alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a5c18c582b2e64608b4569/siapkah-kota-tua-jakarta-menjadi-ikon-dunia
Siapkah Kota Tua Jakarta Menjadi Ikon Dunia?
Siapkah Kota Tua Jakarta Menjadi Ikon Dunia?
Suasana Kota Tua Jakarta dengan latar belakang Museum Sejarah Jakarta yang dulunya merupakan Kantor
Gubernur VOC, masih sangat kental memancarkan aura Eropa tempo dulu.


Bayangkan Anda berada di tengah-tengah lapangan luas yang tersusun dari bebatuan, dikelilingi gedung-gedung tinggi menjulang dengan arsitektur khas Renaissance, namun memiliki hangat matahari yang cukup setiap tahun.

Ya, gambaran tersebut hanya terdapat di kawasan Kota Tua Jakarta atau Oud Batavia atau Batavia Lama, wilayah seluas 1,3 kilometer persegi yang dijuluki Permata Asia atau Ratu dari Timur pada abad ke-16.

Batavia Lama yang kini meliputi kawasan Pinangsia, Tamansari dan Roa Malaka begitu ‘dipuja’ para pelaut Eropa masa itu, layaknya Singapura saat ini. Batavia Lama didesain dengan arsitektur khas Belanda, berikut dengan benteng, dinding kota dan kanal.

Aura zaman keemasan masa kolonial masih bisa kita rasakan lewat keberadaan bangunan-bangunan tempo dulu, serta ruas jalan yang sama seperti berabad silam. Berulang kali upaya penataan di lakukan di kawasan ini, meski hingga saat ini Kota Tua Jakarta belum bisa benar-benar menjadi destinasi wisata warisan budaya dunia.

Pemerintah DKI Jakarta bersama Jakarta Old Town Revitalization Corp (JOTRC) sedang mengebut persiapan Kota Tua menjadi ikon dunia dengan mendaftarkan ke salah satu Badan PBB UNESCO.

Deputi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Sylviana Murni mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan berbagai dokumentasi terkait pendaftaran Kota Tua sebagai ikon dunia.

"Per tanggal 1 Februari 2016 seluruh dokumentasi Kota Tua harus sudah masuk ke UNESCO, persiapan sudah mencapai 85 persen," tutur Sylviana kepada Infonitas.com, Sabtu (23/1/2016)

Terpisah, CEO JOTRC Lin Che Wei mengklaim sejumlah gedung kini sedang dikebut untuk direvitalisasi.
"Gedung-gedung tersebut dipugar kembali dengan tidak meninggalkan bentuk keasliannya," ujarnya.

Namun tak melulu soal gedung besejarah, sepertinya pemerintah luput membina masyarakat dan para pengunjung di Kota Tua. Masih banyak ketidaklayakan para masyarakat sekitar dan pengunjung yang seakan acuh dengan program pemerintah untuk menjadikan Kota Tua sebagai ikon dunia.

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar masih marak di kawasan ini. Berdalih untuk meraup keuntungan di pusat keramaian, para PKL dan parkir liar tersebut rela "kucing-kucingan" dengan Satpol PP. Camat Tamansari Paris Limbong mengakui pihaknya kesulitan dalam memberantas para PKL di Kota Tua.

"Kami selalu berusaha menjaga kawasan Kota Tua dengan menerjunkan pasukan Satpol PP, namun apa daya, jumlah mereka lebih banyak dibanding personel kami," ungkapnya.

Paris menjelaskan, meskipun sudah membuka lahan kosong di Jalan Cengkeh, pihaknya belum dapat memindahkan para PKL dan parkir di sana.

"Sebagian parkir sudah kami arahkan kesana, namun untuk PKL masih belum, karena masih menunggu perbaikan lahan tersebut," jelasnya.
Untuk itu, dirasa perlu dukungan masyarakat dan pengunjung guna mewujudkan Kota Tua sebagai ikon dunia. Bagaimana semua itu terwujud kalau masih saja PKL dan parkir liar masih tak tertata? Dan, bagaimana bisa terwujud kalau masyarakat dan para pengunjung masih membuang sampah sembarangan?

Selain kawasan Kota Tua Jakarta, kembarannya yang berada di Jawa Tengah, Kota Tua Semarang pun sedang bersiap untuk menjadi ikon dunia versi UNESCO. Nasib Kota Tua Semarang pun tidak kalah memprihatinkan, kalau tidak ingin dibilang lebih buruk dari Kota Tua Jakarta.
Padahal, jika status Ikon Dunia bisa disandang, kedua kawasan tersebut tidak akan pernah sepi dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Mari sama-sama berdoa dan berharap agar hal ini terwujud.

