alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a5c652e052278d238b4568/republika-bantu-cegah-ancaman-lgbt
Poll: Siapakah Relawan Pro LGBT di Indonesia?

This poll is closed - 20 Voters

View Poll
Panastak Gorong-Gorong15% (3 votes)
Relawan Kitak-Kitak20% (4 votes)
Penganut Ajaran Kasih35% (7 votes)
Penganut Ajaran Nusantara20% (4 votes)
Trio GKI10% (2 votes)
Republika Bantu Cegah Ancaman LGBT
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa hari terakhir Republika mengangkat isu anti terhadap perilaku seks menyimpang LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) yang mulai merebak di generasi muda dan masyarakat. Berbagai dukungan dan penolakan muncul dari kelompok masyarakat yang pro dan kontra bahasan LGBT ini diungkap secara vulgar.

Sekretaris Jendral Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir mengakui menjadi satu di antara banyak elemen masyarkat yang mendukung dan mengapresiasi langkah Republika membongkar merebaknya LGBT di kalangan generasi muda.

Menurut dia, sikap Republika mengangkat isu ini sudah tepat di tengah keprihatinan banyak kelompok masyarkat yang khawatir tanda-tanda LGBT ini sudah menjadi kelaziman di tengah masyarakat. "Saya bangga dan apresiasi langkah Repubika yang ingin membongkar ancaman LGBT ini di masyarakat Indonesia," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (25/1).

Baca juga: (DPR Ingatkan LGBT Dilarang di Indonesia)

Menurutnya, apa yang terjadi saat ini terkait LGBT sudah sangat memprihatinkan. Kelompok pendukung dan pelaku LGBT, kata Bachtiar, sudah berani secara terang-terangan tampil di publik, bahkan dalam pemberitaan beberapa hari terakhir sudah merambah ke dunia pendidikan dan generasi muda Indonesia.

"Apa yang diangkat Republika menguak ternyata LGBT itu telah menyebar dan menjadi ancaman, itu legal dan benar. Legal dan benar merujuk pada aturan moral, agama dan budaya keindonesiaan kita," ujar dia.

Bachtiar menilai memang tetap harus ada media yang berani melawan anti LGBT ini di tengah mulai tolerannya masyarakat perkotaan dan kelompok pendukung penyimpangan seksual ini. Ia mengusulkan kalau perlu Republika menjadi media mitra masyarakat, instansi agama dan pemerintah menguak kelompok-kelompok yang pro LGBT ini yang kemudian dilaporkan agar ditindak secara moral atau pidana.

Baca juga: Maraknya LGBT, Ini Kata Menteri Anies Baswedan
Rep: Amri Amrullah / Red: Angga Indrawan
Permemex
kalau mereka boleh propaganda LGBT,
tentu boleh juga donk Republika membahas apa dan siapa itu LGBT


Quote:

Warga Slovenia tolak pernikahan sejenis

21 Desember 2015

Warga Slovenia menolak pernikahan sejenis melalui referendum dengan tingkat selisih suara yang besar.

Hampir dua pertiga pemilih mengatakan "tidak" pada usulan yang mengartikan pernikahan sebagai penyatuan dua orang dewasa yang saling menyetujui.

Parlemen Slovenia meloloskan hukum kesetaraan pernikahan pada bulan Maret lalu, tetapi kelompok penentangnya menolaknya sebelum para pasangan gay menggunakan aturan tersebut.

Sebagian besar penentang adalah kelompok konservatif yang menolak pasangan sejenis diizinkan mengadopsi anak.

"Ini adalah kemenangan bagi anak-anak kami," kata Ales Primc dari kelompok independen Children Are At Stake.

Keputusan referendum di Slovenia ini membelah Uni Eropa, di mana anggota di wilayah barat mendukung hak kesetaraan yang lebih besar pada kaum gay, namun anggota di wilayah timur dan pusat menolaknya.
Masih ada harapan

Kelompok konservatif Slovenia didukung oleh Paus Fransiskus, yang menyerukan agar semua negara dengan pemeluk agama Katolik terbesar "kembali kepada keluarga sebagai titik acuan struktural bagi kehidupan masyarakat".

Meski telah ditolak dalam referendum, anggota parlemen dari partai United Left masih berharap ini hanya bersifat sementara

"Ini belum berakhir. Cepat atau lambat hukum ini akan diterima," kata anggota parlemen dari partai United Left, Violeta Tomic.

