alexa-tracking

New Recommend PSU - Part 7

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea3b4ca09a39ed2b8b4572/new-recommend-psu---part-7
New Recommend PSU


PERHATIAN !!!


1. Demi kenyamanan bersama tolong jangan flamming
2. No junk emoticon-Metal
3. Biasain quote pake multi quote
4. jangan OOT..sekali" boleh sih, gw juga doyan emoticon-Malu
5. gak ada senioritas disini,gak ada nubi/senior emoticon-Big Grin.. saling respect ajaemoticon-Big Grin
6. no lapak jualan, nama toko sebisa mungkin di sensor emoticon-Genits
7. konsultasi dilakukan di thread, tidak melayani konsultasi via PM, VM atau yg lainnya
8. udah itu aja emoticon-Peace

PSU = Power Supply Unit
- merubah arus tegangan listrik bolak-balik (AC), menjadi searah (DC).

- mengalirkan arus listrik ke seluruh komponen/part komputer

Disini adalah tempat buat konsultasi memilih PSU yang cocok dengan spek agan" semua emoticon-Big Grin dan saling berbagi informasi / review
di harapkan trit ini berguna

*udah itu aja pembukaannya
emoticon-Hammer

==========================================

Cara Mengukur Rail PSU

buat yang sering nanya
Q : kok PSU aku di bios rail 12vnya drop emoticon-Frown
Q : kok rail 12v PSU eyke di hw monitor dropemoticon-Amazed
Q : kok pas test OCCT liat rail"nya anjlok gitu dech,kenapa ya emoticon-kisssing ( emoticon-Busa: )
Q : Rail gw gak kebaca emoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frown
Q : om,kak,mas,liat SS deh..ada yang aneh emoticon-Frownemoticon-Frown

A : lebayemoticon-Hammer.. liat rail via sopwer gak ada yang akuratemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin..
mao buktiemoticon-Confused:emoticon-Amazed
ada nih tutor dari bro mots emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
*Share* mengukur RAIL PSU Baru/Bekas by mots

Masalah Penggunaan Stiker 80+ Palsu

Spoiler for alasan:

Fake 80+ Badge

Problem PSU


Kasus 1..
PG Signal

Spoiler for problem:


Connectors



-ATX 24 pin
ada 2 jenis yaitu

20 pin (model lama) dan 24 pin (modern dikit)

Spoiler for atx 24 pin:





-EPS/ATX12V 8-4 pin
Spoiler for 8-pin:



-Sata
Spoiler for sata:




-Molex / 4 pin Peripheral
Spoiler for molex:




- Pcie 6/8pin(6+2)

digunakan pada vga yang membutuhkan lebih dari 75 watt dari total power vganya, karena slot pci exprees hanya mampu memberikan 75 watt
Spoiler for pcie:



macam-macam converter


Spoiler for converter:




macam-macam extender


di pake biasanya buat PSU yang kabelnya pendek" atau buat penggemar modding di bikin individual sleeve
Spoiler for extender:



Spoiler for Tutorial Pemasangan Konektor PSU:


Function


Computer hardware components require direct current at specific voltages in order to operate normally. However the power that comes out of wall sockets is high voltage alternating current. The power supply takes this high voltage AC power, typically either 100V to 120V or 200 to 220V and converts it to low voltage DC power, which is supplied to various hardware components. There are three main voltages the power supply unit provides to hardware as well as a +5VSB rail. These are:

* 12 volts
o The majority of modern power supplies deliver almost all of their rated capacity on this rail. This is because the GPU and CPU, the two largest power consumers in the average computer, use the 12V rail.
* 5 volts
o The 5V rail is used to power various hardware components such as USB ports, CD and DVD drives, some hard drives, and floppy drives. The 5V rail used to be a very important factor in a power supply but the 12V rail is now much more important.
* 3.3 volts
o The 3.3V rail is used to power some smaller components on a computer such as logic chips. It is usually generated by regulating down the 5V rail. This means the total rated capacity of the 3.3V rail is much higher than the actual output would be if the 5V was being used.

UL Code PSU

dari UL code kita bisa ngelacak data sebuah barang
Spoiler for ul:

*thanks to Tamu.Kaskus

Istilah-istilah dalam dunia PSU emoticon-Hammer


Efisiensi
apaan tuh? emoticon-Amazed

Spoiler for efisiensi:


Active PFC bahasa inggris yakemoticon-Peace

Power Factor Correction (PFC) allows power distribution to operate at its maximum efficiency. The preferable type of PFC is Active Power Factor Correction

(Active PFC) since it provides more efficient power frequency. Because Active PFC uses a circuit to correct power factor, Active PFC is able to generate a

theoretical power factor of over 95%. Active Power Factor Correction also markedly diminishes total harmonics, automatically corrects for AC input voltage, and

is capable of a full range of input voltage. Since Active PFC is the more complex method of Power Factor Correction, it is more expensive to produce an Active PFC power supply.

80+
New Recommend PSU - Part 7
adalah sebuah organisasi yang menguji tingkat efisiensi sebuah power supply
mereka melakukan test pada 115v @ 20% load, 50% load dan 100% load
efisiensi PSU di bagi menjadi beberapa tingkatan( 80+ biasa, bronze, silver, gold)
site : [url]www.80plus.org[/url]
Ingat!!
List PSU yang terdapat situs [url]www.80plus.org[/url] tidak sepenuhnya PSU yang bagus,, melainkan PSU yang efisiensinya bagus tanpa melihat kekurangan-kekurangan lainnya. Jadi ada baiknya harus teliti dan belum tentu PSU yang terdapat disana sempurna seperti sertifikatnya
emoticon-shakehand*baca review tambahan

parameters
Spoiler for 80:


SLI/CF ready
Spoiler for abc:


ATI CrossFireX™ is a technology developed by ATI that allows multiple graphics cards to work together in a single computer system. This enables faster graphics performance than what is possible with a single card. ATI CrossFireX™ Ready means this product supports CF technology.

