alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d0935098e31bd6198b4569/hidup-itu-life
Hidup itu Life
Quote:Halo, I'm a noob. Ane suka merhatiin jalannya hidup. Melihat perspektif lain. Kadang menuangkan dalam tulisan. Hanya ingin berbagi. Barangkali ada yang punya perspektif sama, atau sama sekali berbeda. Mungkin tuangan kata-kata di sini bisa jadi rambu-rambu bagi agan selama di jalan. Saya bukan seorang expert dalam penulisan puisi maupun penulisan lainnya. Maafkan segala kekeliruan, jangan sungkan ngasih kritikan.

Quote:Your problem is not original

Spoiler for Index:

Ketika

dan ketika terpisah
raga saling menjauh
terhalang ruang
terbatas waktu yang harus ditunggu

hanya tersisa kesempatan untuk mengenang
membayangkan segala memori
orang yang kau sayang tak berada di sisi
tak lagi bisa bersandar di bahunya

untuk sementara, namun tetap terasa lama

bukan untuk dikejar, tapi disambut

seorang yang tangguh tak akan lari,
seorang yang kuat akan menghadapi

dirasakan, dinikmati, hal lain yang hilang
hilang untuk makin dirasakan keberadaannya.
karna pergi hanya berpamitan lewat pesan
meninggalkan cemas yang cuma bisa dihapus kehadiran
.






Tinggal Peduli

dan lagi…
ketika sudah banyak sekali yang meninggalkan
apapun bentuknya
kini terasa lebih mudah untuk melepaskan
merelakan

merelakan apa yang mungkin bukan milikmu
melepaskan apa yang mungkin bukan milikmu
yang memang ternyata cuma singgah sejenak
berhenti untuk memperlihatkan bahwa hal itu ada

namun bukan buatmu
bukan diperuntukkan kepada kamu

mungkin memberi kenangan manis ketika kau bersamanya
sebelum kau ditinggal sendiri, seperti sedia kala
mungkin menoreh kenangan pahit ketika kau bersamanya
sebelum kau ditinggal pergi, seperti sedia kala

untuk apa kau simpan memori itu
jika malah menyakiti
untuk apa kau simpan memori itu

terlepas dari berbagai spekulasi tentang alasannya
alasan mengapa mereka pernah bertengger
yang sulit untuk dipahami, kenapa kau mengizinkannya?
tidak mudah mencerna segala sesuatunya

tapi sekarang, aku tidak begitu peduli dengan alasan – alasan itu
aku cuma berpikir, itu bukan buatku, atau buat kamu
alasan yang bisa membuatku tidak nyaman walau mataku terpejam
untaian kata yang aku hanya mengira – ngira untuk membuat diriku dan dirimu merasa lebih baik,
tapi belum tentu
hanya menerka, dan menipu benakmu juga benak setiap hati yang kehilangan
aku, tidak begitu peduli lagi.

mungkin seharusnya aku peduli
tapi nanti, nanti sajalah
ketika aku harusnya peduli
kenapa aku harus mengerti