alexa-tracking

SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies) Ada untuk Apa?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a5caf3162ec25f438b4568/sgrc-ui-support-group-and-resource-center-on-sexuality-studies-ada-untuk-apa
SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies) Ada untuk Apa?
Quote:Gemas sekali lihat banyak berita yang miring-miring soal UI baru-baru ini. Salah satunya mengenai kelompok bernama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies) yang digojang-ganjingkan hanya karena sebuah poster yang berisi LGBT Peer Support Network yang digagas oleh SGRC UI dan Melela.org. Berita mengenai SGRC ini secara langsung menjelekan nama universitas karena berita yang diangkat di media miring semua. Mungkin yang bikin berita juga sama miringnya.

Sebetulnya SGRC sudah berdiri sejak 2014 dan sejauh ini baru sekali punya masalah—atau tepatnya dipermasalahkan. Mari simak dulu siapa SGRC dan bagaimana bentuknya?

SGRC UI merupakan organisasi mahasiswa—bukan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), BO (Badan Otonom), atau BSO (Badan Semi Otonom), yang bergerak di bidang pengkajian mengenai permasalahan gender dan seksualitas. Sebagai sebuah organisasi, SGRC mempunyai struktur yang jelas dan timeline kegiatan yang terencana. Meskipun begitu, SGRC tidak menyatakan dirinya sebagai UKM dan memang tidak berencana menjadi UKM.

Nah, salah satu kegiatan yang dilakukan SGRC UI adalah sebuah kajian mengenai LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender) yang dikemas dalam sebuah LGBT Peer Support Network dan bekerjasama dengan Melela.org. Kegiatan ini dilakukan agar teman-teman dapat mengetahui mengenai LGBT itu sendiri dan menjadi konselor untuk menjawab dan menjadi teman curhat bagi individu yang sedang melewati masa sulit.

Kegiatan serupa sebetulnya sudah banyak dilakukan oleh lembaga atau organisasi manapun. Dan coba lihat apa yang terjadi ketika setiap orang memahami mengenai konsep LGBT itu sendiri? Tentu saja setiap orang akan melihat LGBT secara cerdas. Selain itu, untuk mereka yang dianggap memiliki penyakit seksual, dengan adanya jasa konselor maka rasa tertekan karena preferensi seksual yang berbeda akan sedikit berkurang. Apakah itu sesuatu yang buruk?

Tetapi berita tidak mengenakan datang dari berbagai media. Justru media yang meliput tentang ini notabennya media-media di luar kampus atau media swasta. Tapi, rata-rata media menyikapi poster dan kegiatan ini dengan sangat salah. Mungkin karena tertulis ‘LGBT’maka semua orang—yang belum paham, kaget. LGBT di lingkungan kampus, SGRC UI membuka layanan kencan bagi LGBT, SGRC UI mendoktrin individu untuk menjadi LGBT, dan berita serupa tersebar di banyak media. Tanyakan lagi pada media tersebut, mengapa kok bisa-bisanya mengambil persepsi seperti itu? Dan justru karena berita ngawur inilah nama UI jadi tercemar.

Dalam tulisan ini, penulis ingin membenarkan persepsi media yang ngawur dan pembaca yang terlanjur sudah percaya dengan tulisan di media-media.

Tulisan ini didasarkan pada pengetahuan penulis mengenai SGRC UI yang dapat diakses melalui blog serta akun media sosial resmi SGRC UI dan beberapa media online.

Pertama, LGBT Peer Support Network bukanlah ajang kencan atau mendoktrin individu untuk jadi LGBT. Salah satu kutipan dari berita menyebutkan, “.. dalam poster tersebut tertulis jika mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) menawarkan jasa konseling untuk kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).” Berita tersebut diberi judul “Konseling Homo dan Lesbian Mahasiswa UI Hebohkan Media Sosial” jelas aja dilihat dari judulnya semua orang yang baca langsung melotot.

