alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a6178894786830278b456e/berhenti-vs-parkir-uu-no-22-tahun-2009-tentang-lalu-lintas-dan-angkutan-jalan
Berhenti VS Parkir UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

WARNING !!! KUHP BUKU KESATU
ATURAN UMUM

BAB I
BATAS-BATAS BERLAKUNYA ATURAN PIDANA DALAM PERUNDANG-UNDANGAN

Pasal 1

(1) Suatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan ketentuan perundang-undangan pidana yang telah ada

Beberapa waktu ini beredar video perdebatan antara polisi dan sopir taxi yang pada intinya mempermasalahkan parkir dan berhenti. Pada kenyataannya memang setelah kita baca pasal 15 dan 16 kelihatannya sepele namun pada kenyataannya sangat penting untuk ditelaah.
Pada pasal 15 bunyi nya : “Parkir adalah kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.” dan
Pada pasal 16 bunyinya “Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara waktu dan tidak ditinggalkan pengemudinya.”
Mari kita kupas dari segi hukum.

Pertama, apakah menurut kacamata hukum sopir taxi ini parkir ?
Isi pasal 15 ketika ditelaah dari segi hukum, mengandung dua organ pasal yang disebut unsur yaitu,
1. Parkir adalah kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat,
2. dan ditinggalkan pengemudinya.

Dalam hukum setiap kata yang dirangkai akan menimbulkan akibat hukum. Kata-kata penghubung suatu badan pasal akan menentukan akibat-akibat hukum itu pula. Dalam pasal 15 tersebut, frasa “ dan” berarti pernyataan satu dengan yang lainnya harus terpenuhi baru akan menimbulkan bukti yang sempurna. Namun jika salah satu tidak terpenuhi, atau keduanya tidak terpenuhi, itu artinya pasal itu tidak bisa menjerat pelaku.
Beda halnya dengan frasa “atau “ . frasa “atau” mengisyaratkan bahwa antara badan pasal yang satu dengan yang lainnya sama-sama mempunyai kedudukan yang exutable, dalam artian cukup satu pernyataan pasal saja terpenuhi, sudah bisa menjerat pelaku.
Dan apakah sopir taxi ini sedang Parkir ? fakta mengatakan :
- Taxi tersebut memang berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat.
- Tapi tidak ditinggalkan pengemudinya

Sesuai dengan uraian hukum diatas, sopir taxi ini tidak memenuhi unsur sedang “Parkir”

Dan untuk lebih menegaskan, sekarang kita buktikan dulu, apakah sopir taxi ini berhenti ?
Isi pasal 16 pun ternyata mengandung frasa yang sama yaitu frasa “ dan “ , mari kita bahas :
1. Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara waktu,
2. dan tidak ditinggalkan pengemudinya

Pembahasan :
- Kendaraan taxi tersebut memang tidak dalam keadaan bergerak untuk sementara waktu,
- Dan memang benar sopir taxi tidak meninggalkan mobil.

Berarti sopir taxi ini memang telah memenuhi unsur “ Berhenti “ dalam hukum.

Polisi memberikan dalil hukum :
Meski demikian, polisi tersebut tetap menilang sopir taksi itu. Berkaca dari kejadian itu, Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Agustin Susilowati menyebutkan, polisi memiliki wewenang tertentu ketika sedang bertugas dan menghadapi situasi seperti cerita di atas.

"Dalam situasi tertentu, untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas, petugas kepolisian dapat memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, jalan terus, mempercepat arus, memperlambat arus, atau mengalihkan arus," kata Agustin kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2016).
Menurut Agustin, kewenangan polisi wajib diutamakan ketimbang perintah yang diberikan oleh aparatur sipil, rambu lalu lintas, dan marka jalan.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2...elasan.Polisi?

pendapat tersebut tidak mengena sama sekali , jika dikaitkan dengan kasus diatas. Wewenang polisi diatas hanya “memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, jalan terus, mempercepat arus, memperlambat arus, atau mengalihkan arus, “
dan itu tidak termasuk untuk menilang seseorang atas dasar kesalahan penafsiran tentang hukum.

