alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d147b9dc06bdf4688b4567/kisah-marwan-dan-pejabat-lain-yang-minta-hak-hak-istimewa-saat-naik-pesawat
Kesel 
Kisah Marwan dan Pejabat Lain yang Minta Hak-hak Istimewa Saat Naik Pesawat!!
Quote:Kisah Marwan dan Pejabat Lain yang Minta Hak-hak Istimewa Saat Naik Pesawat
Udah sewajarnya kalo seorang pejabat publik diamati banget tindak-tanduknya oleh masyarakat. Salah sedikit, dia bisa langsung dihujani kritik. Apalagi kalo itu bersinggungan sama kepentingan publik.

Seperti yang baru aja dialami sama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Pemicunya adalah keluhan Marwan terhadap kinerja maskapai Garuda yang dinilai lemot dan usulannya ke Menteri BUMN, Rini Soemarno untuk mengganti direksi PT Garuda Indonesia.



Quote:1. Marwan Kecewa Ditinggal Pesawat
Spoiler for MARWAN:

begini ceritanya emoticon-Mad (S)
Jadi ternyata, usulan itu keluar setelah Marwan mengalami insiden yang gak ngenakin. Marwan harus menghadapi kenyataan ditinggal pesawat dan terjebak delay di saat dirinya harus menghadiri acara seminar nasional "Peta Desa untuk Percepatan Pembangunan Desa dan Kawasan Pedesaan" di University Club UGM, Yogyakarta hari Rabu (24/2) lalu jam 9 pagi.

Quote:Walhasil, Marwan telat dateng ke seminar.
Dia harusnya terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta dengan pesawat Garuda pada jam 8.05.
Tapi, Marwan baru sampe bandara 5 menit sebelum berangkat.

Quote:"Sebenarnya masih bisa mengejar, karena tidak butuh lima menit untuk menuju ke pesawat dengan pakai mobil bandara, tapi tidak diperbolehkan," kata Marwan pas jadi pembicara di seminar.
Pihak Garuda langsung membantu Marwan dapetin jatah penerbangan jam 10 pagi. Tapi malang bagi Marwan, pesawat itu mengalami masalah teknis dan harus delay selama satu jam setengah.



Quote:2. Marwan makin telat.
Karena kekecewaannya yang menumpuk, Marwan lalu "curhat" ke para peserta seminar itu, begitu dia jadi pembicara.
Bukannya nyeritain kronologis kenapa dia bisa telat dateng?
Marwan malah menyinggung-nyinggung soal lain.
Quote:
"Ketika presiden meminta ada percepatan dan akselerasi, Direksi Garuda lemot. Selama ini juga rugi terus."

"Sudah tidak pernah untung, di sisi lain diproteksi habis-habisan oleh negara," katanya.

Kisah Marwan dan Pejabat Lain yang Minta Hak-hak Istimewa Saat Naik Pesawat!!
Kisah Marwan ini pun langsung direaksi netizen.
Spoiler for Reaksi Netizen Twitter:



Quote:Tapi, Marwan Bukan Satu-satunya Pejabat yang "Minta Diistimewain"Sebenernya jauh sebelum Marwan, udah ada beberapa pejabat yang juga pernah meminta perlakuan khusus saat menggunakan fasilitas umum.


Quote:1. Pejabat Babel Mukul Pramugari Gara-Gara Disuruh Matiin Hp
Kalo kamu masih inget sama kasus pramugari Sriwijaya yang dipukul pake gulungan koran sama Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi. Kejadiannya bermula gara-gara Febriani, si pramugari itu menegur Zakaria untuk mematikan hpnya.
Spoiler for di berita:

Gak terima sama perlakuan Zakaria, Febri langsung melaporkannya ke polisi.
Spoiler for lagi ada masalah:



2. Roy Suryo Ngotot Bawa 6 Tas ke Dalam Pesawat
Lain Zakaria, lain Roy Suryo. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era SBY itu pernah bikin repot awak kabin saat dia naik pesawat Garuda bersama keluarganya dan rombongan Kemenpora.

Jadi waktu itu, Roy membawa sekitar 6 tas (yang katanya berisi kamera) ke kabin. Padahal sesuai peraturan penerbangan, satu orang hanya diperbolehkan bawa dua tas tenteng aja. Nah, pas kepala kabin pesawat minta Roy untuk mindahin 4 tas lainnya ke bagasi pesawat, Roy malah ngotot minta awak kabin itu nunjukkin peraturannya.
Spoiler for Mas Roy :malus:


Ini sebenernya kejadian kedua buat Roy Suryo. Karena sebelumnya, dia udah pernah berulah juga di dalam pesawat.


Spoiler for Mas Roy lagi :malus:

Kali ini insidennya Roy dan istrinya rebutan kursi sama penumpang lain, yang adalah Ernest Prakarsa.

Spoiler for jreng..jreng..jreng:


Tapi untuk yang ini, Roy Suryo memilih ngalah dan keluar pesawat.


Spoiler for huruf besar:



Quote:Mengutamakan Kepentingan Pribadi di Atas Kepentingan Umum

Dari kecil kamu pasti udah sering dapet pelajaran ini dari buku PPKN pas SD. Kalo sebagai manusia, kamu harus mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Dan rasanya, pejabat-pejabat negara ini juga tahu hal itu,

Cuma, kenyataannya teori gak selalu sesuai sama fakta di lapangan. Dan yang terjadi malah sebaliknya. Kisah-kisah di atas malah ngelihatin gimana para pejabat itu berusaha pake kekuasaan dan jabatan mereka buat kepentingan pribadinya.

Alih-alih mementingkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat banyak (dalam hal ini penumpang lain), Marwan dkk cuma menambah daftar panjang para pejabat yang gak bisa menghargai peraturan padahal berkaitan dengan pelayanan publik khususnya transportasi udara.

Ya moga-moga kejadian Marwan jadi insiden yang terakhir deh.



Quote:MENURUT KALIAN PARA JURAGAN2 KASKUSER
MAU MEREKA INI APA??? emoticon-Mad emoticon-Turut Berduka



SUMUR
Enak banget di istimewakan emoticon-Cape deeehh
Gile nih pejabat. Pesawatnya emaknye apa? emoticon-Marah
Kebanyakan curhatnya
enak bener minta hak istimewa seenak jidatemoticon-Cape d...
sampah masyarakat emoticon-Marah
Udah diatas lupa daratan btw Kisah Marwan dan Pejabat Lain yang Minta Hak-hak Istimewa Saat Naik Pesawat!!
Ane numpang nyimak aja gan....
Ane gak berani urusan ama pejabat2.... emoticon-Takut
parahhh emang siapa mereka Kisah Marwan dan Pejabat Lain yang Minta Hak-hak Istimewa Saat Naik Pesawat!!
nglunjak
emoticon-Mad
Mereka pejabat dan mereka yang punya tanggung jawab terhadap rakyat, tapi kok sikapnya nggak bisa merakyat....?? emoticon-Bingung
Itu salah dia sendiri kali emoticon-Cape d...
emoticon-Ngakak
ampun dah kelakuan
pendidikan tinggi kok kelakuannya gitu ya?
semoga ngga ada lg pejabat kaya gitu.
menyalahgunakan jabatan namanya
Kenapa dateng jam 8?
belom pernah kali tuh ngerasain tidur di bandara emoticon-Ngakak
tanda tanda kurang piknik
geblek pade tu manusia
Dasar orang kampungan, heran bisa jadi mentri
Aji kumpung fellas, mumpung jd pejabat negara