alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56e334de9e7404b3228b4568/sekolah-pagi-ini
Sekolah pagi ini
Sekolah hari ini

Hari ini, Musim hujan itu belum selesai. Namun tanda tanda nanti sore akan cerah mulai tampak. Aku duduk di bangku kelas di samping jendela dengan bingkai coklat dan kacanya yang baru di bersihkan seadanya, bercak bercak debu masih terlihat jelas namun kini berpola. Langit panas dan mendung bergantian, pelajaran semakin tak diterima di kepala. Hari sudah semakin siang.

Jarum menunjukan jam setengah satu dimana setengah jam lagi jam istirahat akan tiba, sebetulnya aku sedikit malas untuk keluar kelas terlebih bekal makanan masih lengkap namun di seberang kelas sana wanita berkuncir seakan menunggu untuk di perhatikan, walaupun mungkin hanya dalam impianku. Namun itu sudah cukup untukku bergerak selewat di depan pintu kelasnya.

“walaupun lelah tak terbendung,tak sedikit kesempatanpun akan kulewatkan. Untuk melihat kibasan rambutmu, ataupun menatap bola matamu yang tak menatap kearahku”

Rindu itu yang membuatku seperti seterika yang bolak balik di depan kelasmu, seperti setiap lawakan di jaman itu. Namun aku tidak berjalan mundur, kalaupun bolak balik dianalogikan sempurna bagai seunit seterika. Tidaklah rugi aku membayangkanmu, seperti minuman energi yang mensugestiku untuk lebih bersemangat menjalani sisa sisa jam pelajaran hari ini. Meski tetap tak kuserap dengan baik ilmu berguna itu.

“karena ilmu yang pasti, bukan hanya tentang berhitung atau hukum fisika yang mereka ajarkan, tetapi ilmu tentang hidup yang akan aku perjuangkan untuk hidup dalam hidupmu”

Kalaulah nanti sore sepulang sekolah kita berada dalam suatu kendaraan umum yang sama, itu bukan kebetulan. Meskipun rumah kita berlawanan arah, mengelilingi kotapun aku tidak keberatan. Hal yang kubenci ketika bersama di dalamnya adalah orang orang yang ada diantara kita, yang kedua adalah jarakmu dan rumahmu yang semakin dekat.

Sampai nanti malampun teduh bola matamu tidak akan terlupa dari pikiranku. Meskipun kau jarang hadir di mimpiku, namun sekalinya kau hadir bola mata yang kutatap itu kini juga menatapku.

“Ketika esok pagi,tiada yang kusesali kecuali terlambat bangun dan menjaga gerbang sekolah. Dimana aku bisa melihatmu segar dipagi hari meskipun segar itu tetap sama di akhir nanti”
Ijin nenda dulu di cerita baru emoticon-2 Jempol
wih.. bahasanya keren.
ijin nenda gan
Ada yg baru lagi nie..
Ijin bangun stadion di mari yak..

Keep update...
Cihuy.. Cerita dimasa sekolah..
PAGI BERIKUTNYA


Jika ketika kau bangun terlalu pagi dan seketika hal baik terbayang di kepalamu, maka percayalah hal itu akan terjadi padamu hari ini. Kata kata motivasi yang aku yakin bukan dari siapapun itu melainkan dari mulutku sendiri tetap akan kupercaya sendiri.
Pagi itu keyakinan kupercaya tetap ada. Ku buka lembaran pertama pelajaran di hari sabtu itu, hari dimana biasanya pelajaran lebih ringan namun waktu terasa lambat. Kata demi kata, rumus dan rumus yang saling berkaitan, dimana X dan Y yang selalu guru tanyakan membuatku lupa akan bayangan tadi pagi.

“karena bagian terbaik dari bayangan terbaik selalu mudah dilupakan, namun selalu tersimpan abadi dalam lipatan lipatanya. Dan selalu mudah ditemukan ketika diinginkan”

Siang semakin siang, pelajaran habis lebih cepat. Kuingat kembali bayangan tadi pagi sambil memandangi arah pintu kelas diseberang sana yang tampak sepi. Kucari tahu beberapa kali dan dapat dipastikan kelasnya langsung pulang setelah jadwal kelas olahraga. Keyakinan memudar karena biasanya setelah pulang sekolah kecil kemungkinan untuk bertemu, kalaupun tuhan menghendaki pasti dengan cara yang tak biasa. Kecil harapanku untuk kejadian tak biasa tersebut.

“ketika tuhan menghendaki dua insan untuk bertemu dan berpisah dalam keadaan tidak biasa, ketika itu pula tuhan menyisipkan rindu yang tak biasa di genggaman keduanya”

Aku pulang dengan putus harapan, ternyata kata keyakinan yang aku buat berkhianat dengan tuannya.
Melangkah lunglai seperti tak berteman, namun memang keadaanya aku sedikit memiliki teman.
Melewati ruang guru kadang menjadi bencana untuk beberapa murid, kadang mereka menitipkan pengumuman atau menitipkan untuk dipanggilkan penjaga sekolah sekedar untuk minta dipesankan makanan dari kantin belakang sekolah. Namun kali ini aku dipanggil untuk alasan berbeda. bu sari menitipkan undangan rapat untuk seluruh ketua seksi osis dan ekstrakulikuler,atau tepatnya bu sari menitipkan selembar undangan untuk ku perbanyak dan disebarkan kepada mereka. Sempat ingin menolak dengan halus namun naluriku cepat menangkap, menangkap kalau perempuan berkepang itu adalah ketua ekstrakulikuler tari di sekolah ini. Mungkin keyakinan ini tertunda senin nanti, mungkin tuhan menyimpan keyakinan di tempat yang tepat dan lebih baik.

“kadang pertemuan esok lebih baik daripada kita bertemu hari ini, mungkin tuhan baru akan menciptakan hujan berwarna dan salju musim tropis besok ketika kau dan aku di tempat yang sama, berdua”
Quote:Original Posted By ba2301
Ijin nenda dulu di cerita baru emoticon-2 Jempol

thx gan
[removed]void(0);

Quote:Original Posted By tryaditya
wih.. bahasanya keren.
ijin nenda gan

thx gan

Quote:Original Posted By irfanafri89
Ada yg baru lagi nie..
Ijin bangun stadion di mari yak..

Keep update...

silahkan,terimakasih

Quote:Original Posted By Chodocx
Cihuy.. Cerita dimasa sekolah..

terimakasih gan

×