alexa-tracking

Aku Rindu

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56cf3793d89b09865a8b4567/aku-rindu
Aku Rindu
Aku Rindu
Aku Rindu





Spoiler for :

Duhai tulang rusuk,

Aku tak tahu siapa dirimu. Mungkin, bisa jadi kita sudah bertemu dalam petualangan sebelumnya. Atau mungkin kamu sudah mengenalku. Tapi kita sepakat bahwa kita masih belum saling menemukan. Kita masih sama-sama hilang dalam pendar perasaan yang samar.







Duhai Petualang cinta,

Aku selalu berharap kau segera packing ranselmu lagi. Berdoa semoga kali ini hadir pertemuan yang kita idam-idamkan. Tak harus dalam perjalanan yang sama. Tak mesti selalu dalam petualangan yang senada. Hanya saja, kita butuh sejenak bertatap muka dalam kejadian yang barangkali tak pernah kita pikirkan. Mungkin berpapasan di antara pendaki gunung yang sedang turun. Atau justru ketika bersebelahan duduk di kereta ekonomi Bandung-Jogja. Bisa saja kita bersua ketika kamu bertanya toilet di mana.

Pertemuan tak harus disiapkan bukan? Yang penting kita siap kapanpun pertemuan itu datang.

 

Aku selalu mengandaikan begitu indahnya bila kita berkelana bersama. Sementara aku yang membuat detail rencana, kamu menyiapkan keperluan perjalanan kita. Kadang tak harus sebegitu terencana sih. Hal yang paling penting kita selalu melewatinya dengan penuh canda. Ya, kita sama-sama mengerti bahwa cerita perjalanan selalu mendewasakan. Kita juga paham kalau pengembaraan yang spontan selalu tak terlupakan.

Apalagi ditemani senyummu sepanjang perjalanan.








Dear pendampingku,

Hatimu sudah pernah patah bukan?

Tenang, Sayang. Jangan bersedih, itu akan membuat kamu lebih bijaksana. Bahwa dalam hidup tak semua asa harus terlaksana. Bahwa keikhlasan untuk melepaskan adalah sebenar-benar cinta yang tak sekedar picisan belaka.

Aku pernah mengalami hal yang sama denganmu. Persis. Meski kadar terlukanya bisa jadi berbeda. Semoga kita sama dalam satu hal, sama-sama ingin menemukan yang paling tepat. Mencari untuk ditemukan. Aku untukmu. Kamu untukku.







Dear kekasihku,

Jangan marah kalau nantinya setiap pekan ku ajak kamu keliling nusantara. Akan ku siapkan tenda besar kok. Kamu bisa ndusel-ndusel sepuasnya. Tak usah berjalan penuh nafsu menaklukkan. Aku dan kamu setuju kan, jika ego manusia yang harus disingkirkan. Gunung adalah pelabuhan cinta. Bukan ladang unjuk kuasa. Kamu mau kan kalau jagoan kita tumbuh di sana. Dunia ini tak semudah kisah-kisah sampah layar kaca, Sayang. Kehidupan sulit sudah menunggunya di depan.

Apa kita beri nama anak kita Rinjani dan Khatulistiwa saja?





Ah, sudahlah.

Saat aku menulis ini aku belum bisa membayangkan wajahmu. Aku juga tak tahu perjalanan ke mana lagi yang sedang kamu siapkan. Lombok? Praha? Annapurna? Wae Rebo? Ah, atau mungkin Ayutthaya? Aku masih sulit menebak penjelajahanmu berikutnya. Tak apa. Toh, sejauh apapun perjalananmu, kelak juga akan berlabuh kepadaku. Datang untuk menggenapkan.


Terakhir, aku cuma mau bilang. Aku Rindu.

Omeegooooood!
puisinya ciamik..mantaf..manis.. dan.. ah.. keren pokoknya.

Jadi ga ngerti mau nulis gimana, hahaha.