Itu sangat salah. SGRC UI memang mebuka jasa sebagai konselor, tetapi tujuannya bukan itu. Konseling yang dilakukan akan menerangkan isu-isu seksual secara ilmiah, sama sekali tidak ada unsur mengajak atau mendoktrin. Dan pihak SGRC UI meyakini bahwa seksualitas merupakan hak indiviu. Lihatlah secara objektif, LGBT itu memang ada tetapi bagaimana orang yang mengalami LGBT dan orang-orang di sekelilingnya bisa memahmi konsep dan LGBT itu sendiri.

Kegiatan SGRC UI memang menyangkut pada gender dan seksualitas secara luas. Namun, topik yang diangkat juga berpegang pada isu-isu dan sumber yang terpercaya. Bisa dilihat pada blog resmi SGRC UI, postingan terakhir mereka menjelaskan pernyataan pers mengenai berita-berita yang tersebar di masyarakat, tetapi postingan sebelumnya berisi tentang artikel-artikel yang berkenaan dengan gender dan seksualitas. Perlu diketahui, gender dan seksualitas itu berkenaan dengan feminisme, hak tubuh, patriarki, gerakan pria, buruh dan wanita, kesehatan reproduktif, serta isu-isu lainnya. Karena itu, jika SGRC hanya dilihat dari segi LGBT saja maka hal itu sangat mengecilkan kegiatan yang dilakukan SGRC UI.

Kedua, mengenai logo UI yang tertera di poster dan embel-embel nama UI. Selama SGRC UI berdiri, tidak ada masalah antara SGRC UI dengan pihak Universitas. Maksudnya, meskipun pakai nama UI, semuanya baik-baik aja. Setelah adanya berita ini, maka pihak Humas UI menerangkan SGRC bukan bagian resmi dari UI. “Dengan tegas UI menyatakan SGRC tidak berhak menggunakan nama dan logo UI pada segala bentuk aktivitasnya,” Ya, jelas saja pihak Humas mengklaim begitu karena SGRC UI tidak pernah mendaftar sebagai UKM resmi tingkat UI atau Fakultas. Sehingga saat dikonfirmasi oleh media mengenai kegiatan SGRC UI, maka pihak Humas menjawab demikian.

Embel-embel nama UI di belakang nama SGRC berlandasan cakupan kegiatan ini diisi oleh mahasiswa UI sendiri. Mulai dari struktur, pengurus, dan anggota, semuanya berasal dari lingkungan UI.

Teman-teman, tentu berita di media tidak sepenuhnya benar. Terkadang informasi yang dilihat atau diterima dimuntahkan begitu saja sesuai dengan persfektif per orangan yang tidak mencari tahu lebih jauh. Mirisnya, berita-berita tersebut terlanjur tersebar sampai ranah masyarakat luas. Broadcast massege di akun media sosial khususnya, tersebar dengan cepat tanpa merincikan terlebih dahulu apa saja yang terjadi sebetulnya.

http://www.anakui.com/2016/01/24/sgr.../#.VqXJZlKo2VI


konfirmasi langsung dari media mahasiswa ui

Quote:Pernyataan kami terhadap respon Menristek atas LGBT di Perguruan tinggi

SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies) Ada untuk Apa?
http://genseks.fisip.ui.ac.id/pernya...guruan-tinggi/


hmm sekarang dari pusat kajian gender dan seksualitas fisip ui
emoticon-Najisemoticon-Najisemoticon-Najisemoticon-Najis
Males lah
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..
kalau belum berbadan hukum atau dibawah naungan badan hukum (dalam hal ini universitas) belum bisa menggunakan menyebut diri mereka organisasi walaupun sudah memiliki struktur yg jelas, seharusnya masih berupa komunitas

CMIIW
organisasi kampus ilegal emoticon-Busa
kamunflase buat cari member baru emoticon-Busa emoticon-Najis
pasti markasnya dominic nih emoticon-DP
Quote:Original Posted By victorlego
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..


sales maho yg gak terima nih emoticon-DP emoticon-Najis (S)
Quote:Original Posted By victorlego
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..



homo kelaut aja
kalau yang ini di Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN)

Jum'at, 22 Januari 2016 - 17:42 wib
UIN Jakarta Akan Bubarkan Kelompok Pendukung LGBT

Afriani Susanti
Jurnalis

JAKARTA - Sikap tegas Universitas Indonesia (UI) terhadap Support Group and Research Center On Sexuality Studies (SGRC) ditiru UIN Syarif Hidayatullah. Bahkan, pihak rektorat kampus Islam tersebut akan mengambil langkah keras terhadap kelompok yang memberi dukungan berupa konseling kepada kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tersebut.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof Yusron Razak menegaskan, pihaknya akan menindak keras bila kelompok tersebut beredar di kampusnya.

