alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea540496bde6524d8b456a/hitung-budgetmu--subsidi-pln-dicabut-gan
Poll: Setuju Subsidi PLN untuk 900 VA dicabut ???

This poll is closed - 619 Voters

View Poll
Setuju 25.36% (157 votes)
Tidak Setuju 74.64% (462 votes)
icon-hot-thread
HITUNG BUDGETMU !!! SUBSIDI PLN DICABUT GAN !!!
Quote:HITUNG BUDGETMU !!! SUBSIDI PLN DICABUT GAN !!!

PLN mau ikutin BPJS, GANTI HARGA sodara-sodara !!!

PLN ini sungguh lucu, kelas 900 VA, itu sudah mepet. Kenapa masih dikepras juga. Dasar pencabutan subsidi apa ??? Kenapa hanya 4.1 juta sambungan aja yang masih disubsidi. Mekanisme penarikan subsidi dan pengecualian subsidi itu ga pernah disosialisasikan, sekarang asal main kepras.

Ane pemakai sambungan listrik PLN, sebulan cuma habis 80-95ribu per bulan (Daya 900 VA). Itu irit banget, gue dah ngirit eh masih dipalakin bayar listrik lebih mahal setelah subsidi dicabut. Total subsidi dicabut, gue bayar PLN bisa jadi 160-210 ribu per bulan. Yang bener aje !!!

emoticon-Blue Guy Bata (L)

Dan untuk dicatat, gue juga ga butuh naik daya. Karena di rumah gue juga ga ngabisin daya sampai segitu gedhe. Malah mubazir, ini kaya gue diskak ama PLN, mau ga mau pindah daya aja. Ini kan ngebohongin konsumen.

Quote:JawaPos.com - Pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan PLN dengan daya 900 VA yang tidak berhak sudah di depan mata. Hal itu sesuai hasil peroses pencocokkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun menyebutkan, hasil pencocokkan TNP2K dengan nomor identitas pelanggan PLN sudah tuntas. Dari 22 juta pelanggan 900 VA, PLN memastikan hanya 4,1 juta pelanggan saja yang masih berhak menerima tarif listrik subsidi sebesar Rp 600 per kWh.

Sedangkan sisanya harus memilih. Pilihannya tetap di daya 900 VA tapi mengikuti tarif pelanggan 1.300 VA. Yakni, 1.355,29 per kWh untuk tarif Maret. Atau, pilih pindah daya ke 1.300 VA.

Opsi kedua, kata Benny, banyak ditanyakan pelanggan 900 VA saat pegawai PLN door to door melakukan pencocokan data ke 4,1 juta pelanggan.

Mereka menyatakan siap pindah ke daya 1.300 VA kalau memang disebut tidak layak menerima subsidi. Namun, banyak yang beralasan tidak punya biaya untuk naik daya.

Karena itu PLN merespons dengan mengeluarkan kebijakan baru. Yakni, menggratiskan biaya tambah dari 900 VA ke 1.300 VA. "Yang digratiskan adalah biaya penyambungannya," tutur Benny saat ditemui di gedung PLN, Jakarta, Rabu (16/3).

Melalui program itu, berarti pelanggan listrik tidak perlu membayar biaya Rp 375 ribu untuk tambah daya. Namun, untuk konsumen listrik pascabayar tetap ada biaya penyesuaian jaminan langganan.

Sedangkan bagi konsumen prabayar cukup membayar token perdana saja. Diharapkan 60 persen dari 18 juta pelanggan yang dinyatakan tidak berhak menikmati subsidi bisa pindah daya. (dim/sof)


Nih ada yang setuju sama ane, kalo ini cuma akal bulus PLN !!!

Quote:TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN sedang menjalanlkan program tambah daya gratis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan daya listriknya dari 900 VA ke 1.300 VA. Direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahean mengatakan, masyarakat perlu berhati-hati dengan program tersebut.

Pasalnya, dengan pindah ke 1300 VA maka masyarakat tidak akan lagi menikmati subsidi listrik. PLN sebelumnya sudah menyatakan akan mencabut subsidinya bagi listrik dengan daya di atas 1.300 VA.

"Kami sangat menyayangkan sebetulnya program ini dikemas seperti sekarang. Mengapa pemerintah tidak langsung saja memutuskan penghapusan subsidi listrik? Kenapa harus pake cara akal-akalan seperti ini?" katanya melalui siaran persnya yang diterima Tempo di Jakarta, Kamis, 17 Maret 2016.