SLI stands for "Scalable Link Interface." SLI is a technology developed by NVIDIA that allows multiple graphics cards to work together in a single computer system. This enables faster graphics performance than what is possible with a single card. SLI Ready means this product supports SLI technology.



--------

Autolock Thread by Hansip

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://www.kaskus.co.id/thread/53e98...cb17f15d8b4591 yang sudah melebihi batas reply.
Terima kasih. New Recommend PSU - Part 6
Type PSU


Modular
merupakan inovasi dalam pemasangan kabel, yang memungkinkan pengguna untuk menghilangkan kabel yang tidak terpakai.
Sedangkan desain konvensional memiliki banyak kabel secara permanen tersambung ke PSU,
Spoiler for modular:


Non Modular
Spoiler for non-modular:


Perbedaan
PSU Modular
- Kabel yang tidak di gunakan dapat di lepas dari body PSU
- Managemen cable dapat lebih mudah..dan membuat rapi
- Harga biasanya lebih mahal dari non modularemoticon-Hammeremoticon-Frown

PSU non Modular
- Kabel fix menempel pada body PSU
- susah dalam managemen cable
- Harga relatif lebih murah dari PSU modular emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin



PRINSIP KERJA UPS


Setiap PC membutuhkan daya listrik. Kalau aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power nya tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan dengan aman, dan komputer dapat dimatikan dengan benar. Jadi fungsi UPS itu BUKAN agar user tetap dapat bekerja.

UPS memiliki dua sumber daya listrik : Primary Power Source dan Secondary Power Source. Salah satunya berasal dari main power (stop kontak / PLN), satunya dari baterai UPS. Di dalam UPS terdapat Switch yang mengatur sumber daya listrik mana yang digunakan untuk menyediakan suplai listrik ke beban (PC). Jika Primary Power Source tidak berfungsi, Switch akan mengaktifkan Secondary Power Source secara otomatis. Begitu juga sebaliknya jika Primary Power Source sudah kembali berfungsi.

PSU komputer membutuhkan arus listrik AC, sedangkan arus listrik dari baterai adalah DC. Oleh karena itu, di dalam UPS terdapat Inverter yang mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Di dalam UPS juga terdapat Rectifier yang mengubah arus AC dari main power menjadi arus DC untuk mengisi baterai pada saat main power bekerja.

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 1 : Diagram paling simpel dari UPS

Udah pake UPS pas listrik mati kok PC tetep restart? Jangankan pas PLN mati, pas PLN hidup aja PC bisa restart sendiri.

Ada beberapa jenis gangguan suplai daya listrik ke PC antara lain :

1. Noise
Ini kalo tegangan (voltase) naik/turun tapi cuma sedikit (persentasenya kecil). Kalo standar 220 volt, sekitar 200 - 240 volt itu masih bisa dianggap noise. Kalopun selisih banyak, biasanya bertahap (gak langsung drop banget atopun tinggi banget). Noise yang macem begini biasa diatasi pake AVR. Tapi ya itu, AVR pun ada kelasnya. Ada yang cuma model sirkuit harga 50 ribuan, ada yang servo-motor harga 200 ribuan, ada yang ferro-resonant harga 700 ribuan (untuk 500VA semua loh). Ada harga ada rupa lah. PSU yang bagus juga biasanya sanggup ngatasi masalah Noise walopun gak pake AVR di luar PC.

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 2 : Sinyal AC yang terganggu oleh Noise

2. Blackout
Ini kalo main power (PLN) tidak bekerja. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout. Kalo mau ngetes fungsi UPS yang paling dasar ini ya cabut aja kabel power UPS nya dari stop kontak pas komputernya nyala. Tinggal diliat komputernya mati/restart gak.

3. Brownout / Sag
Ini kalo tegangan (voltase) dari main power turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe separo dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di ruangan seperti berkedip.

Penyebab Brownout pada umumnya adalah karena ada tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita lho, bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin trus pengaruh ke listrik kita lewat jaringan PLN.

Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan masalah dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa ngatasi masalah Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Dulu UPS yang kualitasnya kurang bagus saya colokin ke stavolt, komputernya dinyalain, trus power switch dari stavoltnya di-off & on-kan secepat mungkin, komputer gak mati / restart. Tapi pas lampu di ruangan kedip, komputernya tetep restart juga.

4. Surge & Spike
Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari main power melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Jadi kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

Penyebab Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar dimatiin. Surge juga bisa terjadi ketika main power kembali nyala setelah terjadinya Blackout.

Istilah Spike lebih sering dipake untuk lonjakan tegangan akibat petir (lightning strikes). UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.

JENIS - JENIS UPS

Pada dasarnya, UPS cuma ada 2 jenis, yaitu OFFLINE dan ONLINE. Perbedaannya adalah pada sumber daya listrik mana yang jadi Primary Power Source, mana yang jadi Secondary Power Source.

Pada UPS jenis OFFLINE, sumber listrik primer adalah stop kontak / PLN, sumber listrik sekunder adalah inverter (dari baterai). Beberapa yang termasuk istilah lain ataupun varian dari OFFLINE UPS ini antara lain : Standby UPS, Ferroresonant-Standby UPS, Line-Interactive UPS, Voltage & Frequency Dependent (VFD) UPS, Voltage Independent (VI) UPS.