"Bila memang terbukti ada. Maka akan ada sanksi hukum sesuai dengan peraturan perudang-undangan yang ada. Selain itu juga akan dibubarkan," ujar Yusron dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Jumat (22/1/2016).

Sebelumnya diberitakan aktivitas SGRC mendapat perhatian rektorat UI. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UI, Bambang Wibawarta menegaskan, organisasi ini tidak pernah terdaftar sebagai organisasi resmi UI. Pihak universitas sendiri, kata Bambang, tidak mempermasalahkan konten organisasi ini yang cenderung pro terhadap kelompok LGBT.

"Sikap universitas muncul karena banyak pertanyaan ke UI tentang status SGRC sebagai lembaga resmi di UI atau bukan. Sebab, penggunaan logo dan lambang UI ada aturannya," tegas Bambang.

Pada Oktober 2015, SGRC meluncurkan "cabang" di kampus UIN Syarif Hidayatullah. Agenda tersebut sendiri berlangsung 22 Oktober 2015 di ruang 507, Aula FISIP UIN.

"Kami berharap, dengan adanya SGRC UIN, diskusi mengenai isu gender, seksualitas dan orientasi seksual dapat diperbincangkan lebih luas, dikaji lebih dalam, dan juga mempermudah akses teman-teman sekalian untuk belajar bersama," demikian dikutip dari laman resmi SGRC.
(rfa)

http://news.okezone.com/read/2016/01...pendukung-lgbt
Quote:Original Posted By victorlego
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..


nunjuk orang lebih buruk tidak buat lgbt jadi lebih baik, itu fakta
kelompok khawarij dan kaum lbgt lebih baik sama-sama hilang aja emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By victorlego
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..


MAHO detected.... emoticon-Najis (S)

LGBT selalu memberikan rating menarik dan ampuh untuk pengalihan isu. Sayangnya masih banyak standar ganda dalam hal ini. G ramai-ramai dikucilkan, sedangkan L ditawari batangan haha.

Btw, kalian yang nyinyir terhadap LGBT, tunggu sampai salah satu orang terdekat kalian mengidap deviasi seksual. Entah keluarga, saudara, sahabat, teman, atau mungkin pacar?! Percayalah, di situ kalian akan lebih terbuka pemikirannya.
inti dan ujung dari semuanya itu adalah

1.penerimaan dari diri sendiri kalo bahwa homo/lesbi jadi gak usah berusaha berobat jadi lurus
2. upaya penerimaan lingkungan agak toleran, tapi gak tau toleran yg kayak apa karena jenis homo yg gw tau malah predator lingkungan dan sama seperti pedophil
3.pelegalan hak seksual sesama jenis.

udah itu aja gak ada lain.
Quote:Kedua, mengenai logo UI yang tertera di poster dan embel-embel nama UI. Selama SGRC UI berdiri, tidak ada masalah antara SGRC UI dengan pihak Universitas. Maksudnya, meskipun pakai nama UI, semuanya baik-baik aja. Setelah adanya berita ini, maka pihak Humas UI menerangkan SGRC bukan bagian resmi dari UI. “Dengan tegas UI menyatakan SGRC tidak berhak menggunakan nama dan logo UI pada segala bentuk aktivitasnya,” Ya, jelas saja pihak Humas mengklaim begitu karena SGRC UI tidak pernah mendaftar sebagai UKM resmi tingkat UI atau Fakultas. Sehingga saat dikonfirmasi oleh media mengenai kegiatan SGRC UI, maka pihak Humas menjawab demikian.

