi, jika ingin merubah keadaan yang terjadi pada alam kita, maka mari bersama-sama merubah kebiasaan buruk kita untuk alam. Dan sadarkan diri kita untuk menjaga alam ini. Sama-sama merubah kebiasaan gan, dan membangunkan kesadaran kita yang tertidur
Quote:WAJIB DI BACA GAN
Hal-hal Ini Mustahil Bisa Terselesaikan Di Indonesia, Tanpa Kesadaran
Inilah Cara Agar Warga Lebih Memilih Angkutan UmumHT #16
Waktu Yang Tepat Buat Ngopi!HT #15
Mengenal Pesawat N-219 Buatan Indonesia Yang Siap Terbang 2016 HT #14
LAPAK ADIDAS ORI MILIK ANE GAN
Berawal dari usaha kakek ini, Warga Merdeka dari kekeringan HT #13
Ini Yang Harus Agan Lakukan Bila Tersesat Di Gunung HT #12
Ayo Bangkit! Hapus Ketakutan Yang Dapat Membunuh Kreatifitasmu #HT 10
Beli Galon, Periksa Kode Kemasannya Dulu Gan! HT #9
Fakta-fakta menarik tentang ciuman
Ngakak Gan, Kalau Brand-brand ini Jujur dengan Slogannya
10 Maskapai Kelas Ekonomi Yang Punya Menu Makanan Terbaik HT #8
[AMAZING] Rumah-Rumah Cantik Ini Dari Kontainer Gan
Mengenal dan melihat Lebih Dekat Gang Dolly Sebelum Di Tutup
Blunder Pemegang Kartu Kredit Yang Sering Terjadi HT #7
Cari Suami Itu Yang Kaya Gini Sist, Biar Ga nyesel! HT #6
Cari Istri Itu Yang Kaya Gini Gan, Biar Ga nyesel! HT 5
[HOT] Tips-tips Agar Bisa Tetap Hidup Ditanggal Tua (Tanpa Harus Nge-Mie)HT #4



Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Quote:KOMENTAR-KOMENTAR PILIHAN
Quote:Original Posted By humanlvl.7
Sedikit Pencerahan

Kantong plastik yg hancur dengan sendirinya maksudnya bentuk makronya yg hancur, alias dari bentuk lembaran besar menjadi bits yg kecil (ukurannya mikroskopik). Tapi tidak terurai, alias di tingkat molekul dia tetap plastik gan.

Dan plastik ukuran mikroskopik ini yg mencemari tanah, terutama lautan (hampir di setiap lautan ditemukan sampah jenis ini). Ada penjelasannya kok di channel youtube, Minute Earth apa ASAPscience ane lupa.

Note.Kecuali plastik mudah hancur tersebut tidak berbahan dasar petrol, seperti jagung, dan jenis bioplastik lainnya. Plastik jenis ini selain hancur, juga terurai.

*pekiwan bila berkenan, boleh koreksi kalau ane ada yg keliru emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By st3v4nt
Walau ane pro lingkungan dan sudah bawa kantong recycle sendiri tiap belanja, ane tidak mendukung kebijakan bayar kantong plastik Rp 200 ini karena ada berapa alasannya:

1. Kebijakan bayar kantong plastik ini tidak adil dan membodohi konsumen dan masyarakat....ingat selalu diumumkan kantong plastik sekarang harus bayar seolah dulunya gratis....padahal faktanya dari dulu kantong plastik ya bayar, hanya biaya/ongkos dibagi rata ke harga jual barang yg dibeli. Umpama agan beli 10 item barang dari tiap barang si penjual untung 1000, 10x1000 = 10.000 - 200 biaya/ongkos kantong plastik = masih untung 9800. Lah sekarang ketika komponen biaya/ongkos plastik dikeluarkan dari harga jual barang, apakah harga barangnya ikut diturunkan sama penjual? Enggak kan jadi si penjual sekarang untung 9800 + 200 yg tadinya buat kantong plastik = 10.000. Sementara agan belanja jadi lebih mahal karena untuk tiap kantong harus bayar Rp 200 lagi. Kalau mau adil ya pemerintah harus memastikan penjual mengeluarkan komponen biaya kantong plastik dari keuntungan tiap item yang dijual dulu.