Karakteristik penting yang ada pada Offline UPS adalah adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer ke sumber listrik sekunder pada saat sumber listrik primer dianggap gagal berfungsi, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak mendapat listrik.

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 3 : Offline UPS
Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder


Offline UPS generasi sekarang biasanya memiliki Transfer Time kurang dari 4 milidetik (4 ms). Cukupkah Transfer Time segitu? Tergantung PSU nya. Di PSU ada spesifikasi Hold Time atau Holdup Time yang menunjukkan berapa lama PSU masih bekerja sebelum benar - benar mati jika aliran listrik terputus.

Penjelasan soal Hold Time atau Holdup Time bisa dilihat di threadnya Bung Khurios2000 yang udah di-sticky. Yang penting Transfer Time nya UPS harus lebih kecil daripada Hold Time nya PSU. Adanya Transfer Time membuat sebagian orang tidak menganggap Offline UPS sebagai UPS karena tidak benar - benar "uninterruptible".

Sepanjang pengalaman saya, Transfer Time 4 ms biasanya cukup untuk PSU abal-abal sekalipun. Cara membuktikannya ya sama dengan cara membuktikan kemampuan UPS mengatasi Blackout seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Pada UPS jenis ONLINE, sumber listrik primer adalah inverter (dari baterai). Inverter bekerja terus - menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban (PC), sedangkan rectifier dari AC ke DC bekerja terus - menerus untuk mengisi baterai. Itu sebabnya juga disebut DOUBLE CONVERSION UPS atau DOUBLE CONVERSION ONLINE UPS. Kalau main power tidak berfungsi, hanya rectifier dari AC ke DC yang berhenti bekerja, sedangkan kerja inverter tidak berubah (tidak ada Transfer Time / Switch Time). UPS jenis ini juga disebut Voltage & Frequency Independent (VFI) UPS karena tegangan dan frekuensi outputnya tidak dipengaruhi oleh input.

Pada Online UPS juga terdapat Switch yang otomatis mengambil aliran listrik dari sumber listrik sekunder (langsung dari PLN) jika inverter / baterai tidak bekerja. Biasanya Switch ini juga bisa difungsikan secara manual (manual bypass) untuk maintenance baterai. Tidak adanya Transfer Time / Switch Time membuat sebagian orang menyebut Online UPS sebagai "True UPS".

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 4 : Online UPS
Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder



SPESIFIKASI UPS

Kalo milih UPS, ada spesifikasi yang bisa dibaca di box / manual / website nya. Di sini cuma dibahas beberapa spesifikasi yang penting untuk diperhatikan.

1. UPS Type / Topology
Jenis UPS ini yang paling penting. Intinya: ONLINE atau OFFLINE? Biasanya, kualitas inverter di Online UPS secara umum lebih baik daripada di Offline UPS. Hal ini karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang - kadang dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi kalo kualitasnya gak persis ama listrik PLN ya dianggap gak terlalu berisiko merusak PC. Beda dengan Online UPS yang inverternya bekerja terus - menerus, jadi kualitas outputnya harus bener - bener bagus.

2. Load Rating (Capacity & Run Time)
Kapasitas UPS tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Mau dipake berapa PC? Total daya berapa Watt? Yang harus diingat, kapasitas UPS (juga perhitungan beban) ini bisa dinyatakan sebagai Apparent Power, bisa juga sebagai True Power.

True Power = Power Factor x Apparent Power

Biasanya Apparent Power dinyatakan dalam satuan VA (Volt-Ampere), sedangkan True Power biasa dinyatakan dalam satuan Watt. Jadi ada UPS yang nulis spec Maximum Load-nya 600VA (480 Watt). Artinya Apparent Power = 600VA, True Power = 480Watt, Power Factor = 0,8. Kalo di spec UPS cuma ada Apparent Power (pake satuan VA), untuk amannya ambil Power Factor (faktor daya) = 0,6.

UPS yang bagus biasanya dia punya tabel / gambar Run Time seperti ini.

New Recommend PSU - Part 7

Tabel 1 : Run Time Chart

Artinya, kalo PLN mati pas baterai UPS nya penuh (100%), trus dipasang beban 600VA, UPS bisa menyediakan listrik selama 5,8 menit. Kalo bebannya 300VA, bisa nyala 14 menit. Yang pasti UPS gak akan bisa menyediakan listrik di atas beban maksimumnya. Kalo dari tabel di atas, bukan berarti UPS itu bisa nyala 3 menitan kalo bebannya 800VA, tapi malah gak nyala samasekali.
Sebagian UPS mungkin gak menyediakan Run Time Chart seperti itu, tapi menyebutkan Typical Run Time at Full Load dan Typical Run Time at Half Load.

3. Output Voltage & Frequency
Udah tau khan? Yang pasti harus sama dengan standar tegangan listrik untuk PC (di kita 220 volt, 50 Hz).

4. Electrical Waveform Output
Nah, ini yang sering kurang diperhatikan. Bentuk gelombang yang ideal untuk arus bolak - balik (AC) adalah Sinusoidal (Sinewave). Bentuk gelombang yang paling jelek adalah Squarewave. Tapi sampai saat ini belum ada Inverter murah yang bisa menghasilkan Sinewave Output.

Untuk menekan harga UPS biasanya pada Offline UPS digunakan Inverter yang menghasilkan Modified Squarewave. Bentuk gelombangnya dibuat mendekati (mirip) Sinewave. Ada yang menyebutnya "Stepped approximation to a sinewave", "Pulse-width modified squarewave", "Modified stepwave", atau "Modified sinewave".

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 5 : Electrical Waveform Type


Sekali lagi, karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang - kadang dan dalam waktu yang relatif singkat, bentuk gelombang yang bukan sinusoidal itu dianggap cukup aman untuk PC.