Embel-embel nama UI di belakang nama SGRC berlandasan cakupan kegiatan ini diisi oleh mahasiswa UI sendiri. Mulai dari struktur, pengurus, dan anggota, semuanya berasal dari lingkungan UI.


udah tau klo make logo itu ga boleh sembarangan..malah ngeyel...
sana.jadi SGRC aja...

pasti ogahlah UI klo nama dan logonya dipake sama kumpulan orang yg ujung2nya jatuhin image UI...

malah nyari pembenaran segala SGRCnya.. emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By victorlego
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..


tapi mengahalkan perusakan generasi penerus bangsa...dari mulai level SMP-SMA...mencari mangsa2 baru yg jones atau disakiti pasangan.

yg gw heran gak beranak tapi tambah banyak
Quote:Original Posted By victorlego
Sejelek2 or seburuk2nya kaum lgbt di mata kaskuser,
Setidaknya mereka tidak mengkafirkan n menghalalkan darah pihak lain yg tidak sepaham dgn mereka ..


Tapi mereka menyukai orang2 heterosex, dan mempengaruhi supaya jadi binatang homok alias menulari

Musnahkan homok dari alam semestaemoticon-Marah

Enyahkan borjuis dari jagat rayaemoticon-Marah



Enyahhh...emoticon-Marah



Enyahhhh.....emoticon-Marah



Enyahhhhh......emoticon-Marah
Quote:Original Posted By sepurterbang


tapi mengahalkan perusakan generasi penerus bangsa...dari mulai level SMP-SMA...mencari mangsa2 baru yg jones atau disakiti pasangan.

yg gw heran gak beranak tapi tambah banyak


Rusak gimana?
Ngajarin menghilangkan nyawa pihak2 lain supaya bisa dapet tiket ke sorga, itu doktrin yg lebih merusak
wah wah

waspada udah pada keluar tuh gan...


emoticon-Takut (S)

Quote:Original Posted By victorlego


Rusak gimana?
Ngajarin menghilangkan nyawa pihak2 lain supaya bisa dapet tiket ke sorga, itu doktrin yg lebih merusak


gak gitu juga keles...yang jelas 22nya kagak bakal masuk sorga, dan khusus di indonesia LGBT lebih bahaya dari pada ISIS
gak diakui, berarti ilegal donk?

pokoknya tetap waspada, gan!

Kamis, 21 Januari 2016 - 14:06 wib
UI Tak Akui Kelompok SGRC Pendukung LGBT

Rifa Nadia Nurfuadah
Jurnalis


JAKARTA - Sekelompok mahasiswa dan alumni Universitas Indonesia (UI) membentuk kelompok pendukung berbagai orientasi seksual, termasuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Mereka menamakan diri Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC).

Dalam beraktivitas, kelompok SGRC ini turut memakai nama UI. Namun keabsahan mereka dibantah oleh pihak UI. Melalui pernyataan resmi di website UI Update, Kantor Humas dan KIP UI menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak berizin dan tidak berkaitan apa pun dengan UI.

Berikut pernyataan resmi UI selengkapnya:

Sehubungan dengan sejumlah aktivitas yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri sebagai SGRC (Support Group and Resource Center On Sexuality Studies), Kantor Humas dan KIP Universitas Indonesia (UI) meluruskan hal-hal sebagai berikut :



1. Dalam menyelenggarakan kegiatannya, SGRC tidak pernah mengajukan izin kepada pimpinan Fakultas maupun UI ataupun pihak berwenang lainnya di dalam kampus UI.

2. UI tidak bertanggung jawab atas segala kegiatan yang dilakukan oleh SGRC

3. SGRC tidak memiliki izin resmi sebagai Pusat Studi/Unit Kegiatan Mahasiswa/Organisasi Kemahasiswaan baik di tingkat Fakultas maupun UI

4. Untuk itu, dengan tegas UI menyatakan SGRC tidak berhak menggunakan nama dan logo UI pada segala bentuk aktivitasnya.



Demikian hal ini kami sampaikan agar dapat menjadi imbauan bagi SGRC pada khususnya dan seluruh civitas akademika UI.



Kepala Humas dan KIP UI

Depok, 21 Januari 2016
(rfa)

http://news.okezone.com/read/2016/01...pendukung-lgbt
SGRC diakui resmi oleh UI gak?