SUMBER

Semoga bisa jadi Ikon Dunia Gan emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S)
semoga
semoga gan ... amiiin
Siap kayanya emoticon-Recommended Seller
Keren gan, mudah'an saja
Siapkah Kota Tua Jakarta Menjadi Ikon Dunia?
katanya lbih bagus kota tua semarang
ahoax gak usah dikasih kerjaan yang berat2...
fokus di ASIAN GAMES aja (kalau bisa)...

Quote:

Nyerah Renovasi Venue Asian Games, Kemenpora Ledek Ahok

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyemprot Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok yang menyerah untuk merenovasi dua venue Asian Games 2018, yakni Velodrome dan arena Equestrian di kawasan Pulo Mas.

Beberapa waktu lalu Ahok melalui badan usaha milik daerah (BUMD), JakPro, telah menyerah merenovasi dua venue tersebut. Mepetnya waktu menjadi masalah utama dalam pengerjaan ini.

“Kita tahu kalau Pak Ahok orang yang sulit menyerah. Tapi (untuk Asian Games), di mana sih Pak Ahok menyerahnya? Tapi kan masalah ini masih simpang siur,” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto, di Kantor Kemenpora, Selasa (12/1/2016).

Gatot menambahkan pemerintah DKI Jakarta seharusnya bisa merenovasi dua venuetersebut. Sebab, renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah diambil alih oleh pemerintah pusat.

“Waktu itu kan dia sudah tanda tangan (soal Asian Games 2018) di Incheon bersama Pak Alex Nurdin (Gubernur Sumatera Barat). Sekarang SUGBK sudah diambil pemerintah pusat,” kata Gatot.

Saking geregetannya dengan sikap Ahok itu, Gatot ingin melempar ledekan kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

“Sesuatu yang salahnya bukan di pemerintah pusat, tapi berada di Jakarta. Belum saja dia saya ledek di WhatsApp,” katanya sambil tertawa.(L6)

http://www.metropolitan.id/2016/01/n...ra-ledek-ahok/
Moga moga sukses dah
jakarta masih jauh dari siap untuk ASIAN GAMES,
gak usah yang jauh2 dulu

2 Venue Asian Games Masalah, Ahok Kena Semprot Kemenpora
"Masa DKI dikasih 2 pekerjaan saja tidak bisa."
Selasa, 12 Januari 2016 | 06:00 WIB
Oleh : Anry Dhanniary, Satria Permana

VIVA.co.id - Persiapan DKI Jakarta untuk menyambut Asian Games 2018 kembali bermasalah. Terbaru, pihak DKI menyatakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Jakpro, tak sanggup untuk menangani pembangunan Velodrome dan arena Equestrian di kawasan Pulo Mas.

Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjelaskan kepada para pewarta di Balai Kota, pihak Jakpro menyatakan tak sanggup untuk membangun velodrome dan arena equestrian. Mepetnya waktu menjadi alasan.

Pihak DKI pun memberikan opsi agar pembangunan velodrome ditangani oleh pemerintah pusat. Hal ini pun ditanggapi oleh Kemenpora, selaku salah satu instansi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Masa DKI dikasih 2 pekerjaan saja tidak bisa. Ingat, pak Ahok itu salah satu pejabat yang menandatangani host city contract. Secara moral, dia bertanggung jawab," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, di kantornya, Senin 11 Januari 2016.

Gatot menyatakan pihaknya percaya DKI bisa menangani permasalahan pembangunan velodrome dan equestrian. Perkembangan yang dicapai DKI dalam proyek pembangunan velodrome, disebut Gatot, akan dipantau dalam tempo satu pekan.

Jika dalam masa tersebut DKI tak kunjung menunjukkan perkembangan yang signifikan, Gatot mengungkapkan pemerintah pusat sudah memiliki solusinya.

"Bebannya sebenarnya sudah lebih ringan karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan wisma atlet sudah diambil alih pemerintah pusat. Kami sebenarnya sudah punya opsi, tapi tak mau diumbar agar DKI bisa bertindak," terang Gatot.

http://sport.viva.co.id/news/read/72...prot-kemenpora
Ane lewat kota tua tiap hari yg kebanyakan wisata disono dari golongan miskiner butek2 n dekil2 giliran ada bule backpacker lewat pada melongo kayak ngeliat alien aja.
Nanti pas melongonya udah selesai langsung pada minta putu2 bareng sama bule.
Sungguh primitif n purbakala
×