Seharusnya karena sopir taxi ini tidak bersalah karena mempunyai dalil yang kuat dan sempurna, polisi dengan kewenangannya seharusnya bukan menilang , namun seharusnya memerintahkan sopir taxi tersebut untuk memindahkan kendaraan . itupun dengan syarat bahwa sopir taxi itu sedang menghambat lalu lintas.

Kalau masih bingung , daripada mencari pembenaran terus, sesui hukum yang berlaku silahkan ajukan revisi UU No 22 Tahun 2009 di Mahkamah Agung.

Terima kasih.


rescepet
semua uu gag bisa ngalahin aturan dasar bray.
aturan bahwa pulisi ndak pernah salah.
Sebuah telaah yang super sekali gan.. ane yang biasanya Silent Reader jadi ikut kasih pendapat.
Tapi adakah jiwa besar dari kepolisiian untuk menyelesaikan masalah dengan mengakui aparatnya telah melakukan kesalahan?
Walaupun kelihatannya kecil tapi membuat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian makin berkurang.
Padahal acara 86 itu bagus dan enak ditonton. Seandainya mereka lebih mengedepankan efek mempermalukan kpd pelanggar lalu lintas drpd mengedepankan penyelesaian dengan menilang. Terlalu mudah dan cepat hanya menyelesaikan dengan tilang. Bukankah peringatan dan sedikit memberi efek malu sehingga membuat orang jadi tertib akan lebih baik drpd penilangan yang menimbulkan efek kebencian dan kemarahan???
Quote:Original Posted By mbahmomon
semua uu gag bisa ngalahin aturan dasar bray.
aturan bahwa pulisi ndak pernah salah.


susah kalau gitu gan... aturan dasar ketuhanan itu gan, padahal manusia katanya tempatnya salah. emoticon-Big Grin

Intinya POLISI tidak mau disalahkan.itu sudah cukup.
Taxi ngetem gpp angkot ngetem marah2 itulah nasbung goblok bp hahahahahahahahahah
UUD POLKIS
" POLISI TIDAK PERNAH SALAH DAN DI SALAHKAN"
Quote:Original Posted By QUDETA
Sebuah telaah yang super sekali gan.. ane yang biasanya Silent Reader jadi ikut kasih pendapat.
Tapi adakah jiwa besar dari kepolisiian untuk menyelesaikan masalah dengan mengakui aparatnya telah melakukan kesalahan?
Walaupun kelihatannya kecil tapi membuat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian makin berkurang.
Padahal acara 86 itu bagus dan enak ditonton. Seandainya mereka lebih mengedepankan efek mempermalukan kpd pelanggar lalu lintas drpd mengedepankan penyelesaian dengan menilang. Terlalu mudah dan cepat hanya menyelesaikan dengan tilang. Bukankah peringatan dan sedikit memberi efek malu sehingga membuat orang jadi tertib akan lebih baik drpd penilangan yang menimbulkan efek kebencian dan kemarahan???


tayangan tersebut sebenarnya ingin mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat terhadap polisi gan.. hanya saja masyarakat sekarang sudah jeli. tilang adalah sebuah konsekwensi dari kesalahan seseorang di jalan. sementara sopir taxi tidak melakukan kesalahan apa2.. jadi penegakan hukumnya yg ga tepat.
Quote:Original Posted By ibuumi
UUD POLKIS
" POLISI TIDAK PERNAH SALAH DAN DI SALAHKAN"


Balik lagi donk ke hukum rimba ? emoticon-Mad (S)

kalo ketemu angkot atau taksi ngetem jangan marah.. kan mereka ga keluar mobil dan tidak matikan mesin emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By bryend
Intinya POLISI tidak mau disalahkan.itu sudah cukup.


