alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d272ffd44f9f46128b4567/kesalahan-zakir-naik-dan-kedatangannya-ke-umy
Kesalahan Zakir Naik dan Kedatangannya ke UMY
Quote:Saya bersyukur bukan kampus saya yang kedatangan Zakir Naik. Adalah UMY yang mengambil peluang tersebut. Bagaimana ya, saya bukan ingin menjelek-jelekkan beliau. Tapi saya bukan tipe orang yang langsung mengangguk-angguk ketika ada yang mengklaim ini itu di kitab suci. Sudah beberapa klaim Zakir Naik yang saya tahu “maksa”. Makanya saya heran dengan teman-teman muslim yang mengidolakannya. Apa mereka asal percaya dengan tiap ucapan Zakir Naik hanya gara-gara ia “meninggikan Al Quran?”
Saya sama sekali tak mengatakan Al Quran salah. Yang saya katakan, Zakir Naik lah yang justru memelintir ayat-ayat kitab suci tersebut.
Kesalahan Zakir Naik dan Kedatangannya ke UMY
Quote:Mau contoh? Silahkan buka surat An Naziat ayat 30 dimana ia mengatakan bahwa Quran menyebut bumi berbentuk bulat telur.
Ketika saya membuka An Nazi’at ayat 30, begini bunyi terjemahannya: “Dan bumi sesudah itu dihamparkannya.”
Mengapa Zakir Naik mengatakan bahwa di surat itu Quran bercerita bumi berbentuk bulat telur? Alasannya sederhana. Dahaha sebagai arti kata dihamparkan memiliki kaitan dengan duhya kata Arab yang maknanya bulat telur burung Unta. Sehingga ia menerjemahkan Al Nazi’at 30 sebagai berikut: dan bumi setelah itu dibulat telurkannya.
Ya bisa aja sih yang ia ucapkan benar... tapi kenapa ia menolak terjemahan langsung dari kata “dihamparkan”?Kata dihamparkan merujuk ke sebuah benda yang datar. Misalnya selimut, karpet, dst. Mana ada telur burung unta dihamparkan? Ya kan?

Quote:Artinya apa? Ketika sains menemukan bahwa bumi berbentuk bulat telur, Naik akan mencocokan ayat tersebut untuk mengatakan bahwa Quran menyebut bumi berbentuk bulat telur. Tapi ketika sains menemukan bahwa bumi berbentuk datar, ia akan mengatakan ayat tersebut bermakna bumi berbentuk datar. Inilah yang disebut cocokologi, dan kalau saya muslim saya akan malu dengan Zakir Naik.
Quote:Itu baru pertama, dengan kaidah bahasa saja, sudah jelas “Dan bumi sesudah itu ...” merujuk ke kata kerja. Dihamparkan lebih pas dibanding bulat telur.
Quote:Surat An Naziat 30 tersebut bagi saya tidak bisa dimaknai secara literal menggunakan dasar logika sains. Toh ketika kita melakukannya, jadinya malah mempermalukan agama kan?
Ini baru satu contoh kesalahan Zakir Naik. Silahkan buat yang mengidolakan Zakir Naik dan sudah dewasa, cek masing-masing kebenaran klaim beliau.

Kedua: Zakir Naik Datang ke UMY Tak Sesuai Semangat Toleransi dan Tidak Fair
Quote:Selain persoalan itu, alasan lain saya kurang suka dengan berita Zakir Naik ke UMY adalah fakta bahwa ia hanya memancing bara api. Sejujurnya untuk kondisi seperti Indonesia ini, saya tak akan pernah mendukung perdebatan antar umat beragama, apalagi yang tidak tidak fair. Mengapa saya sebut tidak fair?
Quote:Cobalah pahami posisi pendebat Zakir Naik di acaranya. Anda pasti akan merasa ciut. Bukan karena logikanya Zakir Naik, tapi karena semua penonton mendukung Zakir Naik mengalahkan argumen Anda. kendali pun ada di tangannya. Ketika ia menjawab semua bertepuk tangan. Sedangkan ketika Anda membantah, Anda tak mendapat support tersebut. Hanya orang tertentu yang bisa menghadapi situasi ini. Dawkins pun saya yakin tak akan bisa menghandle emosinya ketika dihadapkan pada arena debat yang tidak fair.
Quote:Mengingat kondisi Indonesia saat ini, berita Zakir Naik datang ke UMY juga makin memperuncing semangat perbedaan. Apalagi pemberlakuan standar ganda dengan pembolehan ia “bicara”, sedang orang-orang seperti Irshad Manji dan LGBT dilarang. Kan makin keliatan kalo kelompok pendukung Naik ini hanya ingin menang semata?
Quote:Ia juga persis penggambaran Karen Armstrong mengenai cara orang masa kini yang harus beragama dengan logika. Padahal agama itu untuk pemenuhan spiritual bukan menang-menangan. Ketika kita meniru Naik membandingkan agama dan berdebat agama, yang tercipta hanya nafsu ingin menang. Agama Anda mungkin tampak lebih benar. Tapi esensi spiritualitas yang nilainya ada pada hal “yang tak terjelaskan” justru malah hilang.
Kenapa Bukan Quraish Shihab, Syafii Maarif, Frans Magnis, dst?
Quote:Terakhir, saya hanya berharap berita Zakir Naik datang ke UMY ini tidak menimbulkan perpecahan makin besar antara teman-teman muslim dan non muslim. Kalau bisa menyarankan ke UMY sih, ingin rasanya saya memberi usul untuk mendatangkan Quraish Shihab atau Syafii Maarif bersama Frans Magnis saja. Bukan untuk debat. Tapi untuk membangun dialog yang adem sebagai orang dewasa yang beragama dengan cara santun dan tidak saling merendahkan.
Zakir Naik datang ke UMY
Silahkan beropini dengan santai dan santun emoticon-Blue Guy Peace
pertamax emoticon-Cool
ni orang pinter bacot doang jeeenggg sotoy pulakemoticon-Busa
yang komeng dlu,,,,,

