alexa-tracking

~ Eat, Sleep, Poetry ~

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56c03619507410ed448b4567/eat-sleep-poetry
Love 
~ Eat, Sleep, Poetry ~
~ Eat, Sleep, Poetry ~


Quote:"Puisi adalah auman imajinasiku, nyanyian hidupku."

- Hizan -


Halo semua perkenalkan nama ane Hizan emoticon-Paw
Ane hanyalah seorang pujangga gagal yang hobi bersyair
Sebelumnya ane sering mencurahkan sajak lewat blog, urlnya http://hizanion.blogspot.com (Boleh diliat-liat puisinya disana, sekalian komen juga ya emoticon-Big Grin)

Spoiler for :
Baca puisinya sambil dengerin lagu-lagu ini gan biar feelnya ngena banget emoticon-Berduka (S)

LiSa - Ichiban No Takaramono (Yui Ver.)


Wacci - Kirameki (Kousei & Kaori Ver)


Girls Dead Monster - My Song
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Cinta Dalam Diam

Hangatnya sapaanmu...
Teduhnya senyumanmu...
Membuatku terus semangat tuk menjalani hari-hari
Walau kutau itu bukan untukku

Tawamu ditengah candaan...
Kasihmu pada sesama...
Membuatku bahagia
Walau kuhanya dapat melihat dari jauh

Kutahu ini baru sebentar
Dan kutahu kau takkan mau
Tapi bolehkah aku tuk mencintaimu...

Dalam diam?

*****

Saat kutau kita sama
Bukan laksana bunga yang mekar
Entah mengapa aku malah heran
Mengapa bisa begitu?

Apakah ini titah tuhan
Yang ingin mempersatukan kita?
Entahlah...
Tapi kupikir, satu persamaan itu
Telah menyingkirkan segala perbedaan kita

Dan entah mengapa
Aku merasa...
Satu.

Maafkan aku yang terlalu besar kepala, ya?
Hanya karena serintik kebetulan itu
Telah membuatku berpikir jarak kita begitu dekat
Padahal tidak, kan?
Tidak sama sekali


Entahlah...

*****

Dwiwulan belum berlalu
Tapi entah mengapa
Aku merasa berada dalam dekapanmu
Walau hanya aku yang merasakannya

Kumohon...
Jangan buka gerbang lebih lebar lagi
Aku takut, sangat takut
Jika itu hanya sebatas angan yang kau beri
Dan perlahan menutup
Meninggalkan serpihan perihku

Kumohon...
Janganlah berubah
Tetaplah seperti ini, oke?
Tak perlu kau jawab, karena aku takkan menanyakannya
Cinta ini akan terus berlanjut
Walaupun kau takkan pernah tau


"Just a dumb poetry for you..."

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Surat Terakhir Untuk Sahabat

Tak terasa daun mulai berguguran
Tahun silih berganti
Sepertinya cukup sampai disini, kawan
Kita menatap langit bersama

Diari yang kita tulis sudah mulai usang, kawan
Saatnya tuk mengganti dengan yang baru
Yang lebih berwarna

Maafkan aku, kawan
Tapi perpisahan pasti akan datang
Dan percayalah, kawan
Percayalah bahwa kita akan berjumpa lagi
Percayalah bahwa Tuhan merencanakan yang terbaik
Dan menuntunmu ke jalan yang baru

Akan kutulis dengan pena
Dan kukirim kabarku
Lewat merpati putih pembawa pesan
Kawan...
Meski kita tak sejalan
Impian kita tetaplah sama

Walau laut mengering
Bintang terhitung
Bahkan dunia membisu
Kuyakin kita kan bertemu lagi, kawan
Jadi kosongkanlah satu tempat untukku
Saat kita bertemu lagi
Di tempat kita kembali

Suatu saat nanti, kawan. Pasti.
Selamat tinggal

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Sejuta Harapan

Di malam yang menangis, menyuguhkan jutaan bintang
Di antara sejuta daun layu yang rindu akan langit
Yang dulu pernah mereka capai
Menahan angan, kini...

Negeri ini tertutup asap
Asap yang kotor
Hasil dari benalu yang membakar inangnya
Mencoba melumat habis tanah tempat ia berpijak
Tanahnya sendiri.

Mengapa bisa terjadi?
Mengapa menjadi seperti ini?
Ilalang kecil hanya dapat termenung menunggu angin kencang datang
Sementara pohon besar menguatkan akarnya

Di negeri yang tertidur ini
Kami berusaha merombaknya menjadi indah seperti sedia kala
Kamilah sejuta harapan
Yang membawa masa depan

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Sajak Ini Abadi

Hari ini
Di hadapan banyak nyawa
Mengucap janji tuk selamanya
Doa ini makbul jua, akhirnya

Oh adinda
Sudikah engkau bertukar cawan
Berbagi pikiran
Menatap masa depan
Denganku?

Tak perlu beribu-ribu bait kulantunkan untukmu
Cukup sajak pendek ini saja sudah
Jangan kau nilai dari singkatnya
Karena sajak ini abadi
Milik kita berdua

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Simfoni Yang Indah

Jari jemarinya seakan hilang ditelan musik
Oh indahnya alunan melodi itu
Menggema ke seluruh gegap gempita penonton
Aku terkesima dibuatnya, sungguh

Tangan manis yang diiringi irama senar
Merekah indah di tengah panggung
Memberikan warna di hatiku
Khayalku pun melayang

Masih kudengar suara itu
Makin kudengar, semakin terasa merdu
Oh indahnya alunan melodi itu
Kuulang lagi sanjunganku


Imajiku bermain mesra
Bersama riuh rendahnya suara
Aku berada di taman impian
Dimana nada-nada beterbangan layaknya udara


Kudengar lagi harum melodi
Begitu harum walau tak berbau
Begitu wangi walau tak tercium
Tak kuasa mata ini menahan tangis
Mengapa air mata ini terus mengalir?
Deras begitu saja

Kumohon waktu tuk berhenti
Dan biarkan irama ini berlanjut
Mainkan musik ini selamanya
Jangan biarkan detik berdetak
Biarkan nada bergerak


Simfoni seindah itu
Melodi seindah itu
Harmoni seindah itu
Momen terindah bagiku
Sungguh simfoni yang indah, sangat indah
Aku baru pertama kali menyaksikannya

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Dwi

Dua dunia hanya untuk satu
Katakan itu pada sesuatu
Ilalang layu tumbuh lagi
Katakan itu wahai senopati

Biarlah nafas berderu
Bila ingin dapat berseru
Dalam hati nyatakan pasti
Patahkan mati tinggal berahi

Dengan cinta bercumbu mesra
Kalang kabut soal asmara
Biarkan Dwi bicara
Walau ia tak tahu cara

*****

Seabad ia simpan rasa
Dalam loker penuh sengsara
Dua abad mekar tak bersalah
Dwi seorang hanya bisa pasrah

Alasan ia tak tahu
Merasuk begitu saja dalam kalbu
Entah apa sebab musabab
Yang pasti Dwi terjerembab

*****

Tiga abad Dwi siapkan
Gelora cinta ia kobarkan
Gentar pasti ia tak akan
Dengan mantap ia ucapkan

Katakan saja, Dwi
Katakan itu pada sang dewi
Jangan hiraukan bualan lain
Biarkan rasamu bermain

*****

Lima abad pun Dwi diam saja
Membisu tak bersuara
Sedikitpun tak ada usaha
Dalam raga ia bertanya

Dwi hanyalah seorang pengecut!
Dengan nyali seperti curut!
Dibiarkan rasa berlanjut
Meski ia seorang penakut

Jangan menjadi seperti Dwi.

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Di Sudut Cahaya Kota

Sudah tak terhitung berapa banyak orang kurang beruntung yang kutemui
Selama aku menyusuri jalan raya kota yang padat ini
Mereka terombang-ambing oleh kerasnya ibukota

Mereka berada di sudut cahaya kota
Disana gelap, sementara lampu kota mulai menerangi
Cahaya terang yang takkan sampai kesana

Beberapa hanya pasrah menerima keadaan
Beberapa mencoba mengubah keadaan
Dan sisanya mencoba mencurangi keadaan

Bukan tertidur di kolong jalan layang kota
Bukan meminta-minta hak orang lain, apalagi mencurinya
Bukan itu yang sebenarnya mereka mau, sungguh
Yang mereka mau hanya satu
Mendapatkan penghidupan yang layak

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Sajak Seorang Budak

Bertumpah darah di tepi jurang
Demi satu nama kebanggaan,
Keagungan,
Kebesaran,
Dan kekuasaan.

Korbankan nyawamu, wahai prajurit!
Korbankan untuk kemenangan,
Kejayaan,
Kemerdekaan!
Majulah, para ksatria!
Wahai ksatria pahlawan bangsa
Yang bersumpah pada satu baginda
Pacu kudamu hingga ke awan
Panah busurmu melewati angkasa

Kelak aku kan menunggumu kembali
Membawa sukacita kepada negeri
Lewat kantung beras yang kuangkut di teriknya matahari
Dengan tubuh mayatku ini.

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Sang Dewi Adalah Dewa

Meleleh lilin pergi
Melayang bak mentari
Dipuja terlunak hati
Terlena akan sang dewi

Sang dewi simpul senyumnya
Ulah perjaka berlaku gila
Kahyangan itu khayalnya
Selama betah ia tetap
Pun mati ia tegap

Sang dewi teduh tatapnya
Merah padam muka perjaka
Ditatap nian parasnya
Makin terbakar ia gelora
Makin malu ia merona


Mendamba tak akan mungkin
Meski nurani berkata lain
Tak ragu nan bimbang lagi
Sehidup semati selamanya pasti

Memang gila ia sudah
Demi melamar lewat sajak indah
Tak sekukupun ia ragu
Walau berjumpa pun ia baru

Sang dewi tersipu malu
Perjaka tak sanggup menunggu
Sang dewi pun berseru
Lalu ia berlalu

Seakan mati ia tergagap
Merindu angan yang tak sedap
Sang dewi bukanlah pertiwi
Sang dewi adalah dewa

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Bait Demi Bait

Bait demi bait
Kutuliskan semua
Beban pikiran
Perasaan
Semua keluhan

Bait demi bait
Kulontarkan semua
Gundah gulana dalam jiwa
Masalah yang tak kunjung usai
Angan yang tak kunjung sampai
Semuanya

Bait demi bait
Kuberjalan melintasi ruang waktu
Hanya untuk bertemu denganmu
Lewat bait yang telah menyatu dengan kalbu

Bait demi bait
Ku masih menunggu
Terus menunggu
Kan tetap menunggu.

- Hizan -

Love 

Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Kebohonganmu Di Bulan April

Teruntuk Miyazono Kaori,

Rasanya aneh menulis surat kepada seseorang yang baru saja pergi beberapa waktu yang lalu.

Kenangan saat pertama kali bertemu denganmu waktu itu.
di musim semi bulan april.
Ketika wajahku terkena lemparan pianikamu,
aku masih mengingatnya.
Saat itulah pertama kali kita saling bertatapan.
Sejak saat itu juga aku terpesona olehmu.
Oleh keindahanmu.

Meski aku hanya sebatas teman A yang tidak begitu penting.

(Sebelum aku menyadari arti teman A bagimu.)

Aku menyukai permainan biolamu yang mempesona.
Seakan kau berada di duniamu sendiri.
Seolah kau melupakan semua beban pikiranmu.
Kau terlihat sangat menikmatinya.
Kau kelihatan bahagia.

Sifat kasarmu,
kekanak-kanakanmu,
keegoisanmu,
semua kelakuanmu yang seenaknya sendiri.
Aku menyukai semuanya.
Aku menyukai segala hal tentangmu.

Kau terlihat begitu indah di mataku.

(Entah kenapa bisa begitu. Aneh, kan?)

Lalu, mengapa kau pergi meninggalkanku sendirian disini?
Tepat saat kupikir kau bisa mengalahkan penyakitmu.
Tepat saat kupikir kita akan bersama lagi.
Tepat saat kuingin memperjuangkanmu.
Kau membohongiku.

Kau berbohong kalau kau tidak apa-apa.
Kau berbohong kalau kita akan berjuang bersama.
Kau berbohong kalau kau takkan meninggalkanku.
Kau berbohong padaku.

Di hadapan pohon sakura waktu itu,
di jembatan keberanian waktu itu,
bahkan di atap rumah sakit waktu itu,
itu semua juga bohong?

Kau selalu berbohong padaku.
Sulit dipercaya aku menangisi kebohonganmu.
Bahkan meski kau terus berbohong padaku,
kebohonganmu itulah yang membuatku tak dapat melupakanmu.

Aku ini pendampingmu, bukan?
Kalau kau tidak ada, lantas gesekan biola siapa yang aku dampingi?
Walau hanya pendamping pianomu,
aku ingin mendampingimu selamanya.

Jadi, kumohon...
Jangan tinggalkan aku sendirian.

Jangan pergi.

Jika pada akhirnya semua akan berakhir seperti ini,
aku tidak akan ragu.

Untuk menghabiskan waktu bersamamu.
Untuk menjagamu di saat kau membutuhkanmu.
Untuk mencintaimu.

Aku takkan pernah ragu.

Maafkan aku karena telah membuatmu memaksakan diri.
Maafkan aku karena jarang menjengukmu.
Maafkan aku karena tidak berada di sisimu di saat terakhir.
Maafkan aku karena terlambat menyadari semuanya.

Maafkan aku.

Kebohonganmulah yang mempertemukan kita,
dan itu pula yang memisahkan kita.
Dan mungkin,
kebohonganmulah yang akan mempertemukan kita kembali.

Terimakasih untuk segalanya.

Aku mencintaimu.
Mencintaimu.
Sangat mencintaimu.

Sayonara.

- Arima Kousei -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Riwayat Sang Pengkhianat


Ini kisah seorang prajurit nista
Yang menjadi penjahatnya
Sungguh jiwanya kesatria
Namun termakan harta benda.

Rayu goda meramu
Isi kepala nan sucinya terbumbu
Oleh pedas manisnya rasa kalbu
Yang tercemar hati batu.

Belas kasih kini tak ada
Rekannya pun mati begitu saja
Tak peduli siapa dimana
Hancurkan.
Ratakan.
Musnahkan.
Tawanya tak tertahankan.

Ya. Ia berkhianat.
Dilemparnya seribu granat
Bukankah itu pasukan kita?
Di tengah semua tanda tanya
Ia tersenyum.
Lalu saat kebingungan masih melanda
pihak yang tak tahu apa-apa
Ia percaya,

Anak istrinya akan baik-baik saja.
Jika ia tetap seperti yang ada.

Perang pun terus bergelora.

- Hizan -
Quote:~ Eat, Sleep, Poetry ~
A Poetry: Secangkir Kopi Dingin


Di pagi yang dingin ini, entah pagi atau malam, aku tak tahu. Jam dinding tak lagi berdetak di pojok atas tembok kamarku. Yang aku tahu, langit masih biru--ataukah hitam pekat? Entahlah, mataku sudah samar melihat dunia.

Entah sudah berapa juta detik, berapa ribu lembar keresahan, dan berapa ratus ton air mata sejak kepergianmu. Dan aku masih disini, sendirian menatap kosong dunia lewat jendela hampa setiap waktu. Ditemani secangkir kopi dingin serta sebuah selimut kotor, mengenangmu di malam sepi.

Secangkir kopi dingin dan kenangan.
Sudah berapa puluh-ratus malam kopi dingin itu berada di meja. Meski begitu, airnya tak pernah hilang, berkurang saja tidak. Sama seperti kenangan, yang masih menghinggapi nadiku hingga kini, tak pernah berkurang apalagi hilang. Semua tentangmu seperti lem yang tak dapat lepas dari pikiranku.

Secangkir kopi dingin dan harapan.
Dimana angan mengantarkanku ke sebuah dunia dimana kita bahagia bersama. Membawa semua asa dan harapan yang tak sempat terwujudkan. Namun lagi-lagi kenyataan membangunkanku dari harapan semu ini, membuyarkan sejuta lamunan yang terlalu manis untuk dikenang.

Secangkir kopi dingin dan kita.
Atau hanya aku dan kamu, yang telah berjalan di jalan masing-masing. Kita berpisah di persimpangan jalan malam itu, kala bulan sabit sedang begitu indahnya. Lalu aku pulang dan menyeduh secangkir kopi hangat yang sekarang sudah dingin. Hingga kini aku masih mengenangmu.

Semua terasa baru kemarin semenjak kepergianmu...

- Hizan -
Reserved
Reserved
UNDER CONSTRUCTION emoticon-armyemoticon-armyemoticon-army
Indah matamu derai rambut mu
Menunjukkan itulah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati

Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyaman ku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa
Semuanya sirna tanpa cinta

Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari

Kau bukanlah cantikmu yang kucari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi

Kutahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu
Tetapi kau tau yang kutunggu
Hanyalah..
Senyumanmu.

Letto - Senyumanmu
Setelah baca beberapa puisi yang romantis & sedih cocoknya dengerin lagu Galileo Galilei - Aoi Shiori & Coala Mode - Nanairo Symphony emoticon-Cool



×