alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a41b8450741060798b4567/awas-kaum-homo-dan-lesbi-cetak-kader-di-kampus
Awas, Kaum Homo dan Lesbi Cetak Kader di Kampus
Quote:Awas, Kaum Homo dan Lesbi Cetak Kader di Kampus


Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menegaskan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) semestinya tidak boleh masuk kampus.

"Masa kampus untuk itu? Ada standar nilai dan standar susila yang harus dijaga. Kampus adalah penjaga moral," katanya usai meresmikan kampus baru Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sabtu (23/1/2016)

Hal itu diungkapkannya menanggapi keberadaan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

Nasir mengakui langsung menghubungi Rektor UI begitu mendapatkan informasi dan langsung dikonfirmasi bahwa keberadaan SGRC di UI yang ternyata tidak mendapatkan izin dari kampus tersebut.

"Begitu dapat informasi, saya langsung hubungi Rektor UI. Ternyata, kegiatan itu tidak mendapatkan izin dari UI," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang (Undip) terpilih itu.

Menurut dia, keberadaan kelompok LGBT bisa merusak moral bangsa dan kampus sebagai penjaga moral semestinya harus bisa menjaga betul nilai-nilai susila dan nilai luhur sebagai bangsa Indonesia.

Beberapa waktu lalu, beredar brosur yang diadakan sejumlah kelompok LGBT di kampus UI yang memicu perdebatan karena banyak yang mengira kampus tersebut membiarkan bibit LGBT berkembang.

Sebelumnya, reaksi keras juga disampaikan anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Nasir Djamil yang mengatakan bahwa kelompok LGBT merupakan ancaman yang serius bagi bangsa.

"Kelompok LGBT tidak boleh dibiarkan berkembang dan diberi ruang segala aktivitasnya. Apalagi, komunitas LGBT disinyalir masuk ke kampus dengan kelompok kajian atau diskusi ilmiah," katanya.


SUMBER



SELAMATKAN LESBIAN ....


BINASAKAN MAHO GAY & TRIO GKI (GAYUS, KUNCORO, ITO) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
waspada!

Sabtu, 23 Januari 2016, 10:13 WIB
Ini Pengakuan Mantan Lesbi
Rep: dyah ratna meta novia/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/ Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di kampus-kampus disinyalir sudah dimasuki oleh aktivis lesbi, gay, bitranseksual dan transgender (LGBT). Mereka secara halus mengajak mahasiswa dan mahasiswi mengikuti kajian yang mengarahkan pada penerimaan dan pelegalan LGBT sebagai sesuatu yang biasa dan harus diterima.

Seorang mantan lesbi Siska (nama samaran) mengatakan, sebenarnya LGBT sudah masuk ke dunia pelajar, SMP juga SMA. Ia berharap orangtua dan pihak terkait mawas diri mencegah tersebarnya lesbianisme.

"Lesbi dan LGBT penyebarannya lebih cepat dari narkoba. Cek saja ke lapangan, hampir tiap hari ada lesbi baru," katanya, Sabtu, (22/1).

Pelajar selama ini senang menjadi lesbi karena guyuran harta. Mereka bisa mendapatkan mobil, rumah, juga deposito.

Amel (nama samaran), seorang mantan lesbi selama 15 tahun mengatakan, penyebaran lesbi bukan lagi ke kampus. Tapi sudah ke sekolah-sekolah. "Sudah naik tingkat, remaja sekarang bukan free sex lagi, tapi jadi LGBT. Salah satunya, lesbi."

Menurut Amel, kaum lesbi memiliki kelompok-kelompok. Tiap hari mereka menggelar pertemuan atau kongkow.

Sedangkan tiap bulan ada pertemuan rutin, disebutnya gathering. "Kalau gathering biasanya kita menyewa villa, ada ratusan lesbi kumpul."

http://nasional.republika.co.id/beri...n-mantan-lesbi
waspada !!

Sabtu, 23 Januari 2016, 10:31 WIB
'Hancur Hidup Saya Karena Lesbi'
Rep: dyah ratna meta novia/ Red: Teguh Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di kampus-kampus disinyalir sudah dimasuki oleh aktivis LGBT. Mereka secara halus mengajak mahasiswa dan mahasiswi mengikuti kajian yang mengarahkan pada penerimaan dan pelegalan LGBT sebagai sesuatu yang biasa dan harus diterima.

Namun ternyata LGBT tak hanya masuk ke dunia kampus, bahkan LGBT sudah masuk ke para pelajar di sekolah.

"Kalau LGBT masuk ke kampus sebenarnya sudah dari dulu. Sekarang ini LGBT sudah masuk ke sekolah-sekolah, banyak lesbi baru berusia pelajar SMP dan SMA," ungkap Siska (nama samaran) seorang mantan lesbi, Sabtu, (23/1) dalam siaran persnya yang diterima Republika.co.id.

