alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56e993b7c1cb1777128b4567/serikat-buruh-tolak-kenaikan-iuran-bpjs
SERIKAT BURUH TOLAK KENAIKAN IURAN BPJS
SERIKAT BURUH TOLAK KENAIKAN IURAN BPJS

CILEGON – Kelompok Serikat Buruh Krakatau Steel Cilegon menolak keras kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang rencananya akan mulai diberlakukan pada 1 April 2016.

Kenaikan iuran BPJS tertulis dalam Peraturan Presiden No 19 Tahun 2016, yaitu tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang jaminan kesehatan yang dikeluarkan.

Demikian disampaikan Ketua SBKS Cilegon Senudin. Kata dia, kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan akan memberatkan buruh outsourching di Kota Cilegon. Selain itu, akan menjadi polemik dan permasalahaan baru bagi para para buruh dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

“Jika kenaikan tarif iuran benar dinaikan maka pemerintah sudah tidak berpihak kepada para buruh. Bukan itu saja, kenaikan tersebut juga tidak diimbangi dengan naiknya gaji dari perusahaan,” kata Senudin, Selasa (15/3).
Senudin mengungkapkan, pada peraturan undang-undang, pemerintah seharunya lebih berpihak kepada para buruh dalam mendapatkan haknya. Bukan justru menjatuhkan para buruh dengan adanya kebijakan baru tersebut.

“Terpenting dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, harus lebih mensejahterakan masyarakat bukan malah menyudutkan kami dalam menerima fasilitas kesehatan,” ungkapnya.


Kenaikan tarif tersebut, lanjutnya, sebagai salah satu cermin BPJS Kesehatan yang tidak peduli kepada masyarakat serta hanya mencari keuntungan dari kondisi tersebut.

“Kenaikan tarif BPJS juga merupakan pelanggaran prinsip gotong royong yang menjadi jiwa asuransi sosial dalam BPJS. Jika tarif BPJS terus dinaikan, apa bedanya dengan asuransi komersial, yang justru memberatkan para buruh maupun masyarakat miskin,” lanjutnya.

Senudin menilai menilai BPJS Kesehatan belum memiliki standar pelayanan yang jelas sehingga mengecewakan masyarakat. Menurutnya, banyak pasien yang ditolak opname di rumah sakit tanpa alasan yang jelas. “Sebelum menaikan tarif iuran, pemerintah harus lebih berpihak kepada masyarakat dan para buruh dalam segi pelayanan,” katanya.

Perlu diketahui, BPJS Kesehatan menaikan tarif iuran untuk kelas III, naik dari Rp 25.500 per orang per bulan, menjadi Rp 30.000 per orang per bulan. Untuk kelas II, naik dari Rp 42.500 per orang per bulan menjadi Rp 51.000 per orang per bulan. Dan kelas I naik dari Rp 59.500 per orang per bulan menjadi Rp 80.000 per orang per bulan.(eua/bnn)

SUMBER http://tangselpos.co.id/2016/03/16/s...an-iuran-bpjs/