Slovenia adalah negara yang paling liberal di antara bekas negara-negara komunis lainnya, namun isu gay masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Melalui referendum pada tahun 2012, warga Slovenia juga menolak pemberian hak-hak lebih kepada para pasangan gay.
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2...pernikahan_gay
Rohaniwan: Gereja Katolik AS Tolak Perkimpoian Sejenis
Jumat, 03 Jul 2015 15:40:24 WIB
Pewarta: Antaranews

Jakarta, Antara Jateng - Rohaniwan Katolik Pastor Antonius Benny Susetyo mengatakan gereja Katolik di Amerika Serikat bersikap oposisi terhadap keputusan pemerintah di negara tersebut yang melegalkan perkimpoian sejenis.

"Gereja Katolik di Amerika Serikat tentu saja menolak hal itu. Memang ada beberapa gereja tertentu yang menyetujui, tetapi sangat kecil," kata Benny Susetyo dihubungi di Jakarta, Jumat.

Benny mengatakan gereja Katolik, mengikuti sikap Tahta Suci Vatikan dan Paus, sejak awal tidak akan mengakui perkimpoian sejenis karena menyalahi kodrati manusia yang diciptakan Tuhan berpasangan laki-laki dan perempuan.

"Namun, gereja tetap menghormati dan mencintai kelompok-kelompok penyuka sesama jenis dan merangkul mereka sebagai manusia," tuturnya.

Menurut Benny, perkimpoian adalah buah dari prokreasi antara laki-laki dan perempuan. Karena itu, perkimpoian sejenis bertentangan tentang penciptaan manusia oleh Tuhan karena akan mengaburkan identitas laki-laki dan perempuan.

"Selain itu, perkimpoian sejenis juga akan menghilangkan makna keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Anak yang hidup dalam keluarga dari orang tua sejenis akan kehilangan figur ayah atau ibu," jelasnya.

Menurut Benny, pelegalan perkimpoian sejenis di Amerika Serikat lebih disebabkan faktor politis sehingga tidak mungkin diterapkan di Indonesia.

"Yang sedang berkuasa di Amerika Serikat saat ini adalah Partai Demokrat. Dalam kampanyenya, Barrack Obama memang sudah menjanjikan akan melegalkan perkimpoian sejenis," katanya.

Benny mengatakan di Amerika Serikat keputusan itu pun menimbulkan pro dan kontra karena tidak semua orang menerima. Karena itu, sangat mungkin keputusan itu dianulir(dibatalkan) bila Partai Demokrat sudah tidak lagi berkuasa di negara itu.

"Bila Partai Republik yang berkuasa, sangat mungkin mereka akan mengubah keputusan itu. Partai Republik selama ini lebih menjunjung norma, berbeda dengan Partai Demokrat yang lebih liberal," tuturnya.

Editor: Achmad Zaenal M

COPYRIGHT © 2016
http://www.antarajateng.com/detail/r...-sejenis-.html
Kamis, 21 Januari 2016 - 15:35 wib
Polemik LGBT di UI, "Logo & Nama UI Ada Aturannya!"

Marieska Harya Virdhani
Jurnalis

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) mengeluarkan sikap terkait aktivitas sekelompok mahasiswa dan alumni Universitas Indonesia (UI) yang menamakan diri Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC). Mereka merupakan kelompok pendukung dalam berbagai masalah seksual, termasuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Pihak kampus merasa bahwa organisasi yang mendeklarasikan diri mendukung LGBT melalui flyer atau poster, tidak pernah terdaftar sebagai organisasi resmi. Organisasi atau kelompok ini juga tidak tercatat sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UI.


"Itu memang sikap yang dikeluarkan Humas UI. SGRC tidak memiliki izin resmi sebagai UKM di tingkat fakultas maupun di tingkat universitas," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UI Bambang Wibawarta kepada Okezone, Kamis (21/1/2016).

Apalagi organisasi ini telah menggunakan logo dan nama UI pada setiap flyer kegiatan mereka. Kelompok SGRC, ujar Bambang, telah mengklaim logo dan nama UI tanpa izin.

"Penggunaan logo dan nama UI sudah diatur. Penggunaan nama UI dan logo UI ada ketentuannya," tukasnya.

Bambang sendiri tidak mempermasalahkan konten organisasi ini yang pro terhadap kelompok LGBT. Sikap universitas, teganya, lebih kepada perizinan yang harus dilakukan SGRC.

"Sikap UI itu muncul karena banyak pertanyaan ke UI apakah lembaga atau organisasi tersebut resmi di UI atau tidak," tandasnya.
(rfa)

http://news.okezone.com/read/2016/01...-ada-aturannya
nastak ama nasbung sama2 emoticon-Betty emoticon-Betty
Panastak kelojotan
yang bawa2 logo UI untuk acara aneh2 dilaporkan aja ke pihak berwajib emoticon-Angkat Beer
Selasa, 26 Januari 2016, 10:17 WIB
Tolak LGBT, Mahfud MD tak Takut Di-bully
Red: Ilham
Republika/Agung Supriyanto


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mendapat serangan bullying oleh para pendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd. Musababnya, Mahfud berkicau bahwa LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikkan.

