alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56cec371d675d47e5d8b4569/5-hal-penyebab-rumah-produksi-lokal-jarang-produksi-film-action
icon-hot-thread
5 Hal Penyebab Rumah Produksi Lokal Jarang Produksi Film Action
UPDATE = FOTO-FOTO

Saran, kiritik dan masukan serta opini ada di post 2


5 Hal Penyebab Rumah Produksi Lokal Jarang Produksi Film Action

Sebelum ane memulai thread kali ini, ane mohon ijin untuk nampilin kalau thread ini dijamin no repsol...

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia

5 Hal Penyebab Rumah Produksi Lokal Jarang Produksi Film Action


Wah terima kasih gan sistah, mimin dan momod,,, thread ane jadai HT... this is my 1st HOT THREAD... emoticon-Shakehand2

5 Hal Penyebab Rumah Produksi Lokal Jarang Produksi Film Action


Selamat sore para kaskusers, facebookers, gamers, imers, bloggers, dan kaum netizen dimanapun anda berada. Berjumpa lagi dengan saya di acara dan gelombang yang sama, lho kok mirip radio hehe, ya gpp lah sesekali nostalgia ke jaman dahulu, jamannya radio stereo 2 band. Kali ini saya kembali hadir dengan tulisan terbaru setelah sekian lama tidak menulis dikarenakan sibuk mengurus rumah tangga... lho kapan kimpoie mas ? Lha emangnya yang punya rumah tangga orang yang sudah punya istri, bujangan juga kan punya rumah yang harus diurusi to ya... Yuk kembali ke bahasan, kali ini saya akan mengupas sedikit tentang rumah produksi lokal yang jarang memproduksi film dengan genre action. Tulisan ini berasal dari sudut pandang saya sebagai pekerja film yang lumayan memiliki pengalaman dari production house ( PH ) satu ke PH lainnya.

5 Hal Penyebab Rumah Produksi Lokal Jarang Produksi FIlm Action
emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia

Sebetulnya apa sih penyebab jarangnya rumah produksi lokal memproduksi film action ? Saya akan mencoba memberikan uraian sedikit. Ada beberapa hal yang menjadikan para investor atau executive producer di bidang perfilman ini menunda atau bahkan menghindari membuat film action.

Budget Film Action Lebih Mahal
Quote:Budget atau pembiayaan film action jelas lebih mahal dibandingkan dengan film drama, komedi atau film dengan genre horor. Beberapa hal yang membuat budget lebih mahal adalah penggunaan properti yang digunakan. Film action biasanya akan banyak melibatkan banyak kendaraan baik sepeda motor / mobil. Sebagai contoh film The Raid 2 Berandal saja menghabiskan hampir lebih 10 kendaraan roda 4 dan 2 buah sepeda motor yang mana salah satu dari motor tersebut saya gunakan untuk adegan tabrakan di adegan film tersebut. Baca pengalaman saya di artikel http://www.udehnans.com/babak-belur-...berandal.html. Untuk mobil juga sudah dipastikan dibeli memang untuk dihancurkan, jadi jangan harap jika membeli mobil untuk properti film action akan kembali utuh dan mulus. Walaupun bisa pasti akan memerlukan biaya lebih banyak, mending beli mobil baru kan hehehe.
Spoiler for Foto Dokumentasi Pribadi:




Kru Film Action Lebih Banyak

Quote:Film dengan jenis action akan memerlukan banyak kru, ini dikarenakan ada tambahan kru yang tidak ada jika filmnya berjenis drama, yaitu kru bagian action dibawah naungan seorang Stunt Coordinator. Dalam departemen ini terdapat setidaknya beberapa posisi seperti penata laga ( fight choreographer ), stuntman dan fighter. Selain itu jika filmnya skala besar akan ada juga departemen lagi yaitu special fx, dalam proses shooting departemen ini yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan shooting dalam bentuk bahan ledakan atau efek-efek seperti pemain yang tertembak. Untuk film action khusus dengan melibatkan senjata sebagai propertinya, maka akan ada departemen tambahan yaitu armoury. Departemen ini bertugas menjaga dan mendistribusikan segala senjata yang digunakan sebagai properti untuk film. Walaupun hanya airsoft gun, namun penggunaannya tidak boleh sembarang dan memerlukan ijin dari pihak kepolisian lho. Pengalaman saat shooting film Beyond Skyline, saya menggunakan senjata asli AK-47, sebelum menggunakan kami akan diberikan briefing terlebih dahulu kemudian bersama melakukan pengecekan bahwa magazine senjata dalam keadaan kosong tidak terisi peluru. Dengan bertambahnya kru tentunya membuat biaya produksi juga bertambah untuk kontrak para kru tersebut. Belum termasuk departemen tambahan seperti medis dan pemadam kebakaran, wah bisa melonjak drastis biaya produksinya.