Cara gampang untuk ngetes bentuk gelombang output UPS adalah pasang lampu TL di UPS, trus cabut kabel power UPS nya dari stop kontak. Kalo lampunya kedip - kedip atau berdengung, itu tanda bentuk gelombangnya bukan sinusoidal. Tapi itu tergantung kualitas ballast & lampunya juga sih. Kalo mau pasti ya dites pake alat yang namanya oscilloscope.

Untuk ONLINE UPS udah hampir pasti menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal karena Inverternya bekerja terus menerus. Karena itu harga ONLINE UPS gak ada yang murah.

Btw saya belum pernah tau ada Offline UPS yang outputnya True Sinewave yang harganya di bawah Rp 2 juta (kurs Rp 9000/US$), bahkan untuk kapasitas cuma 500-750VA.

5. Transfer Time
Yang ini udah disinggung di atas tadi, cuma ada di Offline UPS. Yang penting angkanya lebih kecil daripada Hold Time nya PSU yang dipake.

6. Power Conditioning
Ini adalah kemampuan UPS untuk "memuluskan" aliran listrik dari main power sebelum diteruskan ke beban (PC). Ini terutama untuk OFFLINE UPS. Yang paling mendasar adalah Voltage Regulation (untuk mengatasi noise). Hampir semua Offline UPS sekarang udah built-in AVR (Automatic Voltage Regulator). Tapi ya seperti yang sudah disebutkan di atas, AVR yang ada di dalam UPS juga macem - macem kelasnya. UPS yang bagus biasanya bisa diatur tingkat sensitivitas dari AVR nya.

Fitur berikutnya yang ditambahkan biasanya adalah Surge Suppression (untuk mengatasi surge / spike).

Untuk ONLINE UPS, kualitas output samasekali lepas dari kualitas input (dalam kondisi beroperasi normal). Jadi untuk Online UPS, fitur Power Conditioning gak terlalu penting kecuali kalo di-bypass (gak pake baterai). Yang lebih penting adalah Output Voltage Regulation, karena kualitas keluaran baterai bisa berubah sesuai umur baterai.


Perlu diingat, sebagian besar penyebab masalah (hardware) pada komputer berhubungan dengan aliran listrik. Jadi, kalo mau bandingin UPS, yang penting bukan pertanyaan "UPS Anda bisa nyala berapa menit?"
Karena mau nyala berapa menit pake berapa komputer itu bisa dihitung (UPS sizing). Walopun kadang spec UPS ada yang bo'ong juga sih.

Yang penting adalah pertanyaan "Apakah UPS Anda sudah pernah gagal ?" (dalam arti komputer tetep mati / restart) ditambah pertanyaan :
- "Seberapa parah aliran listrik di tempat Anda?"
- "Berapa jam UPS & komputer Anda nyala setiap hari?"
- "Seberapa sering alarm UPS Anda bunyi?"
- "Udah berapa lama UPS itu Anda pake?"
dan yang gak kalah penting : "Komputer Anda pake PSU apa?"

Gak aneh kalo si A bilang dia pake UPS anu tapi komputer tetep mati / restart pas PLN mati, sedangkan si B pake UPS yang sama tapi gak merasa ada masalah. Yang bikin beda adalah kualitas aliran listrik di masing - masing lokasi.
Sebagai gambaran, kualitas listrik PLN di kantor Anda biasanya termasuk paling baik kalau kantor Anda ada di daerah perkotaan, pakai trafo sendiri (tiga fasa, daya terpasang di atas 200 KVA). Sedikit di bawahnya adalah yang tiga fasa tapi trafonya dipake rame - rame (daya terpasang 23 - 200 KVA). Di bawahnya lagi adalah yang instalasi PLN nya satu fasa (daya terpasang di bawah 23 KVA) tapi masih di daerah perkotaan. Yang paling parah kalo rumah Anda jauh dari kota, jauh dari jaringan tiga fasanya PLN. Masih mending kalo rumah Anda yang pertama narik kabel dari trafo satu fasanya (paling dekat ke trafo satu fasa).

Agak susah diprediksi kalo kantor Anda pake genset terus. Walopun kualitas aliran listrik dari PLN di negara kita belum terjamin, tapi masih ada standarnya lah. Pake genset sendiri lebih berpotensi menimbulkan masalah.

Sekedar sharing, kantor saya (toko retail) 12 jam kerja pake genset terus. Genset rakitan, seken pula (100 KVA). Walhasil banyak gangguannya seperti tegangan & frekuensi naik-turun. Komputer jadi sering mati / restart. Padahal semua udah pake Offline UPS yang untuk ukuran orang semarang termasuk "bermerk" dan "mahal" (600VA harga 900 ribuan). Yang paling gampang dilihat kalo pas pindah dari PLN ke genset atau sebaliknya, hampir pasti restart. Sama juga kalo pas lampu di ruangan keliatan kedip.

Mulai deh, PSU pada jebol (emang sih PSU abal - abal semua), harddisk gak kedetect, motherboard juga rusak. Awalnya saya kira kapasitas UPS kurang, jadi coba ganti yg kapasitas lebih gede (merk & tipe sama), ternyata gak ngaruh. Coba tipe lain, merk lain (yang setara), masih sama saja. Ditambah servo-motor AVR (abal - abal) juga sami mawon.

Akhirnya coba "merk internasional" yang "direkomendasikan", sampe sekarang udah lebih dari 2 tahun belum pernah bikin komputer restart apalagi mati kalo pas ada gangguan listrik. UPS nya masih yang jenis OFFLINE lho, juga outputnya masih "Stepped approximation to a sinewave". Harganya sekarang malah cuma 700 ribuan untuk 500VA. Kebetulan juga udah beberapa bulan ini kantor saya pake PLN terus, gensetnya standby ajah.

