alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
[RUS] Analyst Forbes : Putin's Strategic Mistake
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56dd104f1cbfaa7f608b456e/rus-analyst-forbes--putins-strategic-mistake

[RUS] Analyst Forbes : Putin's Strategic Mistake

[RUS] Analyst Forbes : Putin's Strategic Mistake

Kesalahan Strategis Putin : Memanfaatkan Pengungsi Suriah Dan Irak Sebagai Senjata Terhadap NATO

Presiden Putin mengambil sikap berseberangan dengan Uni Eropa dan NATO. Kremlin amat mungkin memiliki andil dalam aksi sniper yang menewaskan demonstran Ukraina pro-Uni Eropa pada tahun 2014. Putin juga memanfaatkan krisis keuangan Yunani 2015 untuk menabur perpecahan di Uni Eropa. Dan pada tahun 2016, ia dan Assad menargetkan warga sipil membuat gelombang pengungsian ke negara-negara NATO. Sejak September 2015 Rusia sendiri melancarkan pemboman di daerah sipil di Suriah, termasuk target rumah sakit dan menyediakan intelijen untuk pengeboman di Irak. Perdana Menteri Al-Abadi Irak telah memberikan lampu hijau pada Rusia untuk meluncurkan serangan udara di Irak.

Serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan hampir 1.400 warga sipil hingga Januari 2016. Seperempat dari satu juta pengungsi yang memasuki Eropa tahun lalu adalah dari Suriah. Tingkat penerbangan pengungsi dari Suriah meningkat. Komandan Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, Philip Breedlove di hari Selasa, mengatakan bahwa Putin dan Assad dengan terencana melakukan pengeboman terhadap warga sipil sehingga terjadi eksodus pengungsi yang menyebabkan masalah bagi Eropa. Ia memperkirakan 1.500 pejuang asing telah kembali ke Eropa berbaur dengan arus pengungsi – laiknya jarum di tumpukan jerami, namun jarum tetap jarum.

Mari kita kesampingkan masalah kemanusiaan dan isu kejahatan perang yang memanfaatkan pengungsi sebagai senjata. Argumen-argumen tersebut tidak akan banyak berpengaruh pada Putin yang kerap mengabaikan hukum internasional. Jika Putin menggunakan pengungsi sebagai senjata melawan Eropa, maka ia sedang membuat kesalahan strategis.

Mayoritas penduduk Suriah dan Irak yang menyelamatkan diri dari bom Putin di Eropa akan menjadi sebuah kelompok kepentingan yang kuat yang bisa membantu mengarahkan Eropa menjauh dari sentimen pro-Rusia. Saat ini Eropa lebih ramah ke Rusia daripada AS, karena perdagangan Eropa dengan Rusia jauh lebih tinggi. Kita telah melihat bagaimana kelompok kepentingan yang kecil seperti the American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang dapat mendorong kebijakan luar negeri pada kebijakan AS terhadap Israel. Jutaan warga Uni Eropa yang melarikan diri dari bom Rusia di Suriah dan Irak dapat memulai membentuk kelompok- kelompok kepentingan politik anti-Putin di U.E setelah mereka mendapatkan hak tinggal. Pengungsi di Eropaini sudah mulai mempolitisir dengan penggunaan protes tanpa kekerasan.
Memang benar, adanya beberapa jarum teroris di tumpukan jerami pengungsi ini bisa menyebabkan masalah di U.E. Namun tumpukan jerami ini bisa memercikkan kobaran api di U.E. terkait kebijakan luar negeri terhadap Rusia, dan dapat menyebabkan respon yang jauh lebih militeristik untuk Putin dan Assad di Suriah, misalnya zona larangan terbang, atau zona aman bagi para pengungsi di wilayah Suriah.

Kelompok-kelompok kepentingan pengungsi U.E bahkan bisa bertindak lebih jauh dari sebatas pertempuran Putin di Suriah dan Irak, dan mengincar kepentingan Putin yang lain, misalnya Crimea, Ukraina Timur, dan pertahanan Baltik. Para pengungsi ini bisa dipastikan tidak akan mendukung pencabutan sanksi ekonomi terhadap Rusia, sementara Putin terus melakukan pengeboman terhadap komunitas mereka di Suriah dan Irak. Yunani dan Hungaria, dua negara pada tahun 2015 yang berlaku sangat ramah terhadap Rusia, juga menanggung beban pengungsi. Ini telah menyakiti hubungan mereka dengan Moskow. Sementara Perdana Menteri Orban telah mempertahankan hubungan persahabatan dengan Moskow, namun ada tanda-tanda perpecahan dalam koalisinya. Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, baru-baru ini mendukung perluasan NATO. Bagi Putin, ini berarti tantangan.

Para pengungsi yang melarikan diri Suriah dan Irak sebagian besar berakhir di Turki, yang semakin memperburuk citra Rusia di mata Turki. Sebelum jatuhnya jet Rusia oleh Turki November lalu, Presiden Erdogan tidak berseberangan dengan Rusia. Banyak yang khawatir bahwa pengaruh Putin pada Erdogan bisa menjauhkan Turki dari demokrasi dan menuju orientasi yang lebih otoriter. Ini akan menyulitkan tujuan Turki untuk turut andil dalam U.E., dan bisa ditekan keluar dari NATO – akan merupakan kemenangan besar dalam kebijakan politik Putin.
Setelah jutaan pengungsi melarikan diri ke Turki dari strategi bumi hangus Putin dan Assad terhadap para pemberontak Sunni, Turki yang mayoritas Sunni mempertegas nada bicaranya .

Turki baru-baru ini menembak sebuah jet tempur Rusia di udara, dan dengan Arab Saudi, memiliki gagasan untuk memasukkan pasukan darat ke Suriah untuk menciptakan zona aman bagi para pengungsi. Ini bisa membawa pasukan Turki dalam konflik langsung dengan pasukan Rusia, yang akan memicu Pasal 5 yang menyeret NATO ke dalam konflik bilateral.
Pasukan konvensional Putin yang relatif kecil dan terdegradasi tidak akan seimbang jika menghadapi kekuatan militer NATO yang jauh lebih besar dan modern. Meski Putin dengan ancaman nuklirnya, ia enggan menghadapi prospek konflik yang lebih luas. Respon dia yang lemah terhadap insiden penembakan jet tempur Rusia olehTurki membuktikan bahwa ia ingin menghindari eskalasi dengan NATO.
Para pengungsi yang tersebar akibat strategi Putin dan Assad akan menyebabkan kontradiksi langsung dalam upaya menjaga perdamaian dengan NATO. Memaksa para jutaan pengungsi ini ke negara-negara NATO akan menciptakan tekanan di Eropa yang kan merespon dengan pertahanan militer yang lebih baik tidak hanya terhadap penggunaan gelombang pengungsi Putin ini, tetapi juga melawan ancaman Putin di Balkan dan Eropa Timur.

SOURCE
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Ini bukan kesalahan strategi Putin..ini bukti kejeniusan mighty Putin. Dengan gelombang tsunami pengungsi ini ke negara2 negara Eropa akam membawa de-establisasi kondisi di Negara-negara Eropa. seiring semakin besarnya gelombang pengungsi akan memberikan tekanan ekonomi politik dan tatanan sosial di Negara-negara Eropa. Masyarakat di Negara-negar Eropa akan terpecah utamanya antara kelompok-kelompok dan lembag kemanusaian yang yang pro refugees dan kelompok radikal nasionalis plus kelompok ultra kanan / islamophobe seperti PEGIDA dan EDF. Konflik sosial mudah digiring menjadi konflik politik dan menimbulkan disunity di Negara2 Eropa plus ancaman terorisme seperti di Paris, Jerman dan Inggris. NATO tidak akan efektif ketika U.E digoncang. Negara-Negara Eropa ini akan disibukkan oleh kekacauan dalam negeri dan memilih untuk pasif dalam menghadapi tekanan Rusia.

Di Suriah, pembentukan pangkalan militer Rusia akan mempertegas keberadaan Rusia setelah kegagalan mereka di Afghanistan. Rusia menang di dua front. Eropa dan Middle-East. Kemenangan yang gilang-gemilang yang ditebus dengan harga yang amat murah.
1 pilot jet tempur dan 1.600 nyawa para penduduk plus jutaan pengungsi serta hancurnya rumah dan fasilitas public, RS dan klinik.
Tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan, begitu pikir Putin. Tentu saja yang korban yang dimaksud disini bukan dari pihak Rusia, semakin besar korban semakin mudah kemenangan diraih. TAPI INI SUDAH PASTI SALAH SUNNI REBELS, CIA, MAMARIKA, WAHYUDHI, REMASON DST..DST

All hail Mighty Putin and Asstard..
PussyBEAR mode on
Mampus tuh eu bego
Quote:


Komen ruarr biasa..denger2 ktanya Islam bakal datang dari barat..
Quote:

Katanya demikian waaaaa
Haiyaaa
EU sok2an jadi baik hati dan pembela ham, ngk nyadar klo pengungsi itu seperti bom waktu yg bisa meledak kapan saja dimasa depan...
Turki dan onta arab adalah negara teroris n parasit berisi manusia tolol. Kalo rusky niat bener mo invasi udah dr dulu ni negara di nuke jd ampas. emoticon-Angkat Beer
Yg jelas, jerman dan swedia sudah TAMAT.

Antara negara eropa harus menjadi negara yang terpecah paralel (islam & non islam) atau akan terjadi peperangan di bumi eropa beberapa thn mendatang.

Negara Eropa akan menjadi seperti lebanon. Dan jutaan orang jerman, perancis, belgia, dll akan mengungsi ke tempat lain seiring dengan jutaan pengungsi arab masuk.
Diubah oleh bonus.demografi


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di