Akun Pak Moe @Darminhe menulis, "@mohmahfudmd sadar pak? tiap makhluk tetap ciptaan tuhan kan? menjijikkan? berbahaya? eling pak!".

Akun Atheos ‏@EL_Atheos juga mempertanyakan kicauan Mahfud MD. "Menurut Pak @mohmahfudmd #LGBT itu apa bahayanya? Sekadar ingin tahu pendapat Bapak," tulis Atheos. Beberapa saat kemudian akun ini juga menulis "1) LGBT bukan penyakit/virus, jadi tidak bisa ditularkan. 2) Merujuk pertanyaan awal, kalau seseorang itu LGBT, apa bahayanya?"

Meski begitu, para pendukung LGBT itu mendapat serangan balik dari para penolak LGBT. Para netizen juga menyatakan dukungannya kepada Mahfud MD.

Akun SS#JanganDiam @SuaraSocmed menulis "Prof @mohmahfudmd masih di-bully akun2 pro LGBT. Sabar Prof, tidak semua yang kita katakan bisa menyenangkan semua orang. Apalagi soal LGBT." Sementara, akun S.Q.R @ShaqeerAkhmad menulis "Terus lawan prof...kami mendukungmu..."

Mahfud MD sendiri menanggapi santai tanggapan para pendukung LGBT tersebut. "Alhamdulillah kalau opini saya 'tentang (LGBT) ini' berpengaruh. Saya justru mengira opini saya hanya angin lewat," tulis Mahfud, Selasa (26/1).

Menurut Mahfud, yang nge-bully hanya satu dua orang, tapi ada ratusan yang mendukung. "Karena, yang saya sampaikan lebih manusiawi dan Indonesiawi. Siapa takut?" tulisnya. "Sejak dulu saya tak pernah takut di-bully. Track saja di semua medsos. Pem-bully hanya 0,01 % dibanding pendukung. Rasional saja."

Mahfud mengatakan, LGBT tidak apa-apa jika hanya dijadikan sebagai objek studi ilmiah karena sudah lama lembaga-lembaga seperti itu ada. "Tapi, dikaji sebagai perilaku menyimpang."

LGBT, kata dia, tak boleh mejadi gerakan sebagai sifat dan perilaku. Karena itu, seseorang yang terkena LGBT harus diselamatkan. Sama dengan problem sosial lainnya, LGBT harus ditertibkan oleh negara sesuai dengan hukum dan konstitusi.

Mahfud juga menegaskan tidak menuding pribadi seseorang dalam pandangannya, tapi perilaku para LGBT yang dilarang agama sesuai konstitusi. Kalau menuding orang, kata dia, itu sudah melanggar hukum. "Saya tak sebut nama. Tapi, sifat dan perilaku. Kalau perilaku, ya siapa pun, anak-cucu siapa pun sama saja. Dikira saya takut?" tulis Mahfud.


Menutup kicauannya pagi ini, Mahfud membuat kesimpulan bahwa LGBT sebagai gerakan yang diorganisasi harus dilarang. Namun, LGBT sebagai penyakit harus dibantu. "Ok. Nanti ganti topik. Saya mengajar dulu ke kampus. Mohon maaf, bagi yang tersinggung. Saya hanya ingin jujur mengatakan apa yang saya yakini benar."

Sebelumnya, Mahfud mendukung penolakan terhadap keberadaan kaum lesbian. Menurutnya, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, LGBT tidak sejalan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"HAM tak selalu mutlak-universal. LGBT bertentangan dengan nilai ketuhanan, moralitas, dan budaya Indonesia. Pasal 28J (UUD)," ujar Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/1).

Berbicara mengenai LGBT, menurutnya, seharusnya menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya bidang-bidang ilmu tertentu. Ia mengingatkan, berbicara ihwal keberadaan LGBT berbeda dengan "mengamati".

Mahfud juga menulis, LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikkan. Namun, untuk penanganannya, ia menilai, tidak perlu berlebihan, misalnya, dengan pengawalan Brimob. Berbicara mengenai LGBT yang semakin marak, ia mempertanyakan ihwal penerimaan kaum-kaum tersebut dari moralitas nilai-nilai agama.

"Apakah moralitas nilai-nilai agama kita sekarang sudah menerima LGBT?" tulisnya.

http://nasional.republika.co.id/beri...-takut-dibully
nunggu gafatar komen gan
Ah, kentutmu LGBT. Ane akan hormati para penganut LGBT klo sudah jadi mayat.. selama masih hidup bakal ane usahakan untuk menderita hidupnya emoticon-Cool

Ane bakal kerahkan seluruh makhluk langit dan bumi untuk melaknat mereka sampe mereka tobat emoticon-Bata (S)
media penasbung
×