alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ea110d98e31b07268b4573/4-kabar-penting-dan-menggembirakan-hari-ini
4 Kabar Penting dan Menggembirakan Hari Ini
sumber : pojoksatu.id
4 Kabar Penting dan Menggembirakan Hari Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bad news is a good news. Ungkapan sangat ini tidak relevan dengan berita ini. Sebab good news tetap juga baik dan harus diberitakan.

Nah hari ini, setidaknya ada 4 berita penting dan menggembirakan yang wajib anda ketahui, jika anda termasuk orang yang berprofesi atau tinggal di mana berita ini muncul. Berikut ulasannya:

1. Kabar Menggembirakan dari PDAM Tarakan

Para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan bisa merasa lega. Hujan yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir membuat debit air di Embung Binalatung dan Persemain meningkat.

Kepala Bidang Produksi dan Pemeliharaan PDAM Tarakan Sudarto mengatakan, debit air di dua embung itu meningkat hingga 50 persen.

“Embung Persemaian pertama sudah penuh, dan semoga embung kedua bisa terisi karena aliran sungai masih deras. Embung Binalatung yang sebelumnya minus 180 cm setelah hujan menjadi minus 70 cm,” ujar Sudarto Kepada Radar Tarakan, Rabu (16/3).

Sudarto mengatakan, pihaknya juga telah mengoptimalkan pendistribusian air. “Semua pendistribusian dari instalasi sudah maksimal. Persemaian 183 liter per detik, Kampung Bugis 120 liter per detik, Kampung Satu 100 liter per detik,” jelasnya.

Sudarto memastikan, PDAM Tarakan membatalkan jadwal pendistribusian air secara bergilir. Selain itu, tidak ada pemadaman pendistribusian air sehingga masyarakat atau pelanggan PDAM bisa memanfaatkan air PDAM secara lancar.

“Karena kapasitas air sudah di level aman. Itu dilakukan (pendistribusian air bergilir) jika terjadi krisis dan dipastikan tidak ada pemadaman, kecuali kalau ada pipa bocor. Namun secara teknis semua aman,” ungkapnya.

2. Kabar Gembira untuk Siswa SMK

Mulai tahun ini para siswa SMK bidang konstruksi mendapatkan kesempatan bagus dengan magang di proyek pemerintah.

Program ini merupakan wujud kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kerjasama kedua kementerian itu diteken di SMKN 26 Jakarta kemarin. Dirjen Bina Konstruksi Yusid Toyib menuturkan proyek konstruksi yang menggunakan uang negara sangat besar.

“Ada sekitar Rp 300 triliun anggaran untuk pembangunan konstruksi di Indonesia saat ini,” katanya Rabu.

Nah untuk mewujudkan proyek konstruksi tersebut, dibutuhkan tenaga kerja yang banyak. Khusus di kelompok tenaga terampil menengah. Menurut dia posisi tenaga terampil kelas menengah ini cocok atau tepat untuk diisi anak-anak lulusan SMK.

Yusid menjelaskan supaya anak-anak SMK siap bekerja setelah lulus, mereka bekerjasama dengan Kemendikbud. Tujuan dari kerjasama ini adalah, memberikan akses bagi anak-anak SMK untuk lebih terampil di bidang konstruksi.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan anak-anak SMK bidang konstruksi untuk megang di proyek-proyek pemerintah.

Baik itu proyek bendungan, jalan raya, jalan tol, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. ’’Sebanyak-banyaknya jumlah anak SMK yang sedang praktek kerja lapangan (PKL), kita siap tampung sebagai peserta magang,’’ tuturnya. Sebab permintaan tenaga kerjanya cukup terbuka luas.

3. Kabar Penting untuk Pelanggan PLN 900 VA

Kebjakan PLN untuk mencabut subsidi listrik bagi pelanggan PLN dengan daya 900 VA yang tidak berhak akan segera diterapkan.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, proses pencocokan data TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) dengan nomor identitas pelanggan PLN sudah tuntas.

