alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea1e0e56e6af96388b4567/melihat-rumitnya-proses-panjang-bikin-perangkat-gamelan-di-sukoharjo-jawa-tengah
Thumbs up 
Melihat Rumitnya Proses Panjang Bikin Perangkat Gamelan di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Melihat Rumitnya Proses Panjang Bikin Perangkat Gamelan di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kesibukan proses membuat gong pada sentra pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/ M. SYOFRI KURNIAWAN)


TRIBUNNEWS.COM - Seorang gadis berkulit putih dan berhidung mancung terlihat canggung memegang sebuah alat pukul.

Bahkan, dara berkebangsaan Afganistan ini tampak ragu saat diminta memukul benda berbentuk agak bulat yang berada di depannya.

Setelah mendapat penjelasan dan pengerahan dari seseorang yang mendampingi, rasa percaya diri pun muncul.

Akhirnya, gadis bernama Farhana Frahmand tersebut mantap memukul kenong yang menjadi bagian dari perangkat gamelan yang sebelumnya lama dia pandangi.

Melihat Rumitnya Proses Panjang Bikin Perangkat Gamelan di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kesibukan proses membuat gong pada sentra pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/ M. SYOFRI KURNIAWAN)


Farhana terlihat senang. Perempuan yang datang ke Indonesia untuk belajar di Universitas Wahid Hasyim Semarang itu pun terlihat antusias.

Dari ruang yang berisi kenong, mahasiswi 22 tahun itu bergerak ke ruangan lain, tempat dua orang pekerja mengamplas sebuah kayu panjang.

Kayu tersebut dipersiapkan sebagai tiang penyangga gong dan kempul. Kali ini tak ada keraguan, perempuan bermata biru ini mencoba ikut mengamplas kayu tersebut.

Merasa cukup melakoni pengalaman barunya, Farhana yang fasih berbahas Inggris itu melanjutkan langkahnya ke ruangan lain.

Di ruangan ini, dia yang datang bersama teman-temannya terlihat kepanasan. Ruangan tersebut merupakan perapian yang digunakan menempa tembaga dan logam.

Meski kegerahan, dia menyatakan keinginannya menjajal kekuatan dan kemahiran menempa dan membalik lempengan tembaga panas.

Melihat Rumitnya Proses Panjang Bikin Perangkat Gamelan di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kesibukan proses membuat gong pada sentra pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/ M. SYOFRI KURNIAWAN)


Farhana dan puluhan teman-temannya memang tengah mengunjungi sentra pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Rombongan dari Kota Semarang ini tengah melihat proses pembuatan gamelan di rumah produksi milik Supoyo.

"Selama ini, saya hanya tahu dan melihat gamelan saat dimainkan. Senang sekali akhirnya bisa melihat proses pembuatannya secara langsung," ujar Farhana.

Sang pemilik tempat, Supoyo mengatakan, kunjungan turis mancanegara ke rumah produksinya bukanlah yang pertama. Hampir setiap pekan, ada wisatawan yang ingin melihat proses membuat gamelan, baik wisatawan domestik maupun asing.

"Kami terbuka, silakan kalau mau melihat proses pembuatan gamelan di sini," kata pria berkacamata ini.

Menurut Supoyo, sentra pembuatan gamelan di Desa Wirun ada sejak 1956.

Mulanya, ada sekitar 15 prajin yang aktif dan meraih masa kejayaan di tahun 1999. Saat itu, pesanan datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Namun, satu per satu perajin rontok seiring harga bahan baku gamelan, semisal tembaga hingga timah, mulai tinggi sementara pesanan makin jarang.

Melihat Rumitnya Proses Panjang Bikin Perangkat Gamelan di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Seorang pekerja merampungkan pembuatan rangka tempat gong. (TRIBUN JATENG/ M. SYOFRI KURNIAWAN)


"Yang modalnya tidak cukup, akhirnya kembali ke sawah dan yang tersisa sekarang hanya 10 perajin," sambungnya.

Meski banyak perajin yang gulung tikar, Supoyo berkomitmen tetap mempertahankan usaha yang telah dirintis puluhan tahun itu. Dia ingin, label desa gamelan tetap tersemat di Desa Wirun.

"Kami harus melanjutkan usaha ini. Bukan semata-mata alasan ekonomi tapi juga karena gamelan warisan budaya yang harus dilestarikan," ungkapnya.

Keteguhan hati para perajin di Desa Wirun itupun mendapat apresiasi presiden kala itu, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden ke-6 ini memerintahkan para perajin di Wirun membuat gong raksasa.