Peranan PSU jelas penting, karena arus listrik ke komponen - komponen PC itu diatur oleh PSU. Kesimpulannya, kalo mau ngetes kualitas UPS, cobalah di tempat yang kualitas jaringan listriknya paling jelek (biasanya di kampung / permukiman yang jauh dari pusat kota), pake PSU abal - abal yang paling murah. Baru ntar ketauan kualitas UPS nya.

UPDATE 6 MARET 2007

Menurut standar BS EN 62040-3:2001 ada tiga jenis UPS utama (istilah yg standar) :

1. VFI (Voltage and Frequency Independent)

Disebut demikian karena tegangan dan frekuensi output tidak dipengaruhi oleh tegangan dan frekuensi input. Ini yg biasa dikenal dengan nama Online UPS atau Double Conversion UPS.

2. VFD (Voltage and Frequency Dependent)
Disebut demikian karena tegangan dan frekuensi output dipengaruhi oleh (sama dengan) tegangan dan frekuensi input. Ini yg biasa dikenal dengan nama Standby UPS atau Offline UPS. Skema seperti gambar 3 diatas tapi tanpa filter.

3. VI (Voltage Independent)
Disebut demikian karena disertai filter/stabilizer/AVR sehingga tegangan output distabilkan, sedangkan frkuensi output nya tetap mengikuti frekuensi input. Menurut beberapa website UPS, ini yang disebut juga UPS Line-Interactive. Skemanya seperti gambar 3 diatas.

Sedangkan menurut website APC dan PC Guide, disebut UPS Line-Interactive bila dalam UPS tersebut konverternya hanya ada satu, sekaligus berfungsi sebagai Rectifier (AC-DC) dan juga Inverter (DC-AC). Skemanya seperti gambar dibawah ini.

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 6 : Line-Interactive UPS (dengan single konverter menurut beberapa sumber)
Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder

Adapun Ferroresonant-Standby UPS adalah Standby UPS yg transfer switch dan filter/stabilizer/AVR nya digantikan oleh sebuah ferroresonant transformer. Keuntungannya adalah Transfer Time yang lebih singkat (bisa diasumsikan 0 milidetik), karena bila arus listrik dari Primary Power Source putus tiba2, energi yg tersimpan di medan magnetik transformer tetap mensuplai listrik output sampai Secondary Power Source nya bekerja.

New Recommend PSU - Part 7

Gambar 7 : Ferroresonant-Standby UPS
Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder

Saya berpendapat, Line-Interactive maupun Ferroresonant Standby UPS itu semua hanya varian dari Standby / Offline UPS, karena secara prinsip Primary Power Source nya adalah utility power (PLN). Tapi tentu saja penambahan fitur akan memperbaiki kinerja (kehandalan) UPS.


thx to liandri

-------
ALAMAT DISTRIBUTOR DISTRIBUTOR PSU


Corsair

Dimensi Tiga (DTG)
Mangga Dua Mall Lt.4 A-98, Jakarta Pusat, Indonesia
Telp: (021) 62301916 / 62301917 / 30005264
Fax: (021) 62301916
Office: (021) 6267994 / 6006803
Email: info@digital-pitstop.com


Seasonic, Muscle Power & Xigmatek

Dinamika Perkasa Jaya (DPJ)
YOGYAKARTA: Jl. Kaliurang km 5,5 Gg. Pandega Mandala 23
Telp : (0274) 554499 / 7412787
JAKARTA: Ruko Bahan Bangunan Blok. H1 No. 30, Mangga Dua Raya – Jakarta Pusat
Telp : (021) 97914401 / 6128145 / 6128146 / 6128147 / 6126779 / 6017451
http://www.dpj.co.id
ID KASKUS


FSP

PT.Misuco Elektronik aka PT.Nusantara Eradata (NE)
Jl.P.Jayakarta 26 Blok A24 Jakarta Pusat – 10730
Tel:+62-21-6018218


Amacrox

PT Espco Indonesia
Harco Mangga Dua Blok N/11
Jakarta Pusat 10730
Telp : (021) 6120956, 6262448, 6283035, 6283074


Thermaltake

Solitech
Mangga Dua Mall Lt.V B 81
Jl.arteri Mangga Dua Raya Jakarta Utara 10730 - Indonesia
Telp : (021) 6129561
Fax : (021) 62303811
e-mail : solitech@centrin.net.id

Megacom Alfa Pratama
Pusat Komputer & Elektronik Harco Mangga Dua Lt. 2 Blok A 103
Telp : (021) 6127712


SilverStone

Techno Solution
Rukan Mangga Dua Mall Blok A No. 16 Jakarta Utara
Telp : (021) 62304380 / 70800813 / 62301695 / 6499234


Super Flower

Sumber Utama
Jakarta: MALL MANGGA DUA LT. 5 BLOK C NO. 112
Email : sales@sumberutama.net
Ym : sumberutama2009
Telp : (021) 6121158 / 94334678
Hp. 0858-8075-3128
Bandung:SUMBER UTAMA Branch BANDUNG
Taman Kopo Indah II Blok 3A No.84 Bandung
HP : 087823783723
YM : sumberutama_bdg@yahoo.co.id
Yogyakarta: SUMBER UTAMA Branch Yogyakarta
Jl. Gajah, Gang Jatayu No. 84A UH3 Yogyakarta
Telp : (0274) 2670333
Hp : (0878) 39236555
YM : sumberutamayogyakarta
[url]www.sumberutama.net[/url]
ID KASKUS