2. Kampanye ini hasil lobi dari sejumlah aktivis lingkungan yang berhasil meng-golkan kampanyenya sehingga di adopsi KLH. Sayangnya ketika berhasil mereka menganggap sepi kritikan dan pertanyaan konsumen dan masyarakat. Kebetulan ane dengerin mereka diwawancara di salah satu radio swasta, ketika ada pertanyaan dan kritikan dari masyarakat mereka malah ketawa-ketawa seolah pertanyaan masyarakat ini bodoh. Terus terang aja ane jadi gak respect sama aktivis macam begini, gimana mau didukung kalau ada masy yang gak paham bukannya dijelaskan malah diketawain kayak gitu....

3. Salah satu alasan yang sering dipakai untuk mendukung kebijakan adalah banyaknya plastik di sungai dan laut kita. Nah apakah agan-agan yakin banyaknya plastik di sungai dan laut karena tingginya konsumsi plastik ataukah karena kebiasaan buang sampah sembarangan dan manajemen pengelolaan sampah yang buruk? Apakah efektif melakukan 'pemaksaan diet plastik' pada konsumen swalayan besar dan menengah yang kemungkinan besar rumahnya terlayani jasa pembuangan sampah yang memadai? Yakin merekalah selama ini yang buang sampah di sungai dan laut? Dari lahir ane tinggal di pinggir pantai kalau liat sampah yang hanyut kebanyakan asalnya dari muara sungai yang mengalir dari hulu melewati perkampungan yang kebanyakan tidak terlayani jasa pembuangan sampah yang memadai. Tanpa menuduh apakah tidak lebih baik jika kampanye yang buang-buang uang ini dialihkan ke perbaikan manajemen pembuangan sampah khususnya untuk daerah pinggir kali dan pantai?

4. Siapa yang mengawasi penggunaan uang yang dipungut Rp 200 dari konsumen setiap kantongnya? Apakah nantinya swalayan besar dan menengah yang terkena kebijakan ini akan mengumumkannya ke publik? Demikian pula KLH apakah akan mengumumkan ke publik penerimaan bukan pajak ini dan penggunaannya? Kemudian kita sebagai konsumen dan masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung maupun tidak? Kayaknya mah ane lebih sering liat PMI bantu masyarakat deh makanya gak keberatan ketika diminta nyumbang PMI di bioskop ketimbang nyumbang KLH yang paling bentar kegiatannya nanam pohon penghijauan doang....

5. Kenapa gak buat aja peraturan yang lebih efektif, swalayan gak boleh pake kantong plastik lagi harus ganti ke kantong kertas atau yang bawa kantong belanja sendiri dapet diskon harga.....kenapa yang dipilih adalah konsumen lagi-lagi harus bayar.....

Dah gitu aja kalo setuju silakan like kalo gak kasih sanggahan lah....


Quote:Original Posted By Mr. Popo
ane kalo ke supermarket or minimarket dr dulu g pernah mau dikasih plastik, ane selalu minta pakai kardus, ato kalo cm sdikit belanjanya ane masukin tas ransel aj, kardus berguna buat macam2, mis mengepak brg2 tdk terpakai utk disumbangkan dll, sebenernya mau plastik dihargain 200 rupiah atau 10000 rupiah per lembarnya, g ngaruh, skr tergantung individu masing2


Quote:Original Posted By milen
Menurut ane skrng tugas besar buat para ahli, ga cuma kantong plastik super/minimarket aja yang bisa hancur dalam 2-5 tahun. Tapi kemasan produk suatu benda juga, nah misal suatu benda produksi 2016, akan expired tahun 2020. Jadi ada selang 4 tahun dimana produk plastik ini ga boleh ancur, ditambah 3tahun/2xlipat dari selang waktu produksi ke exp benda tersebut, jadi plastik ini akan bener'' ancur dalam masa 7 atau 8 tahun.
trit TS udah bagus, ane ikut nimbrung nambahin aja ya emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By benalam
Mau merusak lingkungan?
cukup bayar Rp 200.