Siska meminta orangtua saat ini harus lebih mengawasi buah hatinya dari ancaman lesbi. Sebab ia sudah pengalaman terjerumus ke dunia lesbi selama 25 tahun. "Saya baru saja melepaskan kehidupan lesbi setahun terakhir. Hancur hidup saya jadi lesbi, saya baru sadar, menjadi lesbi sama saja keluar dari fitrah sebagai manusia dan menghancurkan hidup kita sendiri."

Selama ini Siska menjadi buthcy, sebutan lesbi yang menjadi pasangan pria. Sedangkan untuk pasangan wanita dikenal dengan istilah femme. Ia lupa berapa kali berganti-ganti pasangan lesbi. "Kalau ada brondong atau lesbi muda berusia pelajar, dulu main sabet saja."

http://internasional.republika.co.id...a-karena-lesbi
tingkatkan kewaspadaan!

Sabtu, 23 Januari 2016, 18:06 WIB
'Tantangan Dunia Pendidikan Bukan Cuma Seks Bebas Tapi Seks Menyimpang'
Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Bayu Hermawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan LGBT tak hanya merambah ke kampus-kampus. Bahkan anak-anak SD maupun SMP menjadi sasaran target kaum gay. Hal itu terlihat dari maraknya akun Twitter kaum gay antara lain @GaySDSMP.

Pengamat Pendidikan Mohammad Abduhzen mengatakan, harus ada mata pelajaran berisi sex education yang terintegrasi dengan mata pelajaran terkait.

"Dalam sex education tersebut dijelaskan bagaimana nilai-nilai dan konsep kebudayaan yang kita anut," katanya, Sabtu, (23/1).

Ia melanjutkan, juga perlu dijelaskan bahwa manusia terdiri dari dua jenis, laki-laki dan perempuan. Kalau sudah dewasa nanti mereka menikah dengan lawan jenisnya.

"Tantangan pendidikan saat ini bukan sekedar seks bebas lagi. Tapi tantangan pendidikan jauh lebih berat, yakni seks menyimpang, orangtua dan guru harus disadarkan keberadaan ancaman ini termasuk para pembuat kebijakan," jelasnya.

Saat ini, terang Abduhzen, masalah yang dihadapi bangsa Indonesia bukan pemahaman agama yang radikal saja. Namun arus LGBT, seks menyimpang juga sudah dahsyat.

Tanpa disadari, lanjutnya, budaya global seperti seks menyimpang sudah masuk ke Indonesia. Ini tak pernah terpikirkan sebab selama ini kita hanya berkutat pada penekanan bersaing ekonomi menghadapi globalisasi.

http://www.republika.co.id/berita/na...eks-menyimpang
Kirain cuman partai onoh yang rekrut kader di kampus2
miga jadi hate gan emoticon-Busa
kok gak ada lesbi yg ngajakin ane ya? apa krn ane cowok? emoticon-Bingung (S)
Sabtu, 23 Januari 2016, 19:02 WIB
LGBT Masuk Kampus, IMM: Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi
Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Bayu Hermawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mulai maraknya perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di lingkungan kampus perguruan tinggi membuat resah berbagai kalangan.

Salah satunya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang secara tegas menyatakan penolakannya terhadap perilaku menyimpang tersebut.

"Sangat disayangkan bila pusat-pusat kampus dan lembaga-lembaga pendidikan sudah dimasuki LGBT. Kalau kabar itu benar, maka ini merupakan ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Ketua Umum DPP IMM, Beni Pramula, kepada Republika.co.id, Sabtu (23/1).

Untuk itu, ia mengajak semua elemen bangsa, mulai dari aktor-aktor pendidikan, para pelajar, mahasiswa, dan pemuda Indonesia bersama-sama menyatakan perlawanan terhadap LGBT.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), kata Beni, memiliki tanggung jawab paling besar terkait dengan isu-isu penyebaran LGBT di kampus-kampus perguruan tinggi.

Menurutnya, lembaga pendidikan sebagai laboratorium pembentukan karakter dan moralitas bangsa seharusnya tidak boleh menjadi tempat tumbuhnya perilaku-perilaku amoral seperti LGBT.

"Ketika LGBT sudah mulai menggerogoti dunia pendidikan kita, itu jelas sangat berbahaya. Dikti harusnya melakukan evaluasi terhadap penyelenggaran pendidikan kita, jangan sampai anak-anak bangsa dirusak moralitas dan akhlaknya," ujarnya.

Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kembali menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan aktivitas sekelompok mahasiswa dan alumni UI yang menamakan diri Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC).
http://www.republika.co.id/berita/na...didikan-tinggi
😲 Astaga 😨 seremm.. perlu pendidikan agama inihh.. di mulai dari lingkungan keluarga, para pendidik harus bekerja sama dgn para ortu.. truss kalo bisa ada penyuluhan rutin dari para pakar kejiwaan juga di tempat2 pendidikan. Bahaya ihh.. 😦 kasian yg udah terkontaminasi.. 😧 semoga segera sadar.. kembali ke jalan yg benar..
It's too late guise, we need do something more extreme now, no more fuckin tolerance

Awas, Kaum Homo dan Lesbi Cetak Kader di Kampus
Awas, Kaum Homo dan Lesbi Cetak Kader di Kampus
Awas, Kaum Homo dan Lesbi Cetak Kader di Kampus
ini perlu kita waspadai gan..
amankan lingkungan kita!

Quote:

Sabtu, 23 Januari 2016, 15:03 WIB
Empat Modus Gerakan LGBT 'Serang' Indonesia
Red: Achmad Syalaby

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eksistensi gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) sudah terdengar sejak 90-an. Mereka berlindung di balik ratusan organisasi masyarakat yang mendukung kecenderungan untuk berhubungan seks sesama jenis.

Sampai akhir 2013 terdapat dua jaringan nasional organisasi LGBT yang menaungi 119 organisasi di 28 provinsi. Pertama, yakni Jaringan Gay, Waria, dan Laki-Laki yang Berhubungan Seks dengan Laki laki Lain Indonesia (GWLINA) didirikan pada Februari 2007. Jaringan ini didukung organisasi internasional.

Jaringan kedua, yaitu Forum LGBTIQ Indonesia, didirikan pada 2008. Jaringan ini bertujuan memajukan program hak-hak seksual yang lebih luas dan memperluas jaringan agar mencakup organisasi-organisasi lesbian, wanita biseksual, dan pria transgender.

Sebenarnya, modus apa saja yang digunakan para aktivis LGBT untuk menebar pahamnya ke Indonesia. Berikut empat diantaranya yang direkam pusat data Republika.co.id.


Lewat Buku

Sebuah buku bergaya komik yang diterbitkan PT Elex media Komputindo menuai kontroversi. Buku berjudul 'Why Puberty: Pubertas' ini mendapat sorotan publik karena memuat legalitas hubungan sesama jenis.

Dalam sinopsis yang ada pada laman Elexmedia, buku seharga Rp 75 ribu itu merupakan karya penulis asal Korea Selatan, yakni Jeon Ji-eun. Dengan 200 halaman, buku itu terkesan memberikan pendidikan seksual kepada remaja dengan bahasa sederhana.

Pengetahuan seks, seperti mimpi basah, masturbasi, dan menstruasi dibahas di buku ini. Hanya, pada bab terakhir, buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana mencintai pasangan sejenis. Setiap orang punya hak untuk mencintai dan dicintai dan bila mereka mencintai sesama jenis, itu adalah pilihan.

Jika boleh memilih, tentu saja mereka ingin memilih mencintai lawan jenis, seperti tertera dalam buku tersebut. Buku itu kemudian memang ditarik penerbit. Aluisius Arisubagijo, general manager PT Elexmedia Komputindo mengakui adanya keteledoran meski mengklaim penerbitan buku tersebut sudah prosedural.

Meski ditarik, penerbitan buku itu menyingkap tabir tentang propaganda gerakan LGBT di Indonesia. Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sudah bukan menjadi gerakan bawah tanah. Legalisasi penyimpangan orientasi seksual tersebut di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat membuat mereka semakin berani bersuara.


Aktif di Twitter

Pergerakan kaum LGBT pun sudah terlihat dampaknya lewat media sosial seperti Twitter. Bahkan anak-anak SMP-SMA banyak yang ditengarai terjerat. Lewat akun Twitter ditemukan komunitas gay yang terang-terangan berkata-kata mesum dan jorok untuk menarik perhatian kaum sesama lain.

Prasetyo, salah satu gay di Twitter tersebut, mengucapkan kata-kata yang jorok yang ditujukan kepada akun gay lain yang mengklaim SMP Bekasi, SMP Tangerang, dan SMA Jakarta.

Seperti dilihat Republika.co.id, akun yang mengatasnamakan gay SD SMP memiliki pengikut 980 akun. Sementara SMP Bekasi ada 17 ribu pengikut.


Kampanye Lewat YouTube

Di Youtube, terdapat satu saluran bernama Yimoet channel untuk mengampanyekan kaum LGBT. Channel yang dipublikasi oleh Yayasan Intermedia tersebut menggambarkan anak-anak muda yang bangga menjadi LGBT sejati. Beberapa scene pada video itu juga menggambarkan adanya pengakuan dari orang tua mengenai disorientasi seksual para pemuda tersebut.

Di channel itu, mereka legawa dengan kecenderungan anak-anaknya yang memiliki orientasi seksual berbeda.

"Kita semua sama. Kita semua bersahabat. So be proud of you guys," ujar salah seorang remaja tanggung dalam video tersebut yang mengaku gay.

Tak hanya lewat internet, propaganda LGBT juga tampak dari program hiburan stasiun televisi. Banyak program bergenre komedi dan musik menyertakan penampakan lelaki bertingkah feminim yang akrab disebut melambai. Propaganda LGBT ini menyuburkan jumlah kecenderungan perilaku seksual menyimpang.

Lembaga Konseling Kampus

Tak ketinggalan, LGBT juga merambah kampus. Sebuah poster muncul di dunia maya menghebohkan sejumlah pengguna media sosial, Kamis (21/1). Dalam poster tersebut tertulis jika mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) menawarkan jasa konseling untuk kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Support Group and Resource Center On Sexuality Studies" (SGRC) UI merupakan pihak yang bertanggung jawab di balik terbitnya poster tersebut.

http://nasional.republika.co.id/beri...rang-indonesia

untuk setingkat SMP SMA, perhomoan dapat diketahui dari jumlah murid pria yg ikutan cirlider dan teater. sekedar info aja. kalau lesbong susah buat ketauan
emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) MAU DONG LESBINYA emoticon-Big Grin emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
bukannya berusaha sembuh, malah ngumpul dengan sesamanya, malah minta pengakuan sama masyarakat....

konseling LGBT seharusnya berupa terapi untuk sembuh, untuk penyadaran, bukannya malah untuk mendorong orang untuk menerima penyimpangan itu

Quote:

Jumat, 22 Januari 2016, 15:26 WIB
Homoseksual Bisa Disembuhkan Jika Ada Kemauan
Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Angga Indrawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog Alfa Restu Mardhika mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi homoseksual. Salah satunya lingkungan.

"Juga pola asuh, role model dari teman-teman, sexual abused saat masih kecil. Homoseksual merupakan kelainan orientasi seksual yang bisa diterapi kalau pengidapnya mau sembuh," katanya, Jumat, (22/1).

Seorang homo itu bisa menjadi normal kembali, kata dia, kalau mereka mau berubah. "Saya tak percaya kalau homoseksual itu genetik," kata dia.

Menurutnya, lingkungan yang mempunyai pengaruh kuat seseorang menjadi homoseksual. Makanya, lanjut dia, jika mereka mau sembuh, maka bisa diberi terapi.

http://www.republika.co.id/berita/na...ka-ada-kemauan

Goblok sangat. Binasakan seperti Pompeii Sodom dan Gomorrha
Quote:Original Posted By adhyzone
miga jadi hate gan emoticon-Busa


HATE MAHO GAN ...... SAMA KAYAK ENTE MAHO JUGA emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S)
emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up
selalu waspada
awasi sekitar Anda!

Quote:

Senin, 25 Januari 2016, 08:01 WIB
Ini Tanggapan KPAI Soal Maraknya Propaganda LGBT Anak di Sosial Media
Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya

Awas, Kaum Homo dan Lesbi Cetak Kader di Kampus
KPAI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri beserta jajarannya, menyelidiki dan menindak oknum tidak bertanggung. Hal tersebut menyusul beredarnya propaganda homoseksual di kalangan anak khususnya remaja Indonesia.

Salah satu contoh adalah akun Twitter @gaykids_botplg. KPAI sangat mengutuk apa yang dilakukan akun yang menampilkan foto dan video seksual tidak layak untuk dilihat dan ditujukan tersebut. Apa yang diperbuat akun itu untuk menggaet anak remaja merupakan pelanggaran pidana (UU Pornografi).

"Propaganda lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) terhadap anak merupakan kejahatan berat dan tindakan pidana. Oleh karena itu kita wajib memeranginya," ujar Kepala Divisi Sosialisasi KPAI Erlinda kepada Republika, Senin (25/1).

Apabila terindikasi ada anak dibawah umur, maka KPAI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), sekolah, dan lembaga terkait akan melakukan rehabilitasi kepada anak-anak tersebut.

Jika penyelidikan dan penyidikan telah dilakukan oleh polisi, maka KPAI meminta Kominfo untuk meminta situs dan akun tersebut untuk ditutup. "Kami mengimbau seluruh masyatakat apabila mempunyai informasi menyesatkan maka hubungi segera ke Polisi atau ke hotline KPAI di no 02131901446 dan 081808194833," kata dia.

http://nasional.republika.co.id/beri...i-sosial-media
Gegen LGBT!!!
dunia sdh tuaaaa.. kiamat sdh dekat..
×