Dari 22 juta pelanggan 900 VA, PLN memastikan hanya 4,1 juta pelanggan saja yang masih berhak menerima tarif listrik subsidi sebesar Rp 600 per kWh.

Sedangkan sisanya harus memilih. Tetap di daya 900 VA tapi mengikuti tarif pelanggan 1.300 VA. Yakni, 1.355,29 per kWh untuk tarif Maret.

’’Atau, pilih pindah daya ke 1.300 VA karena harus membayar tarif yang sama,’’ ujarnya kemarin di gedung PLN. Opsi kedua, disebut Benny banyak ditanyakan pelanggan 900 VA saat pegawai PLN door to door melakukan pencocokan data ke 4,1 juta pelanggan.

Mereka menyatakan siap pindah ke daya 1.300 VA kalau memang disebut tidak layak menerima subsidi. Namun, banyak yang beralasan tidak punya biaya untuk naik daya. PLN, lanjut Benny, merespons itu dengan mengeluarkan kebijakan baru. Yakni, menggratiskan biaya tambah dari 900 VA ke 1.300 VA.

’’Yang digratiskan adalah biaya penyambungannya,’’ tuturnya. Melalui program itu, berarti pelanggan listrik tidak perlu membayar biaya Rp 375 ribu untuk tambah daya. Namun, untuk konsumen listrik pascabayar tetap ada biaya penyesuaian jaminan langganan. Sedangkan bagi konsumen prabayar cukup membayar token perdana saja.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, PLN berharap agar 60 persen dari 18 juta pelanggan yang dinyatakan tidak berhak menikmati subsidi bisa pindah daya. Sedangkan sebanyak 40 persen sisanya, Benny menyebut kemungkinan besar tetap di 900 VA. Tapi, dengan tarif yang sama dengan pelanggan 1.300 VA.

4. Kabar Gembira tentang Iuran JKN Mandiri

Anggota Komisi IX DPR RI, Alex Indra Lukman menyatakan DPR dan Pemerintah sepakat menunda kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Pekerja Bukan Peneriman Upah dan Peserta Bukan Pekerja sebagaimana tercantum dalam Pasal 16 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2016.

Hal tersebut dikatakan Alex kepada JPNN.com usai Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan (Menkes) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pimpinan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Direktur Hukum dan Hubungan antarlembaga BPJS Kesehatan serta Staf Ahli Menteri Keuangan (Menkeu), Rabu (16/3) malam.

“Alhamdulillah, kenaikan iuran JKN Mandiri kelas III ditunda. Ini artinya, DPR hanya menolak Pasal 16 dari Perpres Nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 12 tahun 2013. Di luar itu, Komisi IX bisa memakluminya,” kata Alex.

Penundaan kenaikan JKN Mandiri kelas III tersebut, lanjutnya, bersifat sementara. “Ditunda sampai selesainya audit investigasi terhadap penyelenggaraan JKN Mandiri tahun 2015,” ujar Ketua DPD I PDI Perjuangan Sumatera Barat ini.

Selain itu, Alex juga meminta BPJS memperluas kesetaraan peserta BPJS Mandiri sebagai salah satu mengurangi ancaman defisit. “Logikanya mirip asuransi, kalau asuransi pesertanya sedikit pasti rugi. Jadi peserta BPJS Mandiri harus diperbanyak agar tidak nombok,” sarannya.

Dia tambahkan, mengacu pada Perpres Nomor 19 tahun 2016, besaran iuran JKN Mandiri kelas I yang semula Rp 59.500 menjadi Rp 80 ribu. Iuran Kelas II yang semula Rp 42.500 naik menjadi Rp 51 ribu. Sedangkan iuran kelas III yang semula Rp. 25.500 menjadi Rp 30 ribu.

(fas/jpnn/ps)
ya disukuri aja lah.