Menurutnya, seharusnya pemerintah membuat program yang lebih jelas soal penghapusan subsidi ini agar tidak salah sasran. "PLN bisa meneliti di setiap rumah, apakah pemohon layak mendapat subsidi atau tidak misalnya," katanya.

Ia juga menambahkan, PLN perlu menjelaskan ke publik terkait dana UJL yang disetorkan masyarakat dengan KWH yang telah berganti dari analog ke KWH pintar yang menggunakan pulsa. "Mestinya UJL itukan tidak berlaku lagi. Nah dananya dikemanakan itu? Hal ini perlu dijelaskan ke publik yang dulu membayar UJL saat pasang baru," ujarnya.

INGE KLARA SAFITRI


PLN harus ngejelasin, kok ada yang 4.1 juta dikecualiin dari pencabutan subsidi. Jujur aje nih, mestinya penilaiannya menurut gue dari rata-rata pemakaian bulanan. Lah dihitung aja, dikecualikan dari biaya beban, berarti gue cuma pake listrik antara 30-45 ribu sebulan. Dan di Jawa Pos PLN katanya melakukan visit door to door ke rumah pelanggan. Apa patokan rumah pelanggan yang di-visite ??? Kenapa gue ga di-visite ??? Dan kenapa yang di-visite tetap dapat subsidi ???

PLN ... ENLIGHT ME !!!

emoticon-Blue Guy Bata (L)

Sumur1

Sumur2

Update :

Quote:Saya sebelum menyelesaikan hari ini, sudah membaca thread yang saya buat sejak sore pulang kerja tadi. Alasan saya membuat thread ini, sudah jelas dan pasti karena saya muak dengan kenaikan harga-harga yang tidak jelas juntrungnya. Apalagi di kenaikan di sektor energi, yang kenaikannya secara langsung berdampak kepada harga-harga produk dan jasa lainnya.

Semakin ke belakang, saya membaca pro dan kontra yang terjadi. DAN SAYA JUGA MENCATAT KESALAHAN PEMAHAMAN SAYA, tentang apa itu subsidi, dan apabila dilanjutkan ... Terus ini salah siapa ???

YANG PERTAMA
Saya hendak menanyakan ke rekan-rekan semua, apakah kekayaan energi di Indonesia yaitu listrik, minyak, batu bara dan lainnya itu dapat dinikmati oleh WNI dengan harga yang terjangkau ??? Saya yakin jawabnya iya. Dan secara amanah UUD, kekayaan alam Indonesia dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat -tanpa pandang bulu harapan saya-

Tapi saya dan mungkin kita semua belum paham, bahwa untuk menyampaikan semua kekayaan alam Indonesia untuk dapat dinikmati orang Indonesia, juga ada biayanya, ada cost-nya dan itu tidak gratis. Dan untuk itu muncullah sebuah HARGA.

Harga ini dibentuk oleh pemerintah, dalam hal listrik kita sebut TDL. Untuk operatornya ditunjuk PLN dalam pelaksana operasional dan distribusi. Semua keterangan ini saya setujui, dan saya berterimakasih kepada Agan-agan di page 12-17 (sampai dengan saya menulis update ini) yang telah mengingatkan saya.

Dan di dalam TDL -bila saya tidak salah memahami- ada komponen SUBSIDI.

YANG KEDUA

Jadi apa itu subsidi ???

Pemahaman saya, subsidi adalah bantuan pemerintah kepada rakyat atas suatu produk dan jasa yang dibutuhkan oleh warga negara (hajat hidup orang banyak) di mana harga untuk memperolehnya tidak dapat dijangkau oleh sebagian warga negara.

Mungkin saya salah memahami, tapi merujuk kepada definisi saya sendiri tentang subsidi. Maka subsidi diberikan agar PLN selaku operator dan distributor, mencapai titik BEP antara cost dan revenue yang diterima dari masyarakat. Jadi, sebenarnya PLN ini lembaga sosial atau lembaga profit ???

YANG KETIGA

Menurut saya PLN adalah lembaga profit, apabila PLN telah mampu memenuhi kewajibannya kepada negara (pemerintah dan rakyat). Secara konkrit, yaitu apabila PLN telah memenuhi kebutuhan listrik warga negara Indonesia DAN PUNYA EKSES KAPASITAS yang bisa dijual kepada negara lain. Dan ekses kapasitas itulah yang diubah sebagai profit (dijual dengan harga yang menguntungkan kepada negara lain).

