alexa-tracking

Baju Seksi Alis Tebal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56cfc5ddd675d4fc7e8b4569/baju-seksi-alis-tebal
Baju Seksi Alis Tebal
Selamat siang semuanya.

Sudah lama tren baju seksi dan alis tebal merambah di kalangan remaja putri dan/atau wanita dewasa. Mungkin dengan gaya seperti itu, beberapa orang merasa percaya diri dan dapat menunjang performanya, baik dalam pekerjaan atau hal lain. Anehnya, sebagian orang yang menganut gaya tersebut merasa risih jika diperhatikan oleh kaum adam. Bukankah "style" itu memang untuk ditunjukkan?

Lalu kemudian muncul pertanyaan: "Kalau tidak mau dilihat, kenapa berdandan seperti itu?"

Sang penganut menjawab, "Ya suka-suka aku donk! Hak asasi manusia gitu lho!"

Oke, jika sudah menggunakan HAM sebagai alasan, memang "harga mati", tidak ada yang melarang.

Kaum adam berkata lagi, "Hak aku juga donk mau lihat apa pun di jalanan!"

Sampai di sini semakin pelik. Baju seksi dan alis tebal yang bertebaran di mana-mana menolak untuk dilihat (sebagian orang, tidak semuanya, ada juga yang memang ingin dilihat). Maka pada postingan ini saya ingin menyarankan kepada remaja putri dan/atau wanita dewasa yang ingin dan mungkin sudah menggunakan gaya ini menjadi bagian kesehariannya, agar lebih bijak, lebih siap, serta mengerti konsekuensi atau akibat.

Ada saran atau pengalaman berkaitan mengenai hal di atas? Ayo berbagi.
Jaid, kamu meminta agar cewek mau bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan yg mereka ambil?

HUAHAHHAHAAHA..!!

Good luck with that.
Bukan, sebenarnya hanya ingin bertukar pikiran, serta ingin mengetahui lebih dalam apa motivasi mereka sebenarnya.
Alis tebal sih ga masalah diliatin. Urusan baju, pake seksi atau tertutup sekalipun udah biasa diliatin ama cowo kok. Segitu pake baju sopan dan sangat tertutup aja ada aja cowo yang bisa2nya ngeliatin dada ane emoticon-Hammer2

Jadi ini bukan urusan bajunya, tapi emang udah hormonal cowo kali ya kalau liat cewe pingin ngeliatin. Sebenernya normal2 aja sih ngeliat, asal jangan lama2 gitu. Apalagi kalau ga pake berkedip dan terus2an liat di bagian situ emoticon-Hammer2
alis tebal kek sin chan ye?

ane kadang heran kenapa cewe berpikir kalo hal2 tersebut dapat menunjang penampilan mereka...

biar ga dibilang kudet kali gan......bener kata agan sebelum menerapkan harus mengerti konsekuensinya
ya memang benar gan, siapa suruh pakai baju baju begituan
dengan dandanan dan baju seperti itu ya resiko nya diliatin dan dianggap "murahan" kan?
ane sendiri sebagai cewek juga bakal geli liat cewek begitu dandannya
Ane pake prinsip dasar orang indo deh


KAMI SUKA YANG GRATISAN
Quote:


Bisa jadi "hormonal lelaki" adalah kecenderungan melihat perempuan. Menariknya apakah "hormonal perempuan" itu sendiri adalah ingin dilihat dengan cara seperti yang telah saya tulis di atas? Kira-kira begitu rasa penasaran saya. Hehehehe.
Quote:


Bingung kan? Sama Gan.
Quote:


Kalau memang alasannya agar tidak "kudet"--minimal ada alasannya, tapi ya itu konsekuensi-nya kadang parah banget (tidak selalu, karena memang ada perempuan yang senang diperhatikan dari ujung kaki sampai ujung rambut), yaitu: "Laki-laki yang salah karena mereka (sebagian) risih dilihatin."

