alexa-tracking

Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56dd01825a5163280a8b4568/hakim-cium-tangan-terdakwa-sebuah-pelajaran-berharga-dari-jordania
Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania
Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania

Spoiler for no repsol:


Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania

Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”

Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.

Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tersebut mengerti benar, pukulan dari guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.

Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.

Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah memukul kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani.

Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.

Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai.

Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh walimurid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan walimurid hingga harus berurusan dengan polisi.

Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau walimurid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.


Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya,,,

Sumur
Pertamax cuma buat ts,,,
Whaini semoga diambil pelajarannya
KASKUS Ads
sungguh mulianya hatimu pak,,,,


kalau saja,,,,,, assssuuuudahlah,,,,,,


emoticon-Cool
budayakan komeng sebelum baca emoticon-Cool
kalo skrng mah guru itu di lawan emoticon-Ngakak
Guru pahlawan tanpa tanda jasa.
kalo di Negeri ini Hakim di sogok.. kalo gak mau di sogok, pas sidang di lempar sendal..
Pantes anak jaman sekarang cengeng dan LGBT, karena tidak didik secara militer..
emoticon-Cool
Quote:

bener gan,,,

Quote:

iya gan,,, ngarep disini ada yang begitu ya,,,emoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:

hahaha yang penting kejer setoran ya gan,,,emoticon-Hammer (S)

Quote:

tipikal anak jaman sekarang gan,,, saking dh hebatnya guru yang jadi lawannya

Quote:

guru sekarang udah ada tanda jasa gan, Satya Lencana Pendidikan namanya,,,emoticon-Cendol (S)

Quote:

nahh,,, ini juga gan yang bikin masalah tambah kompleks,,,

Quote:


Anak sekarang rada banyak yang "melambai" ya gan,,, emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
guru sekarang itu bnyak yang tidak mendidik, hanya sebuah profesi yg bekerja dpt gaji tetapi nilai2 moral yg baik kurang diberikan terhadap muridemoticon-Toastemoticon-Traveller
ya ampun, kasihan banged gurunya. salut ama muridnya yang masih inget ama gurunya
orang tua jaman sekrang mah menganggap anaknya selalu benar
kalo hakim kek gitu ada di indonesia pastilah tak lain dan tak bukan itu adalah tanda tanda kiamat breehemoticon-Cool
Dlu guru dihormati, skrng guru dipukuli. emoticon-Hammer (S)

Udh beda jamannya gan, klo dlu kena masalah sama guru muridnya dpt pengertian dr ortunya skrng mah kgk. emoticon-Cape d... (S)
Guru itu memukul dengan kasih sayangnya ...
cuman orang tua alay yg laporin guru ke polkis.
lihat saja nanti besarnya mau jadi apa tuh anak, w yakin bakalan ngelawan orang tuanya..
camkan itu bray emoticon-Cool
Walu murid dsni yang terlalu lebai
ini hakim agung jordania bukan...
klo bener dia pernah dateng ke kantor ane
dan dia sangat aneh dengan sistem hakim di indonesia...

by the way...
emang bener zaman ane SD namanya dipukul/dicubit guru sampai merah itu hal yang wajar
selama ngga sampai keluar darah atau patah tulang...
dilempar penghapus yang bahan kayu aja udah biasa...
kalau ngadu ke nyokap/bokap malah ane ditambahin karena menurut mereka
justeru ane lah yang sudah KELEWATAN BANDELNYA... jadi ane lah yang disalahkan bukan guru ane...
dan justru itulah pelajarannya "HUKUM TERHADAP YANG SALAH ITU TIDAK PANDANG BULU, APABILA ANAK KITA SALAH DAN DAPAT HUKUMAN YA BERARTI DIA LAYAK UNTUK DIHUKUM."

kalau tidak suka dengan hukumannya tinggal dateng ke gurunya tanpa sepengetahuan si anak
dan rekomendasikan hukuman yang layak didapat apabila anak kita nakal.
hha
paling mentok guwe timpuk pake lks bre
emoticon-Wakaka

makasih
Waow, masih menghormati berarti ye ama sepuhnye emoticon-Matabelo