alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56e425d331e2e685388b456a/stereobrains-poetry-compilation
Ether
Spoiler for :


ALL WE CAN SAY ARE THOSE THREE WORDS emoticon-rose
Quote: For the petals they gave you
Grand stages that felt true
Morning lights on evenings
Is this what you seek?

The hours falls like leaves
So long as you’re not here
It can cut deep as knives
Or is it just my fears?

They made you lie
To yourself and to me
Should’ve said it before
I felt anything to you

All we can say
Are those three words
Like a curse
That you disobey

All we can say are those three words
All I can say are those three words

...of My Eyes emoticon-rose
Quote: Mereka bilang tertawalah
Maka dunia akan tertawa pula
Tetapi kemana mereka
Pergi saat semua reda

You are the apple of my eyes
Like a soft yet cold breeze
You made me the way I am
Howling for your name

And the world laughs with me

Mereka semua salah
Waktu & Langit emoticon-rose

Quote: Dibawa oleh langit
Aku kemari

Diangkat oleh waktu
Aku di sini

Tugasku adalah
Membuatmu bahagia

Just be
Who you are

A liar
A thief

That I once

Loved
When All Else Fails... emoticon-rose

Quote: Aku tahu
Tidak mudah bagimu
Aku mengerti

Ada juga rasa sakit
Aku hanya ingin

Kita kembali menjadi
Seseorang yang dahulu
Gembira selalu

Memori tentang dirimu
Mungkin masih tersimpan
Namun menjadi satu
Dengan dinginnya malam


...Turn Towards Light emoticon-rose

Quote: How’s your day?
All I want to ask
Are you happy?
Sure, probably

I don’t want to disturb you
Since we have gone separately
We should stay toe-to-toe
Or should we go away?

The shore are calling my name
Can you hear it?
Along the waves it murmurs
Telling me I’m a piece of shit

But does it all matter?
In the end we won’t be together
So why should we bother
Be curious, explore

And leave me here...
Kalimat Senja emoticon-rose
Quote: Dengarkan dia bercerita
Meskipun menohok jiwa
Bukan salah siapa-siapa
Kecuali salah yang merasa

"Aku ingin bertemu lagi
Lalu bertapa di rumahmu
Menghirup kopi di ruang tamu
Mengisap cerutu di naung pagi"

Tangis dan tawa itu sinonim
Degup jantung itu baru intim
Kau pikir sudah begitu saja?
Masih ada cerita sambungnya

"Aku ingin berjumpa lagi
Melepas rindu di kamar kita
Sembari senandung dan menari
Mendung hilang bila berdua"

Sekarang bayangkan semua itu
Bila kau tidak mengangkat nafsu
Peras semua birahi dari tubuh
Hilangkan sumbu-sumbu mencumbu
Arahkan menjadi yang berguna
Seperti cokelat atau bunga-bunga
Pepohonan serta kecupan mesra
Hilangkah sudah semua prasangka?

Langkahmu menjadi semakin hampa
Bagaikan keranda kehilangan mayatnya
Wajah-wajah yang nampak nestapa
Semua menghadap ke arah dirinya
Pembawa bahagia bagi dunia
Yang disembah oleh Arjuna
Dari matanya nampak cahaya
Dari lidahnya, kalimat senja
Anestesia emoticon-rose
Quote: Serasa seperti terjun bebas
Bukan, bukan, mungkin dielus
Oleh tangan-tangan yang biru
Tidak memaksa, tetapi membalut

Hujan di hati reda

Guntur yang tadinya merembas
Kini nampaknya hilang alasan
Tetes dan rintik saling bertatapan
Seolah punya dendam terpendam

Pelangi berubah warna

Semakin dalam aku terlelap
Dalam fantasi yang selang senyap
Alang kemana aku tak tahu
Pun sudah tak peduli lagi
Romantis memang terkadang
Datang hanya demi mengenang

Ujar mereka jangan berhenti
Jangan terus memaksa diri
Bila ingin silahkan nikmati
Ceritakan padaku tentang sepi
Lalu kita bersama menyalami
Tangan-tangan yang berlari

Aku terjatuh dan kau memungutku
Aku timpang dan kau memelukku
Aku tertawa dan kau menggurauku


Aku terisak dan kau memberiku hidup
Seharusnya Bukan Aku emoticon-rose
Quote: Sampai sekarang aku belum merasa pantas
Menyandang nama berdampingan namamu
Aku hanya orang khianat tak tahu rasa malu
Berani aku menelantarkan jujurmu yang murni
Dulu, untuk mengejar ecek-ecek penuh janji

Seharusnya bukan aku yang kau bilang pantas
Aku belum bisa mengobati lukamu yang dulu
Pun memberikan yang terbaik untuk dirimu
Ketika aku sadar kau masih membuka hati
Ucapan terimakasih rasanya belum berarti

Semestinya aku tak boleh dianggap pantas
Aku hanya bisa memendam sesal tak berhingga
Meskipun kau dan aku berkata sama-sama bahagia
Aku sudah merasakan ditipu dan disia-siakan
Meskipun mata kita menatap dan bibir kita tertawa

Tapi alih-alih menghukumku,
Kau malah membuka dekapmu lebar-lebar.
THANK YOU

Quote: 10
i have discarded all that you taught me
gave it away so my life turns empty
thought it’d worth all the sleight of hand
turns around and it fell to the sand
i’ve seen enough to make made-men cry
not for their sins but all for their pride
“how come your life been worse than mine
when you fuckers never crossed the line?”

11
oh my dear friend have you forgotten?
the little bluebird that’s now stiff and rotten
it used to sing the songs on morning
now its lifeless husk smells of mourning
what i have now is uncurable
be it your doctors or witch and fables
i spent all night praying to god
hope my worst enemies carry this not

12
shall i thank you and everyone else?
when all three years i’ve drowned in wells?
should i be happy when i graduate?
because death and i have won the bet?
ATEASE!


Quote:aku baru saja sadar sesuatu:

sekian lama kita sudah saling bercanda ria, saling mengejek
dan kemudian sama-sama tertawa, tidak sedetikpun aku merasa
kalau wajahmu itu begitu indah dan senyummu begitu berwarna.

baru kemarin saat kau bertanya, “kau lihat langit di atas kita, kira-kira
awannya membentuk apa” baru aku sadar mereka membentuk bunga,
yang kemudian membentuk rumahmu dan kita berdua, lalu aku berkata
“mereka berbentuk wajahmu” dan kau kembali tertawa.

lalu saat kita duduk berdua, dan aku dengan berapi-api bercerita, kau
duduk diam hanya menatap, aku jadi tidak bisa melanjutkan kisah, karena
matamu tidak bisa ku lepas dari pandang.

atau kau ingat saat kita lari pagi bersama, lalu kau mengeluh karena panas
terasa menggelitik dahaga, ketika aku memberimu sebotol aqua dan kau
berkata “terima kasih” sampai malam tidak tidur aku karena bahagia.

semuanya berakhir pada satu kesimpulan saja, antara aku yang gila atau
memang kau yang semakin dewasa, dan biasanya mereka yang makin dewasa
makin terlihat cantiknya.

mungkin saja...
ya tidak mungkin lah puisi ini hanya untuk menggodamu, tidur sana.
MASA DEPAN

Quote:Aku sudah memberikan segala yang aku mampu. Sudah terlihat jelas seperti apa masa depanku. Aku tidak perlu melihat lagi. Tuhan tolong ambil mataku serta ragaku.

Tetapi kau belum melihat Malaysia, kau belum melihat Osaka.

Aku masih punya hal yang lebih penting daripada mereka berdua.

Aku sudah melakukan semua yang aku bisa. Semua yang memberiku bahagia. Aku tidak perlu bicara lagi. Tuhan tolong ambil lidahku serta ragaku.

Tetapi kau belum tertawa saat cucumu lahir nanti.

Sejujurnya hal seperti itu tidak penting lagi.

Aku sudah meniatkan semua yang aku tau. Selama ini menumpuk di hati. Aku tidak perlu mendengar lagi. Tuhan tolong ambil telingaku serta ragaku.

Tetapi kau belum mendengar istri dan anakmu mengamini shalat subuhmu.

Mereka akan jauh lebih baik tanpa kehadiranku.

Aku sudah menulis puisi, aku sudah merangkai bunga, aku sudah membaca buku, aku sudah belajar matematika, aku sudah tidur tanpa kasur, aku sudah pergi pakai pesawat aku sudah mencintai seorang wanita.

Gelap dan terang, kering dan salju, air dan api, panas dan dingin, percaya dan curiga, sakit dan sehat.

Bolehlah aku mencintai kehidupan ini, tetapi cinta, cukup itu cukup.
TERSERAHMU

Quote:Kau dengar?
Aku tidak peduli lagi
Denganmu, atau dengan diriku sendiri

Kalau aku mati mungkin kau akan lebih bahagia.
Delapan
(I Need Your Hand)

sila sebut aku bangsat, aku sudah pernah dijuluki yang lebih kejam
kalimat-kalimat berlapis tawa dan lidah-lidah saling memangsa
dorong tubuhku ke ladang hamparan, tubuh yang sudah kebal bara
biarkan aku mati terhunus serta jantung perutku terhujam

tembak aku dengan senapan, hantam aku dengan bedil
taruh aku di jalan raya lalu lindas tubuhku di bawah mobil
lempar kerandaku ke tengah kubangan dan kuburkan aku di malam temaram
hujani aku dengan batu, puaskan semua hasratmu

biar kau apakan aku, aku akan tetap bangkit
biar urusan dosa nanti Tuhan yang mengungkit

aku hanya perlu sepasang lengan yang selalu ku genggam
jemari yang siap menarikku dari dalam

sumpah serapah kau tiada artinya
karena semua hidupku satu:
di tangannya
saja
Tujuh
(Rintik Hujan?)

rintik,

aku ingat pertama mengenal kata itu lewat lagu, dinyanyikan ibuku saat aku masih lugu. aku ingat bertanya maknanya dan mengetahui bila datang rintik pembawa bahagia, melankoli yang tersembunyi yang hanya merasuki jiwa-jiwa terpilih.

rintik,

aku ingat pertama mengenal namamu lewat lagu, dinyanyikan burung-burung yang merdu. setiap aku bangun pagi, di jendela sebelah kiri. biar hari seberat apa yang aku nantikan pun datang juga, kenapa harus melewatkannya? kataku pada diri sendiri, kenapa harus melewatkan hari ini?

rintik,

aku ingat pertama kali mengenal jauh lewat lagu, dinyanyikan hati yang kian merindu. sambil termenung menahan kesal, kecewa, marah, tapi tak berdaya. detik yang tidak pernah ku kira, akhirnya datang jua, saat kalender berpaling muka, yang nikmat tak terasa.

rintik,
hari ini adalah hari yang kurang pas untuk hujan, kan?
harusnya kita bahagia…
Enam
(untuk yang tercinta, F...H)

aku akan meminta lebih banyak

bila aku diberi seluruh isi dunia dan kemewahannya

aku akan meminta lebih banyak

bila aku diberi seluruh isi surga dan keindahannya

tetapi bila aku memilikimu…

hidup ini cukup