karna ilmu ane belum sampe kesitu,,,,


emoticon-Cool
W golput ajedah keknue bkalan rame neh bree...emoticon-Cool
akhirnya, ada yg ngomong kyk gini emoticon-Embarrassment
nyimak aja mamen, kurang pahamemoticon-2 Jempol
Waw, ini TS yg buat trit ttg legalitas pernikahan sejenis dan membela syiah??

Trus skrg ngomongin Zakir Naik?? emoticon-Ngakak

Sungguh sangat terpercaya emoticon-Recommended Seller
gua salah satu fans nya Zakir Naik

karena dia ceramah berdasarkan Al-Quran dan Hadist
iya gan ane juga kurang setuju emoticon-Big Grin
prinsip ane sih lakum dinukum walyadin emoticon-Big Grin
sory kalau tulisannya salah tapi pastinya semua tau apa maksud ane
EH TOLOL,KALAU ENTE LEBIH HEBAT DARI DOI BARU LO BISA NGOMONG GITU emoticon-Blue Guy Bata (L)
MAMPUS AJA LO emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:Original Posted By koetoeberas
Waw, ini TS yg buat trit ttg legalitas pernikahan sejenis dan membela syiah??

Trus skrg ngomongin Zakir Naik?? emoticon-Ngakak

Sungguh sangat terpercaya emoticon-Recommended Seller
silahkan cek sendiri di al quran. Saya tidak membela syiah dan LGBT, saya hanya berharap mereka diperlakukan sama dengan Anda.

Yg jelas beliau lebih pinter dari TS. Kalo berani samperin orangnya trus ajak diskusi.. Nah kalo dimari kaga ngaruh lu koar2 doang emoticon-Ngakak
TS greget emoticon-Cool
gini salah gitu salah, ginuk ginuk aja deh
nyimak aja dah, kalo ente bisa beragumen begitu coba aja ente datengin gan ajak ngobrol sapa tau makin seru kan tuh, kalo emang ente anggep beliau salah kan bisa tuh ente lurusin emoticon-Ngacir
ane bukan fans beliau atau apalah, ane cuma orang awam yg gak tau apa2 emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By jamboot
iya gan ane juga kurang setuju emoticon-Big Grin
prinsip ane sih lakum dinukum walyadin emoticon-Big Grin
sory kalau tulisannya salah tapi pastinya semua tau apa maksud ane
Tul... tanpa bermaksud rasis juga, saya lebih menyukai kebanyakan ulama Indonesia yang kalau bicara selalu adem dan mengayomi. misalnya ulama-ulama NU dan cabangnya dst.... Bahkan Uje pun jauh lebih bijak dan pas didengar dalam semangat keberagaman dibanding si Naik ini.

otak lo cetek udah brani2 buat opini tentang doi emoticon-Cape deeehh
emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:Original Posted By iehfkhanz
Yg jelas beliau lebih pinter dari TS. Kalo berani samperin orangnya trus ajak diskusi.. Nah kalo dimari kaga ngaruh lu koar2 doang emoticon-Ngakak


setujuh dengan henteh, kalo orangnya lg di indonesia ya samperin aja buktiin opini ts benar
Quote:Original Posted By koetoeberas
Waw, ini TS yg buat trit ttg legalitas pernikahan sejenis dan membela syiah??

Trus skrg ngomongin Zakir Naik?? emoticon-Ngakak

Sungguh sangat terpercaya emoticon-Recommended Seller


ia tah gan , ternyata ts nya pendukung lgbt. jgn2 maho ne ts.. hapus saja ni trit geje

edit
Ada satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, inilah jawaban telak tentang tuduhan bumi itu datar menurut Alqur’an:surat Az-Zumar ayat 5
ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖ ﻳُﻜَﻮﺭُ ﺍﻟﻠﻴْﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨﻬَﺎﺭِ ﻭَﻳُﻜَﻮﺭُ ﺍﻟﻨﻬَﺎﺭَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻴْﻞِ ﻭَﺳَﺨﺮَ ﺍﻟﺸﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻛُﻞ ﻳَﺠْﺮِﻱ ﻟِﺄَﺟَﻞٍ ﻣُﺴَﻤﻰ ﺃَﻟَﺎ
ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰُ ﺍﻟْﻐَﻔﺎﺭُ
“Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun.” (QS.Az-Zumar:5)
Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar….? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH.
Dari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya…!
Ajaibnya, keterangan-keterangan ini ditulis dalam ayat-ayat Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu, disaat orang-orang Eropa dan Amerika masih primitif, dan masih menganggap bumi ini datar serta menganggapnya sebagai pusat bagi jagad raya ini.
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya….