alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a352271cbfaa9b438b4570/bioskop-bisa-100-asing
Bioskop Bisa 100% Asing
JAKARTA - Tujuh sektor usaha akan dibuka untuk asing dengan kepemilikan hingga 100%. Sektor yang semula masuk daftar negatif investasi (DNI) direlaksasi oleh Pemerintah.

Revisi DNI itu diharapkan dapat menarik investor asing menanamkan modalnya di Indonesia. Sektor kegiatan usaha yang akan dibuka untuk investor asing itu yakni usaha bioskop, restoran, dan kafe. Sedangkan, sisanya adalah di bidang gelanggang olahraga yakni renang, sepak bola, tenis lapangan, dan sport center. ”Sektor pariwisata termasuk yang telah diselesaikan proses pembahasannya,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani di Jakarta kemarin.

Franky mengatakan, tujuh sektor usaha tersebut kini bisa dibuka sepenuhnya oleh investor asing karena aturan sebelumnya dibatasi kepemilikan asing rata-rata maksimal 49- 51%. Dia berharap, relaksasi tersebut bisa mendorong masuknya investor asing, terutama di sektor pariwisata. Selain itu, ujar Franky, Pemerintah juga akan membuka 18 sektor usaha dalam rangka harmonisasi aturan dengan Protokol ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS).

Ke-18 sektor usaha tersebut terdiri dari empat sektor usaha dibuka 70% untuk asing dan 14 sektor usaha yang dibuka 67% untuk asing. Adapun, empat sektor usaha yang dibuka 70% untuk asing antara lain jasa boga atau katering, lapangan golf, jasa konvensi pameran serta perjalanan wisata, dan spa.

Sementara, 14 sektor usaha yang dibuka 67% untuk asing meliputi museum swasta, peninggalan sejarah yang dikelola swasta, biro perjalanan wisata, serta hotel bintang1-2 serta hotel non-bintang. Selain itu, jasa akomodasi lainnya adalah gelanggang olahragasepertibiliar, bowling, fitnes, jasa impresariat (usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi) bidang seni, karaoke, serta pengusahaan objek wisata.

”Dalam regulasi yang ada saat ini, bidang usaha-bidang usaha tersebut masih tertutup untuk asing karena dialokasikan 100% untuk penanaman modal dalam negeri,” tambah Franky. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, pemerintah juga akan membuka 100% kepemilikan asing dalam industri perfilman.

Adapun, sektor-sektor yang dibuka tersebut antara lain bisnis pertunjukan film atau bioskop, rumah produksi, serta distribusi film nasional atau internasional. ”Kita sepakat semua bidang di perfilman di jasa teknik, produksi, distribusi, dan eksibisi bioskop dibuka 100% untuk siapa saja, untuk semua, tidak diatur lagi,” kata Triawan.

Kendati demikian, Triawan menegaskan bahwa pemerintah tetap memperhatikan pelaku usaha lokal di sektor tersebut. Pengaturan wilayah dinilainya menjadi kunci supaya persaingan bisnis tidak terjadi secara tajam. ”Misalnya, kalau mau buka bioskop jangan di daerah yang sudah ada bioskop, termasuk jangan dekat bioskop lokal yang sudah ada, mesti ada jarak, jadi tidak akan mematikan lokal,” imbuh Triawan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dalam proses relaksasi DNI, pemerintah lebih banyak fokus pada sektor usaha yang memberikan batas kepemilikan modal. Sementara itu, sebagian besar sektor usaha yang dinyatakan tertutup tidak diubah.

rahmat fiansyah

http://www.koran-sindo.com/news.php?...ate=2016-01-21

bisa gan