*taro pejwan gan*


Quote:Original Posted By copynopy
akhirnya uneg uneg ane ada kesampaian juga lewat tread agan. makasih y emoticon-Embarrassment
ni ad pengalaman ane yang aduh emoticon-Nohope
kapanhari ane belanja bbrpa barang yg jumlahnya sekitar 7 biji lah, sejak ada kantong plastik berbayar ane slalu nyiapin tas kain dijok spda buat jaga2 klo beli2 gini karna pkir ane untuk juga ikut membantu program bebas sampah, yang jengkelnya itu pas di kasir..
kasir : (ngitung belanjaan ane dan langsung ambil kantong plastiknya dia buat masukin brg2 ane, gak pake nawarin gan emoticon-Nohope emoticon-Nohope )
ane : mbak gak usah pake kantong
kasir : (nunduk sambil senyum2 gak jelas emoticon-Metal )

ane pura2 aja gak tau pas ane tinggal die nyinyir ame temenx mgkn dikira ane pelit kali belanja banyak g mau pake kantong harga 200 perak. kan taik klo kek gitu emoticon-thumbdown
bukan krna 200 perak tapi mnurut ane ni program g ad efek yg berarti kalo dri kita g ada kesadaran maksud dan tujuan diberlakukan peraturan itu untuk apa emoticon-Hammer2
mkasih emoticon-Maaf Aganwati

Quote:Original Posted By freya4u
Inti Penerapan Kantong Plastik berbayar itu bukan pada berapa nominal yang kita bayar..
tetapi apa yang dapat kita raih dengan menerapakannya...

1. Kesadaran, bukan hannya bahwa plastik itu dapat menjadi sumber bagi rangkaian kejadian lainnya
ex : Pencemaran baik tanah, air dan aliran air (sungai, laut, selokan), habitat hidup makhluk hidup (cari saja dampaknya di youtub*)
tetapi sebagai trigger kita bahwa jika kita tidak mampu berbuat besar dalam upaya melestarikan linggkungan, setidaknya kita jangan ikut serta sebagai orang yang mencemarinya, bukan dari nilai yang hanya Rp 200 sebagai penghematan jika kita tidak memakai kantong plastik berbayar..

2. Disiplin, Setelah melalui fase 1, kita akan dimulai untuk dapat melatih diri, menjadi manusia yang mampu untuk menahan hawa nafsunya (bertingkah ponggah dengan dalih, "ah, cuman Rp 200 doank") dengan adanya kesadaran akan mentrigger kita mulai rutin membawa wadah penampungan saat berbelanja ataupun kapan saja dengan kesadarannyata bahwa kita mampu berperanserta dalam menjaga kelestarian bumi ini. nah jika kita sudah mulai bisa dengan penerapan ini, diharapkkan dapat diaplikasikan pula disiplin dan kesadaran tersebut didalam kehidupan kita sehari yang pada intinya berfikir "APA YANG KITA LAKUKAN PASTI AKAN BERDAMPAK KEPADA LINGKUNGAN SEKITAR MAUPUN DIRI KITA, SEHINGGA TERPULANG KEPADA KITA, APAKAH KITA MENJADI ORANG YANG BERDAMPAK NEGATIF ATAU POSITIF TERHADAP SEKITA". jika itu sudah dimiliki oleh tiap2 individu warga negara.. alangkah optimisnya saya berpendapat bahwa kita akan mampu menjadi negara maju (baik pembangunan maupun pola pikir manusianya) tidak melulu sebagai negara berkembang yang melulu memikirkan "bagaimana saya bisa hidup enak"

DON'TS
1. Hindarilah pemikiran yang mengatakan, "JANGAN CUMAN WARGA< TETAPI PRODUSEN YANG MENGGUNAKAN PLASTIK JUGA. HARUS BLaa blaa. . . . "
Start Looking at your self, jgn cuman sekedar bisanya mencari kambing hitam terus,, bukan saya pro terhadap produsen2 yang justru menghasilkan produk dengan limbah plastik besar juga,, tetapi apa anda mau setiap saat ingin membeli minyak goreng harus membawa botol sendiri/wadah dari rumah,,ataukah produsen minyak goreng menggunakan plastik yang lebih tipis dengan konsekuensi kapan saja dapat pecah dan bocor... tentunya inovasi lain seperti penggunaan wadah Kardus/dus atau inovasi laiinya juga harus menjadi perhatian produsen dan WAJIB. tetapi hingga saat itu datang marilah memulai semua itu dari diri kita sendiri...