Tentu saja, itu adalah sebuah situasi yang ideal & NORMATIV.

YANG KEEMPAT

Tapi sesuatu yang kita hadapi, tidak pernah ideal dan tidak pernah normativ. Tentu saja.

Maka pengawasan subsidi menjadi perlu. Dalam hal ini karena pemerintah, menginginkan situasi idealnya sendiri. Bahwa yang mampu harus membeli listrik sesuai dengan harga keekonomiannya sendiri. Dan subsidi silang diberikan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Lalu dibentuklah Tim Pengentasan Kemiskinan.

YANG KELIMA

Saya tidak peduli, bagaimana Tim Pengentasan kemiskinan ini dibentuk. Tapi yang menjadi pertanyaan, -sebagaimana disampaikan oleh agan-agan dari page belasan-, bahwa data 4,1 juta itu diberikan oleh tim tersebut. 4,1 juta dari -yang disampaikan Jawa Pos- 22 juta pelanggan di kelas 900 VA. Mungkin data inilah yang menjadi titik pangkal permasalahannya.

Dari mana angka 4.1 juta tersebut ??? Saya sendiri, beserta ibu saya di rumah pun belum pernah disurvei. Dan sepertinya yang diverifikasi oleh tim PLN, memang yang hanya 4,1 juta pelanggan itu saja yang disurvei. Dan di page 17, ada agan-agan -yang mewakili- kawan PLN, menjelaskan dengan santun kepada saya masalah-masalah ini.

Dan itu memotivasi saya untuk menulis update ini. Mudah-mudahan juga berkenan dengan gaya tulisan saya yang masih kurang sopan.

YANG KEENAM

Okelah, saya menerima tarif 1300 VA. Tapi apakah wajar, saya membayar kelebihan beban yang tidak saya setujui. Saya hanya membutuhkan beban daya 900 VA, tapi saya dibebankan tarif 1300 VA. Alasan hal ini tidak wajar, karena -yang pasti- saya memang hanya bisa menyanggupi di tarif kelas 900VA dan kebutuhan saya hanya 900 VA.

Dan kemudian, di beberapa page saya dituduh provokator dan berpikiran picik. Mengambil hak orang miskin atau saya disuruh memiskinkan diri. Kalau memang harus seperti itu, mungkin juga banyak pengguna PLN seperti saya yang mungkin malah berdedikasi punya 10 buah KwH meter 450 VA. Sesuatu yang secara angka, saya yakin tidak terjadi seperti itu. Karena angka 22 juta pengguna kelas 900 VA, itu jumlah yang sangat besar. Apakah 22 juta pengguna existing 900 VA akan mengubah jadi turun daya 450 VA ? Saya yakin tidak.

Terlepas kemudian, bahwa jika kita mengamati di page belasan ada yang mengungkapkan, bahwa di daerah untuk pemasangan sekarang minimal 1300 VA. Tidak peduli rumah tapak atau kamar kontrak. Dan mereka berujar,"Lantas di mana keadilannya, Mas bisa pakai 900 VA, sedang saya cuma bisa pakai minimal 1300 VA?"

YANG KETUJUH

Jadi sebenarnya,
1. Sanggupkah PLN mengcover 1300 VA sebagai instalasi listrik minimal semua warga kelas menengah ?
2. Bagaimanakah komponen biaya di kelas 450 VA, 900 VA dan 1300 VA ... Dan seterusnya ke atas ?
3. Mengapa PLN membuat skema tarif di kelas 450 VA, 900 VA dan 1300 VA ??? Saya yakin itu tidak sembarangan perhitungannya. Saya yakin itu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Sama persis, seperti saya mau beli pulsa provider telekomunikasi yang dipecah menjadi nominal 10000 ... 20000 ... 50000 tergantung kebutuhan dan kemampuan konsumen.

Dan sekarang, saya tiba-tiba akan dipaksa untuk menggunakan kelas 1300 VA, padahal saya tidak membutuhkan. Tidak sanggup biayanya, dan tidak membutuhkan juga daya sekian besarannya.

Saya akui soal subsidi saya SALAH -BESAR-, itu hak pemerintah. Tapi soal saya dipaksa memakai tarif 1300 VA, padahal kapasitas saya hanya 900 VA. Saya yakin semua konsumen sama, saya berhak mendapat apa yang saya bayar. Dan apa yang saya bayar, adalah sesuai apa yang saya harapkan.

