alexa-tracking

Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d020f91854f7e8428b4567/ingin-karier-sukses-boleh-saja-asal-jangan-tiru-budaya-kantor-di-jepang-seperti-ini
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini
Jepang terkenal dengan budaya kerja kerasnya. Tak heran, mereka bisa bangkit dengan cepat meski kalah perang pada tahun 1945. Namun budaya kerja mereka tidak sepenuhnya layak dicontoh oleh kamu. Bahkan di Jepang ada istilah karoshi, yakni meninggal karena kerja berlebihan.

Penyebabnya biasanya karena serangan jantung, stroke, stres, dan diet tidak seimbang. Para pekerja di Jepang memang terbiasa bekerja lebih dari 12 jam atau bahkan 6-7 hari dalam seminggu.

Contoh-contoh dari kasus kematian tiba-tiba akibat kerja berlebihan ini sungguh mengerikan loh! Sebagai contoh, seorang pria yang berprofesi sebagai supir bus bekerja selama 3.000 jam per tahun dan tidak pernah libur dalam 15 tahun. Ia terkena serangan struk tiba-tiba pada usia 37 padahal tidak ada riwayat penyakit sebelumnya. Ada lagi seorang suster yang beru berusia 22 tahun, tapi terkena serangan jantung karena bekerja 34 jam tanpa istirahat sama sekali.

Bekerja keras boleh saja. Tapi lebih baik bekerja efektif dan efisien dan tidak mengorbankan waktu isitrahat dan bersosialisasi. Dan demi kesuksesan karier tanpa derita fisik dan mental, jangan tiru budaya kantor di Jepang berikut ini.

Tidak berani pindah kerja meskipun perusahaan tidak nyaman
Sekali kamu masuk ke sebuah perusahaan, kamu akan bekerja di sana selamanya. Ini bukan paksaan berupa aturan tertulis di dalam kontak kerja, melainkan memang sudah menjadi budaya. Perusahaan-perusahaan Jepang lebih memilih untuk merekrut fresh graduate. Mereka kemudian dididik dan diberi bekal keterampilan agar loyal terhadap perusahaan.

Meski perusahaan mendekati bangkrut atau pekerjaan tidak sesuai harapan, para karyawan ini akan tetap setia. Kalau kamu berpindah-pindah perusahaan, di Jepang kamu justru dianggap tidak kompeten. Dengan begitu, bisa jadi lowongan kerja untuk posisi senior mungkin jarang.
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini

Hobi lembur
Seorang warga negara asing menuliskan dalam blognya bahwa budaya orang kantoran di Jepang sebenarnya hanya mengesankan kalau mereka seakan-akan bekerja keras. Contohnya mereka hobi sekali lembur padahal tidak mendesak.

Bahkan untuk menanggulangi budaya lembur ini, tahun lalu kabinet Jepang yang dipimpin PM Shinzo Abe telah menyetujui undang-undang (UU) yang membebaskan pekerja kerah putih dari aturan jam kerja. Budaya lembur ditengarai sebagai penyebab tingginya angka kematian kerja, menurunnya angka kelahiran, dan produktivitas.
Aturan tersebut mengatur agar perusahaan tidak memberikan uang lembur sehingga karyawan tidak bekerja sampai larut malam karena ingin dibayar. Tapi kini, perusahaan-perusahaan di Jepang mulai menerapkan budaya jam kerja normal. Sebagai contoh, kementerian kesehatan melarang karyaawannya bekerja setelah lebih dari pukul 10.00 malam mulai Oktober tahun lalu. Sebelumnya, upaya mematikan listrik di kantor untuk membuat pegawai pulang lebih cepat ternyata tak berhasil.
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini

Segan pulang sebelum atasan dan rekan kerja pulang
Meski bel pulang sudah berdentang tapi bos masih di ruangan, karyawan Jepang segan untuk pulang duluan. Bergitu pun kalau sebagian besar rekan-rekan di kantor masih duduk di kubikel mereka. Kalau kamu pulang duluan, kamu akan dituduh tidak peduli dengan kelompokmu dan bisa menjadi bahasan gosip loh!
Perusahaan-perusahaan di Jepang memang menganut prinsip gotong royong. Tidak ada karyawan teladan atau individu terbaik karena semuanya dianggap sebagai satu tim.
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini
Tidak mau ambil cuti
Tanggal merah, cuti, dan akhir pekan pasti jadi hal yang paling kamu tunggu-tunggu. Tapi tidak demikian dengan pekerja di Jepang.
Berdasarkan data pemerintah Jepang pada 2013, sebanyak 22 persen dari 4,74 juta pekerja fulltime di Jepang bekerja 49 jam dalam seminggu, 8,8 persen lainnya bekerja 60 jam seminggu, sedangkan sisanya 60-80 jam seminggu. Dan rata-rata dari mereka hanya mengambil jatah cuti setengah dari total sembilan hari per tahun. Tapi dengan UU terbaru, perusahaan wajib memastikan bahwa setiap karyawannya mengambil semua jatah cuti.
Kenapa mereka tidak mau ambil cuti? Alasannya karena mereka merasa bersalah jika harus meninggalkan pekerjaan!
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini



Cek pesan dari om bob gan emoticon-Big Grin
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini
kerja mah di bawa santai, kalosaran ane mah mending bikin lapangan pekerjaan dari pada kerja di perusahaan ma, bikin orang kaya makin kaya
gila_gilaan ya gan kerja disana.. tapi dulu ane punya cita2 kerja di sana
wih saking setianya sampe gk mau ambil cuti emoticon-Wow
lebih baik jd kepala cicak,,,,,,
daripada ekor buaya,,,,,



emoticon-Cool
jepang emang gitu gan, ane udah ga aneh.

tapi kerja ga gitu gitu amat lah, kerja kaya zaman rodi itu mah
Di sono pada workaholic orangnye bree...emoticon-Cape deeehh
keren yg pesen om bob.
itu sudah...
emoticon-Wkwkwk
Hobi lembur emoticon-Belo

di tempat ane kerja kalo mau lembur ribed emoticon-Sorry
Mereka totalitasnya tinggi emoticon-Belo
ngeri bgt kerja sampe segitunya
ngumpulin duit sampe tewas
tp ga dpt apa2 buat diri sendiri

dan blm tentu jg mereka pd berkeluarga
kerja 12 jam? hmm... di sini jg masi banyak yg gitu
Alm om bob, kalo komeng enteng bener..
emoticon-Wakaka
udah kek robot aja ya orang jepang emoticon-Cool sayang iklim kerjad indo malah butuh orang kek jepang, indo banyak bolos, kerja dikit gaji gede dll emoticon-Cool
Totalitas tanpa batas emoticon-Matabelo
Workaholic emoticon-Cape d...
kebalikan banget ama di indo
disini kalo g ada lemburan , gaji mentok umr 1,2-1,7 emoticon-Big Grin

seorang pria yang berprofesi sebagai supir bus bekerja selama 3.000 jam per hari dan tidak pernah libur dalam 15 tahun
3000 jam per hari gak salah tuh idup di planet mana yang perharinya 3000 jam breeh emoticon-Ngakak
gemboks pejwan

Yup betul gan
kerja itu harus efektif dan efisien
artinya jam kerja yang diberlakukan di Indonesia yaitu 8 jam, mampu mengerjakan tugas harian dan deadline saat itu juga, 8 jam.
ya tapi memang ndak semua pekerjaan bisa begitu, ada yg harus menunggu data lain dulu, ada yang memang harus lembur karena pekerjaan tambahan datang di luar 8 jam itu
ingat bahwa kita juga harus menjaga kesehatan, keluarga dan tuhan gan, jangan melulu nurut ama sesama manusia