alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a5720e56e6af03658b4567/bareskrim-polri-garap-mega-krorupsi-rp-27-t-di-skk-migas-semoga-sukses
Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!
Tokoh Utama di Pusaran Korupsi Kondensat SKK Migas Rp27 Triliun
24 JAN 2016 21:57

Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!
Dok. Sampul hasil audit investigasi BPK dalam dugaan korupsi penjualan kondensat SKK Migas. Reporter

Rimanews - Penyidik Subdit Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)/ Money Loundering (ML) Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri telah menangani kasus korupsi penjualan Kondensat milik negara oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang kini berubah menjadi SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) sejak Mei 2015 lalu.

Tim penyidik di bawah komando Kasubdit TPPU/ML Kombes Pol. Golkar Pangarso telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus yang merugikan negara lebih dari Rp27 Triliun. Ketiga tersangka itu adalah mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, mantan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono dan pemilik PT TPPI Honggo Wendratmo.

Dalam perjalanan penyidikan kasus ini, polisi menemukan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi, diantaranya adalah proses penunjukan langsung BP Migas kepada PT TPPI untuk menjual kondensat.

Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!

Selain itu, penyidik juga menemukan penyimpangan berupa perintah lifting Kondensat (minyak mentah) dari BP Migas kepada PT TPPI tanpa adanya jaminan pembayaran dan Seller Appointment Agreement (SAA).

Berdasarkan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah ditetapkan pada 20 Januari 2016, ditemukan fakta bahwa PT TPPI telah melakukan lifting Kondensat sebanyak 33.089.400 barrel dalam kurun waktu 23 Mei 2009 hingga 2 Desember 2011.

Berdasarkan hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN), lifting Kondensat oleh PT TPPI tersebut memiliki nilai USD 2,716,85 ,655.37 atau sekitar Rp27 Triliun jika kurs Rp10.000 per USD1.

Tindakan BP Migas dan PT TPPI ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Surat Keputusan (SK) Kepala BP Migas tanggal 15 April 2003 tentang Tata Cara Penunjukan Penjual Minyak Mentah (Kondensat) Bagian Negara.

Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!

Tak hanya itu saja, penyidik juga menemukan adanya penyimpangan dalam pengelolaan hasil lifting Kondensat. Berdasarkan hasil penyidikan, PT TPPI ternyata tidak memproduksi Migas Ron 88 (bensin jenis premium) dan tidak menual hasil olahan Kondensat-nya kepada PT Pertamina.

Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!
http://nasional.rimanews.com/krimina...-Rp27-Triliun-


Mengerikan, Negara Rugi Rp27 Triliun Korupsi Kondensat SKK Migas-TPPI
23 JAN 2016 13:57

Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!
Dok Penyidik Bareskrim saat menggeledah kantor SKK Migas terkait kasus Kondensat. Reporter

Rimanews - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pecahkan rekor kerugian negara dalam penanganan kasus korupsi penjualan Kondensat SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan negara mengalami kerugian sebesar USD 2,7 Miliar atau sekitar Rp27 Triliun dengan nilai tukar Rp10.000 per-USD1.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigatif BPK dalam rangka Penghitungan Kerugian Negara (PKN) terkait kasus penunjukan PT TPPI sebagai penjual Kondensat bagian negara oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (sekarang SKK Migas) Tahun 2008-2012.

Hasil audit BPK yang diterbitkan pada tanggal 20 Januari 2016, menyebutkan adanya kerugian negara sebesar USD 2,716, 859,655.37 karena adanya sejumlah penyimpangan dalam proses tender maupun pelaksanaan proyek tersebut.

Bareskrim POLRI Garap Mega Krorupsi Rp 27-T di SKK Migas. Semoga Sukses!

Seperti diketahui, BPK telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaaan (LHP) atas Pemeriksaan Investigatif dalam kasus PT TPPI. Laporan BPK ini berisikan PKN atas Penunjukkan PT TPPI sebagai Penjual Kondensat Bagian Negara oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (sekarang SKK Migas) Tahun 2008-2012 pada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (ex BP MIGAS) dan Instansi Terkait Lainnya.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional Yudi Ramdan Budiman menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Bareskrim Polri melalui Surat tanggal 16 Juni 2015 perihal Perhitungan Kerugian Negara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kata Yudi, BPK menyimpulkan adanya penyimpangan terhadap peraturan perundangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam penunjukan PT TPPI sebagai penjual kondensat bagian negara dan pelaksanaannya yang mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara.

"Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan dipergunaan oleh Bareskrim Polri dalam menuntaskan kasus tersebut," kata Yudi, Jumat (22/01/2016).

Kasus tersebut bermula dari penunjukan langsung BP Migas terhadap PT TPPI pada Oktober 2008 terkait penjualan kondensat untuk kurun waktu 2009-2010. Sementara, perjanjian kontrak kerja sama kedua lembaga tersebut dilakukan pada Maret 2009. Penunjukan langsung ini menyalahi peraturan BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-50.
http://nasional.rimanews.com/hukum/r...KK-Migas-TPPI-

---------------------------------------

Buktikan kalo pak Polisi bisa lebih hebat dan lebih professional daripada KPK dalam pemberantasan korupsi, tentu sangat diharapkan publik kita. Selamat ya !!
Sepi tritnya
POLRI urus teroris OK kinerjanya...

POLRI urus korupsi 27 T? masyarakat udah tau hasil akhirnya...
ngurus yg 1M aja ngk becus, mimpi ngurus yg 27T...
semoga nggak mangkrak ini kasus..biasanya kan nganu..
Ya pantes gini ratio melebar
Duitnya muter di sektor itu2 saja
Lahan basah yag memang di bumn/esdm emoticon-linux2
jabatan politis emoticon-thumbsup