alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a6cd6e1ee5dfe17d8b456d/menristek-tak-larang-lgbt-di-kampus-asal-jangan-bermesraan
Menristek Tak Larang LGBT di Kampus Asal Jangan 'Bermesraan'
VIVA.co.id - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), M. Nasir, meluruskan pernyataannya mengenai pelarangan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) ke dalam lingkungan kampus. Mereka boleh beraktivitas dan belajar, namun jangan sampai menunjukkan tingkah laku yang menyimpang di dalam kampus, demikian maksud Menteri Nasir.

Melalui akun di Twitter, @Menristekdikti, Nasir mencoba memberikan penjelasan atas pernyataannya itu. Setidaknya, Nasir mengirim hingga 16 cuitan untuk memberikan maksud dan tujuan dari pelarangannya tersebut.

Menurut Nasir, keberadaan kelompok LGBT di Indonesia memang perlu dikaji secara mendasar oleh para akademisi. Mengingat kalau Indonesia terbentuk sebagai negara yang mengusung konsep "berketuhanan" dan menjunjung tinggi "kemanusiaan" yang adil "beradab".

"Memang sebagai bagian dari warga negara Indonesia, kaum LGBT perlu mendapat perlakukan yang sama di mata Undang-Undang. Namun, ini tidak lantas diartikan negara melegitimasi status LGBT," kicau Nasir.

LGBT, kata dia, hak-haknya sebagai warga negara harus dijamin oleh negara itu sendiri. Nasir menegaskan, pelarangan terhadap LGBT masuk ke kampus harus dipahami secara objektif.


Heboh, Organ Intim Palsu Dibuka Paksa Petugas Bandara
"Bukan berarti saya melarang segala bentuk kegiatan yang kaitannya dengan LGBT. Kampus terbuka lebar untuk segala kajian, edukasi, yang bertujuan untuk membangun kerangka keilmuan. Termasuk kajian mengenai LGBT dan lain-lain," ucapnya.

Kemudian, larangannya terhadap LGBT masuk ke kampus apabila mereka melakukan tindakan yang kurang terpuji, seperti bercinta atau pamer kemesraan di lingkungan kampus.

"Ini yang saya maksud akan berdampak terhadap kerusakan moral bangsa. Mau menjadi lesbian atau gay itu menjadi hak masing-masing individu. Asal tidak menganggu kondusifitas akademik," kata dia.

Maka dari itu, Nasir menghimbau kepada seluruh pihak perguruan tinggi untuk selalu melakukan pendamping secara intensif kepada mahasiswanya. Karena, lingkungan kampus akan sangat berpengaruh terhadap psikologis mahasiswa.

"Hemat saya, lebih baik lakukan kegiatan yang berorientasi untuk kepentingan peningkatan kualitas akademik. Sehingga akan melahirkan generasi yang berdaya saing dan punya manfaat besar bagi bangsa dan negara," ujar dia. (ren)

bermesraan

no komen.....
syarat sehat jasmani dan rohani diabaikan emoticon-Big Grin
gelar tiker bentar
lgbt mah ga perlu di kaji panjang . . . intinya kalau ada yang ngelakuin aktivitas seksual ,apalagi yang gak lazim di sekitar kampus langsung d.o saja . juga aktivitis lgbt yang kerjanya campaign tentang lgbt harus dilarang karena dampaknya buruk buat mahasiswa/i di lingkungan kampus !
daftar ahhh
eeerrr... berarti yg hetero boleh mesra2an n bercinta di kampus? emoticon-EEK!
bwt yg ngerasa lesbi, gw siap ngasih privat penyembuhan gretong, jaminan: gagal mengulang gretong. syarat penerimaan cukup poto pulbodi ama keterangan sehat jasmani puskesmas aja emoticon-Recommended Seller
Biasanya, yg suka mendiskreditkan LGBT, maka turunannya akan mengalami LGBT juga....cuekin aja bray....agar gak kebalik ke diri kita.
Sebenar nya kita kan ga bisa ngelarang mereka jadi lgbt, itu kan hak nya mereka. Tapi kita ga bisa juga kalo harus melegalkan lgbt dalam ikatan resmi atau sah.
yg straight masi boleh cipok2 di kampus berarti ya emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By calonmualaf
Biasanya, yg suka mendiskreditkan LGBT, maka turunannya akan mengalami LGBT juga....cuekin aja bray....agar gak kebalik ke diri kita.


Bisa kena karma cyiiinnn

emoticon-Takut
Quote:Original Posted By zapiel
daftar ahhh


daftar lgbt gan?
Quote:"Memang sebagai bagian dari warga negara Indonesia, kaum LGBT perlu mendapat perlakukan yang sama di mata Undang-Undang. Namun, ini tidak lantas diartikan negara melegitimasi status LGBT," kicau Nasir.

jadi sikap menristek itu ngebolehin tapi dengan syarat. seharusnya wartawan kalo mau nanya hal ttg LGBT itu ke MenSos (khofifah) atau MenAG (Lukman). Kalo nanya MenRistekDikti (Nasir) atau MenDikbud (Anies Basw.) tidak akan keluar statement yg memuaskan. Jawabannya ngambang emoticon-coffee