alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a59ddf642eb6cc7f8b456c/mengapa-google-malas-merekrut-lulusan-ber-iq-tinggi
Mengapa Google Malas Merekrut Lulusan ber-IQ Tinggi
Mengapa Google Hindari Rekrut Lulusan Terbaik dengan IQ Tinggi

Sebagai sebuah perusahaan Internet, Google dianggap sebagai panutan karena skalanya yang masif. Termasuk dalam urusan sumber daya manusia. Google memiliki kebijakan yang unik terkait dengan perekrutan karyawan.

Mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun menganalisis siapa yang sukses di perusahaan, yang mengabaikan pentingnya IPK, reputasi sekolah dan wawancara.

Dalam percakapan dengan Tom Friedman dari The New York Times, pimpinan operasional Google, Laszlo Bock, merinci hal yang dicari perusahaannya saat merekrut. Dan uniknya, kriteria akademis tidak menjadi yang utama.

Para lulusan sekolah top dihindari oleh Google dengan alasan mereka biasanya tidak memiliki apa yang disebut sebagai "kerendahan hati intelektual".

Megan McArdle berpendapat bahwa para penulis menunda "karena mereka mencetak terlalu banyak nilai A di kelas". Demikian juga dengan lulusan kampus. Lulusan terbaik biasanya dididik untuk mengandalkan bakat mereka yang pada gilirannya menyulitkan untuk beradaptasi dalam pekerjaan.

Google lebih ingin mendapatkan orang yang mampu menerima ide-ide dari orang lain saat ide itu memang bagus, lebih dari yang mereka miliki. Itulah kerendahan hati yang Google maksud, ujar Bock.

Walaupun tidak semuanya, banyak lulusan brilian yang sangat jarang alami kegagalan dan tidak belajar bagaimana belajar dari kegagalan itu.

Mereka yang berbakat jenius biasanya, kata Bock, menunjukkan kesalahan atribusi yang mendasar karena cenderung berpikir saat ia sukses, itu karena dirinya jenius. Sementara saat gagal, ia akan menyalahkan orang lain di sekitarnya atau hal-hal lain. Di Google, Anda boleh bersikeras dan mempertahankan ide hingga titik darah penghabisan tetapi jika orang lain bisa memberi bukti faktual bahwa ada ide lain yang lebih baik, Anda harus mengakui dan mendukungnya.

Anehnya, orang-orang tanpa gelar sarjana justru bisa melakukannya dengan lebih baik. "Orang-orang yang bisa tetap sukses meski tidak mengenyam pendidikan formal adalah orang yang luar biasa dan kami harus mendapatkan orang-orang semacam itu,"Bock mengatakan.

Banyak kampus yang gagal mewujudkan janji mereka, klaim Bock. Apa yang lebih penting dari tingkat kecerdasan, gelar akademik atau ijazah dengan nilai A ialah kemampuan belajar. "Kampus cuma lingkungan belajar yang artifisial. Yang lebih penting ialah kemampuan kognitif umum seseorang, kemampuan memproses sembari bekerja, mengumpulkan banyak informasi dan mengolahnya secara terstruktur yang dapat diketahui melalui wawancara behavioral yang Google berikan,"ujarnya lagi.

Wawancara seperti itu misalnya menyuruh calon karyawan untuk memikirkan berapa banyak bola tenis yang akan bisa dimasukkan ke dalam satu lapangan tenis. Ini membuat Google mampu memprediksi kemampuan kandidat bereaksi pada masalah sulit di masa lalunya. Cara itu juga dianggap bisa menemukan orang yang sesuai definisi Google mengenai kepemimpinan.

"Ini bukan cuma bagaimana memimpin sebuah klub di sekolah atau mendapatkan gelar pemimpin yang membuat orang terkesan,"ia menjelaskan lagi,"Namun lebih pada kemampuan seseorang dalam menaiki tahap berikutnya dan menjadi pemimpin saat diperlukan."

[Ciputraentrepreneurship/Campuspedia]
sayangnya sampe sekarang pun di indonesia lebih mementingkan nilai dan ranking ..
keren emoticon-2 Jempol
oh...jdi klo orang jenius "saat gagal menyalahkan orang lain"

hmm....
Sumbernya abal2?
Karena lulusan terbaik dengan IQ tinggi di Amerika biasanya masuk ke industri finansial yang gajinya lebih tinggi lagi.
Quote:Original Posted By black_
sayangnya sampe sekarang pun di indonesia lebih mementingkan nilai dan ranking ..


stereotype pemikiran orang-orang indonesia gan, sukses diliat dari nilai emoticon-Cape d... (S)
Setuju gan, IQ tinggi bukan berarti jaminan untuk selalu di elu-elukan, mereka yang memiliki kerendahan hati atau kecerdasan hati jauh lebih tinggi nilainya.
Sayangnya yg gw temuin kebanyakan yg punya kerendahan hati justru org2 yg nilai akademisnya bagus. Yg makin pinter makin g sok pinter.
Yg banyak bacot sok pinter justru bener2 yg bego beneran. Kyk istilah tong kosong nyaring bunyinya.
Quote:Original Posted By black_
sayangnya sampe sekarang pun di indonesia lebih mementingkan nilai dan ranking ..



emoticon-2 Jempol
setuju.
makanya disuatu instansi saat ada penerimaan pegawai baru selalu diingatkan utk tidak terlalu sok mengajari senior...



tapi kadang senior juga perlu dihajar loh emoticon-Hammer
datang telat pulang paling cepat, absen titip tunjangan full emoticon-Najis
kalau di Indo kebalik. yg kurang IQ nya itu lah yg suka nge SOK. hahaha
beda sama Indonesia
gw banget ini emoticon-Malu (S) emoticon-Malu (S)
terlalu banyak mencetak nilai C di transkripemoticon-Ngakak (S)