Spoiler for Foto Dokumentasi Pribadi:



Waktu Produksi Film Action Lebih Lama

Quote:Waktu adalah hal yang sangat sensitif di dalam produksi film, tentunya selain budget produksi alias duit hehehe. Sebagai gambaran, dalam film drama, untuk 1 hari shooting bisa mendapatkan beberapa scene sekaligus, apalagi jika menggunakan 2 kamera maka lebih cepat proses pengambilan gambarnya. Beda dengan film action yang kadang dalam 1 hari shooting bukan hitungan scene yang dicapai tapi hitungan shoot. Jika proses shooting terhambat beberapa hal tertentu yang menyebabkan bertambahnya hari ( day shoot ), maka sudah dipastikan akan merembet ke biaya produksi. Dalam kasus ini, yaitu proses produksi film action yang sebenarnya, nanti akan ada waktu khusus untuk workshop fighting para pemain dan stuntman yang terlibat dalam pembuatan tersebut. Untuk film tertentu proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, film The Raid saja seingat saya memakan waktu hampir 4 bulan sejak proses pembuatan koreo hingga workshop para pemain dan stuntmannya. Belum lagi waktu untuk pengambilan video board, ini juga cukup memakan banyak waktu lho.

Spoiler for Foto Dokumentasi Pribadi:




Lokasi Produksi Film Action Lebih Banyak

Quote:Faktor lain yang menyebabkan budget produksi naik adalah lokasi produksi film action yang tentunya lebih banyak dibanding genre lainnya. Biasanya lokasi untuk film action tidak jauh dari gedung kosong, gudang, jalanan, sungai bahkan laut. Sebagai contoh untuk film The Raid 2 Berandal saat shooting di Jakarta menggunakan beberapa ruas jalan protokol di Jakarta seperti jalan Kemayoran dan juga jalanan di kawasan SCBD ( khusus disini kami shooting hanya hari sabtu dan minggu ). Pengalaman paling berat adalah saat shooting di depan terminal blok M, bagi yang tinggal di Jakarta pasti sudah tau betapa macet dan ruwetnya kawasan blok M. Dengan melakukan shooting di beberapa ruas jalan yang merupakan area publik tentu menghabiskan dana yang tidak sedikit. Namun ada juga film action yang lokasinya tidak terlalu memakan biaya besar, contohnya film Air Terjun Pengantin Phuket yang shooting pada akhir tahun 2013. Lokasi shooting hampir sebagian dilakukan di hutan yang berlokasi dalam kawasan studio alam TVRI Depok.

Spoiler for Foto Dokumentasi Pribadi:



Post Production Film Action Lebih Lama

Quote:Setelah selesai shooting, proses selanjutnya adalah editing, grading, mixing dan beberapa komponen editing lainnya. Nah didalam film action akan ada penambahan lainnya yaitu visual effect, yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan gambar yang memerlukan tambahan misalnya efek cipratan darah, efek ledakan, efek digital lainnya yang saat shooting tidak bisa dilakukan karena adanya keterbatasan. Proses ini memakan waktu cukup lama lho dan memerlukan sumber daya yang mumpuni serta sudah pasti budget extra untuk kru yang terlibat.

Spoiler for Foto Dokumentasi Pribadi:




Dari beberapa hal tersebut, tidak heran jika sedikit rumah produksi yang berani mengambil keputusan untuk shooting film dengan genre action. Namun ada juga beberapa PH yang membuat film action tapi lebih menjual seni beladirinya, jadi secara properti mereka tidak menggunakan banyak kendaraan. Beberapa PH yang saya kenal dan terlibat produksinya antara lain adalah Merantau Film, Skylar Pictures, Maxima Pictures.

Kilas balik saat awal berkarir di dunia stuntman yaitu sekitar tahun 2005 an, saya bergabung dengan PH yang identik dengan sinetron dengan genre action, yaitu Jelitavisindo Megah Film ( sekarang berubah menjadi Alip Film, CMIIW ). Saat itu PH Jelita sedang berjaya dengan deretan sinetron laga unggulan seperti Darah & Cinta, Darah Membara, Sebatas Impian dan Preman Kampus. Kemudia disusul dengan deretan FTV dengan jenis laga juga, FTV garapan PH Jelita ini bisa anda lihat di halaman Filmography. Banyak hal yang saya pelajari saat menjadi kru sekaligus stuntman di PH ini, belajar tentang stuntman dan juga proses produksi sinetron dan FTV.

Demikianlah gambaran singkat tentang 5 hal penyebab rumah produksi lokal jarang memproduksi film action. Tulisan ini murni dari sudut pandang saya pribadi dan juga sudut pandang jika saya memposisikan diri sebagai executive producer. Saya yakin masih ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan seorang produser dan juga PH untuk menunda produksi film dengan genre action.

Jika ada pembaca atau kawan kaskuser yang ingin memberikan koreksi atau tambahan pada tulisan ini, saya akan dengan senang hati menerimanya. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda dalam bidang perfilman.

Beberapa video behind the scene saat shooting ada di channel ane gan https://www.youtube.com/user/stuntmanindonesia, jangan lupa mampir dan subscribe ya gan. Pilih di playlistnya aja, soalnya disitu videonya gado-gado...


Salam hangat dan salam stunt,


Udeh Nans
http://www.udehnans.com
http://www.stuntmanindonesia.com


emoticon-I Love Indonesia Terima kasih, bantu rate ya gan emoticon-I Love Indonesia


UPDATE
Thanks untuk ijo ijo dan abu abunya gan emoticon-Shakehand2

Kaskuser yang nanya akan ane pajang di post 2 yak gan emoticon-Shakehand2

Spoiler for Cendol:
Tanya jawab dan berbagi pengalaman...


Quote:Original Posted By kitFX

Bener gan...!

Mohon ijin gan..boleh ane tambahin soal post produksi. Kebetulan ane udah cukup lama di dunia Post Industry - 21 tahun.
Untuk Post processing sebuah film terutama film-film yang membutuhkan visual effect , tentunya memang membutuhkan dan
Pre-Production yang mantap.

Kejadian disini..(mohon maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat saya...bagi pembaca sebagai pelaku sineas, PH ,sutradara, dll )
sangat jauh berbeda dengan film-film hollywood. Memang tidak bisa disamakan antara kita dan hollywood movies, namun terkadang saya
menemukan hal-hal yang ganjil. Mereka datang ke Post House , lalu memberikan referensi sebuah film hollywood,...namun pada pelaksanaan
post produksinya mereka "SANGAT KEBERATAN" atau terkadang "ENGGAN" memberikan "TIMELINE" waktu yang cukup lama. Sedangkan film-film Hollywood itu sendiri dalam prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Faktor ini juga, yang membuat KUALITAS film kita rata-rata ya..boleh dibilang ..hanya masuk penilaian kategori " CUKUPLAH UNTUK PENONTON INDONESIA". Namun mereka lupa, bahwa proses Post Produksi juga sangat berperan dalam sebuah visual dan cerita...dua unsur tersebut sangat "related".

Dan mereka sebagai pelaku/pembuat/creator juga lupa bahwa dalam membuat film sama halnya dengan kita melukis. Seorang pelukis tentunya tidak ingin hasilnya JELEK atau TIDAK BISA DI APRESIASI oleh Penonton atau seorang Pengamat. Pelukis tersebut butuh PROSES untuk dapat menciptakan/merealisasikan hasil karyanya untuk bisa menjadi sebuah hasil yang BAGUS. dan hal ini juga berlaku bagi profesi2 lainnya.

Saya terkadang miris sekali dengan fenomena2 ini , karena kalau dibiarkan terus seperti ini, nantinya tanpa disadari akan berdampak terhadap perfilman Indonesia. Secara sumber daya manusia, Indonesia tidak kalah....KITA BISA MENCIPTAKAN VISUAL EFFECT YANG DIHASILKAN OLEH HOLLYWOOD. Namun, jangan lupa semua itu butuh yang namanya "PROSES". Banyak tahapan2 proses untuk dapat merealisasikan sebuah visual effect yang bagus.

Kira-kira begitu gan kalo menurut ane.

HIDUP PERFILMAN INDONESIA !!!






Kaskuser Yang Nanya...

Quote:Original Posted By little_einstein
Lebih bagus lagi klo ada itung2an modal dan untungnya gan. Siapa tau aja agan2 di sini jadi terinspirasi untuk memproduksi film action.


Nah kalau hal begini rawan konflik gan,,, soalnya industri film susah ditebak, kita bisa mengitung budget produksi,,, ( walau pasti ada pembengkakan )... tapi kita tidak bisa memperkirakan untung atau ruginya gan...