Enermax & Lepa

Fox Hound
Mangga Dua Mal Lt.3 No.24A
Jl. Mangga Dua Raya
Telp: 62304573, 30006167


Rosewill

Tonix Computer
Kelapa gading Hypermall Lt. 1 E09 No.1-2, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Office : (021) 32898799
BB Pin :280772EA
Handphone : 0856-8599099
SMS : 08176099398


Aerocool

Kent Komputer
Surabaya: Jl. Ploso Timur V/48 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Phone : (031) 3815092
Fax : (031) 3815101
info@kentshardware.com
Jakarta: Mangga Dua Mall Lantai 4 Blok A 120-122, Jakarta, Indonesia
Telp : (021) 6125637, 6128909
Email : aerocool_indonesia@hotmail.com
[url]www.kentshardware.com[/url]


DAFTAR LAMA GARANSI PSU


SEASONIC, MUSCLE POWER
Hampir semua psunya 5 Tahun, kecuali:
PSU SFX (Mini ITX) 2 Tahun
PSU Platinum 7 Tahun
Semua 1-1 Replacement

FSP
Semua PSU FSP bergaransi LIMITED LIFETIME WARRANTY by ME dengan waktu replacement:
- Hexa & Raider Series 1 Tahun
- Aurum Series 2 Tahun
PSU ex distro lama masih diterima oleh ME

AMACROX
ALL SERIES 5 Tahun Full Replace

SUPER FLOWER
NON SERTIFIKASi, BRONZE 3 Tahun
GOLD, PLATINUM 5 Tahun
Semua 1-1 Replacement

Enermax
Platimax & Revolution 87+ 5 Tahun
Revolution X't, Triathlor, NAXN Advance & NAXN 3 Tahun
semua 1 to 1 replacement

Lepa
Max Platinum & Max Gold 3 Tahun
MX-F1 & N series 2 Tahun
semua 1 to 1 replacement

______________________________________
credit to :
mang rasydan, hwtechinfo, Firman.Gani, T0m5, recipe.for.hate, kojiro91

klo ada yg mau nambahin pm yak emoticon-Smilie


Single Rail Versus Multiple +12V Rails


Pada kebanyakan PSU, multiple rail hanyalah sebuah PSU dengan satu sumber +12V yang kemudian dibagi menjadi output multiple +12V dan setiap output railnya memiliki batas kemampuan sendiri. Hanya sedikit PSU yang benar-benar memiliki 2 sumber +12V, umumnya PSU tersebut adalah PSU dengan output tinggi. Dua sumber tersebut kemudian dibagi lagi untuk membentuk rail +12V lain, menjadi 3 rail, 4 rail, 5 rail atau bahkan 8 rail. Intinya PSU yang benar-benar memiliki multiple rail sangat jarang dan kalaupun ada semuanya merupakan PSU 1000W+. Pada kasus lain, ada juga PSU dengan dua output rail +12V yang kemudian dikombinasikan untuk membuat satu ouput rail +12V yang besar.

Rail +12V dibagi menjadi beberapa rail dengan alasan keamanan. Distribusi panas akan lebih baik jika panas disalurkan ke banyak rail. Hal ini mencegah hubungan arus pendek. Tujuan pembagian rail sama dengan tujuan memasang circuit breaker (sekering) lebih dari satu pada sebuah bangunan atau rumah yang besar.

Ada juga produsen PSU yang mengklaim bahwa PSU-nya memiliki multiple rail, tetapi sebenarnya hanya ada satu rail saja. Pertimbangan ini dilakukan karena komponen yang digunakan untuk membagi rail membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan dengan komponen single rail.

PSU multiple rail sering dikatakan memiliki output yang lebih stabil dan bersih dari noise. Hal ini tidaklah benar, karena PSU single rail juga dapat menghasilkan output yang stabil dan bersih. Kata-kata “output yang lebih stabil dan bersih” dipakai karena dianggap lebih enak didengar dibandingkan dengan “tidak mudah meyebabkan kebakaran”. Seperti yang dikatakan sebelumnya, PSU biasanya hanya memiliki satu sumber +12V dan biasanya tidak ada proses filtering tambahan yang dipasang ketika rail itu dibagi, tambahan inilah yang jika benar-benar ada pada PSU multiple rail, akan mebuat PSU multiple rail lebih stabil daripada single rail.

Beberapa orang menganggap PSU single rail lebih baik. Dalam beberapa kasus, sebagai contoh, produsen membuat PSU 750W dengan 4 rail +12V yang dalam teori memiliki power yang banyak untuk sebuah hi-end PC Gaming. Produsen ini mengikuti standar EPS yang merupakan standar server, bukan standar PC Gaming. PSU tersebut memiliki 4 konektor PCIe yang semuanya mengambil sumber dari satu rail +12V, bukan dari 2 atau 3 rail. Pada saat gamers menggunakan PSU tersebut untuk mentenagai sebuah PC dengan konfigurasi dual GPU sekelas nVidia GTX series, PSU tersebut shutdown tiba-tiba pada saat dipakai untuk bermain game. Hal ini dikarenakan total ampere yang ada pada rail yang menjadi sumber 4 konektor PCIe tidak mampu memberikan daya untuk dua graphic card yang digunakan (GPU sekelas GTX series membutuhkan 2 konektor 6-pin dengan daya besar). Seharusnya, PSU multiple rail 750W untuk hi-end PC Gaming dengan konfigurasi dual GPU harus membuat 4 konektor PCIe mereka bersumber dari dua rail atau lebih, jangan hanya pada satu rail +12V. Jika mereka tidak ingin melakukan hal tersebut,mereka seharusnya menaruh jumlah ampere yang lebih besar pada rail +12V yang digunakan untuk 4 konektor PCIe daripada ketiga rail lain. PSU 750W single rail yang berkualitas dengan total ampere yang besar tidak bermasalah dengan kasus ini, karena walaupun suplai daya 1 rail terbagi untuk komponen lain selain graphic card, total output dari ampere yang besar dapat memberi tenaga dual GPU yang haus daya. Kembali lagi pada pernyataan di atas bahwa akan lebih murah membuat PSU single rail dibandingkan multiple rail, produsen PSU membuat isu bahwa single rail lebih baik dari multiple rail, isu tersebut didukung oleh kasus di atas.

