alexa-tracking

[English] Disain SAM Lawas Diupgrade US Navy menjadi SAM + AShM.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea23e214088d5f5b8b456b/english-disain-sam-lawas-diupgrade-us-navy-menjadi-sam--ashm
[English] Disain SAM Lawas Diupgrade US Navy menjadi SAM + AShM.
Quote:


sorry kalau repost, kemarin-kemarin linknya hilang.

Kemampuan tambahan/ upgrade membuat rudal disain lama dengan fungsi anti kapal tempur bisa juga digunakan sebagai rudal anti kapal permukaan atau Anti Surface Ship Missile. Tidak hanya itu, rudal balistik seperti tomahawk pun bisa digunakan sebagai AShM sehingga kemampuan serang kapal permukaan US Navy langsung meningkat drastis terutama soal jumlah dan jarak tembak dibandingkan dengan harpoon saja.
Quote:


ini dgn missil yang sama beda jeroan, atau misil yg sama, jeroannya sama tapi bisa digunakan fungsi yg berbeda?
kalo jeroannya sama, konsepnya mirip ADATS atau THALES LMM satu misil, dua fungsi

Quote:


jeroan sama. upgrade hardware sistem saja, internal keseluruhan tampaknya sama.

yang serem ya tomahawk. 1 swarm bisa kill 1 fleet dari jarak ribuan km.
Quote:


Ribuan KM? Sejauh itukah?
Quote:

Operational range:

Block II TLAM-A – 1,350 nmi (1,550 mi; 2,500 km) Block III TLAM-C, Block IV TLAM-E – 900 nmi (1,000 mi; 1,700 km)

Block III TLAM-D – 700 nmi (810 mi; 1,300 km)

@hannepin, tomahawk kan subsonic....nah klo target counter pake kombinasi RAM & CWIS pie?
Quote:


[English] Disain SAM Lawas Diupgrade US Navy menjadi SAM + AShM.

tomahawk itu sudah long range cruise missile. jarak antar negara dia.

di atasnya ya sudah balistik antar benua.
Quote:


yaa kalau kapalnya 1 fleet belasan biji lalu ditembak ala kemarin US goyang baghdad semalem lepas seratusan kapak. emoticon-Big Grin

RAM/ CIWS juga ada limitasi kalau simultaneous attack.

tapi kalau cost efficient jadi masalah, bisa digunakan ketika fleet to fleet tembak-tembakan lalu di backup dari jarak jauh oleh kasel/ bomber jadi makin rame tuh pinsil di udara. serem abis. emoticon-Hammer (S)
Quote:


TLAM mah Tactical Land Attack Missile.. ya sasaran darat, baru 2500'an km. Kalau kapal.. beda lagi.

Coba dicari itu "Tomahawk TASM" Lalu bandingkan daya jangkaunya.

Itu mau nembak kapal 1000 km, sapa yang ngasih mid course.. mau ngorbanin Hornet ? kalau mau swarming itu habis alokasi frekuensi buat datalinknya.

Quote:


Klo lihat versi TASM, tuh Tomahawk kelamaan loiteringnya emoticon-Nohope Jadi bisa aja dicounter pake kombinasi RAM/RIM & CIWS. Dan Tomahawk versi TASM "baru" bisa main dijarak 300 mil
[English] Disain SAM Lawas Diupgrade US Navy menjadi SAM + AShM.

[English] Disain SAM Lawas Diupgrade US Navy menjadi SAM + AShM.
^ ^

rasanya gak wajib gtu. Granit era soviet saja begitu sudah 4 rudal maka 1 akan berperan sebagai komandan, 1 di depan berperan sebagai forward eye. jadi begitu sudah diputuskan metode attack, mereka langsung attack sesuai pembagian tugas tanpa loitering.

fitur loitering tomahawk lebih kepada safety & precaution untuk mengurangi salah sasaran, kurangnya akurasi karena inteligen yang kurang.
US mah punya banyak unit recce, yang jangkauan sweepingnya ratusan hingga ribuan kilometer.

Mulai dari Global Hawk sampai JSTAR like platform
Quote:


Itu bukan loitering.. Itu sama seperti di gambar..Nyari sasaran. kalau nggak pakai Mid course. Semua rudal anti kapal akan berbuat seperti itu.