Dan urusan tarif listrik dengan;
1. "Saya beli rokok segitu aja mampu" ... Maaf saya tidak merokok ...
2. "Beli pulsa ratusan ribu aja ga teriak" ... Percayalah semua pengguna pulsa & paket data menjerit, karena harganya juga mencekik. Jangankan konsumennya, salesnya pun lagi pada tiarap. Saya tahu karena saya hanyalah serabutan distributor hape dan kartu provider. Dan saya tidak membeli sampai ratusan ribu.
3. "Ambil cicilan motor dll" ... Saya ambil Revo Fit, karena Astrea Impressa '96 saya sudah mengalami penurunan performa. Dan motor adalah aset penunjang kerja saya.

Dan sekali lagi, saya rasa tiga hal itu tidak berhubungan dengan apa yang saya rasakan soal tarif PLN ini.

Jujur saja, setelah saya membaca pro - kontra di thread ini, satu-satunya solusi buat saya selaku pengguna 900 VA adalah pasrah, dan saya juga tidak akan menambah daya menjadi 1300 VA sampai memang kebutuhan tambah daya itu tiba.

Notes terakhir. Almarhum ayah saya juga orang PLN. Beliau meninggal, sebelum PLN disorot habis-habisan dalam 1 dekade ke belakang. Kalo beliau masih ada, saya akan konfrontasi beliau dulu tentang apa yang sebenarnya terjadi di PLN. Saya yakin walau cuma sebagai pegawai perapihan instalasi listrik (mangkasin pohon-pohon yang ganggu kabel), beliau cukup tahu banyak.

Dalam hal ini, saya mohon maaf kepada agan Momonculuz dan agan Arto25 di page 17, yang secara gamblang menyatakan bagian dari keluarga PLN juga. Maaf apabila kritik -atau tuduhan- saya kurang berkenan dan kata-kata saya kasar adanya dalam mencari udang di balik bakwannya kenaikan tarif listrik 900 VA.


Titik tengah yang bisa disetujui
Quote:Original Posted By fxtn
pemerintah ini sukanya main cabut subsidi aja, nggak mikir klo banyak rakyatnya yg hidup pas2 an, harusnya yg 450 watt tetep disubsidi, yg 900 watt dinaikkan bertahap tiap tahun 200rupiah/kwh sampai harga keekonomian tertentu, tp hrs lebih murah dari tarif 1.300 watt agar adil sesuai tingkat ekonomi


Alasan yang masuk akal
Quote:Original Posted By orgastor
Katanya PLN kekurangan daya listrik terbukti dengan sering pemadaman di beberapa daerah, ngapain sekarang dorong masyarakat ke 1300 VA,

Quote:Original Posted By panasgana
sebenernya kl semua yg 900 VA "dipaksa" ke 1300 VA itu PLN sanggup gak utk ngecover? lha belum "dipaksa" aja listrik masih byar pet, takutnya ini cuma proyek akal2an meteran listrik yg pake token aja biar laku

Quote:Original Posted By clues_4me
ane mah tetep di 900VA, hemat energi gan...
makin gede kita pake, makin rusak lingkungan... itu juga menjadi batasan agar ane gak ikutan nambah kerusakan lingkungan...

selain itu, 900VA masih bisa disiasati kok... pake lampu LED, beli alat2 hemat daya + lampu2 pake solarcell (belum ane terapin yg terakhir)... masih cukup... asal gak ngaco make'nya. kek pasang AC... emoticon-Cape d... emoticon-Wakaka


Yang keberatan seperti halnya saya
Quote:Original Posted By b0sscariduit
haduuuuhh......emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...
ane juga pelanggan 900VA gan....
ane dulunya pake 1300VA ternyata tambah mahal dan mubazir gan.
jadi ane pindah VA dg harapan tiap beli listrik jadi ringan dan murah..

maklum penghasilan pas pasan ganemoticon-Sorry

Quote:Original Posted By anotherdayz
450w ga boleh naik, ini subsidi untuk yang tidak mampu,
900w boleh untuk yang harusnya "ga di subsidi", kriteria di subsidi atau engga harusnya ada standar khusus (tanya PLN)
jujur aja, masih banyak yang harusnya "ga di subsidi" tapi masih pake 900w, dan ampe ada yang bikin 2 meteran 900w + 900w
jadi fair2 aja, klo yang udah harusnya "ga disubsidi" - naik harganya,

tapi ada tapinya ... ane sendiri gedeg ama PLN naikin harga seenaknya tapi kualitas listrik masih payah
ditempat ane voltase listrik di kisaran 150 - 180 ... 190 ini bagus banget,
udah komplain berkali2, ampe teknisi PLNnya dia lagi dia lagi, ga pernah berubah tuh

jadi kebijakan penghapusan subsidi 900w ini ane bilang ga imbang ama kualitas PLN
dah gitu aja