Okeh. Saya ijin coret-coret sebentar di sini.

Entah aku yang merana atau memang semesta yang bersembunyi.

Yang kulihat tak seindah yang kau tuturkan.

Jangan tanya kepada siapa aku merindu..

Jika bukan untuk ia..
yang berlesung pipit dengan senyum penuh madu...
Quote:



Wihh ada poetry entut...
Sungkemm dulu sama sepuh poetry ..
Ajari ane dong puh emoticon-Malu (S)

basi lo ah tukang gombalin

Kita. Doa-doa yang berpelukan. Pada jarak yang berjauhan. Pada rindu yang tak tersampaikan perjumpaan.

sebab doa tak kenal jarak. rindu kepadanya, membuatku lebih dekat kepada-Nya.

Mungkin di satu sisi jarak hanya mampu menjauhkan. Namun jarak tak berbentuk lingkaran, sayang, olehnya kita dibiasakan saling mendoakan.

Lengan tak memeluk saat berjauhan, namun tangan tetap bisa mendo'akan.

Aku bersamamu walau tak nyata disampingmu, raga boleh tak didekatmu, namun do'a dan hati menyatu pada tubuhmu.

pertemuan adalah salah satu do’a yang terkabulkan. kita tak henti meminta, menumpuk asa.

usap dukamu dibahuku, rebahkan hatimu yang lelah di pelukku. isitirahatlah sejenak kala jarak sedang tidak jinak.

sejauh apapun jarak menjauhkan kita, rindu akan tetap menjadi jembatan penghubung doa-doa.



akan ada hari dimana, kamu menungguku dibalik pintu, menjaga hangat kopi, untuk diteguk setelah lelahku.

pinjamkan aku sepasang lenganmu, biar bulan tak merisaukan satu-satunya kehangatan, selain kopi hangatmu.

namun adakalanya kopi terasa pahit, begitulah juga tentang kerinduan.

asli..keren banget puisinya..part akhir yang kekasihku..bisa bikin ai mata buaya meleleh...

rindu yang meng hadang

jika saja jarak dan waktu adalah benang-benang tipis
sudah pasti langsung kutepis
agar mereka tak lagi membuatku atau kau
menangis

/2/
cerau
tik.. tik.. tik..
hujan jatuh malam itu
curah dan deras
tapi di dalam kepala
suaranya tak lebih bising dari rindu
derai yang menderu
bersahutan memanggil namamu

tiap kali hujan jatuh
yang kuingat adalah kau
perempuan bermata embun
yang di dalam pelukannya tersimpan
hangat mentari pukul tujuh pagi

aku ingin jatuh kembali
pada pelukmu yang menenangkan
hingga aku merasa riang
seperti anak kecil yang berlarian saat hujan
menari berkecipak-kecipuk di atas tanah-tanah basah
tertawa diguyur bola-bola hujan
lantas ambruk di antara genangan

aku ingin jatuh kembali
pada dekapmu yang menentramkan
tidur merebahkan kepala di antara dua belah pangkal pahamu
menghitung seberapa banyak detak
yang memanggil namaku

aku ingin jatuh kembali
pada dekap hangat pelukmu
meninabobokan insomnia rindu
yang kauusap lembut
di tiap anak-anak rambutku

aku selalu membutuhkanmu
pada setiap pesona kau
yang selalu pukau
di mataku

/3/
jarak adalah jeda
sekat yang dipersiapkan tuhan
untuk diisi dengan doa—doa

tapi
untuk kali ini
aku ingin berhenti berdoa
biarkan aku berlari ke sana
menjemput sua
mengupayakan cinta untuk tetap menang
pada eratnya pelukan selepas perpisahan




__________________
ps: minggu malam aku berangkat ke kotamu. aku akan tiba di sana pada hari senin pukul enam pagi. datanglah bersama senyum dan pelukan yang amat kurindukan. aku mencintaimu. aku selalu mencintaimu, k.