Soalnya baru ketahuan kalau film tersebut sudah tayang, kalau untung enak bagi-baginya, nah kalau rugi, para investor yang tadinya patungan apakah semuanya bisa menerima,,, kurang lebih singkatnya begitu gan... emoticon-Shakehand2

CMIIW

Quote:Original Posted By endalovenj2
Bayaran jari stunmen di indonesia itu kisaran berapa c?


Ini jawabannya luas gan, ane lagi berencana membuat artikel untuk mengupas lebih dalam lagi... emoticon-Shakehand2

Kalau untuk masa-masa sekarang sudah cukup bagus, dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu gan emoticon-Shakehand2

Ini Kaskuser yang memiliki pengalaman fi film juga gan...
Quote:Original Posted By trisnoromadi
Kebetulan saya juga pernah jadi extras, bukan stuntman haha bukan film action juga tapi untuk film keluarga namun butuh pasukan brimob, karena suatu hal PH nyewa team saya emoticon-Smilie

Shooting seminggu nampil cuma 5 menit, sudah gak heran emoticon-Big Grin
Bayarannya sih gak seberapa, mahal perlengkapan per orang 3x lebih mahal daripada honor yang diberikan, tapi gak masalah, cuma itung-itung nambah pengalaman aja emoticon-Smilie
Dari sana saya bisa bayangin untuk sewa team polisi/ militer itu biayanya gak murah, apalagi untuk full action dan penuh tembak-tembakan dan ledakan, di indonesia baru the raid dan comic 8 yang saya suka action shooting scenes-nya, maklum dana yang mereka keluarkan juga diatas 1 milyar emoticon-thumbsup

5 Hal Penyebab Rumah Produksi Lokal Jarang Produksi Film Action
Spoiler for More picture:



Mantab gan, salam kenal, boleh nanti kapan kapan bisa kerjasama,,, btw ini tim Isman atau Leo ya ?

Ada kaskuser editor juga gan

Quote:Original Posted By vupen
Ane sebegai editor, sebenernya lebih seneng ngedit action, alasanya menantang. Ketimbang ngedit pelem cinta. Dan gak cuman action aja gan ts, cinta pun untuk sekelas layar panjang pun postronya panjangg, dan biyayanya gak kalah ko sama action, buktinya titanic? Hehe
ribet tapi bener gak seribet action, kali aja gan ts mau kerja sama boleh emoticon-Big Grin


Siap gan, kapan kapan maen ke workshop ane aja di Depok ya gan, kali aja bisa bikin sesuatu... emoticon-Shakehand2

Opini dari kaskuser juga

Quote:Original Posted By roberthw
Semua ujung2nya kembali lagi ke duit. Di atas kertas, sutradara, produser dan aktor boleh pada nyerocos soal idealisme, visi, referensi, sampe selera. Tapi kalo kenyataannya budget dan hitung2an balik modalnya kejauhan ya sudah pasti semua yang tadi diomongin di atas kertas harus dikubur dalam-dalam.

Gak heran, kalo film bioskop Indonesia isinya adalah film yg cetek dan cemen, ibarat kata syutingnya aja bisa kelar paling lama sebulan (malah ada yang cuma seminggu), bandingkan dengan film Hollywood yang bisa syuting sampai 2 tahun sendiri loh! Film Indonesia kalo gak isinya drama-drama cinta-cintaan sok romantis, komedi ngocol ala film banyolan Korea, ya diisi horror semi porno. Memang ketiga genre film tersebut tidak perlu syuting lama, butuh editing macam2, kualitas akting mumpuni, dan sebagainya.

Tapi ane gak nyalahin sepenuhnya ke produsen film kita gan, karena kita sebagai penonton juga turut andil bersalah. Sebab kita juga seolah alergi nonton film2 Indonesia yg bermutu, makanya para produsen bakal mikir seribu kali kalau mau bikin film layar lebar yang berkualitas, takut sepi penonton malahan rugi modal.


Betul gan, pengalaman ane juga begitu emoticon-Shakehand2

Terima kasih atas opininya gan, ane juga menulis ini tidak bermaksud menyalahkan pihak manapun, agar netral :smile

Quote:Original Posted By stanXX
Klo menurut gw sih, SEBAGIAN BESAR industri perfilman Indonesia visinya masih pendek. Kreativitas dan imajinasinya kurang.. Mgkn pengaruh pendidikan kita jg yg terbiasa monoton dan hafalan. Jadi minim kreativitas.