Dari kasus di atas, multiple rail sangatlah tidak menguntungkan, oleh karena itu single rail lebih baik daripada multiple rail. Jika anda mengikuti pernyataan ini,anda salah besar! Karena jika PSU multiple rail memiliki pembagian rail dan letak perkabelan yang baik, masalah di atas tidak akan timbul. Contohnya adalah FSP Epsilon 700W, PSU ini memiliki 2 konektor PCIe yang bersumber dari dua rail +12V dengan total ampere 18A yang hampir 3 kali lebih besar daripada standar desain total power konektor PCIe. Hal ini sangat menguntungkan karena kita tidak perlu khawatir akan pembagian daya, 1 rail +12V hanya mentenagai CPU, satu rail lain mentenagai motherboard, HDD, ODD dan fan, sehingga dengan dua konektor PCIe yang bersumber dari dua rail sisanya, kita dapat menggunakannya untuk konfigurasi dual GPU hi-end tanpa khawatir kekurangan daya karena rail untuk konektor PCIe murni hanya menyuplai daya untuk GPU, tidak berbagi untuk komponen lain. Tapi masalah akan timbul pada saat kita akan menggunakan konfigurasi dual GPU yang satu GPU-nya saja menggunakan dua konektor PCIe. Walaupun wattage-nya cukup, kita tidak bisa mencukupi kebutuhan konektor sisanya dengan menggunakan adapater molex to PCIe, karena power yang ada pada adapter PCIe berasal dari rail yang menyuplai daya untuk komponen lain macam HDD dan ODD. Walaupun graphic card mendapatkan daya yang cukup, komponen lainnya akan kekurangan daya yang dapat menyebabkan ketidakstabilan dan bahkan kerusakan. Oleh karena itu, dibutuhkan ketelitian pada saat kita berniat memilih PSU multiple rail untuk konfigurasi dual GPU dengan GPU yang haus daya. Hal yang sama juga akan terjadi pada PSU single rail jika PSU tersebut memiliki total ampere +12V yang kurang besar.

Konfigurasi umum PSU multiple rail +12V:
2 x 12V
Ini merupakan spesifikasi original ATX12V untuk pembagian rail +12V.
1 rail untuk CPU, 1 rail untuk yang lainnya.
Konfigurasi “jadul”, kurang handal untuk menangani kebutuhan PC jaman sekarang, karena hanya satu rail yang digunakan untuk mentenagai komponen lain selain CPU, termasuk GPU dengan tambahan konektor PCIe.

3 x 12V
Modifikasi dari spesifikasi ATX12V dengan mengambil pertimbangan konektor PCIe.1 rail untuk CPU, 1 rail untuk komponen lain, 1 rail lagi hanya untuk konektor-konektor PCIe.Sempurna untuk konfigurasi multi GPU, tetapi tidak untuk PC yang membutuhkan lebih dari 2 konektor PCIe.
Dua konfigurasi di atas biasanya hanya ada pada PSU di bawah 600W.

4 x 12V (konfigurasi original EPS12V)
Hanya ada pada PSU yang benar-benar menerapkan spesifikasi EPS12V (server).
Karena aplikasi umum server menggunakan lebih dari satu processor, 2 rail digunakan hanya untuk CPU yang disalurkan melalui konektor 8-pin. 1 rail untuk konektor 24-pin dan SATA, 1 rail lagi hanya untuk molex.
Sangat tidak bagus untuk PC hi-end dengan konfigurasi dual GPU, karena GPU akan mendapat daya yang terbagi dengan komponen lain.
Untuk non-server,konfigurasi ini sudah tidak ada lagi dipasaran.
Biasanya ada pada PSU antara 600W sampai 850W.

4 x 12V (konfigurasi “enthusiast” PC)
Modifikasi dari spesifikasi ATX12V, mirip dengan konfigurasi 3 x 12V, namun pada konfigurasi ini, konektor-konektor PCIe ditaruh juga pada 1 rail lagi.
Jika PSU memiliki 3 konektor PCIe atau 8-pin PCIe, biasanya setiap rail +12V tidak akan memiliki daya hanya 20A.
Biasanya ada pada PSU 700W sampai 1000W (untuk 800W ke atas, sudah pasti akan memiliki lebih dari 20A di setiap railnya pada konfigurasi ini).

5 x 12V
Konfigurasi ini dapat disebut EPS12V/ATX12V hybrid.
Dual processor tetap mendapatkan railnya seperti konfigurasi original EPS12V, tetapi konektor PCIe juga mendapatkan railnya sendiri.
Biasanya konfigurasi ini ditemukan pada PSU 850W sampai 1000W.

6 x 12V
Ini adalah konfigurasi yang paling besar karena mencukupi standar ATX dan juga dapat mentenagai 4 sampai 6 konektor PCIe pada 2 railnya.
2 rail untuk CPU, 2 rail untuk molex, SATA dan konektor 20 + 4 pin, 2 rail lagi untuk konektor PCIe.
Biasanya hanya ada pada PSU dengan daya lebih dari 1000W.