Tentunya tidak semua seperti ini.
Quote:


Ya tentunya kita pun tidak memvonis setiap perempuan berbaju seksi itu "murahan", karena ada beberapa pendapat dari rekan-rekan saya bahwa mereka senang jadi pusat perhatian. Kemudian rasa penasaran saya ini adalah tentang mereka yang risih karena dilihat, tetapi menggunakan "style" di atas. Begitu sister ....
Quote:


Hihihihii, benar juga ya Gan.
CURHATAN TEMAN


Malam ini (27/2/2016) seorang teman--bernama Bobi--bercerita tentang pacarnya yang suka mempertanyakan dan "agak rewel" jika ia pergi jalan atau sekadar refreshing. Lain halnya jika pacarnya tersebut pergi jalan-jalan, cukup bilang kepada Bobi (sejenis minta izin tanpa perlu jawaban "boleh") dan pergi begitu saja.

"Menurutmu gimana Bro?" tanya Bobi kepadaku.

Jujur aku bingung harus menjawab apa, karena selama ini aku menjalani hubungan dengan pacar--dalam keadaan saling percaya dan berusaha saling terbuka. Kasus Bobi--buat aku pribadi sungguh langka. Semoga teman-teman yang membaca Thread ini bisa membagikan pengetahuannya.

"Hmm ... aduh gimana ya, aku rasa ada sesuatu yang tidak seimbang," kataku.

"Tidak seimbang seperti apa?" Bobi penasaran. Aku mulai khawatir tidak bisa menjawabnya.

"Artinya kau dan pacarmu itu kurang komunikasi, maksudku jika tidak suka dengan keadaan ini--maka harus dibicarakan secara dewasa."

"Terus?" tanya Bobi lagi.

"Apanya yang terus? Emangnya tukang parkir apa?" Aku sewot.

Bobi bukan orang pertama yang menanyakan hal seperti ini kepadaku, dan sampai sekarang hanya bisa memberikan penjelasan sederhana mendekati "mengada-ada". Semua lelaki pasti tidak menyukai keadaan yang Bobi alami, menyikapinya pun membutuhkan "nyali" dan pertimbangan matang--mengingat lawan bicara kaum adam kali ini bukanlah "pecinta" logika.

Jika teman-teman kaskuser di sini ada yang punya pengetahuan mengenai hal tersebut, bolehlah kiranya dibagikan. Terima kasih.
TAS MAHAL



Siang tadi karena kehabisan sayur di rumah, maka aku menemani ibu ke pasar. Sampai di sana, tampak dua orang wanita dengan dandanan menor berbicara di hadapan seorang ibu tua penjual sayur. Kira-kira percakapannya sebagai berikut (nama tokohnya saya buat sendiri, karena tadi tidak sempat berkenalan. Dan aku juga tidak mau kenal dengan orang-orang seperti itu):

"Jeng Sari, aduh ... itu tas-nya bagus bangeeetttt!" seru Bu Rahayu.

"Iya dong, harganya tiga juta rupiah enggak pakai nawar!" jawab Bu Sari semangat.

"Oke deh ... saya pulang dulu ya Jeng Sari!"

"Hati-hati di jalan!"

Setelah Ibu Rahayu itu pergi menjauh, Bu Sari ini menyambangi pedangan sayur tua yang telah saya sebutkan di atas.

"Satu ikat bayam ini berapa harganya Bi?" tanya Bu Sari.

"Lima ribu ... Nak," jawab wanita tua itu.

"Ya ampun mahal amat sih Bi? Tiga ribu boleh ya?"

Aku termenung melihat tingkah Bu Sari ini. Tiga juta tanpa menawar harga untuk sebuah tas yang belum diketahui keasliannya, dan menawar harga sayur satu ikat? Oke, ini mulai tidak masuk akal buatku.

Penasaran tentu saja, apakah perempuan selalu seperti mereka? Atau ... mereka ini hanyalah OKNUM? Dan apabila memang ada tipe seperti ini, kira-kira adakah sebuah penjelasan yang kiranya bisa mencerminkan "isi kepala" Bu Sari ini. Punya penjelasan mengenai hal ini sobat kaskuser?
Quote:



ya memang sih, ada beberapa yg memang senang jadi pusat perhatian, gak bisa disalahin mah kalau yg itu. maaf ya agan
bawa tas 3 juta pulang2 belanja bayem emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S) bntr gw ngakak dl emoticon-Ngakak (S)
terus bayemnya dimasukin ke tas ga yah lmao, ntar bau authentic leathernya berubah jadi bau tanah dari bayem emoticon-Ngakak (S)