Pokoknya bikin yg gampang2 (sinetron sampah atau ya FTV lah mentoknya), tp dibayar lmyn dan cepet balik investasinya (dibayar lgsg jg sm stasiun TV lokal yg money oriented, pokoknya iklan bisa masuk!). Boro2 bikin yg film yg bermutu

Ya paradigmanya ky usaha angkot atau metro mini lah. Pendek2 rutenya dan minim bujet tp duit muter/balik cpt emoticon-Ngakak (S) emoticon-Hammer (S)

Soal duit, banyak org kaya di Indonesia dan cukong2nya jg ada koq.
Liat aja tuh butik2 mewah Louis Vuitton, Gucci, dll, atau dealer kendaraan mewah. Bertebaran gan di Jakarta. Pembelinya ada.

Soal investasi bakal balik kaga nih? Ente liat tuh XXI dan 21 tiap ada film Hollywood greget selalu kebanjiran penonton!!! emoticon-Peace
Orang yg rela ngeluarin duit bwt nonton di bioskop ada dan BUANYAK gan!

Jadi di sini kembali ke argumen gw tadi. Minim visi dan kreativitas sih menurut gw industri perfilman kita itu.

Gw anti-sinetron sampah btw emoticon-dor


Terima kasih untuk opininya gan, ane pajang di pejwan yak emoticon-Shakehand2
Budgetnya gile gan
Kalo jalan ceritanya ga yakin bisa go International jangan deh sampe berani-berani ngeluarin budget gede.
Kecuali The Raid Budget Minimal Penghasilan Maksimal
emoticon-2 Jempol
Intinya ngabisin banyak biaya genk emoticon-Embarrassment
lamaan mana gan ama bikin pilen animasi emoticon-Motret
Keren gan
Moga makin maju perfilman indonesia
yang jelas biaya lebih mahal gan karna butuh properti dan juga persiapan lebih banyak emoticon-linux2
Quote:Original Posted By ularpiton
Budgetnya gile gan
Kalo jalan ceritanya ga yakin bisa go International jangan deh sampe berani-berani ngeluarin budget gede.
Kecuali The Raid Budget Minimal Penghasilan Maksimal
emoticon-2 Jempol


Iya gan, makanya hanya beberapa PH yang berani produksi gan...


Quote:Original Posted By pfapb
Intinya ngabisin banyak biaya genk emoticon-Embarrassment


Betul gan emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By andrieboi
lamaan mana gan ama bikin pilen animasi emoticon-Motret


Tergantung animasinya gan emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By Miranda.Kerr
Keren gan
Moga makin maju perfilman indonesia


Amin,,, makasih doanya gan...

Quote:Original Posted By m00n2718
yang jelas biaya lebih mahal gan karna butuh properti dan juga persiapan lebih banyak emoticon-linux2


Iya begitulah, jadi berkurang film action kita...

Pengen belajar bikin film emoticon-Matabelo
kalo mahal tapi incoming nya besar mah gak masalah emoticon-Cool
Quote:Original Posted By bengsky
Pengen belajar bikin film emoticon-Matabelo


Masuk kuliah IKJ gan, siapa tau emang jalannya disitu ntar hehe emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By approve.cc
kalo mahal tapi incoming nya besar mah gak masalah emoticon-Cool


Tapi untuk pasar Indonesia belum bisa gan,,, kalah sama film dr luar... makanya produser sini milih yg aman dan bisa untung.

Wah keren ente gan...
Kira2 masih ada rumah produksi yg bakal bikin film action tahun ini gak gan?
dari hasilnya ja keren gan pasti buatnya ribet dan mahal
tapi terbayarkan dengan hasil nya

widih TS enak yah kerja di bagian film
makin mantap dan sukses gan

Quote:Original Posted By luphex
Wah keren ente gan...
Kira2 masih ada rumah produksi yg bakal bikin film action tahun ini gak gan?


Bulan Maret ada gan,,, ini lagi persiapan kantornya, tapi ane belum tau ikutan atau kagak hehehe,,, semoga masuk.

Quote:Original Posted By scan.me
dari hasilnya ja keren gan pasti buatnya ribet dan mahal
tapi terbayarkan dengan hasil nya

widih TS enak yah kerja di bagian film
makin mantap dan sukses gan


Alhamdulilah gan, iya ane udah 11 tahun di pelem emoticon-Shakehand2
bugdet nya emang harus berani gan biar filmnya terasa
benr juag ye
apalagi kalo ada adegan crash in road

emoticon-Ultah

mending biukin film romance

modal syut di bali seminggu bisa dapet income gede kalo momennya pas emoticon-Motret
nyimak gan
harus berani ngeluarin budget banyak
kata orang indo mending bikin sinetron
emoticon-No Hope
Kl gt rumah produksinya mesti pinter2 nyari sponsor wat invest. emoticon-Big Grin