at last... marilah kita banyak berbuat,, jgan hanyya cuman mampu berwacana dan sekedar mencari2 kesalahan maupun pembenaran2 atas tingkah laku kita..

mohon maaf atas ketidak teraturan penullisan
terimakasih.

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia


Quote:Original Posted By F.Fajrianto
kalau menurut gw pribadi ini strategi om, Indonesia ga bisa diterapkan sistem/peraturan yang langsung begitu aja 100% berubah, perlu ada penyesuain dari bawah hingga keatas.. dimulai dululah dari supermarket baru nanti merambah ke sektor bidang lain, tau sendiri tipikal orang indo ga sesuai dikit sama hati langsung demo ga jelas dan anarkis kaya ga akan bisa hidup besok rasanya..
karena pola pikir masyarakat kita yang masih kurang menerima kalau langsung berubah total.. makanya dibuat dari hal terkecil di supermarket yang notabane nya pemakaian kantong plastiknya bisa dikategorikan cukup besar


Quote:Original Posted By splatt.
menurut ane ada efektifnya gan, tapi sangat sedikit ga sebanding dengan usaha2 yg dikeluarkan buat merealisasikan peraturan ini. pasti ada kok masyarakat yang menjadi berfikir dua kali karena adanya pemberian harga untuk kantong plastik tersebut. terlepas dari karena uang ataupun mereka jadi sedikit tersadar tentang masalah lingkungan. hanya saja pencapaiannya yang sangat minim.


Quote:Original Posted By 1lh4mmau14na
Semoga bermanfaat,

Assalamualaikum, nama ane ilham (19), alhamdulillah skrg sedang kuliah di negri seberang, disni ane mau share aja tentang masalah plastik bayar,
pertama kali denger ide plastik bayar, jujur ane dukung bgt, karena sistem ini juga digunakan di negara tmpat ane kuliah sekarang (Jerman). Yang ane liat sekarang seperti kebanyakan orang indo selalu ingin negaranya seperti negara eropa atau mengikuti trend2 di barat, tapi sayangnya orang indo jauh lebih bersemangat ikut2an yang negatif, contohnya LGBT, Party, Negara Bebas, Seks dibawah diluar nikah dll, sedangkan seperti yang cinta lingkungan seperti ini agak surut semangatnya.

mungkin ane sedikit komentar tentang trit TS yang sbnernya oke ini,

1. yang pertama masalah sampah di indonesia kan gak cuma plastik belanjaan gan, botol plastik juga ada. selama ane kuliah disini yang ane tau, disni membuang sampah aja udah dibeda2in gan, kategorinya ada :
-sampah kaca (kaca dibagi 3 ada yang kaca putih,coklat,ijo)
-Verpackung (kaya karton dan bungkus yang dari kertas gan)
- Kertas( ini kaya kertas brosur, buat ngeprint dll)
-organik
-Plastik
-sampah alumium besi dan saudara2nya
jadi ntar lebih gampang buat didaur ulangnya, nah yang ane tanyain orang indonesia mau ikut gak buat milah2 gak asal buang, apalagi gak buang sampah sembarangan emoticon-Smilie trus disini ada namanya plastik sampah yang dijual juga, fungsinya kalo males milah2 bisa beli kantng plastik ini, tapi harganya mahal gan,
trus buat masalah botol plastik jadi disni ada juga sistem Pfand, jadi ntar misalnya agan beli coca cola botol, harganya 10.000 nah agan harus bayar 10.500, ntar kalo agan balikin botolnya duit agan bakal balik senilai 25 cent sekitar 400-500 rupiah, kalo untuk botol kaca sekitar 8 cent (110 rupiahan).