Quote:Original Posted By romzydj
kasian saudara yang tinggal di daerah timur
sudah bayar mahal listriknya,, hidupnya lampu cuma 6 jam sehari emoticon-Sorry

Quote:Original Posted By lugazz
mau naik?
di tempat ane hampir seminggu sekali itu mati lampu.

ane pakai 900VA. Penggunaan listrik ane cuma 50rb perbulan.

kalau harus pakai 1300VA, gila aja
Waduh gan
ke BP aja gan emoticon-Salah Kamar
Ke BP bos emoticon-Salah Kamar

Ntar di sentil mimin







Kaskus Line Maker Reborn

With Ucok's Syndicate KLM-R here emoticon-Cool
PLN sendiri mah gak pernah kerja gan. Mereka cuma ngatur2. Yang kerja vendor semua. Gak heran costnya jadi gede.
yap kayak agan diatas disana kayaknya banyak yg blom tau . Aneh juga ya PLN
asal waktu bayar tagihan listrik ada duit aja
Quote:Original Posted By jon.sansiro
PLN sendiri mah gak pernah kerja gan. Mereka cuma ngatur2. Yang kerja vendor semua. Gak heran costnya jadi gede.


Sebenernya yang gue heran, di tengah penurunan harga minyak kaya gini. Cost PLN sebenernya udah turun Gan. Ditambah biaya jasa vendor umpama, ane yakin impaslah.

Sebenernya BUMN kaya PLN itu captive market, monopoli abis !!! Rugi gimana ??? Apalagi kalo bahan baku buat bikin listriknya dah turun.

Dan yang perlu ane jelasin lagi, ane ga minat tambah daya. Karena mubazir buat ane.

Anyway, thanks Gan infonya ...

emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By dewistimila
asal waktu bayar tagihan listrik ada duit aja


Gue ga bisa bayangin kalo yang 450VA dicabut juga ...

Mungkin mereka semua kembali ke jaman kegelapan ...

Lampu teplok ama petromax bakalan laris nih ...

emoticon-Turut Berduka
Quote:Original Posted By aderio25
yap kayak agan diatas disana kayaknya banyak yg blom tau . Aneh juga ya PLN


Gue orang awam Gan. Tapi mikir goblok-goblokan aja, perusahaan monopoli kok bisa rugi, terus naikin harga seenak udelnya.

Monopoli untuk naikin harga.

Mumet ... mumet ... Semuanya kok serba naik, padahal harga minyak turun ...

emoticon-DP
Quote:Original Posted By rassvet
Waduh gan


Buset Gan ...
muke gilee ... emoticon-Cape d...
mboh pake tenaga surya aja gan gimana, nunggu perrkembangan aja kalo ane emoticon-Cool
pake genset aja ente gan udah,atau pake power bank semua,pake lampu portable
4.1 juta pengecualianitu sudah di bagi2 gan
45% rumah pejabat penting dan orang2 top manajemen pemerintahan
25% tempat usaha pemerintahan dan usaha2 dari para pejabat di p jawa
15% untuk pengusaha baik dalam ataupun luar negeri yang punya peran penting keuangan
15% lagi untuk cadangan di jualin kepihak2 orang2 PLN sendiri/ pelanggan super VVIP
emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By blezzernet
4.1 juta pengecualianitu sudah di bagi2 gan
45% rumah pejabat penting dan orang2 top manajemen pemerintahan
25% tempat usaha pemerintahan dan usaha2 dari para pejabat di p jawa
15% untuk pengusaha baik dalam ataupun luar negeri yang punya peran penting keuangan
15% lagi untuk cadangan di jualin kepihak2 orang2 PLN sendiri/ pelanggan super VVIP


Semuanya kebutuhan listriknya di atas 900VA itu mah ... berarti mereka satu rumah punya KWH meter sepuluh buah kali yaaaa ...

emoticon-DP
Quote:Original Posted By kunimitsutezuka
pake genset aja ente gan udah,atau pake power bank semua,pake lampu portable


Pake biogas ajalah ...
Biasanya agan bayar itu lebih besar biaya beban atau biaya pemakaian? emoticon-Bingung (S)
PLN JANCCCCOOOOKKKK!!!!! emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah