alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a5049e56e6af53788b4567/hadapi-teroris-garda-bangsa-jatim-turunkan-pasukan-berani-mati
Hadapi Teroris, Garda Bangsa Jatim Turunkan Pasukan Berani Mati
Quote:Hadapi Teroris, Garda Bangsa Jatim Turunkan Pasukan Berani Mati

Surabaya (SI Online) - Bukan hanya kepolisian, TNI dan intelijen yang sibuk mengamankan objek vital dari ancama terorisme. Komando Garda Bangsa (KGB) Jawa Timur, organisasi underbow Partai kebangkitan Bangsa, juga turut menyiagakan 3.000 pasukan berani mati untuk mengamankan beberapa titik rawan di kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Pasukan berani mati yang kita turunkan ini pasukan bawah tanah yang menjaga beberapa titik objek vital di Jatim," klaim Ketua KGB Jawa Timur, Chusainuddin, Ahad (17/1/2016) seperti dikutip Metrotvnews.com.

Sayangnya, Chusainuddin enggan menyebut di titik mana saja dan berapa jumlah pasukan di masing-masing titik yang telah diturunkan. Alasannya, agar strategi dalam mengamankan daerah-daerah di Jatim tak mudah dipetakan oleh pelaku teroris.

"Yang jelas pola pengamanannya menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah dan berkoordinasi dengan aparat di lokasi," katanya.

Kata dia, pasukan yang diturunkan sudah profesional dan terlatih. Mereka juga sudah memiliki kekuatan lahir dan batin dari segala bentuk serangan senjata tajam dan senjata api. "Mereka pasukan berani mati sudah piawai, terlatih dan siap menghadapi situasi sulit," tegasnya.

Politisi PKB ini berkeyakinan teror bom tak hanya terjadi di Jakarta saja. Menurut dia, Jatim yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia tidak lepas dari ancaman terorisme.

"Lebih baik kami siaga sebelum terjadi. Ini demi keamanan dan kenyamanan Jatim dari terorisme yang selama ini membuat masyarakat resah," tandasnya.



Luar biasa, dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa dari serangan teroris memang dibutuhkan peran aktif dari mayarakat untuk membantu polri dan TNI. Karena mereka memiliki keterbatasan "mata".
emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak
teroris pgn mati ketemu pasukan berani mati, cucok bo'
klo garda bangsanya kayak yg di poto.
jelas berani mati
lah bentar lagi juga dud.
Wow baret merah!!!!
Hadapi Teroris, Garda Bangsa Jatim Turunkan Pasukan Berani Mati

emoticon-Hammer2
Wasuu,tu garda berani mati cem plonga plongo begindang emoticon-Traveller
ini namanya ngerjain orang tua suruh mati, yang muda pada kemana?
Aasu je
Quote:Hadapi Teroris, Garda Bangsa Jatim Turunkan Pasukan Berani Mati


yg belakang mirip sama foto jokowi ya posenya emoticon-Ngakak
Mengenang Riyanto,
Gugur Membekap Bom
saat Jaga Misa Natal
(Surabaya)



Sabtu, 26 Desember 2015, 10:01 WIB
VIVA.co.id - Tak banyak yang
menyorot dan mengenang mendiang
Riyanto di peringatan Natal tahun ini.
Padahal, anggota Barisan Serba Guna
(Banser) dari Nahdlatul Ulama (NU)
ini punya cerita heroik saat ikut
menjaga Misa Natal di Gereja Eben
Haezer, Kecamatan Prajurit Kulon,
Kota Mojokerto, 24 Desember 2000
silam.
Warga NU, terutama anggota Banser,
mungkin tak akan lupa dengan
peristiwa ledakan bom di Gereja Eben
Haezer di Mojokerto itu.
Waktu itu, Riyanto adalah satu di
antara puluhan anggota Banser yang
menjalankan perintah pimpinan
Gerakan Pemuda Ansor Kota
Mojokerto untuk membantu aparat
menjaga keamanan kegiatan Misa
Natal di Gereja Eben Haezer.
Saat siaga, Riyanto melihat
bungkusan plastik hitam tergeletak di
salah satu sudut gedung gereja. Dia
memeriksa plastik itu. Isinya ternyata
bom.
Mengetahui isi plastik bahan peledak,
ia langsung teriak 'tiaraaap'. Jemaat
panik dan berebutan keluar menjauh
dari gereja.
Di tengah kepanikan jemaat, Riyanto
mencari cara agar bom tidak melukai
orang-orang di gereja. Mungkin tak
menemukan cara lain, Riyanto
kemudian membekap bom tersebut
dengan tubuhnya.
Blaaar.... Bom meledak. Tubuh
Riyanto terpental dan ditemukan
sekitar 100 meter dari titik ledakan
dalam kondisi tanpa nyawa.
Oleh Nahdiyin, Riyanto dikenang
sebagai syuhada (mati syahid).
Namanya dijadikan nama jalan di
kampung dia lahir di Kecamatan
Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Seragam Banser yang dikenakannya
saat diterjang bom terpajang di
Museum NU di Jalan Gayungsari,
Surabaya.
Jika sempat berkunjung ke Museum
NU dan melihat seragam Banser
Riyanto, masih ada bekas ledakannya
di seragam pasukan semi militernya
NU itu.
Seragam loreng-loreng pucat itu
dibiarkan terpajang dalam kondisi
compang-camping oleh pengurus
museum. Bekas darah mendiang
Riyanto juga masih menempel di
seragam tersebut.
Jumat siang kemarin, 25 Desember
2015, pengurus Ansor Kota Mojokerto
memberikan santunan kepada orang
tua Riyanto. Santunan diberikan
sebagai penghargaan atas jasa dan
keberanian Banser Riyanto.
Komandan Satuan Koordinator
Wilayah Banser NU Jawa Timur, Umar
Usman, mengatakan bahwa sosok
Riyanto di internal Banser sudah
menjadi spirit bagi anggota dalam
menjaga kerukunan umat beragama
dalam semangat kebangsaan.
Ketika terjadi perbedaan pendapat
soal kegiatan pengamanan Natal di
Banser, sosok Riyanto jadi pengikat
satu pandangan.
"Riyanto menunjukkan jati diri Banser
NU sebenarnya, bukan dalam
mencampur adukkan dan
menyamaratakan agama, tapi dalam
rangka menjaga keamanan
masyarakat, keamanan negara, dan
keutuhan bangsa. Sampai Riyanto itu
mengorbankan nyawa," kata Umar
kepada VIVA.co.id , Sabtu, 26
Desember 2015. (ren)

m.news.viva.co.id/news/read/715398-mengenang-riyanto--gugur-membekap-bom-saat-jaga-misa-natal
mulus nya aduh bener2 berani mati
Ada org yg korban nyawanya demi membela nkri malah di hina2 hahahhahahaha. Sudah byk yg goblok penghuni bp skg.
mudah2 an sesuai dgn yg di harap kan.......emoticon-Ngakak
Wah seru ini klo lek2an
duh melas bgt emoticon-Berduka (S)
Dilatih di mana dan oleh siapa ya, gan? emoticon-Request
Ane aja blm berani dan senekat bapak2 dimulus tsb. Masih sayang nyawa ane emoticon-Takut
para teroris berhati hatilah emoticon-army
Kayak kalian pada ok aja semua
×