alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56e3d20f9a095135528b456c/fase-kebingungan-dan-lelah-dalam-hidup-long-story
Fase kebingungan dan lelah dalam hidup (Long Story)
Hai gan,

Saya ingin coba cerita ttg hidup saya.
Maaf kalau panjang, saya juga gak berharap solusi karna saya rasa memang tidak ada penyelesaian.
Saya cuma ingin share, karna saya merasa sudah terlalu berat sampah di dalam otak saya ini.

Saya mulai saja cerita nya,

Saya cowok, lahir dari keluarga sederhana (menjurus susah) di desa.
Ayah saya meninggal saat saya kelas 5 SD, sejak itu ibu harus membesarkan 3 anak sendirian (saya anak ke 2).
Keadaan saat itu sangat susah, ibu tidak trlalu bisa meneruskan pekerjaan ayah, jadi properti2 dijual untuk makan dan bayar sekolah.
Walau begitu, saya bukan tipe anak yg melankolis dan suka murung. Saya malah jd anak sok kuat yang penuh semangat, selalu mencoba riang dan ceria di depan masyarakat. Saya juga anak yg punya mimpi besar dan berambisi mewujudkannya.
Memasuki tahap SMA, saya diterima di SMA negeri ternama di kota yg kualitasnya bagus.
Jadi saya harus pindah ke kota dan nge kos.
Ibu sudah memperingatkan bahwa biaya nya akan mahal dan akan susah.
tapi saya tetap berambisi masuk ke SMA tersebut supaya membuka jalan saya untuk sukses.
Terbukti apa yg dikatakan ibu saya. Hidup saya jadi susah selama SMA, uang saku yg tidak lancar membuat saya kadang makan kadang tidak makan. Sya jadi harus bekerja sambilan, serabutan.
Harus selalu memohon2 ke kantor guru untuk diberi keringanan spp.
Menahan iri melihat teman-teman yg bisa menikmati masa remaja dengan senang dan tidak bersusah2 seperti saya.
Tapi saya tetap punya ambisi, cita2.
Saya suka berkesenian, saya suka menggambar, saya suka menulis cerita, saya bercita-cita menjadi sutradara film. Ngaco kan? saya anak miskin dari desa berani2nya bermimpi seperti itu.
3 tahun saya hidup dengan keadaan itu, kadang makan kadang tidak makan, membuat saya sudah mengalami banyak penyakit pencernaan, seperti maag, tipus, infeksi usus, hingga liver yang membuat saya seperti sudah akan bablas. Bayangkan anak SMA sudah terkena liver.
Tapi alhamdulillah, saya bisa melalui itu semua hingga lulus SMA.

Saya sudah dianjurkan oleh ibu untuk mengambil jurusan2 yang memudahkan cari kerja seperti daftar ke STAN, atau ambil FKIP lalu jadi guru dan PNS.
Tapi saya tetap sok, dan malah mengambil jurusan DKV yg jelas2 butuh uang.
Saya sebenarnya ingin mengambil jurusan perfilman, tapi karna jelas butuh uang banyak, saya sadar diri.
Saya coba ambil study yg mendekati saja, yaitu DKV , dan di universitas negeri yang murah.
Alhamdulillah saya keterima lewat jalur PMDK, pakai raport, tidak perlu ikut tes masuk dan biaya masuknya juga jadi ringan.
Saya kira semuanya akan jadi lancar, tapi ternyata saat kuliah malah menjadi arena perang yang lebih berat.

Saya kembali harus kos di kota yang lebih jauh.
Ibu sudah benar-benar tidak bisa membiayai lagi.
Rumah sudah dijual, dan keluarga saya berpencar.
Kakak kuliah di univ lain, kos juga, dan cari uang sndiri juga.
Adik masuk SMA dan tinggal dengan saudara.
Ibu di kota lain , ikut dengan saudara jauh , bantu2 di rumahnya (semacam PRT) dan saudara saya itu membiayai sekolah adik.

Kuliah DKV dengan segudang tugas-tugas yang berat, membuat hidup saya jungkir balik,
tugas-tugasnya butuh biaya mahal, sangat mahal bagi saya. Dengan peralatan yang mahal pula.
Harus beli cat air yang sebotol kecilnya saja 15ribu, itu baru satu warna, belum rapido, kuas.
Lalu butuh komputer juga.
Untuk sekali tugas digital, ngepriunt gambar saja selembar art paper 4500 rupiah, sedangkan bisa berlembar2 untuk satu mata kuliah.
Dalam seminggu tugas ga cuma satu.

Saya bekerja serabutan, dari freelance designer, jual kaos dan jaket, bikin video wedding, bikin album tahunan sekolah, bikin bando dan pita2, bros untuk jualan pernak-pernik tiap minggu pagi di stadion.
Saya tidak ada waktu untuk fokus ke cita-cita saya, bahkan untuk bermain saja tidak ada waktu.
Hasil dari itu semua juga habis cuma untuk biaya hidup, kos, makan, bikin tugas dan nyicil komputer.
Itu juga belum cukup.
Saya lebih sering tidak makan dibanding jaman SMA dulu. selama kuliah hampir tidak pernah saya makan 3 kali sehari.
Sering hanya makan sekali sehari. Bahkan pernah rekor tidak makan 3 hari hingga saya menangis tiap malam.
Hutang untuk makan sudah sangat sering sekali, bahkan teman-teman saya sudah paham, mereka tidak pernah menagih, malah sering bertanya pada saya apakah saya sudah makan, lalu mereka mentraktir saya makan.
Tubuh saya menjadi kurus kering, mata menjadi hitam karna kurang tidur.
Saya sangat iri dengan anak lain yang bisa beli kamera , mencoba bikin2 film.
Saya iri dengan anak lain yang bisa beli pen tablet dan menghasilkan karya2 selayaknya designer pemula.
Saya iri dengan anak-anak lain yang punya motor sehingga bisa kemana-mana mengikuti komunitas2 sesuai passion mereka.
Saya? untuk makan aja susah, punya waktu untuk istirahat aja susah. Bagaimana bisa berkegiatan meniti cita-cita saya?

Tapi saya selalu memaksakan diri, dengan segala keterbatasan, saya ikut ke suatu komunitas film.
Saya ikut mereka saat bikin video2 kompetisi.
Walau saya harus menunggu saat ada yg kamera nya senggang dan komputernya senggang untuk saya pinjam.
Semua teman2 saya tau saya passion dalam videografi, semua teman tau saya berkemampuan dalam videografi, mereka semua berharap saya menjadi orang yg berkarir di perfilman.
Saya mempunyai banyak cerita ygv saya tulis, naskah, dan video2 buatan saya.

Akhirnya saya mempunyai beberapa portofolio video walau tidak begitu maksimal. Ya, tidak maksimal.
dan saya hanya bisa terus menjalani kehidupan hanya untuk tetap hidup dan menyelesaikan kuliah.

Tiba saat wisuda. Akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah.
Dan disitulah kebingungan saya mulai muncul.

Selama kuliah, waktu saya habisn untuk bertahan hidup, sehingga saya tidak ada waktu untuk mencari jalan ke cita2 saya.

Saat selesai kuliah, saya bingung harus memulai darimana.
Saya tidak menemukan pintu untuk bekerja di dunia film.

Saya nekat ke Jakarta karna disitulah dunia perfilman berada.
Saya jual barang2 untuk biaya ke jakarta.
Kesana kemari saya tidak menemukan jalan untuk bekerja di dunia film atau video.
Uang untuk hidup sudah habis.
Saya bingung dan akhirnya daftar kerja apapun dulu untuk bisa bertahan hidup.
Akhirnya saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di sudirman.
Ya dengan gaji standart selayaknya staff fresh graduate.

Sudah hampir setahun saya bekerja sbgai pegawai kantoran.
Sudah selama ini saya seperti tersesat disini.
Hampir setaun saya hidup cuma seperti, kerja, pulang, macet, tidur, kerja, pulang macet, tidur. begitu terus.
Saya sudah realistis, makin dewasa saya makin
Tiap pulang kerja saya seperti ingin menangis saat melihat keluar jendela bis.
Saya kesepian, saya rindu teman2 di kampung halaman, rindu teman2 kuliah dulu yg skarang banyak bekerja di kota universitas saya dulu.
Saya selalu berpikir untuk apa saya di Jakarta? saya ke kota ini untuk menggapai cita2 saya. Saat saya gagal apakah gak sebaiknya saya pulang? Lebih baik di kampung halaman, walau kerja gak sesuai keinginan tp kotanya nyaman dan banyak teman.
Daripada di jakarta, sama saja tidak bisa kerja sesuai keinginan.
Ingin resign, tapi takut kehilangan mata pencaharian.

Saya merasa semua usaha saya bertahun2 sia2.
Saya sekarang sadar kalau saya terlalu bermimpi dan muluk2.
Bertahun2 bersusah payah memperjuangkan hal yang gak pasti.
Tau begini knapa saya gak ambil jurusan ekonomi saja kalu mau jadi kantoran, atau fkip sekalian lalu bekerja yg biasa2 saja. Jadi PNS. mengumpulkan uang untuk masa depan.
Atau malah tak usah kuliah saja, jadi SPB di mall2 di jakarta ternyata gajinya juga lumayan kalau dikumpulkan.
Misal 4 tahun waktu untuk kuliah saya gunakan untuk kerja jadi SPB di jakarta, setelah 4 tahun saya bisa balik kampung dan buka usaha.
Daripada skarang, kebingungan, setelah lulus trnyata kehidupan juga tidak membaik.
Pikiran2 seperti itu terus muncul saat saya lelah pulang kantor dalam kemacetan.

Tiap malam saya menertawakan kebodohan saya.
Saya bingung, saya tersesat dan terjebak di rutinitas ini, entah sampai kapan.
Saya takut terjebak terus disini.
Saya bingung


Live ur life without limits, without fears, without regrets. U only get to experience it all once, so make the most of it. emoticon-army
gk da yg sia2 smw da efekny
yg dbtuhkn tnangin dlu hlgkn dlu rsa pnysalan dlm htimu
dude.. itu yg namanya hidup. gak bisa dapetin apa yg loe mau dan ya cari substitusi lah.

kan sering noh kompetisi2 film atau poto dan sejenisnya, ya coba ikutin. dah kerja toh? minimal bisa nabung buat beli perlengkapan.

dan waktu kuliah kan loe ikut komunitas2, coba aja ikut lagi. sapa tau bisa dapet channel

klo kata emak, banyak jalan menuju roma
klo kata babe, selama lo masih bisa kejar ya kejar
wah kisah yang menarik...
hampir sama kayak hidup ane
pasti ada hikmahnya gan,ente sdh berjuang begitu keras pasti ada hasilnya emoticon-army
Salut dg semua perjuangan hidup agan ini...
Sabar, semua ada hikmahnya,,, ngga ada yg sia2 di hidup ini.

Ngga ada yg ngga mungkin,,, gw termasuk yg percaya bhw cita2 yg terus dipupuk, diusahain, disupport dg do'a,,, bakalan bs tercapai, minimal mendekati yg kita inginkan.
Sususah, senyesek apapun proses yg kita tempuh.. bs kita raih.

Agan pernah nulis cita2 & semua harapan agan akan jd spt apa 10th mendatang??
Coba itu gan, dan simpan,,, ntar 10th lg agan buka & lihat sdh sampai dimana perjalanan menuju ke sana.
Semoga sukses & dpt jalannya ya gan,, amin.
Masih punya temen ga? Tanya ke temen2 kuliah atau manfaatin internet buat cari info loker.

Manusia itu makhluk sosial, ga bisa hidup sendiri.

Jurusan ente tuh termasuk jurusan yang "basah" loh.

Jangan menyerah...
Coba cari kerja di bidang design. Kalo keterima ya pindah. Sambil mulai bikin portofolio film. Cari2 info tentang lomba indie movie.

Menyesali hal yang dah lewat, yang ente dah usahakan dengan susah payah, itu salah menurut ane. Pada saat ente lelah, ingat2 yang dah ente lewati.

Banyak mendekatkan diri pada Tuhan. Dia sumber kekuatan dan jalan keluar.

Harga sebuah impian itu mahal. Itu sebabnya sayang kalo menyerah sekarang seudah sekian banyak yg ente lewati. Mulai dari hal kecil dan jangan menyerah.

Tetap semangat!
speechless Ane sama perjuangan agan . . . emoticon-Mewek

kadang hidup Emang gitu gan, . . . emoticon-Mewek
semuanya ada risiko dan pengorbanan.
tinggal dipilih

kalau masih ada perasaan "takut" di hati dan pikiran,
mending tetap aja dulu menjalani rutinitas.
kalau masih ada rasa penyesalan
mending tetap aja dulu menjalani rutinitas.(+ ditambah melakukan hal lain)

kalau suatu hari nanti dah ga nyesal lagi.
ga takut2an lagi.
baru mikirin resign ga yaa
Hidup masih berjalan ,
Kalau benar niat , msh bnyk hal lain yg berhubungan dng kamera,
And jd motivasi emoticon-Angkat Beer
agan berada dimana ingin menjadi seperti apa, makin dipikirkan makin terjebak lho gan
dan akhirnya suatu saat sadar bahwa telah banyak waktu yang terbuang
coba lihat ke cermin, lihat raut wajah...
apakah agan seorang yang benar2 ikhlas
apakah yang agan lakukan setelah lulus sudah bertujuan untuk masuk ke dunia perfilman (daftar stasiun tv dll)
apakah yang agan pikirkan jika terjadi suatu masalah? apakah meratapi dan membandingkan diri dengan orang lain atau berpikir life must go on

bisa coba hypnoterapy menjadi pribadi yang lebih positive, kayanya ada sesuatu yang menghalangi di pola pikir masbrother emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By archaengela
Coba cari kerja di bidang design. Kalo keterima ya pindah. Sambil mulai bikin portofolio film. Cari2 info tentang lomba indie movie.

