alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea19811ee5dfac6c8b4569/sedikit-nasehat
sedikit nasehat
NASEHAT
============

Suamiku.. Izinkan Aku Bekerja

Abang, aku mau kerja!”

“Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya emoticon-Smilie
I'm
“Itu, tetangga kita, dia kerja!”

“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”

“Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”

“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”

“Apa-apaan sih?”

“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”

“Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”

“Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, In syaa AllaaH.”

“Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”

“Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena AllaaH pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”

“Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”

“Istri Abang yang Abang cintai,.. Dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”

“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”

“Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”

“Jadi, kita harus bagaimana?”

“Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada AllaaH. Jangan khawatir! Mintalah pada-NYA . Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”

“Apa, Bang?”

“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”

“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”

“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, In syaa AllaaH. Keren, kan?”

“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”

“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”

“Apa?”

“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajjud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada shodaqoh? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? AllaaH itu Maha Kaya. Minta saja pada-NYA.”

“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”

“Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. In syaa AllaaH jika menurut AllaaH baik, menurut-NYA kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”

“Tapi, Bang?!”

“Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa barokah?”

“Aku ingin kita hidup kaya dan barokah.”

“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. In syaa AllaaH kaya dan barokah.”

“Kalau tidak kaya?”

“Kan masih barokah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”

“Apa, Bang?

“Pilihlah pintu Surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”

***

RasuulullaaHi ShallallaaHu 'alaiHi wa sallam bersabda,

“إِذَا صَلتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنةَ مِنْ أَي أَبْوَابِ الْجَنةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam Surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘auf dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani).


Sebagaimana sabda RasuulullaaHi ShallallaaHu ‘alaihi wa sallam,

الدنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصالِحَةُ،

“Dunia adalah perhi
asan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim dari Abdullah Ibnu Umar)

Beliau juga bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Tidak diragukan lagi bahwa istri adalah pemimpin rumah, karena ia yang bertugas menjaga rumah suaminya dan ia juga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas tersebut. Apabila istri seorang wanita shalihah tentu ia akan membangun rumah tangga yang kokoh dan melaksanakan dengan perkara-perkara yang dapat membawa kebahagiaan bagi seisi rumah (dirinya, suami & anak-anaknya)

Reshare from mbak Reefa Faridah
sekarang yg banyak menuntut kesetaraan gender katanya, pas disuruh betulin atap rumah bocor langsung ngeles "aku kan perempuan... " emoticon-Ngakak
Pekerjaan paling mulia untuk seorang wanita adalah menjadi IBU RUMAH TANGGA, ditangannya kelak lahir pemimpin-peminpin besar hebat,,,,pekerjaan yang full nonstop 24 jam sehari. tapi "hadiah" dari Allah juga ga tanggung-tanggung,,,

tapi sayang banyak perempuan justru menganggap bekerja diluar sebagai hal yang lebih "mulia"...
tp cewek sekarang kalo kelamaan dirumah kbnyakan selfie sm update status gaje gan emoticon-Stick Out Tongue
Ane prnh nyoba jualan krn mmg wktu itu keadaan ekonomi parah bgt. Smp brasa ank kurg gizi gr2 tiap hr mkn thu tmpe gk prnh bli dging. Tp bknx nmbh sjatera mlh nmbh beban. Stlah ane brnti jualan, kok ada aja rejeki dtg dr mn2. Malah ada sisa utk minjemin k tmn yg mmbutuhkn&ngasi mrtua tiap suami gjian. Itungan kita mmg beda, 1+1 gk slalu jd 2. Fyi, gaji irt justru plig bsr. Cm yg punya kehidupan yg bs menggaji. emoticon-Malu
emmm boleh juga tuh kisah trit nya gan, nice share emoticon-Toastemoticon-Traveller
Quote:Original Posted By ellanaila
Ane prnh nyoba jualan krn mmg wktu itu keadaan ekonomi parah bgt. Smp brasa ank kurg gizi gr2 tiap hr mkn thu tmpe gk prnh bli dging. Tp bknx nmbh sjatera mlh nmbh beban. Stlah ane brnti jualan, kok ada aja rejeki dtg dr mn2. Malah ada sisa utk minjemin k tmn yg mmbutuhkn&ngasi mrtua tiap suami gjian. Itungan kita mmg beda, 1+1 gk slalu jd 2. Fyi, gaji irt justru plig bsr. Cm yg punya kehidupan yg bs menggaji. emoticon-Malu



mantap kan sist..yg pnting tu urus anak dl deh..
Quote:Original Posted By gituaja
emmm boleh juga tuh kisah trit nya gan, nice share emoticon-Toastemoticon-Traveller



cendolny donk gan emoticon-Toast
Quote:Original Posted By dyngobanggodyn
cendolny donk gan emoticon-Toast



tukang cendolnya tutup gan mlm2 gini emoticon-Toastemoticon-Traveller
Thread bertemakan agama/dakwah. Silakan berkunjung ke ruang Spiritual untuk saling berbagi informasi seputar dunia rohani/keagamaan,

Mohon dibaca kembali Peraturan The Lounge sebelum membuat thread dan post.