iya gan, cukup emoticon-Ngakak (S)

pada dasarnya, polisi adalah raja dan UU itu pasukannya yang bisa disalahgunakan. emoticon-Wkwkwk
Quote:Original Posted By spectre2015
pada dasarnya, polisi adalah raja dan UU itu pasukannya yang bisa disalahgunakan. emoticon-Wkwkwk


tak ada gading yang tak retak, tak ada UU tanpa pasal karet emoticon-Cape d... (S)

fixed salah fake taxi nyah.
Quote:Original Posted By kocongperot
tayangan tersebut sebenarnya ingin mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat terhadap polisi gan.. hanya saja masyarakat sekarang sudah jeli. tilang adalah sebuah konsekwensi dari kesalahan seseorang di jalan. sementara sopir taxi tidak melakukan kesalahan apa2.. jadi penegakan hukumnya yg ga tepat.


iya gan saya sependapat memang sopir taxi tdk parkir cuma berhenti krn definisinya sdh sangat jelas. Logika dan pengertian dlm UU tsb sederhana dan bisa dimengerti dgn mudah. Kita sangat berharap Kapolri meralat pernyataannya dan mengakui aparatnya telah melakukan kesalahan tilang.
Saya pribadi berharap UU kita lbh mengedepankan peringatan drpd penilangan agar tdk terjadi lg kesalahan seperti ini. Kdg2 aturannya berlebihan, masak gak pake helm, gak pake safety belt dianggap pelanggaran. Shrsnya yg begitu2 cuma dikasih peringatan dan himbauan. Klo yg melanggar lampu merah, ngebut dan pelanggaran yg bisa membahayakan org lain itu hrs ditindak dgn denda yg besar klo bisa hukuman penjara biar efek jera.
Quote:Original Posted By 0rapatiwaras
fixed salah fake taxi nyah.


fake taxi ada di indonesia om ? enak kayaknya hahaemoticon-Betty (S)

Quote:Original Posted By kocongperot
fake taxi ada di indonesia om ? enak kayaknya hahaemoticon-Betty (S)


lha ituh bapak bapak nyah ndak bisa membedakan antara berenti (fake/pura2) dan parkir emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By QUDETA


iya gan saya sependapat memang sopir taxi tdk parkir cuma berhenti krn definisinya sdh sangat jelas. Logika dan pengertian dlm UU tsb sederhana dan bisa dimengerti dgn mudah. Kita sangat berharap Kapolri meralat pernyataannya dan mengakui aparatnya telah melakukan kesalahan tilang.
Saya pribadi berharap UU kita lbh mengedepankan peringatan drpd penilangan agar tdk terjadi lg kesalahan seperti ini. Kdg2 aturannya berlebihan, masak gak pake helm, gak pake safety belt dianggap pelanggaran. Shrsnya yg begitu2 cuma dikasih peringatan dan himbauan. Klo yg melanggar lampu merah, ngebut dan pelanggaran yg bisa membahayakan org lain itu hrs ditindak dgn denda yg besar klo bisa hukuman penjara biar efek jera.


banyak aturan memang gan, ada dampak positifnya tapi banyak sekali penyimpangan2 yg terjadi, waktu ini saya pernah berdebat gara2 sim saya patah, trus ga kliatan masa berlakunya. saya dalam kasus ini memang terbukti melanggar, cuman yg lucunya, motor saya mau diangkut polisi padahal STNK saya ada.. alasan polisinya kalau ga bisa tunjukin SIM, artinya ga layak bawa motor. motornya yg mau disita.... wkwkwkwk... anehhh.. kalau mau sita motor, artinya motornya yg bermasalah donk... aduh biyung.... tingkat penafsiran pak pol nya selevel nobel.
Quote:Original Posted By mbahmomon
semua uu gag bisa ngalahin aturan dasar bray.
aturan bahwa pulisi ndak pernah salah.


setuju mbah...
ga ada menangnya urusan ma mereka.
dari kroco sampe biangnya juga pemahamannya sama wae.
berenti sama parkir apa bedanya?
maen logika sendiri, kaga ngerti pelajaran hukum mereka.
capeee