gw engga sulam alis sih, menurut gw so unnatural, uda seneng sama alis item natural ini (hasil oles kemiri dari bayi LOL)

urusan baju, kenapa sih hal ini dipertanyain terus sama cowo, gw heran emoticon-Nohope

ya konsekuensi aja, mereka yang saltum pake baju terlalu seksi tidak pada tempatnya, adalah konsekuensi masing2 kalo diliatin cowo2 mesum emoticon-Nohope
kalo dia di tempat pesta, pake bikini di kolam renang, terus lo mandangin pake tatapan mesum, ya cowo2 yang otaknya harus dibenerin

dan kadang cowo juga engga melulu 'verbal abuse slash harassing' cewe itu dengan kata2 yang ga pantes cuma karna si cewe pake baju terbuka, gw sering bangettttttttt ketemu yang begitu padahal gw pakai pakaian formal, or casual engga pake mini2 or terbuka.

So? ya balik ke masing2 lah, si cewe juga harus liat sikon kalau pake baju, (balik lagi, urusan masing2 mau pake baju gimana, jangan terlalu kepo sama orang emoticon-Big Grin)

dan yang cowo juga harus behave, ga perlu lah ga sopan sama cewe yang berpakaian engga melulu terbuka (baik dari tatapan ataupun omongan)

Aneh, bukannya cewek pake pakaian begituan dan pake make up supaya mendapat perhatian cowok2. Ane kalau lagi jalan-jalan malah hobi ngelihatin cewek2 yang pakai pakaian seksi dan pakai make up, dan biasanya si cewek malah seneng dan senyum2 tuh. Meskipun ane gak demen sama ceweknya tetep aja ane liatin, ane anggap saja sebagai pujian secara tidak langsung, biasanya cewek2 kan girang kalo dipuji cantik, apa salahnya membuat orang lain senang.

Coba kalau ngeliatin cewek jangan pakai tatapan mesum dan melotot gitu deh gan biar ceweknya gak risih. Ngelihatin jangan lebih dari 5 detik, diliatin kurang dari 5 detik si cewek seneng, tapi diliatin lebih dari 5 detik si cewek malah takut. emoticon-Cendol (S)
Quote:



Jadi begini ... sister.

1. Kejadian di depan tukang sayur itu, dia pastinya tidak masukin itu sayur ke dalam tasnya karena ada kantung plastik.
2. "Adalah konsekuensi masing-masing kalau dilihatin cowok-cowok mesum."
- Aku rasa jika salah tempat tidak hanya cowok mesum yang melihat, bahkan cowok tidak mesum juga pasti lihat.
3. "urusan baju, kenapa hal ini dipertanyakan terus sama cowok, gue heran."
- Mungkin sama bingungnya dengan laki-laki yang lihat cewek merasa risih ketika mereka (sebagian orang) pakai baju seksi di tempat yang tidak seharusnya.
4. "Balik lagi, urusan masing-masing mau pakai baju gimana, jangan terlalu kepo sama orang."
- Sudah aku sebutkan bahwa itu memang HAM, dan HAM selalu menjadi senjata ampuh untuk "mematikan" opini. Tapi bagaimana pun aku setuju untuk menghormati hak orang lain.
- Sehubungan dengan "kepo", kalau thread yang aku buat ini untuk berbagi pengalaman dan bertukar pemikiran, tak ada niat untuk "kepoin", melainkan untuk melihat lebih dalam--apa yang menjadi motivasi para perempuan berbaju seksi (yang merasa risih jika dilihatin). Apakah penting? Buat aku pribadi--ini penting, agar seandainya berada dalam kondisi di mana ada "sebagian orang" yang disebut di atas, maka aku bisa bersikap dengan tepat (ini khusus untukku secara pribadi, jika berguna bagi orang lain ya syukur)
5. "Dan yang cowok juga harus behave ...."
- Aku setuju, setiap laki-laki harus bisa menghargai perempuan. Karena kalian--adalah yang terindah di muka bumi.

Demikian.

Salam damai,

Gregory17
Quote:


Ya tak apa-apa Gan, namanya kita bertukar pikiran, beda itu biasa, bener kan? Heheheh, makasih masukan dan komentarnya Gan.