Gong berdiameter lima meter dan berat 1,5 ton ini dibuat sebagai gong perdamaian pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean, 19 November 2011 di Bali.

Anda yang ingin melihat proses pembuatan gamelan secara langsung bisa datang ke Desa Wirun. Desa ini hanya berjarak sekitar 10 Km arah Selatan Kota Solo. (*)

gong

Quote:emoticon-thumbsup

salah satu yg terhebat dari gamelan adalah terdapat jangkauan frequensi yg lebar jika pembuatan gamelan dengan kaedah yg benar.dan alunannya bisa menembus demensi lain.
bagi manusia efeknya akan terasa bagi kesehatan... emoticon-thumbsup
:matabego
nyetem nadanya masih manual dg ngebandingin pake gamelan yg udah jadi.
klo tukang nyetemnya pensiun bkl susah tuh.
Butuh waktu extra untuk pembuatannya
Hand made...
Luar biasa
Quote:Original Posted By mbahmomon
nyetem nadanya masih manual dg ngebandingin pake gamelan yg udah jadi.
klo tukang nyetemnya pensiun bkl susah tuh.


cuma mau memperjelas nyetem = tuning emoticon-shakehand

emoticon-Malu
Quote:Original Posted By mbahmomon
nyetem nadanya masih manual dg ngebandingin pake gamelan yg udah jadi.
klo tukang nyetemnya pensiun bkl susah tuh.


pas kapan ane nonton TV sudah ada perajin yang menggunakan alat digital untuk "nyetem" gamelan
Seperti oase ditengah padang pasir. Ada thread bermutu nongol diantara threads promo dan kampanye dini atw kecil2 an ahok yang sejujurnya bosenin.

Nice thread
Nyetem gamelan jare raiso sembarangan mbah, tur nganggo standart paten kuping sing nyetem..

Lha masalahe bocah bocah saiki do wegah nuruni ajar gawe gamelan, nutuk gamelan ben muni wae yo wegah jare ra gaul..

Padahal rego gamelan komplit ki iso nggo tuku mobil anyar kasarane hehe..
musti dilestarikan biar nggak ikutan punah
Quote:Original Posted By mbah.rewel
[CENTER]


salah satu yg terhebat dari gamelan adalah terdapat jangkauan frequensi yg lebar jika pembuatan gamelan dengan kaedah yg benar.dan alunannya bisa menembus demensi lain.
bagi manusia efeknya akan terasa bagi kesehatan... emoticon-thumbsup


macem bende kyai bicak mbah.. bende mataram
Quote:Original Posted By richardhammond
Nyetem gamelan jare raiso sembarangan mbah, tur nganggo standart paten kuping sing nyetem..

Lha masalahe bocah bocah saiki do wegah nuruni ajar gawe gamelan, nutuk gamelan ben muni wae yo wegah jare ra gaul..

Padahal rego gamelan komplit ki iso nggo tuku mobil anyar kasarane hehe..


tenang...saiki wis ono sing wiwit nguri nguri kok...yo sing rodo angel bab nyetem kuwi.kupinge kudu tajem...emoticon-Malu (S)

rego gamelan nek sing temenan iso tembus M emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By black_
macem bende kyai bicak mbah.. bende mataram


hmm...semua gamelan kalau di buat dengan presisi dengan bahan yg bagus akan menghasilkan jangkauan freq yg lebar.
dan maka dari itu tidak semua studio rekaman bisa/dapat merekam dengan baik kecuali studio khusus dan dengan microphone yg khusus pula.emoticon-thumbsup
Klasik ala Jawa..........

Saiki larang tenan gamelan regane..............emoticon-Amazed

Gue nyimak obrolan di trit ini.. Soalnya awam banget eh.. emoticon-coffeeemoticon-linux2
Quote:Original Posted By richardhammond
Nyetem gamelan jare raiso sembarangan mbah, tur nganggo standart paten kuping sing nyetem..

Lha masalahe bocah bocah saiki do wegah nuruni ajar gawe gamelan, nutuk gamelan ben muni wae yo wegah jare ra gaul..

Padahal rego gamelan komplit ki iso nggo tuku mobil anyar kasarane hehe..



mantep harga mahal diluaran. mlah diluar negri do nyinauni gamelan
Quote:Original Posted By masdheki
Klasik ala Jawa..........

Saiki larang tenan gamelan regane..............emoticon-Amazed


yg joos gandos mulai ratusan sampai senguh Memoticon-thumbsup