Menyesali hal yang dah lewat, yang ente dah usahakan dengan susah payah, itu salah menurut ane. Pada saat ente lelah, ingat2 yang dah ente lewati.

Banyak mendekatkan diri pada Tuhan. Dia sumber kekuatan dan jalan keluar.

Harga sebuah impian itu mahal. Itu sebabnya sayang kalo menyerah sekarang seudah sekian banyak yg ente lewati. Mulai dari hal kecil dan jangan menyerah.

Tetap semangat!


gue quote yang ini aja deh, bagus doi.

--------------------------------------------------------
cuma mau nambahin gan,
walaupun sist ini bener banget 1.000 %
lo jangan inget-inget lagi apa yg udah lo korbanin.

lihat realita nya aja sekarang, inget aja deh ke ibu & adik lo. walau kata orang mereka bukan tanggung jawab lo, lo pasti mau kan bikin mereka bahagia.
gimana caranya bikin mereka bahagia?
cuma lo yang tau, karena ini tentang dunia lo, buat lah dunia lo jadi lebih baik.
Gabisa ngebayangin gimana jadinya kalo ane diposisi agan emoticon-Mewek bertahan hidup dalam kesengsaraan dan perjuangan
Yg jelas, tetep semangat aja buat ente, semoga diberi kekuatan menjalani hidup, dan cita-cita agan tercapai emoticon-Smilie

Pasti kecewa kalo cita2 di ukur materi

Kalo materi dianggap sbg barometer kesuksesan pasti nt cepat menyerah dan kecewa . Sukses materi itu spt lilin di kue ulang tahun . Yg tanpa lilin pun kue tetap enak di makan .

Mengejar impian itu sendiri sudah kesuksesan . ane pun pernah mengejar impian tapi nga mendapatkan spt yg ane harapkan TAPI ane nga menyesal . Malah ane bangga dgn pengalaman yg sudah ane lewati yg bikin ane jadi lebih mengerti liku2 kehidupan , walau pengalaman fahit .

Mengejar impian itu adventure brur bukan di ratapin .

Quote dari Yasa Singgih di HT kemaren2: Lebih baik kehilangan masa muda dibanding kehilangan masa depan. emoticon-Ngacir

Cari kerja yg berhubungan sama kuliah ente gan. Selow.
Pelan2 nabung buat modal cita2 ente.
Jangan lupa juga sama keluarga ya gan.
i know what you feel bro...
semakin gue mikirin penyesalan2 gue semakin gue kepengin bunuh diri


gue jg sering tiba2 pas bengong gue jd kepikiran, coba gue dulu gak kuliah di sini, coba gue dulu gak kerja di sini, coba gue dulu gak..pasti sekarang gue udah...
aarrghhh bikin nyesek doank!

kalo gue sih move on aja, toh jg gak bakal bs ngerubah masa lalu, tapi gue masih bisa ngerubah masa depan...gue jg sama kayak elu, gue punya cita2 yg gue lepas gitu aja demi pekerjaan yg sekarang, dan gue optimis bisa ngejar cita2 gue lagi selama gue masih hidup. gue pengen ngerasain hidup bahagia mumpung msh muda.


penyemangat gue sekarang sih pacar ya, gue semangat kerja demi dia..mungkin lu jg harus cari penyemangat gan
emoticon-Matabelo




Speachless
Gak usah disesalin gan.
Semua itu sudah tertulis jalannya kamu sperti apa.

Manusia itu terlalu fokus mengejar duniawi, sehingga melupakan Tuhan dan tujuan dia hidup.
Sebaiknya kalau ente mau memdapatkan duniawi, dekati dulu pemilik dunianya.
Kalau ente mengejar uang, harta, cita2 atau pekerjaan dengan menomorbelakangkan tuhan,
Hanya kesia2an yg ente dapatkan.
Tapi kalau ente mengejar Tuhan, maka akan tuhan beri uang, harta dan pekerjaan. Pokoknya apapun yg ente inginkan.

Syukurlah ente masih diberi kesadaran saat ini, bukan ketika hari tua, ketika rambut sudah memutih, akhirnya ente sadar bahwa waktu berjalan begitu cepat dan ente menghabiskan dengan segala hal yg tidak ada gunanya.

Mulai skrg, perbanyak intensitas ente bersama Tuhan.
Apa yg ente butuhkan minta.
Jangan hanya mengandalkan diri sendiri, karena manusia ini lemah.
Tapi ketika ente mengandalkan Tuhan, Dia pasti beri jalan.

Hidup ente skrg seperti ini, jika makin jauh dr tuhan, bisa aja makin terpuruk.
Ubahlah mulai saat ini, sempatkan waktu berinteraksi kepada tuhan.
Agar kehidupan ente berangsur2 membaik..
Percayalah pada ane..

Insyaa Allah...