2. Harga murah banget 200 perak?? disni malah lebih murah gan cuma 10 cent sekitar 140 rupiah gan, disni hampir semua marketnya (Aldi, rewe, penny, tegut, netto dll) bahkan tempat jual elektronik ( Saturn, mediamarkt, conrad) juga jual plastiknya bedanya apa nih sama yang di indonesia? jadi plastik yang dijual biasanya tahan lama gan, jadi beli satu bisa buat belanja sampe 1 tahun, jadi kalo belanja bawa plastik itu mulu, selain itu banyak juga pilihan kresek belanjaannya, ada yang dari plastik, kertas( bio), dari kain (seperti totebag), trus dari polyester, nah harganya beda2. ane sedikit sedih liat komen agan benalam yang ditaruh di pejwan sama agan TS

"Mau merusak lingkungan?
cukup bayar Rp 200.

*taro pejwan gan* "

ini bukan masalah mau ngerusak lingkungan harga murah atau apa, kalo emang begitu disni malah 140 perak doang apalagi kalo dibanding pendapatan orang eropa minimal 5000-1000 ribu Euro perbulan sekitar (60 jutaan perbulan) tapi mental merka yang harus diancungi jempol buat jaga bumi ini gan.

3. Agan TS katanya menyanyangkan kok cuma di di supermarket yang dijual,gak dipasar sekalian, seharusnya kita melihat dri sisi positifnya klo kita udah terbiasa dengan mengurangi konsumsi plastik yah kita sendirinya kalo kepasar yah bawa plastik belanjaan dari rumah, simple aja sekarang orangnya udah sadar apa kagak? Kalo emang sudah sadar sistemnya gak perlu di diadain disemua tempat tapi langsung kita nya aja yang praktek disemua tempat belanja, ya gak gan? emoticon-Smilie

4. Kurangnya kesadaran akan lingkungan, ane setuju banget buat TSnya memang orang kita gak sadar2 sama lingkungan, pengen hidup kaya di eropa tapi kelakuannya gak diperbaiki dari diri sendiri dari hal kecil seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya, agak sedih juga sih sebernya emoticon-Frown


Maaf nih agak panjang tapi ane mau kuot dikit juga komen agan st3v4nt yang di pejwan ttg point pertama yang membodohi masyarakat karena keuntungan dll tersebut, kalo kita pikir kita mau mengeluarkan duit banyak untuk apa yang kita cinta, contoh suka musik, mau keluarin duit buat nonton konser, nah skrg kita udah tinggal dibumi apa gak seharusnya kita ngeluarin duit lebih yang sbnernya gak sberapa tersebut, tapi balik lagi ke orangnya sendiri, mau ikutan aja debat sana sini tapi kaga ada bukti nyata buat mencintai bumi atau diem aja tapi bergerak mengurangi plastik.

tambah sedikit aja gan, bedanya jerman dan indonesia, sebernya sistem di jerman itu jelek tapi orangnya mentalnya udah bagus, sedangkan di indo sistemnya biasanya rumit, eh mental orangnya lebih rumit. contoh aja dari sistem kresek belanjaan ini, banyak kritik dll, kalo ane mikirnya mau sebagus apapun sistemnya tapi kalo orangnya kagak ada kesadaran sendiri gak bakal bisa buat menjalankan sistem tersebut,

mungkin itu aja, yang mau sharing atau komentar ttg komentar ane silahkan. emoticon-Smilie






mending dinaikin harganya

minimal

1000 perak deh

kalo ane pasti bakal lebih mikir2
seenggaknya udah bisa ngebantu sedikit mengurangi gan
Rp.200 perak masih kecil itungannya gan coba dinaekin lagi dan LEBIH JELAS kemana alirannya itu Rp.200 seperti bikin suatu komunitas resmi khusus menerima uang dari plastik untuk di sumbangkan kembali ke yayasan kurang mampu , pasti banyak yang setuju dan mau .
Apalagi kita masih buta alirannya itu kemana emoticon-Hammer2 etah bener bakal disumbangin atau masuk kantong
btw ane kalo belanja selalu bawa plastik gede dari dulu , Ajaran nenek kalo ke pasar ,
Harusnya harganya itu 500 perak
Kadang beli kadang kagak wkwk
coba kalo kantong plastiknya harganya 50.000, ......emoticon-Embarrassment
Quote:
harus nya kalo emang mau mengurangi kantong plastik ya tutup aja pabrik kantong plastik nya
percuma kalo masih ada walau mahal tetep ane beli ko
emoticon-Cool
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
kaskus the best emoticon-I Love Kaskus (S)
Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya

istri ane klo lg belanja ga pernah beli plastiknya gan emoticon-Cool... tapi bawa tas belanja sendiri yang ukurannya lumayan besar,, so,menurut ane para pengusaha retail lebih baik mengganti jenis kantong belanjanya,mungkin bs di tiru kaya diluar negeri sono,di ganti pake paper bag,itu jelas lebih baik dan lebih 'go green',,, emoticon-Malu
emangnya produk berkemasan plastik mau ente suruh ganti pakai apa biar ramah lingkungan?
Beli tapi gak bisa dimanfaatin Inilah Yang Membuat 'Plastik Berbayar' Jadi Tak Ada Gunanya
smart input mbah! emoticon-2 Jempol

saiyah demen dgn methode harga plastik dinaekin jadi 10rb perak.. jd penggunaan plastik berkurang!.. emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)
akhirnya ada yang bahas ini emoticon-Toast

menurut ane cara penerapannya masih kurang pas kalo ga mau dibilang salah. karena bagi ane harusnya di masa sosialisasi seperti sekarang ga boleh kantong plastik lagi yg ditawarkan, harusnya pemerintah menghimbau swalayan dan supermarket menjual goodybag atau tas belanja seperti punya carrefour. dengan begitu tas itu akan dipakai terus menerus ketika masyarakat berbelanja kembali. jadi awal2 penerapan harusnya langsung di tawarkan mau pakai tas belanja, harga nya memang lebbih mahal pasti taruhnta 20.000-25.000, pasti masih pada mau beli kok, tapi balik lagi memang masyarakat kita kesadarannya masih kurang si gan.

dan sebenarnya duit yang kita bayar ini kemana ya gan?
soalnya beberapa kali ane belanja ada yang salah dengan metodenya.
misalnya, hari pertama penerapan ane belanja di ACE pakai plstik, nah pembelian plastiknya itu dikasih struk, kalo begini kan jelas uangnya masuk kemana, tapi beberapa hari kemudian ane belanja di carrefour ane disuruh bayar plastik tapi ga ada struknya, ane tanya dong, tapi katanya itu untuk mereka struknya (mba nya ga keliatan input ke pembelian), yang kaya gini yang bagi ane masih membingungkan ni penerapannya.
Kantong plastik itu ibarat "kebutuhan" orang akan rela membayar ketika butuh, apalagi cuma 200 perak.

yang bikin nie kebijakan ga sukses sebenernya bukan 200 perak nya yang kemurahan, tapi segmen pasarnya yang ga tepat sasaran,,, coba diitung secara statistik, banyak orang belanja disupermarket/ mini market atau pasar tradisional? ane yakin pasar tradisional paling banyak,,, sementara nie kebijakan ga menyentuh kepasar tradisional.,, blom lagi bahan utamanya yang berupa plastik masih banyak terdapat diproduk lain yang kadarnya lebih gila dari cuma sekedar kantong kresek,,,

naikin ajalah smpe bener bener org jarang ngegunain plastik lg emoticon-Cool


emoticon-afro monkey's
emoticon-afro it's me
emoticon-afro visit profile ya

emoticon-Paw emoticon-Paw emoticon-Paw
perlu dinaikin jadi 10rb kali plastiknya emoticon-Ngakak
ada untung nya gan
biasa nya kan petugas kasir nya suka seenak udel "kembalian 200 nya boleh disumbangkan"

nah, bilang aja ga usah, mending digantiin ama kantong kresek aja, haha
Kalo barangnya kecil cuma 1 2 biji bisa dipegang ndak usah pake plastik btw emoticon-Big Grin
Jauh sebelum diberlakuakn sudaj biasa ga pake kantongan
×