Sekarang besar kecilnya area yang dicari bergantung desain kepala pandu, kecepatan rudal, kecepatan sasaran dan error penentuan koordinat sasaran (One Sigma Error) lalu latency atau seberapa sering posisi sasaran di update. Error ini bisa kisaran ratusan meter hingga 90 Km.
Kenapa nga Harpoon aja yg dibuat jauh jangkauannya.
Quote:


kalau harpoon diperjauh = disain baru = kongres deal = tender baru. emoticon-Big Grin

kalau ini sekedar memanfaatkan yang ada. limitasinya jelas ada karena memang tidak didesain khusus, tapi setidaknya bisa dipergunakan daripada tidak sama sekali.
Quote:


Harpoon so old school....

gak muat di canister VLS mereka, dan subsonic pulak. Sempat ada USN assessment yang bilang kalau capability club missile itu sebenarnya lumayan potent untuk dikembangkan lagi.
Quote:


Jaman Soviet dulu ya sama.. punya banyak unit recce mulai Tu-142, Tu-95RT dkk. Sama Satelit yang memang dibikin buat nyari kapal.

Tapi tetap targeting jarak jauh rudal antikapal itu susah.

Lalu batas horizon... Itu coba perhatikan ceilingnya UAV, gombalhok dkk.. Ada yang sampai 50-60 Km diatas ? Nggak ada. Sementara kapal yang mau jadi sasaran itu tingginya rata-rata 17-20 m

Coba hitung itu radar horizonnya berapa :
http://members.home.nl/7seas/radcalc.htm

Nggak akan sampai 1000 km. 500 km aja belum tentu. Bisa memastikan platform mid coursenya aman dari tembakan SAM atau mungkin ada pespur lawan.

Quote:


teknologi dari era Soviet mau dibandingin sama yang teknologi Abad 21 kek sekarang gimana sih

lagian semua mainnya juga pake pergerakan yang terkoordinasi. Situ kira, itu unit recce juga mau digerakkan sendiri-sendiri dan gak memperhitungkan reaksi lawan pas buat nentuin target yang potensial? Perang Falkland aja dah sebagai contoh, Argentina aja mampu menyiapkan unit decoy untuk mengecoh SAM dan screen fleet Royal Navy dari pesawat-pesawat recce mereka.
Eh sebentar sebentar
ini kan SM-6 alias RIM-174 Air to Air Missile... kecepatannya Mach 3.5, kalo jadi anti ship missile berarti tidak berubah speed nya
mirip Yakhont Stroong donk... High Speed Missile
Quote:


Prinsipnya sama. Sekarang kepala pandunya rudal antikapal itu apa sih ? Kalau nggak radar ya IR atau kombinasi keduanya to ? pembaharuannya apa saja ? Algoritma to ? Platform ISRnya pakai apa ? sama to kalau nggak radar ya infra merah.

Saya ngikuti kok perkembangannya. Tapi tetap ada limitiasi dasar dan itu yang ane kemukakan. Bukan terus technobabble bla-bla-bla.. xxx strong blablabla..Nggak ada itu filtering doppler dsb yang tahu tahu bisa bikin nembak rudal 2500 km tapi nggak pake midcourse. atau platform midcrouse bisa dibawah horizon tahu tahu membidik.. hebat ya radarnya bisa nembus air.

Prediksi buat fenomena ducting aja belum ada kok.

Apalagi rudalnya subsonik. Itu platform tetap harus terbang tinggi untuk spotting sasarannya. Semakin lama platform ini harus membidik ya semakin bahaya. Akhirnya ya harus ada decoy, support jammer dsb.. Bedanya apa sama tahun 1970'an ?

Mungkin nanti bakal ada "Stealth AEW" model B-2 gitu tapi bukan sekarang.
----

Itu masalah ane dengan rudal subsonik seperti tomahawk dan alasan kenapa kok nembak ribuan km untuk sasaran bergerak itu butuh midcourse.

Kalau supersonik ya bisa dikurangi resikonya karena AOU (Area Of Uncertainty) untuk rudal supersonik itu lebih kecil daripada yang subsonik. Menghitung AOU bagaimana ? Kalikan prakiraan waktu terbang rudal sampai ke sasaran dengan kecepatan sasaran.

Sekarang kalau subsonik katakan 980 kph sasarannya bergerak kecepatan 18 knot. (33 kph) Kalau nembak 2500 Km itu rudalnya baru sampe 2.5 jam.. lama lho.

Errornya berapa ? Kalau nggak pakai mid course ya 33 x 2.5 = 82.5 Kilometer. jadi untuk mista tadi kenapa kok searchingnya lama...

Kalau supersonik ya lebih kecil. Kontribusinya kemana ? Desain kepala pandu bisa lebih sederhana, platform mid course nggak usah lama-lama ngiluminasi sasaran. Jadi ya memungkinkan kepala pandu SM-6 tsb untuk mengkompensasi keterbatasan.

Quote:


Trajektorinya beda. dia nggak bisa itu LOLOLO kayak Yakhont.





Quote:


dengan kata lain gak sea-skimming ya?