* thanks to bocoolmaho
emoticon-Peace


Quote:



Quote:


thanks to cleva
Quote:


Quote:


Haswell Processors's Compability PSU

Quote:

Review List

AcBel
Spoiler for AcBel:


Aerocool
Spoiler for Aerocool:


Amacrox
Spoiler for Amacrox:


Antec
Spoiler for Antec:


be quiet!
Spoiler for be quiet!:


Cooler Master (CM)
Spoiler for Cooler Master (CM):


Corsair
Spoiler for Corsair:


Cougar
Spoiler for Cougar:


DeepCool
Spoiler for DeepCool:
Review List (lanjutan)

Enermax
Spoiler for Enermax:


EVGA
Spoiler for EVGA:


Fractal Design
Spoiler for Fractal Design:


FSP
Spoiler for FSP:


Gigabyte
Spoiler for Gigabyte:


High Power
Spoiler for High Power:


In Win
Spoiler for In Win:


LEPA
Spoiler for LEPA:


NZXT
Spoiler for NZXT:


OCZ
Spoiler for OCZ:


Raidmax
Spoiler for Raidmax:


Rosewill
Spoiler for Rosewill:
Review List (lanjutan 2)

Seasonic
Spoiler for Seasonic:


SilverStone
Spoiler for SilverStone:


Super Flower
Spoiler for Super Flower:


Tagan
Spoiler for Tagan:


Thermaltake (Tt)
Spoiler for Thermaltake (Tt):


Xigmatek
Spoiler for Xigmatek:


XFX
Spoiler for XFX:
--reserved--
hmmm, ada kasus menarik sekitaran bulan januari akhir - februari awal 2015 ini emoticon-Big Grin

ane post sini deh, berhubungan dengan produk Seasonic dan distributornya emoticon-Big Grin

Quote:
@devamultimedia, kalau gak salah FSP HEXA + blum sertifikasi, hanya logo nya mirip yaitu MEET 80+

rumah baru, emoticon-Big Grin,

untuk psu yang di servis, kalau kirim ke pabrik, dan di servis sama mereka harus nya rebes emoticon-Big Grin

maaf belepotan, sudah multiquote di rumah lama, tiba pindah kemari, ilang semua emoticon-Big Grin

untuk masalah triathlor FC murah, terus terang kalau beli lagi sudah gak dapat harga segitu, namun kami membutuhkan mencoba melakukan sesuatu agar teman2 disini bisa menggunakan PSU yang bagus dengan harga yang tidak begitu mencekik emoticon-Big Grin
akhirnya ane memutuskan buat ganti PSU karena dari tanda tandanya sih ini emang PSUnya yang kenapa napa emoticon-Hammer (S)
dan beberapa orang yang kemarin ada yang bilang kalo PSU diservis itu kurang reccomended

ane jatuhin pilihan ke Enermax Thiathlor 550W
ini buat alternatifnya sih (dikumpulin dari anak anak yang jawab disini juga emoticon-Big Grin) jikalau ditempat langganan ane lagi kosong atau engga
Super Flower Active 500P12A(M) (Max 89%)
Thermaltake TP 550W Gold
Corsair CX SERIES 500W/600W
FSP Hyper 600 600W
Muscle Power Laksmana2 600W

oh iya bedanya bronze silver dan gold tuh apa ya? dan biasanya tuh gold lebih mahal dari lainnya emoticon-Bingung (S)
trus ada yang promo promo gitu bener ga sih?
Quote:

iya itu post pertama ditrit ini ya gw om, yg post #22 emoticon-Hammer (S)
betewe dah part ke3kalinya nih, ente gak jadi top 3 toj lagi emoticon-Stick Out Tongue

Quote:


dibawah triathlor menurut gw p12a>cx>TT tp>hyper lupakan mucle toel selain design paling jadul, juga kasus distro lagi bnayak masalah...

maslah efficiency baca halamn pertama lagi okeh emoticon-shakehand
Quote:


itu diurutin menurut kualitas ya gan, thx btw gan emoticon-Big Grin

ane kelewatan baca pej 1 emoticon-Hammer

btw pengen tanya deh harga triathlor tuh berapa sih? Ane cek cek website yang toko tokonya di mangdumall pada kisaran 1jt sedangkan di en**r kok bisa jatoh gitu harganya? itu barangnya bagus ga sih emoticon-Bingung (S)
gan, ane punya spek,
procie : intel pentium cpu G620 @ 2.60 GHz (2 CPUs)
vga : intel hd graphic bawaan
memory (ram) : 2 gb, DDR3, PC 1333
harddisk : 250 gb
PSU : 450 watts bawaan pawerlogic azzura M1000

ane rencana tambah 1 keping ram 2 gb & gandeng harddisk 1 TB
pertanyaan ane, dengan psu bawaan ane, kira2 msh kuat gak setelah upgrade diatas?
Quote:


sebaiknya ganti aja sih, kalau ada budget.
kalau gag ada, ya nabung dulu buat beli PSU "bagusan".
nambah ram dan HDD 1 biji, watt nya kecil kok..
gan ane mau nanya
rencana ntr mau bikin pc baru dengan spek
i3 4160
mobo msi h81m
antara his radeon iceq x2 r9 207 ato 270X ato gtx 960 ( tergantung budget yg disupport)
nah apakah psu ini kuat ya gan?
Super Flower SF-500P12A 500W(ud beli soalnya pc lama rusak)
dan satu lagi akankah fan dan cpu cooler mengaruhi ke Psu nya?
Thx agan agan
Quote:


Masih kuat gan,
beli aja fan / cpu cooler. watt nya kecil.
Quote:


smw vga nya kuat kan gan?
ni psu bagus ga gan?
maaf banyak nanya